Movie, Photography and Hobby

Indonesian Old Movie Lovers

Posts Tagged ‘Resensi Film Indonesia’

DIAN SASTRO WARDOYO

Posted by Toto Andromeda on March 6, 2013

Koleksi Dian Sastrowardoyo : Bintang Jatuh, Pasir Berbisik, Ada Apa Dengan Cinta, Ungu Violet, Belahan Jiwa, Putri Gunung Ledang, Tiga Doa Tiga Cinta, Banyu Biru, Dunia Tanpa Koma

Koleksi Dian Sastrowardoyo : Bintang Jatuh, Pasir Berbisik, Ada Apa Dengan Cinta, Ungu Violet, Belahan Jiwa, Putri Gunung Ledang, Tiga Doa Tiga Cinta, Banyu Biru, Dunia Tanpa Koma

Dian Sastrowardoyo, artis cantik yang lahir 16 Maret 1982 merupakan salah satu bintang film Indonesia dengan acting yang memukau. Dian Sastrowardoyo mengawali karirnya sebagai juara pertama Gadis Sampul yang diadain oleh majalah GADIS.  Yuk kita cek film-filmnya.

Bintang Jatuh

Film pertama Dian adalah Film Bintang Jatuh (2000) yang di sutradarai oleh Rudi Sudjarwo. Di film ini Dian yang masih baru di jagat acting di sandingkan dengan pemain film Marcella Zalianty, Garry Iskak dan Indra Birowo. Bintang Jatuh merupakan salah satu film yang di putar secara indie dari kampus ke kampus dan tidak tayang di bioskop, karenanya jarang sekali yagn tahu film ini.

Pasir Berbisik

Kemudian ditahun berikutnya Dian Sastrowardoyo berhasil main film disandingkan dengan aktris senior Christine Hakim dalam film Pasir Berbisik (Whispering Sands)  arahan Nan Achnas. Kenaturalan Dian di film ini begitu terlihat.  Keheningan dan jalan cerita di film ini cukup membuat penulis merasa bingung ketika menontonnya sekali, karena tidak menangkap pesan yang ada. Namun setelah menontonnya beberapa kali maka barulah tahu apa yang ingin disampaikan oleh film ini. Kadang di Indonesia sebuah film bagus akan terasa berat ketika kita tidak dengan mudah mencernanya. Pasir berbisik juga banyak meraih penghargaan

  • Best Cinematography Award, Best Sound Award dan Jury’s Special Award For Most Promising Director untuk Festival Filem Asia Pacific 2001
  • Festival Film Asiatique Deauville 2002 – Dian Sastrowardoyo memenangkan Artis Wanita Terbaik
  • Festival Film Antarabangsa Singapura ke-15- Dian Sastrowardoyo memenangkan Artis Wanita Terbaik
  • Festival Film Indonesia 2004 meraih nominasi di 8 kategori : Film Terbaik,Aktris Terbaik (Dian Sastrowardoyo dan Christine Hakim),Aktor Pendukung Terbaik (Didi Petet dan Slamet Rahardjo),Aktris Pendukung Terbaik (Dessy Fitri),Sinematografi Terbaik (Yadi Sugandi),Tata Artistik Terbaik (Frans X.R. Paat),Tata Musik Terbaik (Thoersi Agreswara),dan Tata Suara Terbaik (Adimolana Machmud dan Hartanto).

Ada Apa Dengan Cinta

Bermain bagus di film Pasir Berbisik, kali ini Dian Sastro menjadi bintang utama dalam film Ada Apa Dengan Cinta produksi Miles  dengan sutradara Mira Lesmana dan Riri Riza. Film Remaja ini memasangkan Dian berpasangan dengan actor Nicolas Saputra seorang pria dingin yagn jatuh cinta pada Cinta (Dian Sastro Wardoyo). Tercatat film ini mampu menyedot penonton karena film yang di bawakan cukup ringan namun mengena di hati penontonnya . Chemistry yang dibangun antara Dian dan Nicolas juga sangat mengena.

Ada Apa Dengan Cinta merupakan salah satu langkah awal film Indonesia setelah sekian lama terpuruk meski sebelumnya ada film Petualangan Sherina yang patut di acungi jempol yang digadang-gadang sebagai awal kebangkitan film Indonesia, namun pasca AADC dunia perfilman Indonesia kian menggeliat hingga sekarang.

Ada apa dengan cinta juga merupakan film yang meraih penghargaan dalam ajang Festival Film Indonesia 2004 setelah selama lebih dari 1 dekade FFI dihentikan. Penghargaan yang diraih adalah :

  • Piala Citra Festival Film Indonesia 2004
    • Pemeran Utama Wanita Terbaik (Dian Sastrowardoyo)
    • Sutradara Terbaik (Rudi Soedjarwo)
    • Tata Musik Terbaik (Melly Goeslaw & Anto Hoed)
    • Film Pilihan Masyarakat
    • Skenario (Jujur Prananto, Rako Prijanto, Riri Riza)

 

Banyu Biru

Banyu Biru merupakan film Dian berikutnya. Kali ini ia berpasangan dengan Tora Sudiro. Berbeda dengan film sebelumnya, peran Dian di film ini boleh dibilang sangat kecil, sosok utama adalah Tora Sudiro. Banyu Biru berkisah tentang seorang pemuda Banyu (Tora sudiro) yang mencoba menemukan jawaban. Seorang  anak muda yang bekerja sebagai pegawai layanan konsumen sebuah hypermarket. Ia tenggelam dalam rutinitasnya. Kejadian di suatu hari yang ganjil menginspirasi Banyu untuk melakukan perjalanan, mencari jalan keluar atas masa lalunya yang selalu dibayangi peristiwa masa kecilnya.

 

Ungu Violet

Setelah sebelumnya di pertemukan dengan Garry Iskak dalam satu frame ketika masih baru di dunia acting, kali ini Dian Sastro Wardoyo kembali bertemu di film Ungu Violet bersama Garry Iskak. Meski tokoh sentralnya sendiri adalah Lando (Rizky Hanggono) dan Kalin (Dian Sastro Wardoyo)

Ungu violet bercerita tentang seorang gadis penjaga tiket busway yang karena ketidaksengajaan akhirnya menjadi seorang Model yang terkenal berkat Lando yang menemukan kecantikan Kalin ketika sedang naik bus dan tanpa sengaja memotretnya. Dari sinilah awal karir Kalin. Kedekatan Kalin dan Lando pun kian lama kian dekat hingga membuat hati Kalin terpaku pada Lando, namun tanpa disadari Lando akhirnya memutuskan tali persahabatan dengan Kalin tanpa disertai alas an yang jelas. Kalin marah, meski pada akhirnya Lando memiliki kesempatan untuk menjelaskannya ketika Kalin sedang diberi cincin pertunangan oleh  managernya (Garry Iskak). Kalin mengejar lando, namun sebuah mobil menabraknya hingga Kalin terkena pecahan kaca di kedua matanya. Kalin buta. Selama dirumah sakit, Lando setia menemaninya hingga suatu saat Kalin mendapatkan donor mata. Setelah kembali dapat melihat, Kalin segera mencari Lando, namun sudah terlambat, karena Lando sudah meninggal, karena penyakit yang dideritanya. Itu pula yang menjadi alas an Lando untuk menjauhi Kalin kala itu. Dan Kalinpun baru tersadar karena matanya yang sekarang adalah mata Lando yang di donorkan padanya…,

 

Belahan Jiwa

Film produksi 2005 ini dibintangi antara lain oleh Nirina Zubir, Marcella Zalianty, dan Dina Olivia. Dian Sastro berperan sebagai Cempaka, seorang yang memiliki beberapa kepribadian yang di perankan oleh Nirina, Marcella dan Dina Olivia serta Dian Sendiri. Menonton film ini cukup sulit untuk menangkap apa yang di maui oleh penulisnya Sekar Ayu Asmara.

Putri Gunung Ledang

Putri Gunung Ledang merupakan film Malaysia yang bercerita tentang legenda Melayu yaitu putrid Gunung Ledang . Film Ini juga turut di perkuat oleh acting Christine Hakim dan Alex Komang dari Indonesia.

3 Doa 3 Cinta

Dian Sastro wardoyo kembali di pertemukan dengan Nicolas Saputra dalam film 3 Doa 3 Cinta. Film ini berlatar belakang pesantren, seorang pemuda (Nicolas Saputra) yang mencari ibu kandungnya di Jakarta melalui Dona Satelit (Dian Sastro Wardoyo) seorang penyanyi dangdut. Meski pada akhirnya tahu kalau orang tuanya sudah meninggal setelah dipertemukan dengan mucikari yang biasa menangani ibu kandungnya berkat bantuan Dona Satelit.

Film ini tidak semeledak film AADC.

 

Dunia Tanpa Koma (DTK)

Dunia Tanpa Koma merupakan sebuah drama seri yang pernah di tayangkan oleh RCTI sebanyak 15 episode. Tidak seperti sinetron-sinetron pada umumnya, Dunia Tanpa Koma merupakan Sinetron yang bagus karena intriknya tidak mengada-ada dan kita bisa belajar dari film ini.

Dian sastro berperan sebagai Raya seorang wartawati yang bekerja pada Majalah Target. Ia dihadapkan pada dua pilihan cinta antara Bayu (tora Sudiro) yang gamang untuk memutuskan pernikahannya dengan pacarnya (Endita) dan cintanya pada Bram (Fauzi Baadila) wartawan yang merupakan saingan dari majalah Target. Sinetron ini di kemas sangat bagus serta tidak menjual mimpi. Realistis. Cukup panjang 15 episode namun tidak bosan melihat acting Dian disini.

Selain film-film diatas Dian juga pernah bermain dalam film Drupadi namun sayang sekali hingga saat ini belum pernah keluar DVD maupun VCD filmnya.

 

 

Posted in Resensi Film 70-90an | Tagged: , , , , , , , , , , , , , , , , , | 1 Comment »

SENGSARA MEMBAWA NIKMAT

Posted by Toto Andromeda on March 5, 2013

Sengsara membawa Nikmat

Sengsara membawa Nikmat

Masih ingat drama seri yang di angkat dari novel karya Sutan Sati yang di terbitkan oleh Balai Pustaka 1929? Sengsara Membawa Nikmat, merupakan drama seri yang diangkat dari novel yang di tayangkan secara berseri karena panjangnya cerita di TVRI pada tahun 1991 sesaat setelah sebelumnya juga tayang drama seri karya Marah Rusli yang diangkat ke layar kaca dengan judul Siti Nurbaya.

Sengsara Membawa Nikmat merupakan merupakan serial yang sangat layak untuk di tonton, Di bintangi oleh Sandy Nayoan sebagai Midun yang juga merupakan tokoh utama dalam novelnya, Arief Rivan sebagai Kacak, dan juga ada Dessy Ratnasari sebagai Halimah, serta di dukung oleh pemain-pemain seperti Septian Dwi Cahyo, Fendy Sukowati, Herman Ngantuk, WD Mochtar. Drama Produksi TVRI ini di sutradarai oleh Agus Wijoyono.

Di kisahkan, di Bukittinggi Sumatera Utara seorang remaja Midun (Sandy Nayoan) selalu di musuhi oleh Kacak (Arief Rivan) kemenakan dari Raja kampung yang congkak dan sombong serta suka berbuat Onar.  Permusuhan ini di landasi rasa iri dan dendam kepada Midun. Berbagai upaya di lakukan kacak untuk mengalahkan Midun, baik secara langsung maupun melalui kaki tangannya.

Karena sebuah fitnah, Midun di penjara dan di buang ke Padang. Namun karena perangainya yang jujur Midun dapat berkenalan dengan Halimah (Dessy Ratnasari). Nasib membawa Midun ke Pulau Jawa untuk mengantar Halimah ke ayah kandungnya yang tinggal di Bogor. Pasang surut mewarnai kehidupan Midun di Perantauan. Sementara ayahnya di kampung halaman meninggal dunia dan harta warisannya menjadi incaran Sutan Manindih yang ternyata kaki tangan Kacak.

Namun berkat kegigihan dan kejujuran Midun, akhirnya ia berhasil meraih jabatan sebagai Asisten Demang dan memperistri Halimah. sementara kacak akhirnya ditangkap dan di jebloskan ke penjara.

Penasaran? mari kita bernostalgia dan menontonnya

Posted in Resensi Film 70-90an | Tagged: , , , , , , , , , , | 3 Comments »

MARISSA HAQUE & IKANG FAWZI DALAM FILM ‘ YANG KUKUH YANG RUNTUH ‘

Posted by Toto Andromeda on March 4, 2013

Yang Kukuh Yang RuntuhJUDUL FILM                        : YANG KUKUH YANG RUNTUH

SUTRADARA                       : WAHAB ABDI

CERITA                                  : FERRY ANGRIAWAN

SKENARIO                           :FERRY ANGRIAWAN

MUSIK                                  : BILLY J BUDIHARJO

PRODUSER                          :  FERRY ANGRIAWAN

TAHUN PRODUKSI           : 1985

PRODUKSI                           : PT VIRGO PUTRA FILM

JENIS                                     : FILM DRAMA

PEMAIN                              : IKANG FAWZI, MARISSA HAQUE, SOFIA WD, HENGKY SOLAIMAN, VIVI SAMODRO, FRANS TUMBUAN, DIAN MAYASARI

SINOPSIS :

Mira (Marissa Haque) di jodohkan oleh Ibunya (Sofia WD) dengan Burhan (Frans Tumbuan) bekas suami kakak Mira yang telah meninggal dunia. Burhan ingin menebus kesalahan masa lalunya akibat tidak menjaga istrinya karena kesibukannya sebagai seorang pengusaha sehingga mengakibatkan istrinya sampai meninggal.  Sementara itu, Mira mencintai Doni (Ikang Fawzi) seorang penyanyi, pemusik. Meski pada awalnya Mira menolak keinginan ibunya, namun pada akhirnya Mira mau di nikahi oleh Burhan dengan syarat ia mau dinikahi tanpa mau di jamah tubuhnya oleh Burhan. Doni akhirnya pergi ke luar negeri.

Sebagai seorang suami yang ingin menebus kesalahan masa lalunya, Burhan selalu mengalah akan keputusan Mira, meskipun Burhan selalu berbuat baik. Namun Mira yang sudah menutup hatinya tidak mau menerima kebaikannya, akan tetapi Burhan selalu mengalah dibuatnya. Merekapun tidur terpisah kamar. Suatu malam Mira didatangi mimpi buruk akan masa kecilnya yang membutuhkan kasih sayang. Ketika tersadar, ia terbangun dan berlari memeluk Burhan. Tanpa sadar akhirnya mereka melakukan hubungan seks yang tidak diinginkan oleh Mira. Mira menganggap Burhan telah melanggar perjanjian. Akibatnya Mira mengandung dan melahirkan seorang bayi.  Kelahiran bayi perempuan yang mungil tidak membuat Mira luluh hatinya, namun ia tetap pada pendiriannya dan tidak mau menyusui anaknya.  Akhirnya anaknya yang diberi nama Evi (Vivi Samodro) di asuh oleh Burhan dan dibantu oleh Ibu mertua Burhan.  Bahkan setelah Evi beranjak besar, Mira tidak juga luluh hatinya dan tetap dingin menghadapi keluarga bahkan anaknya sendiri. Sehingga Evi selalu bertanya kalau ia menginginkan kasih sayang.

Burhan sendiri setelah kelahiran Evi akhirnya membebaskan Mira, karena Burhan tahu Mira benci padanya, namun demi buah hatinya Evi, Burhan meminta pada Mira untuk menunda perceraian ketika Mira memintanya.

Doni pulang dari luar negeri dan membuka usaha bersama Mira di bidang music dan pub.  Doni masih memendam cinta lamanya pada Mira, akan tetapi meski Mira tidak menyukai Burhan Ia tetap menjunjung tinggi harkat perempuan yang sudah memiliki suami, sehingga ia tidak menanggapinya.   Apalagi setelah Mira melihat Doni sedang berpelukan bermain music dengan Talitha sahabatnya ketika hujan tiba.  Mira tanpa sengaja melihatnya ketika ia baru saja bertengkar dengan Burhan di kantor. Pelan-pelan Mira menyesali perbuatannya namun tetap ia pendam. Ia ingin memberikan kasih sayang pada anaknya.  Burhan yang sudah tidak tahan lagi pada Mira akhirnya berniat akan keluar dari rumah itu dan membebaskan Mira untuk tetap tinggal di rumah tersebut. Burhan hanya meminta agar Mira mau menengok anaknya sekali-sekali. Mira hanya bisa diam.

Mira berniat akan pergi dari rumah burhan setelah mengepak pakaiannya, namun disaat bersamaan datanglah seorang utusan Burhan yang akan menjemput Evi untuk kerumah sakit karena Burhan akan di operasi akibat kanker otak yang dideritanya. Kemungkinan keberhasilannya kecil. Meski hanya Evi yang akan dijemput, namun Mira memaksa untuk ikut. Sesampai dirumah sakit, Mira dibuat kaget karena Burhan menganggap istrinya sudah meninggal bahkan hanya Evi yang diperbolehkan masuk menemuinya melalui suster. Mira memaksa masuk dan akhirnya ia sadar dan meminta Burhan untuk tetap bersamanya. Mira dan Evi akhirnya mengantarkan Burhan ke kamar operasi.

Posted in Resensi Film 70-90an | Tagged: , , , , , , , , , , , | Leave a Comment »

HARRY CAPRI & MONICA OEMARDI DALAM FILM ” PUTRI KEMBANG DADAR “

Posted by Toto Andromeda on February 13, 2013

Jadul00080003JUDUL FILM                        : PUTRI KEMBANG DADAR

SUTRADARA                       : DASRI YACOB

CERITA                                  : LEGENDA SUMATERA SELATAN

SKENARIO                           : BUCE MALAWU

SOUNDMAN                      : SUPARMAN SIDIK

PRODUSER                          : NY. LEONITA SUTOPO

TAHUN PRODUKSI           : 1990

PRODUKSI                           : PEMDA TK I SUMSEL & PT INEM   FILM

JENIS                                     : FILM LEGENDA

PEMAIN                              : YAN BASTIAN, MONICA OEMARDI, HARRY CAPRY, ADE IRAWAN, HENDRIANA TALLY, NIZAR ZULMI, ARTHUR TOBING

SINOPSIS :

Putri Kembang Dadar merupakan legenda rakyat Sumatera selatan yang bercerita tentang perebutan seorang Putri Demang Lebardaun bernama Putri Kembang Dadar.

Burhan (Harry Capri) anak keluarga Ismail harus pergi dari kampung Lebardaun setelah ia disuruh pergi oleh Hulubalang Marta (Arthur Tobing) atas suruhan dari demang Lebar daun (Yan Bastian) setelah mereka mengetahui kalau putrinya Putri Kembang Dadar (Monica Oemardi) menyukai Burhan.   Putri dilarang bergaul dengan Burhan dan disuruh mencari jodoh yang sepadan dengannya, karena Burhan adalah anak orang kebanyakan. Akhirnya tanpa berpamitan dengan Ibunya (Ade Irawan), Burhan pergi tak tentu arah, hingga akhirnya Burhan bunuh diri dengan terjun di air terjun. Ketika sedang melompat ke dasar jurang,  Burhan di tolong oleh seorang laki-laki tua dan diselamatkan.

Sementara itu Sepeninggal Burhan, Putri menjadi bersedih karenanya. Ia hanya bercakap-cakap dengan Tiung, seekor burung yang di beri oleh Burhan padanya.

Kecantikan Putri Kembang dadar yang tersohor membuat banyak orang ingin melamarnya, termasuk dua orang Demang yang dengan paksa dan membawa pasukan melamar Putri. Namun kedatangan mereka di tolak oleh Demang Lebardaun. Terjadilah perkelahian, dan kedua Demang beserta pengikutnya berhasil di pukul mundur.

Tak lama berselang datanglah sepasang pendekar sakti yang jahat bernama Maulana dan Maulani yang ingin mempersunting Putri Kembang Dadar untuk di jadikan istrinya. Karena kesaktiannya yang dirasa tidak dapat di tandingi, maka untuk menyelamatkan Putri Kembang Dadar, Demang Lebar Daun membuat sayembara barang siapa dapat mengalahkan kedua pendekar kembar tersebut maka akan di jadikan suami Putri. Sementara Putri Kembang dadar di sembunyikan di dalam Guci bersama perempuan-perempuan kampung lainnya yang merasa dengan sukarela membantu Demang Lebardaun untuk mengecoh kedua pendekar tersebut. Mereka akan mengaku sebagai Putri kalau ditemukan oleh kedua pendekar tersebut.

Atas siasat tersebut, Tak satupun orang yang berani mengikuti sayembara tersebut. Sementara kedatangan Maulana dan Maulani mulai merajalela untuk mencari keberadaan Putri Kembang Dadar. Disaat bersamaan datanglah Burhan yang telah lama tidak kembali ke kampung Lebardaun setelah di tolong oleh seorang lelaki tua. Burhan berhadapan dengan Maulana dan Maulani. Burhan berusaha mengusir Maulana dan Maulani. Perkelahian yang tidak seimbang karena Burhan dikeroyok oleh dua orang. Namun Burhan dapat mengalahkan Maulana dan maulani.

Tuah Kaharuddin menyongsong Burhan untuk menyampaikan pesan Demang Lebar Daun agar ia ikut ke istana dan akan dijadikan suami Putri Kembang dadar sebagai hadiah. Namun Burhan menolak, karena ia bertarung semata-mata ingin membela kampungnya. Burhan pun pergi meninggalkan kampung Lebar Daun. Namun setelah mendengar panggilan Demang Lebardaun dan Putri Kembang Dadar akhirnya Burhan kembali. Mereka pun bertemu.

Posted in Resensi Film 70-90an | Tagged: , , , , , , , , , , , , | 5 Comments »

DUKUN BERANAK

Posted by Toto Andromeda on January 14, 2013

Jadul0113JUDUL FILM                        : DUKUN BERANAK

SUTRADARA                       : BAY ISBAHI

CERITA                                  : R.A.F

SKENARIO                           :R.A.F

MUSIK                                  :

PRODUSER                          :  TUTY S

TAHUN PRODUKSI           : 1977

PRODUKSI                           : PT DIAH PITALOKA  FILM JABAR  & PT SURYA KRESTA FILM

JENIS                                     : FILM HORROR

PEMAIN                              : WD MOCHTAR, SOFIA WD, KELLY KALYUBI, TOETI MAYANG, YETTY  SYARIFAH, NANI WIJAYA, RD MOCHTAR, ADANG MANSYUR, TAUFIK ABAS

SINOPSIS :

Ketika pertunjukan ronggeng, Kang Agus suami dari  Anis (Neti S) tergoda akan kecantikan salah seorang ronggeng hingga Agus meniduri ronggeng tersebut.  Merasa cemburu, Anis tidak terima dan akhirnya berantem dengan Agus. Agus merasa benar. Akhirnya ia mengusir Anis dari rumah dalam kondisi hamil besar.

Tanpa tujuan kemana perginya Anis, akhirnya Anis mencari rumah Mak Onak (Sofia WD) dukun beranak yang sakti. Atas bantuan Mak Onah dengan persyaratan yang di sepakati oleh Anis, akhirnya Mak Onah membantu Anis untuk menjadikannya cantik dan segar sehingga dapat memikat setiap lelaki. Meski persyaratannya berat, namun Anis menyanggupinya untuk membalaskan dendam pada suaminya, Kang Agus. Persyaratan agar dapat merubah wajah Anis adalah dengan membunuh bayi setiap malam purnama.  Korban pertama  adalah anaknya sendiri. Maka berubahlah wajah Anis menjadi cantik. Namun setiap kali perubahan cantik tersebut akan hilang setiap malam bulan purnama. Wajah Anis akan menjadi buruk rupa sebelum menemukan bayi korbannya.

Setelah menjadi cantik, Anis dirubah namanya menyadi Nyi Mayang oleh Mak Onah. Ia dapat memikat Kang Agus yang tidak menyadari kalau Nyi Mayang adalah istrinya yang di usirnya. Setelah puas membalas dendam pada Kang Agus, Anis ingin mengembalikan wajahnya semula. Namun syaratnya adalah Anis harus mencari janda yang belum di sentuh oleh suaminya. Belum lagi niat tersebut terlaksana, Mak Onak mati akibat ulahnya sendiri , sementara Anis yang berusaha mengembalikan mukanya pada seorang janda akhirnya tidak berhasil. Namun Anis akhirnya berhasil membunuh suaminya, Agus.

Seperti kebiasaan ilmu-ilmu setan lainnya, Nyi Anis juga panas ketika terdengar ayat Al Quran di bacakan.  Namun sayang Anis tidak berhasil memindahkan ilmunya pada seorang janda yang belum disentuh suaminya. Maka berakhirlah petualangan Anis.

 

Posted in Resensi Film 70-90an | Tagged: , , , , , , , , , , , , | 3 Comments »

RANO KARNO DAN NIKE ARDILLA DALAM FILM ” KEMBALI LAGI “

Posted by Toto Andromeda on November 7, 2012

JUDUL FILM                        : KEMBALI LAGI

SUTRADARA                       : SANDY SUWARDI HASAN

CERITA                                  : SANDY SUWARDI HASAN

SKENARIO                           : SANDY SUWARDI HASAN, ALIM BACHTIAR

TAHUN PRODUKSI           : 1993

PRODUKSI                           : PT SANDY FILM

JENIS                                     : FILM DRAMA

PEMAIN                              : RANO KARNO, NIKE ARDILLA, ADE IRAWAN, DIEN NOVITA, ROBERT SYARIEF, SIGIT SUBANGUN, HENGKY SOLAIMAN, YUKE S, FITRIA CINTANIA, FAIZ ZAINUDIN

SINOPSIS :

Yohana (Nike Ardilla) dan Johan (Rano Karno) adalah sepasang kekasih yang tidak direstui oleh ayah Yohana , Irawan (Robert Syarief). Johan di anggap anak berandalan dan ingin nebeng ketenaran Yohana yang sudah terkenal sebagai penyanyi.  Sementara itu akibat perilaku keras yang ditunjukkan oleh ayahnya, Yohana lebih memilih untuk kabur dari rumah dan ngekost di luar sama seperti kakaknya Ferry (Sigit Subangun) yang kabur dari rumah. Selain keras, Ayah Yohana juga menyalahkan Ibu Johan karena dianggap tidak bisa mendidik anaknya. Keduanya pun seringkali berseteru.

Akhirnya Johan bersama kakak Yohana diam-diam mendaftar untuk menjadi anggota ABRI. Yohana mengetahui niat Johan dari kakaknya. Yohana pun sedih, namun sebelum kepergian Johan, Yohana menceritakan kegalauan hatinya. Ia bercerita kalau dirinya sudah tidak suci lagi akibat perbuatan berandalan yang salah satunya bernama Beny. Johan marah pada dirinya sendiri, dan Yohana meminta maaf karena ia memendamnya sendiri. Yohana hamil. Akhirnya Johan memacu mobilnya kencang-kencang. Terjadilah kecelakaan yang menyebabkan Yohana tewas. Namun bayi yang dikandungnya selamat.  Johan menelpon ibunya (Ade Irawan) untuk datang ke rumah sakit kalau ia kecelakaan. Namun sesampai di rumah sakit, Ibunya kaget karena yang kecelakaan bukan Johan, namun Yohana. Apalagi meninggalkan seorang bayi yang harus di asuhnya. Bayi tersebut bernama Yosi.

******

Dengan tekad yang bulat, akhirnya Johan berangkat untuk mendaftar menjadi ABRI. DI suatu kesempatan, Johan pergi kediskotik dan tanpa sengaja mengetahui Beny yang menyebut-nyebut telah membereskan penyanyi Yohana. Maka terjadilah keributan. Salah seorang tertusuk. Beny di hukum 5 tahun.

9 tahun kini telah berlalu. Yosi menjadi anak yang memiliki bakat menyanyi seperti mendiang ibunya Yohana. Yosi menjadi penyanyi cilik yang berhasil menarik hati penontonnya. Sementara itu Johan ditugaskan di Timor Timur di sebuah daerah konflik.  Johan mengangkat seorang anak bernama Rico ketika dalam suatu operasi ia menemukan anak terebut di ladang.

Dalam suatu operasi yang dilakukan, Johan tewas dan menitipkan Rico pada Ferry untuk di serahkan pada ibunya di Jakarta. Sebelum tewas Johan menitipkan pesan pada Ferry dan memberitahu kalau ia sangat mencintai Yohana dan Yosi sebenarnya adalah cucu dari ayah Ferry.

Di akhir kisah, akhirnya Pak Irawan ayah Yohana dan Ibu Johan berbaikan.

 

Posted in Resensi Film 70-90an | Tagged: , , , , , , , , , , | 3 Comments »

IDA IASHA DAN DEDDY MIZWAR DALAM FILM MEKAR DIGUNCANG PRAHARA

Posted by Toto Andromeda on October 2, 2012

Mekar Di Guncang Prahara

JUDUL FILM                        : MEKAR DI GUNCANG PRAHARA

SUTRADARA                       : HAS MANAN

CERITA                                  : NINA PANE

SKENARIO                           : HAS MANAN

TAHUN PRODUKSI           : 1987

PRODUKSI                           : PT KANTA INDAH FILM

JENIS                                     : FILM DRAMA

PEMAIN                              : IDA IASHA, DEDDY MIZWAR, RAY SAHETAPY, WINDA IRIANI, SHERREN REGINA DAU, NANI WIJAYA, YAN CHERY BUDIMAN, WENNY ROSALIEN, DEBBY CHINTY DEWI, PUTRI SORAYA

SINOPSIS :

Dinar (Ida Iasha) di nikahi oleh Daniel (Ray Sahetapy) seorang anak manja yang selalu menuruti dan mengikuti kata mamanya (Nani Wijaya) sehingga dalam usia perkawinannya yang sudah  memiliki dua anak, Daniel belum juga dewasa dan mandiri. Bahkan kerjaannya hanya berjudi saja. Dinar tinggal bersama mertuanya, sehingga campur tangan mertuanya sangat dominan. Apalagi mamanya selalu mencampuri urusan rumah tangga Dinar. Merasa tidak betah dan selalu dituduh yang bukan-bukan akhirnya Dinar tinggal terpisah dengan Daniel. Dinar pergi dengan membawa kedua anaknya Adit dan Irma, sementara Daniel tetap tinggal bersama mamanya.

Untuk menutupi kebutuhan hidupnya, akhirnya Dinar mencari pekerjaan. Awal bekerja Dinar menjadi asisten keuangan yang dipimpin oleh Yudhawan (Deddy Mizwar) seorang duda yang cerai karena mandul. Kedekatan antara atasan dan bawahan membuat Yudhawan suka pada Dinar. Sementara itu dalam pekerjaan, Dinar selalu di jelek-jelekkan oleh Monik (Putri Soraya) yang sebenarnya menyukai Yudhawan.  Dinar sendiri menanggapi Yudhawan biasa-biasa saja karena memang Dinar masih menjadi istri sah Daniel. Namun akhirnya Daniel yang tidak memiliki pekerjaan cemburu pada Dinar dan Yudhawan. Daniel mendatangi kantor Dinar dan terjadilah keributan antara Daniel dan Yudhawan. Dinar dituduh telah berbuat serong dari Daniel. Padahal kalau di usut Daniel lah yang telah berbuat serong dengan temannya Kitty (Wenny Rosalien)

Akhirnya Dinar memantapkan hati untuk bercerai dari Daniel. Untuk sementara anak-anak akan ikut pada Daniel. Namun sayang, Daniel mengingkarinya dan menguasai Adit dan Rima. Sementara itu Dinar selalu kesulitan untuk menemui anaknya. Apalagi setelah Daniel menikah dengan Monik. Pada awalnya pernikahan Monik mampu mengambil hati mama Daniel. Namun sayang belakangan diketahui sifat asli monik. Ia sering marah-marah dan menuntut macam-macam. Belakangan juga di ketahui kalau Moniklah sebenarnya yang telah memfitnah Dinar telah berbuat Serong dengan Yudhawan karena Monik kalah bersaing dengan Dinar untuk mengambil hati atasannya.  Kedok Monik akhirnya juga terbuka setelah Astri (Debby Chintya Dewi) adik Daniel menceritakan siapa Monik sebenarnya pada mamanya.

Di akhir kisah terjadi keributan antara Monik dengan Daniel yang menyebabkan Monik tewas. Daniel ditangkap dan dipenjara. Sementara itu Adit dan Rima kembali ke mamanya, Dinar yang kini telah bersuami dengan Yudhawan.

 

 

Posted in Resensi Film 70-90an | Tagged: , , , , , , , , , , , , | Leave a Comment »

ROY MARTEN & YENNY RACHMAN DALAM FILM ” HATIKU BUKAN PUALAM “

Posted by Toto Andromeda on September 7, 2012

JUDUL FILM                        : HATIKU BUKAN PUALAM

SUTRADARA                       : NASRI CHEPPY

MUSIK                                  : HARRY ANGGOMAN

PRODUSER                          : JIWAT KK SOEDARKO

TAHUN PRODUKSI           : 1985

PRODUKSI                           : PT.BOLA DUNIA FILM – PT NAFILA FILM

JENIS                                     : FILM DRAMA

PEMAIN                              : JENNY RACHMAN, ROY MARTEN, DEDDY MIZWAR, EDWARD BAHAR, ADI KURDI, ANDREAS PANCHARIAN, WIEKE WIDOWATI, TETTY INDRIATY

SINOPSIS :

Sunyoto Lesmana (Roy Marten) menceraikan istrinya Hanum Ayu Lestari (Jenny Rachman) karena dituduh berbuat serong dengan sopir suaminya,  Heru (Edward Bahar). Merasa sakit hati akan ulah suaminya yang sebenarnya bermain-main dengan sekretarisnya Riani (Wieke Widowati) membuat Hanum mengakui tuduhan Sunyoto di depan hakim pengadilan agama. Imbasnya Heru di pecat sebagai sopir Sunyoto dari perusahaan. Heru menjadi bahan olok-olokan dan tertawaan teman-temannya karena telah menyelingkuhi istri bosnya.

Akibat nama baik yang sudah terlanjur tercoreng oleh perbuatan yang tidak pernah ia lakukan membuat Heru kesulitan untuk mencari pekerjaan. Namun akhirnya ia di terima bekerja di supermarket.

Enam Bulan telah berlalu, Sunyoto telah menikah lagi dengan sekretarisnya Riani yang telah di hamilinya, sementara pernikahannya dengan Hanum selama 5 tahun tidak di karuniai anak. Tanpa sengaja ketika Hanum habis berbelanja ia bertemu dengan Hambali (Deddy Mizwar). Hambali pulalah yang dulu mengenalkan dan menjodohkan Hanum dengan Sunyoto. Mengetahui keadaan Hanum yang telah bercerai dari Sunyoto membuat Hambali marah pada Sunyoto. Ia berusaha menemuinya dan menjelaskan kalau Hanum tidak mungkin berselingkuh. Namun nasi sudah menjadi bubur. Sunyoto merasa bersalah atas tuduhannya pada Hanum. Sunyoto yang kini sudah menikah lagi dengan mantan sekretarisnya menjadi merasa bersalah, apalagi ketika kelahiran anaknya dengan Riani, Hanum datang menjenguk dan berpapasan dengannya di rumah sakit. Namun bagi Hanum semua sudah berlalu.

Merasa di hantui perasaan bersalah dan perasaannya yang masih mencintai Hanum membuat Sunyoto berterus terang pada Riani. Meski pada awalnya Riani merasa kecewa namun ia bisa mengerti bahwa Sunyoto menikahinya karena ia telah hamil dan Riani tidak pernah menuntutnya untuk bercerai dari istrinya.  Lambat laun Sunyoto mulai mendekati kembali Hanum yang kini hanya sebagai seorang penjahit. Namun Hanum tetap pada pendiriannya. Merasa usahanya tidak berhasil, Riani yang merasa bersalah pada Hanum ikut membantu suaminya untuk membujuk Hanum agar mau kembali pada Sunyoto, namun Hanum tetap pada pendiriannya.

Sementara Itu Hanum berharap pada Siswadi (Adi Kurdi) teman sekampungnya yang sudah siap untuk menikah dan dikenalkan oleh keluarganya. Namun harapan Hanum sirna setelah ia melihat kalau Siswadi bermesraan dengan Ibu Kostnya (Tetty Indriati).

****

Suatu hari ketika Sunyoto bertandang di rumah Hanum, tanpa sengaja ia bertemu dengan Heru, sopir yang pernah di pecatnya. Sunyoto mengajak Heru untuk pulang bersama  dalam satu mobil. Maka di utarakanlah niatnya kalau ia ingin kembali pada Hanum. Namun dalam Islam, seorang wanita yang sudah di ceraikan, pantang untuk dinikahinya kembali sebelum ia menikah. Maka itulah Sunyoto membujuk Heru untuk mau menikah dengan Hanum dengan imbalan sejumlah uang. Meski sebagai sopir, namun dengan rendah hati Heru menolak usulan Sunyoto.

Kini pilihan Sunyoto jatuh pada Hambali untuk membantunya. Hambali pun sepakat untuk membantu untuk menikah dengan Hanum dengan waktu yang telah ditentukan dan tidak boleh tidur bersama. Atas kebaikan sikap Hambali yang ditujukan pada Hanum selama menikah membuatnya jatuh hati. Ia tidak mau menjadi istri yang pura-pura bagi Hambali. Ketika waktu pernikahan mereka akan berakhir, Sunyoto datang pada Hanum dan memintanya untuk bermesraan. Namun Hanum yang merasa sebagai istri sah Hambali tidak mau melakukannya, apalagi perasaan Hanum yang sudah jatuh hati pada Hambali membuatnya untuk tetap mempertahankan diri, termasuk ketika Sunyoto memaksanya untuk bermesraan, Hanum berteriak meminta tolong pada Hambali ditengah hujan deras. Hambali berhasil mendobrak pintu rumah dan mengusir Sunyoto.

Dalam perjalanan pulang, Sunyoto kecelakaan dan tewas. Akhirnya Hambali dan Hanum tidak bercerai dengan pernikahan yang pada awalnya Cuma pura-pura.

 

Posted in Resensi Film 70-90an | Tagged: , , , , , , , , , , , , , | Leave a Comment »

MELIHAT INDONESIA DENGAN FILM INDONESIA KLASIK (JADUL) DARI MASA KE MASA

Posted by Toto Andromeda on September 4, 2012

 

Film, bagi sebagian orang boleh dikatakan merupakan kebutuhan, sebagai sarana belajar, atau hanya hiburan semata. Dalam sejarah film Indonesia muncul dan di produksi pertama kali tahun 1926 melalui film bisu, Lutung Kasarung. film ini hanya mengandalkan efek bisu dan hanya imaginasi penonton yang ikut berperan serta dalam film ini. Selanjutnya perkembangan film Indonesia mengalami peningkatan dengan di produksi film-film karya sineas Indonesia.

Berbicara film maka tentu saja akan berbicara para sineas dan perkembangan perfilman itu sendiri. Film Indonesia pada awalnya berformat hitam putih hingga seperti sekarang ini yang sudah dipenuhi dengan teknologi maju. Melihat film, sama artinya melihat Indonesia pada jamannnya. baik itu model baju, model rambut, gaya bahasa mapunun trendseternya saat itu. Bahkan yang lebih dalam, adalah tentang keindahan dan kejadulan alam Indonesia pada saat sebuah film dibuat. Panorama atau gambaran alam yang di tampilkan dalam sebuah film klasik, akan sangat berbeda dengan saat kita menonton film dimasa sekarang.

Melalui film klasik Indonesia kita dapat melihat potret Indonesia sesungguhnya dengan di balut oleh sebuah cerita. Sebut saja Film lewat Djam malam, kita dapat melihat ornament, model rumah dan juga kantor pada masa itu, bahasa yang digunakan juga bukan bahasa gaul yang kadang sulit dimengerti tapi bahasa Indonesia yang baik dan sopan. Selanjutnya dalam film Si Manis Jembatan Ancol yang dimainkan oleh Lenny Marlina dan Krisbiantoro, disitu kita masih melihat betapa perawannya betawi kala itu. Coba bandingkan dengan sekarang, hampir semua tempat isinya gedung.

Menelisik film Indonesia klasik memang Indah dan mampu membawa suasana bernostalgia, bagi yang sudah dewasa tentu saja sebagai ajang nostalgia, sedang bagi generasi remaja hal ini bisa menjadi tempat pembelajaran dengan melihat Indonesia kala itu.

Film Indonesia klasik itu kaya akan warna, sebut saja film tahun 70an yang mengandalkan film drama sebagai film unggulannya, kemudian film 80an, Drama masih tetap mendominasi, namun film silat dan komedi ikut mewarnai jagat perfilman kala itu. selain juga adanya film Horror yang di dominasi oleh Suzanna sebagai pemainnya. Melewati 80an dan menginjak film tahun 90an, terjadi kelesuan dalam pembuatan film, bahkan Film Indonesia sempat dianggap mati kala FFI 1992 sebagai ajang penghargaan terakhir sebelum akhirnya hidup kembali tahun 2004. Sepanjang 1992 sampai dengan tahun 2000an praktis hanya beberapa film saja yang di produksi, dan kebanyakan bertema sekwilda (Sekitar wilayah dada) dan paha. Akhir 90an muncul film Petualangan Sherina dan awal 2000an muncul film Ada Apa dengan Cinta sebagai film yang dianggap mampu mengangkat kembali perfilman Indonesia.

Dari masa ke masa kita mampu melihat Indonesia melalui film klasiknya Indonesia. (baca : film jadul)

Posted in Resensi Film 70-90an, Umum | Tagged: , , , , | Leave a Comment »

MERIAM BELLINA DALAM FILM ‘ TANDES ‘

Posted by Toto Andromeda on August 8, 2012

JUDUL FILM                        : TANDES (SORGA DUNIA DI PINTU NERAKA)

SUTRADARA                       : HENGKY SOLAIMAN

MUSIK                                  : BILLY J BUDIHARJO

PRODUSER                          : HENDRICK GOZALI

TAHUN PRODUKSI           : 1983

PRODUKSI                           : PT.GARUDA FILM

JENIS                                     : FILM DRAMA

PEMAIN                              : MERIAM BELLINA, RICO TAMPATI, CATTY LENGKONG, TORRO MARGENS, RATIH, YOLANDA, DASRI YACOB, ZAINAL ABIDIN

SINOPSIS :

Tandes adalah merupakan sebuah wilayah di daerah Surabaya. Film ini mengambil alur mundur ketika Yanti (Meriam Bellina) dijemput oleh ibunya untuk di nikahkan di penjara, karena Yanti membunuh Bambang (Torro Margens) yang juga merupakan ayah tirinya.

*****

Yanti bercerita tentang kehidupannya yang nyaris tanpa cela dan selalu bahagia di masa kecilnya. Namun kehidupan Yanti berubah setelah kedua orangtuanya memutuskan untuk bercerai. Yanti memilih untuk tinggal bersama ibunya yang telah menikah dengan Bambang. Sementara ayah Yanti sendiri juga telah menikah. Kehidupan Yanti bersama ibunya yang selalu sibuk dengan butik dan suami barunya membuat Yanti merasa tidak di perhatikan. Sehingga tak jarang Yanti pergi ke tempat ayahnya untuk menemui kakeknya meski sering kali Ibu tirinya menyindirnya dengan perkataan yang tidak enak untuk Yanti.

Suatu ketika Yanti di kerjai oleh teman-temannya di supermarket dan dituduh mencuri parfum. Yanti di tangkap dan disuruh untuk menjaminkan surat tugas atau kartu pelajarnya, ia di hadapkan pada manager supermarket yang tertarik akan kemolekan Yanti. Untuk dapat mengambilnya, Yanti harus mengambilnya langsung malam hari untuk menmui sang manager. Maka berangkatlah Yanti, namun setelah Yanti berhasil mengambil kartu tugasnya, ia berhasil melumpuhkan manager tersebut ketika Yanti akan di tarik kedalam mobil. Yanti berlari dan di tolong oleh seorang pemuda bernama Frans (Rico Tampati). Jatuh cinta pada pandangan pertama Yanti pada Frans. Bahkan Yanti sempat memberikan kegadisannya pada Frans. Meski akhirnya Frans mengaku kalau dirinya adalah peliharaan tante-tante yang sedang di penjara.

Sementara itu Yanti hampir di perkosa oleh ayah tirinya ketika Yanti habis mandi. Namun Yanti berhasil selamat dan kabur dari rumah. Dalam pelarian, Yanti langsung menuju rumah Frans. Ia berniat meminta perlindungan, namun sial bagi Yanti , karena pacar Frans, seorang janda mendatangi rumah Frans dan mengamuk ketika tahu Yanti ada di dalam. Terjadilah perkelahian antara Yanti dan tante girang. Merasa muak, Frans akhirnya meninggalkan mereka berdua.

Akhirnya Yanti pergi ke kost Irma (Yolanda) temannya yang akhirnya menolong Yanti setelah kabur dari rumah.  Ia di tolong oleh Irma dan temannya Tini untuk tinggal di kontrakan mereka. Untuk sementara Yanti hidup tergantung pada mereka, namun akhirnya Yanti ikut bekerja dengan menjadi penjaga bar di Tandes. Meski komplek pelacuran, namun Yanti tetap pada pendiriannya untuk tidak melacur. Hingga pada suatu hari, datanglah Bambang ke Bar dimana Yanti bekerja. Bambang ingin mendapatkan tubuh Yanti, namun tidak berhasil.

Belum selesai hingga disitu Bambang terus mengintai untuk dapat mendapatkan Yanti. Sementara itu Irma dan Tini akhirnya tewas. Irma tewas gantung diri setelah pacarnya meninggalkannya, sementara Tini tewas terlindas truk ketika akan pergi keluar dari bar. Sementara Yanti dan Frans akhirnya kembali bertemu setelah Frans menyadari kesalahannya.

Bambang yang masih penasaran dan ingin menghancurkan Yanti akhirnya datang ketempat tinggal Yanti dan berhasil menyeretnya. Namun Frans menolongnya. Maka terjadilah perkelahian antar keduanya. Perkelahian di akhiri dengan tewasnya Bambang setelah ditusuk oleh Yanti dengan pisau. Yanti di penjara. Namun karena cintanya Frans pada Yanti, akhirnya Yanti dan Frans menikah di penjara.

Posted in Resensi Film 70-90an | Tagged: , , , , , , , , , , , , , , | Leave a Comment »