Movie, Photography and Hobby

Indonesian Old Movie Lovers

Posts Tagged ‘Sofia WD’

MARISSA HAQUE & IKANG FAWZI DALAM FILM ‘ YANG KUKUH YANG RUNTUH ‘

Posted by jejakandromeda on March 4, 2013

Yang Kukuh Yang RuntuhJUDUL FILM                        : YANG KUKUH YANG RUNTUH

SUTRADARA                       : WAHAB ABDI

CERITA                                  : FERRY ANGRIAWAN

SKENARIO                           :FERRY ANGRIAWAN

MUSIK                                  : BILLY J BUDIHARJO

PRODUSER                          :  FERRY ANGRIAWAN

TAHUN PRODUKSI           : 1985

PRODUKSI                           : PT VIRGO PUTRA FILM

JENIS                                     : FILM DRAMA

PEMAIN                              : IKANG FAWZI, MARISSA HAQUE, SOFIA WD, HENGKY SOLAIMAN, VIVI SAMODRO, FRANS TUMBUAN, DIAN MAYASARI

SINOPSIS :

Mira (Marissa Haque) di jodohkan oleh Ibunya (Sofia WD) dengan Burhan (Frans Tumbuan) bekas suami kakak Mira yang telah meninggal dunia. Burhan ingin menebus kesalahan masa lalunya akibat tidak menjaga istrinya karena kesibukannya sebagai seorang pengusaha sehingga mengakibatkan istrinya sampai meninggal.  Sementara itu, Mira mencintai Doni (Ikang Fawzi) seorang penyanyi, pemusik. Meski pada awalnya Mira menolak keinginan ibunya, namun pada akhirnya Mira mau di nikahi oleh Burhan dengan syarat ia mau dinikahi tanpa mau di jamah tubuhnya oleh Burhan. Doni akhirnya pergi ke luar negeri.

Sebagai seorang suami yang ingin menebus kesalahan masa lalunya, Burhan selalu mengalah akan keputusan Mira, meskipun Burhan selalu berbuat baik. Namun Mira yang sudah menutup hatinya tidak mau menerima kebaikannya, akan tetapi Burhan selalu mengalah dibuatnya. Merekapun tidur terpisah kamar. Suatu malam Mira didatangi mimpi buruk akan masa kecilnya yang membutuhkan kasih sayang. Ketika tersadar, ia terbangun dan berlari memeluk Burhan. Tanpa sadar akhirnya mereka melakukan hubungan seks yang tidak diinginkan oleh Mira. Mira menganggap Burhan telah melanggar perjanjian. Akibatnya Mira mengandung dan melahirkan seorang bayi.  Kelahiran bayi perempuan yang mungil tidak membuat Mira luluh hatinya, namun ia tetap pada pendiriannya dan tidak mau menyusui anaknya.  Akhirnya anaknya yang diberi nama Evi (Vivi Samodro) di asuh oleh Burhan dan dibantu oleh Ibu mertua Burhan.  Bahkan setelah Evi beranjak besar, Mira tidak juga luluh hatinya dan tetap dingin menghadapi keluarga bahkan anaknya sendiri. Sehingga Evi selalu bertanya kalau ia menginginkan kasih sayang.

Burhan sendiri setelah kelahiran Evi akhirnya membebaskan Mira, karena Burhan tahu Mira benci padanya, namun demi buah hatinya Evi, Burhan meminta pada Mira untuk menunda perceraian ketika Mira memintanya.

Doni pulang dari luar negeri dan membuka usaha bersama Mira di bidang music dan pub.  Doni masih memendam cinta lamanya pada Mira, akan tetapi meski Mira tidak menyukai Burhan Ia tetap menjunjung tinggi harkat perempuan yang sudah memiliki suami, sehingga ia tidak menanggapinya.   Apalagi setelah Mira melihat Doni sedang berpelukan bermain music dengan Talitha sahabatnya ketika hujan tiba.  Mira tanpa sengaja melihatnya ketika ia baru saja bertengkar dengan Burhan di kantor. Pelan-pelan Mira menyesali perbuatannya namun tetap ia pendam. Ia ingin memberikan kasih sayang pada anaknya.  Burhan yang sudah tidak tahan lagi pada Mira akhirnya berniat akan keluar dari rumah itu dan membebaskan Mira untuk tetap tinggal di rumah tersebut. Burhan hanya meminta agar Mira mau menengok anaknya sekali-sekali. Mira hanya bisa diam.

Mira berniat akan pergi dari rumah burhan setelah mengepak pakaiannya, namun disaat bersamaan datanglah seorang utusan Burhan yang akan menjemput Evi untuk kerumah sakit karena Burhan akan di operasi akibat kanker otak yang dideritanya. Kemungkinan keberhasilannya kecil. Meski hanya Evi yang akan dijemput, namun Mira memaksa untuk ikut. Sesampai dirumah sakit, Mira dibuat kaget karena Burhan menganggap istrinya sudah meninggal bahkan hanya Evi yang diperbolehkan masuk menemuinya melalui suster. Mira memaksa masuk dan akhirnya ia sadar dan meminta Burhan untuk tetap bersamanya. Mira dan Evi akhirnya mengantarkan Burhan ke kamar operasi.

Posted in Resensi Film 70-90an | Tagged: , , , , , , , , , , , | Leave a Comment »

DUKUN BERANAK

Posted by jejakandromeda on January 14, 2013

Jadul0113JUDUL FILM                        : DUKUN BERANAK

SUTRADARA                       : BAY ISBAHI

CERITA                                  : R.A.F

SKENARIO                           :R.A.F

MUSIK                                  :

PRODUSER                          :  TUTY S

TAHUN PRODUKSI           : 1977

PRODUKSI                           : PT DIAH PITALOKA  FILM JABAR  & PT SURYA KRESTA FILM

JENIS                                     : FILM HORROR

PEMAIN                              : WD MOCHTAR, SOFIA WD, KELLY KALYUBI, TOETI MAYANG, YETTY  SYARIFAH, NANI WIJAYA, RD MOCHTAR, ADANG MANSYUR, TAUFIK ABAS

SINOPSIS :

Ketika pertunjukan ronggeng, Kang Agus suami dari  Anis (Neti S) tergoda akan kecantikan salah seorang ronggeng hingga Agus meniduri ronggeng tersebut.  Merasa cemburu, Anis tidak terima dan akhirnya berantem dengan Agus. Agus merasa benar. Akhirnya ia mengusir Anis dari rumah dalam kondisi hamil besar.

Tanpa tujuan kemana perginya Anis, akhirnya Anis mencari rumah Mak Onak (Sofia WD) dukun beranak yang sakti. Atas bantuan Mak Onah dengan persyaratan yang di sepakati oleh Anis, akhirnya Mak Onah membantu Anis untuk menjadikannya cantik dan segar sehingga dapat memikat setiap lelaki. Meski persyaratannya berat, namun Anis menyanggupinya untuk membalaskan dendam pada suaminya, Kang Agus. Persyaratan agar dapat merubah wajah Anis adalah dengan membunuh bayi setiap malam purnama.  Korban pertama  adalah anaknya sendiri. Maka berubahlah wajah Anis menjadi cantik. Namun setiap kali perubahan cantik tersebut akan hilang setiap malam bulan purnama. Wajah Anis akan menjadi buruk rupa sebelum menemukan bayi korbannya.

Setelah menjadi cantik, Anis dirubah namanya menyadi Nyi Mayang oleh Mak Onah. Ia dapat memikat Kang Agus yang tidak menyadari kalau Nyi Mayang adalah istrinya yang di usirnya. Setelah puas membalas dendam pada Kang Agus, Anis ingin mengembalikan wajahnya semula. Namun syaratnya adalah Anis harus mencari janda yang belum di sentuh oleh suaminya. Belum lagi niat tersebut terlaksana, Mak Onak mati akibat ulahnya sendiri , sementara Anis yang berusaha mengembalikan mukanya pada seorang janda akhirnya tidak berhasil. Namun Anis akhirnya berhasil membunuh suaminya, Agus.

Seperti kebiasaan ilmu-ilmu setan lainnya, Nyi Anis juga panas ketika terdengar ayat Al Quran di bacakan.  Namun sayang Anis tidak berhasil memindahkan ilmunya pada seorang janda yang belum disentuh suaminya. Maka berakhirlah petualangan Anis.

 

Posted in Resensi Film 70-90an | Tagged: , , , , , , , , , , , , | 1 Comment »

MARINI & ROY MARTEN DALAM FILM JANGAN MENANGIS MAMA

Posted by jejakandromeda on June 28, 2012

JUDUL FILM                        : JANGAN MENANGIS MAMA

SUTRADARA                       : SOFIA WD

MUSIK                                  : IDRIS SARDI

PRODUSER                          : ALEXANDER TEDJA

TAHUN PRODUKSI           : 1977

PRODUKSI                           : PT. ISAE FILM

JENIS                                     : FILM DRAMA

PEMAIN                              : MARINI, ROY MARTEN, SHANTI SARDI, DADI , RD MOCHTAR, DODDY SUKMA

SINOPSIS :

Nani (Marini) meminta izin untuk menikah dengan orang yang dicintainya Hendra (Roy marten) namun ditentang habis-habisan oleh Ibunya, meski ayahnya menyetujuinya namun ia tidak bisa berbuat apa-apa karena ibunya lebih memegang peranan.  Walau tidak disetujui namun akhirnya keduanya menikah dan hidup jauh dari orang tuanya. Pada awalnya, pasangan pengantin muda tersebut menumpang pada salah seorang sahabatnya Herman. Namun akhirnya keduanya memilih untuk mengontrak rumah.

Kehidupan pasangan Nani dan Hendra sangat bahagia hingga di karuniai tiga orang anak yakni Budi, Lili (Shanti Sardi) dan si bungsu Wawan.  Sebagai ibu rumah tangga, Nani membantu ekonomi keluarga dengan menjadi penjahit di rumah, sementara Hendra menjadi Guru atas rekomendasi temannya, Herman. Meski sudah memiliki anak hingga tiga orang, namun orang tua Nani, terutama Ibunya masih belum mau memaafkan anaknya karena tidak menuruti perintahnya untuk tidak kawin dengan Hendra.  Hal ini juga yang membuat Nani tidak siap untuk mengunjungi ibunya meski Hendra selalu mengajaknya.

Kebahagiaan pasangan Nani dan Hendra tidak berlangsung lama, karena ketika hari ulang tahun Lili yang ke 7 Hendra kecelakaan dan harus tewas. Sepeninggal Hendra menjadi hari-hari yang cukup berat bagi Nani karena harus menghidupi keluarganya, beruntunglah karena tetangganya Mak Odah baik hati. Mengetahui beban Ibunya yang semakin berat membuat Budi anak sulungnya secara diam-diam membantu mencari uang dengan menjadi pemungut bola selepas pulang sekolah. Demikian juga Lily ikut membantu menjualkan kue milik mpok Roldiah di sekolah. Kepedihan ini tidak hanya sampai disini, karena ketika Budi yang jual ikut berjualan kue di sekolah tidak di bayar ketika temannya mengambil makanan, bahkan uang Budi yang harus di setorkan kepada Mpok Roldiah pun di rampas. Sehingga Budi harus berpikir keras untuk bisa mencari uang setoran. Satu-satunya cara adalah dengan bolos sekolah untuk memungut bola. Namun sialnya, kali ini mamanya, Nani memergoki Budi dan menjewernya untuk pulang.

Nani tidak tahu latar belakang kenapa Budi sampai berjualan kue.  Nani pun ke sekolah Budi dan Lily untuk mengetahui kalau anaknya yang belakangan di ketahui sering bolos. Namun Nani terkejut karena Budi ternyata hanya pernah membolos sekali dan tidak pernah menunggak uang sekolah, padahal menurut Budi, ia telah di bebaskan dari uang sekolah. Nani tidak tahu kalau selama ini secara diam-diam Budi membantu membayarkan keuangan sekolah dari hasilnya bekerja. Selepas dari ruang kepala sekolah, di halaman sekolah Nani melihat Budi dan Lily sedang membawa barang jualan. Melihat Ibunya, Budi dan Lily menjadi ketakutan karena takut di marahi. Keduanya pun lari dari sekolah, namun akhirnya di pulangkan oleh seorang polisi ketika mereka kesasar dan tidak tahu jalan pulang.

Akhirnya Nani pun sadar kalau selama ini anaknya sudah membantunya.

Ujian sekolah usai, Lily naik kelas dan budi lulus sekolah, namun disaat yang bersamaan Ibunya di rawat di rumah sakit. Saat itu juga datang Ibu Nani, Nenek dari Budi dan kakeknya yang datang mencarinya. Akhirnya mereka di pertemukan di rumah sakit.

Posted in Resensi Film 70-90an | Tagged: , , , , , , , , , , , , | 1 Comment »

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,796 other followers