Movie, Photography and Hobby

Indonesian Old Movie Lovers

Posts Tagged ‘TVRI’

PENGINAPAN BU BROTO (LOSMEN)

Posted by jejakandromeda on June 13, 2013

Penginapan Bu Broto

Penginapan Bu Broto

Masih ingat drama seri Losmen yang di tayangkan oleh TVRI tiap jam 21.30 selepas siaran Dunia dalam Berita di era 80an? Losmen bercerita tentang Bu Broto (di perankan Mieke Wijaya) yang mengelola sebuah Losmen bersama suaminya (Mang Udel alm. Alias Drs. Poernomo) dan anak-anaknya. Bu Broto digambarkan sebagai sosok yang ulet dalam mengelola Losmen, rapi, dan pintar dan bijaksana dalam menyikapi persoalan. Bu Broto dengan pakaian khas jawanya, Sanggul yang rapi, dengan kain jariknya dan baju kebaya jawanya selalu tampil rapi, Sedangkan Pak Broto juga digambarkan sebagai laki-laki jawa dengan dandanan  khasnya termasuk blangkon yang di kenakan di kepalanya.

Losmen atau lebih di kenal juga dengan penginapan Bu Broto selalu menyambangi pemirsa TVRI setiap seminggu sekali merupakan salah satu hiburan keluarga yang murah, menghibur dan memberikan gambaran atau motivasi hidup keluarga. Bagi keluarga Indonesia, TVRI masih menjadi salah satu hiburan yang mahal, terutama di desa-desa karena televise masih merupakan barang langka, sehingga untuk menontonnyapun masih harus ke kelurahan ataupun ke tetangga yang memiliki televisi. Bahkan dengan bekal televise hitam putih, penonton TV pun biasanya berbondong-bondong untuk menontonnya.

Dalam drama serial Losmen ini, selain di kelola oleh Bu Broto dan suaminya juga dibantu oleh Tarjo anak laki-lakinya dan mbak Pur.  Tarjo diperankan oleh Mathias Mutchus sedangkan Mbak Pur diperankan oleh Ida Leman. Mbak Pur digambarkan sebagai perawan tua yang susah sekali mendapatkan jodoh, namun tetap sabar dengan ke khas an wanita jawanya. Juga ada Jeng Sri (Dewi Yull) seorang janda muda yang turut membantu Bu Broto mengelola Losmennya.

Penampilan, aksen jawa yang kental serta acting pemainnya benar-benar membekas sampai sekarang. Betapa tidak, intrik dan kekuasaan atau perebutan harta belum berlaku kala itu, sehingga drama seri ini terasa ringan namun bernas. Artinya Ringan sebagai sebuah hiburan keluarga namun bernas karena kita tidak hanya sekedar menyaksikan sebuah tontonan, namun juga dapat mengambil sisi baik dari drama seri tersebut, baik itu keuletan Bu Broto, kebaikan Bu broto serta bagaimana cara Bu Broto mengelola dan memahami suasana hati Pak Broto, ini merupakan salah satu tontonan keluarga yang sangat bagus.

Sebenarnya Losmen Bu Broto sendiri ada dimana sih? Wah pasti pada bingung deh karena settingannya berada di Jogyakarta, tapi sayang sekali ya Losmen tersebut hanya sebuah cerita settingan dan tempatnya adalah merupakan setingan TVRI, wah kalau Losmen Bu Broto memang benar-benar ada ingin rasanya sekali-sekali nginap disana pasti akan sangat betah… hehe.

******

Dengan cerita yang bagus tersebut, Losmen pun akhirnya diangkat pula ke layar lebar dengan Judul “Penginapan Bu Broto “ tentu saja dengan pemain utama yang sama, Bu Broto diperankan oleh Mieke Wijaya, Pak Broto oleh Mang Udel. Mathias Mutchus sebagai Tarjo, Mbak Pur si perawan tua juga diperankan dengan bagus oleh Ida Leman serta Dewi Yull dengan Jeng sri nya.

Film layar lebar Penginapan Bu Broto adalah film produksi tahun 1987 . Film Penginapan Bu Broto seperti dalam serialnya, film ini bercerita tentang Mbak Pur yang di desak untuk kawin oleh orang tuanya.  Muncullah Darmanto, laki-laki yang brengsek yang ingin mendekati Mbak Pur, namun Mbak Pur justru lebih tertarik untuk menyukai seorang duda dari Jakarta, Nugroho.  Meski merasa sudah sangat yakin kalau Mbak Pur akan di nikahi Nugroho, namun di akhir kisah kenyataan pahitpun di terimanya. Mbak Pur gagal di persunting Nugroho dan ia harus menerima nasibnya untuk menjadi perawan tua.

Film Penginapan Bu Broto di produksi oleh PT. Tobali Indah Film dan di perkuat oleh permainan Zainal Abidin (Nugroho)  Cintami Atmanegara (Anak Nugroho), Marissa Haque, August Melasz, Eeng Saptahadi dan Tarida Gloria.  Film karya sutradara Wahyu sihombing ini boleh dibilang mampu mengobati kerinduan akan drama seri bermutu di TVRI dan kini saatnya kita bernostalgia dengan Film tersebut.

Film ini pernah rilis dalam kepingan VCD , dan ini merupakan salah satu koleksi pribadi penulis.

Posted in Resensi Film 70-90an | Tagged: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 1 Comment »

SENGSARA MEMBAWA NIKMAT

Posted by jejakandromeda on March 5, 2013

Sengsara membawa Nikmat

Sengsara membawa Nikmat

Masih ingat drama seri yang di angkat dari novel karya Sutan Sati yang di terbitkan oleh Balai Pustaka 1929? Sengsara Membawa Nikmat, merupakan drama seri yang diangkat dari novel yang di tayangkan secara berseri karena panjangnya cerita di TVRI pada tahun 1991 sesaat setelah sebelumnya juga tayang drama seri karya Marah Rusli yang diangkat ke layar kaca dengan judul Siti Nurbaya.

Sengsara Membawa Nikmat merupakan merupakan serial yang sangat layak untuk di tonton, Di bintangi oleh Sandy Nayoan sebagai Midun yang juga merupakan tokoh utama dalam novelnya, Arief Rivan sebagai Kacak, dan juga ada Dessy Ratnasari sebagai Halimah, serta di dukung oleh pemain-pemain seperti Septian Dwi Cahyo, Fendy Sukowati, Herman Ngantuk, WD Mochtar. Drama Produksi TVRI ini di sutradarai oleh Agus Wijoyono.

Di kisahkan, di Bukittinggi Sumatera Utara seorang remaja Midun (Sandy Nayoan) selalu di musuhi oleh Kacak (Arief Rivan) kemenakan dari Raja kampung yang congkak dan sombong serta suka berbuat Onar.  Permusuhan ini di landasi rasa iri dan dendam kepada Midun. Berbagai upaya di lakukan kacak untuk mengalahkan Midun, baik secara langsung maupun melalui kaki tangannya.

Karena sebuah fitnah, Midun di penjara dan di buang ke Padang. Namun karena perangainya yang jujur Midun dapat berkenalan dengan Halimah (Dessy Ratnasari). Nasib membawa Midun ke Pulau Jawa untuk mengantar Halimah ke ayah kandungnya yang tinggal di Bogor. Pasang surut mewarnai kehidupan Midun di Perantauan. Sementara ayahnya di kampung halaman meninggal dunia dan harta warisannya menjadi incaran Sutan Manindih yang ternyata kaki tangan Kacak.

Namun berkat kegigihan dan kejujuran Midun, akhirnya ia berhasil meraih jabatan sebagai Asisten Demang dan memperistri Halimah. sementara kacak akhirnya ditangkap dan di jebloskan ke penjara.

Penasaran? mari kita bernostalgia dan menontonnya

Posted in Resensi Film 70-90an | Tagged: , , , , , , , , , , | 3 Comments »

Antara TVRI, Aneka Ria Safari, Unyil dan Ria Jenaka

Posted by jejakandromeda on July 23, 2008

TVRI

Pasti tau dong stasiun pemersatu bangsa TVRI? Ya TVRI alias Televisi Republik Indonesia, satu-satunya Televisi nasional yang bisa menjangkau wilayah hampir seluruh nusantara. Tapi saat ini TVRI mulai terlindas oleh industri TV-TV swasta yang lebih mengedepankan acara sinetron. Apalagi bermunculannya TV-TV lokal yang juga ikut meramaikan dunia broadcasting Indonesia. Tapi TVRI tetap menjadi salah satu stasiun yang pernah mengisi hati penggemarnya.

Sebutlahsaja acara kebanggaan TVRI jaman dulu seperti Aneka Ria Safari, Film Boneka Si Unyil, Film Cerita Akhir Pekan, Selekta Pop, dan satu lagi nih Ria Jenaka yang tayang tiap jam 12 siang. Ehm kalau inget acara-acara tersebut jadi mengingatkan akan acara kesayangan yang selalu di tunggu-tunggu jaman TVRI dulu.

Bayangin saja, sebelum lahirnya stasiun Swasta TVRI sangat merajai. Semua acara mau gak mau ya harus di tonton, seperti laporan khusus yang kadang-kadang laporannya lawatan Suharto presiden kala itu, biasanya laporan khusus itu membosankan ditonton. Dan lagi laporan khusus kenapa juga ditaruh sehabis acara Dunia Dalam Berita.

Tapi dasar adanya satu-satunya tontonan ya pastinya mau gak mau ditonton.

Kangen juga nih dengan acara-acara TVRI. Era 80an sampai 80an akhir memang eranya TVRI. Kita pasti ingat dong acara TVRI kalau sehabis Dunia Dalam Berita plus prakiraan cuaca dan dilanjutkan dengan Tinjauan Acara untuk esok hari. Kalau acara favoritku biasanya ketoprak. Hehehe maklum Jawa Tengah biasanya kan ngikut TVRI stasiun Yogyakarta atau kemudian digantikan dengan TVRI Spk Semarang.

Gak lupa juga nih di TVRI ada film wajib, itu tuh film G 30 S PKI. Ini kan film wajibnya orde baru yang diputar tiap tahun di tanggal 30 September.

ANEKA RIA SAFARI

Ini dia acara tiap bulan minggu pertama pada malam minggu. Halah ribet amat nulisnya. Aneka Ria Safari ditayangkan tiap bulan dengan durasi 1 jam-an.

eS A eF A eR I ………. SAFARI begitu ketika acara dibuka…….

Aneka Ria Safari program besutan Edi Sud Almarhum dibilang mampu melambungkan artis-artis Safari. Program acara yang digunakan oleh penyanyi sebagai ajang promosi lagunya ini mampu menempatkan acara ini di hati pemirsa.

SAFARI demikian biasa di sebut bukanlah program video klip, akan tetapi mereka menyanyi di panggung Safari. Panggung yang dirancang khusus untuk acara tersebut, terlepas dari mereka nyanyinya lipsink atau enggak. Yang jelas penonton sehabis penyanyinya turun pastinya tepuk tangan……. Hehehe ramai lho…….

Kalau nih……. Sekali lagi kalau……. Waktu itu TVRI boleh beriklan, pasti deh acara ini ratingnya tinggi. Tapi saying belum ada iklan hehehe. Tapi kalau ada iklan juga…… capek deh nontonnya…….

FILM BONEKA SI UNYIL

Si Unyil

Satu lagi, ini tontonan wajib anak-anak Indonesia setiap jam 9 pagi di hari minggu. Unyil, Ucrit, Usrok, Cuplis dan kawan-kawan akan menghibur pemirsa dengan di awali hom pim pa …… unyil kucing……. (unyil kucing ya……..)

Walaupun Unyil di format untuk memberikan informasi sebagai corong pemerintah, tapi tetap menghibur kok, dan ditunggu-tunggu kehadiranya.

Lain lagi pak Raden, boneka berkumis yang kerjaanya marah-marah karena pohon jambunya sering dicuri, Mbok Bariah penjual rujak yang kalo ngomongcempreng banget…….atau juga ada pak ogah yang selalu minta cepe’ dulu………

Seiring perkembangan dan lahirnya TV swasta menyebabkan unyil menghilang dari TVRI. Agaknya unyil dikalahkan oleh pesaingnya dari TV swasta, Doraemon dan kawan-kawan yang juga setia menemani setiap minggu pagi. Unyil buah produksi PPFN pun kemudian hilang dan tidak diketahui rimbanya.

Memang sih sempat diangkat kembali di layer RCTI dengan format baru. Bonekanya juga baru dan bukan terbuat dari kayu, tapi Unyil format baru justru tidak menarik, entah kenapa memang tidak menarik sama sekali, entah karena gayanya yang sudah berubah, atau karena jalan ceritanya yang memang juga berubah. Dari RCTI unyil kemudian habis deh masa tayangnya, dan sekarang Unyil hadir di Trans 7 dengan judul Laptop si Unyil. Kalau laptop si unyil sih gak ada teman-teman unyil, jadi gak ada unyil kucing lagi……

RIA JENAKA

RIA Jenaka

Nah kalo ini Acara Minggu siang yang menjadi cirri khas TVRI jaman baheula. Ria Jenaka menghadirkan tokoh Punakawan Semar, Petruk, Gareng, Bagong plus Mono. Acara yang dihadirkan biasanya sih itu tuh memberikan informasi seputar kebijakan pemerintah yang sedang berlangsung.

Aku sendiri tidak terlalu suka nonton acara ini, akan tetapi lebih suka ketika nonton awal pembukaan Ria Jenaka dimana ada animasi Sembilan bocah yang kemudian di tangkap tangan dan diputer-puter kemudian dibuka keluarlah tulisan Ria Jenaka…..

Antara Aneka Ria Safari, Unyil dan Ria jenaka memiliki karakter tersendiri di hati masyarakat, akan tetapi ketiga acara tersebut layak di acungi jempol, karena itulah ikon TVRI, Ikon TV public yang tidak hanya mengumbar sinetron-sinetron mimpi, akan tetapi TVRI yang mampu memberikan informasi dan peran-peran moral serta hiburan yang murah bagi pemirsanya………

Salam unyil kucing……….

Posted in Serba Serbi | Tagged: , , , | 10 Comments »

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 2,178 other followers