Movie, Photography and Hobby

Indonesian Old Movie Lovers

Posts Tagged ‘Ryan Hidayat’

RYAN HIDAYAT DAN PARAMITHA RUSADY DALAM FILM ” LEBIH ASYIK SAMA KAMU “

Posted by jejakandromeda on July 24, 2012

JUDUL FILM                        : LEBIH ASYIK SAMA KAMI

SUTRADARA                       : ARIZAL

CERITA                                  : ARIZAL

SKENARIO                           : ARIZAL

MUSIK                                  : EKI SOEKARNO

PRODUSER                          : GOPE T SAMTANI

TAHUN PRODUKSI           : 1989

PRODUKSI                           : PT.RAPI FILM

JENIS                                     : FILM DRAMA

PEMAIN                              : RYAN HIDAYAT, SALLY MARCELINA, PARAMITHA RUSADY, RIGO SULAIMAN, IDA KUSUMAH, AMINAH CENDRAKASIH, YOSEANO WAAS, GUGUN, FIONA GITA TRISWARDANI, ANASTUTY, RITA RUSTANDI, DARTY MANULANG

SINOPSIS :

Ferdian (Ryan Hidayat), pelajar sebuah SMA bersaing bersama temannya  Beny (Rigo Sulaiman) ketika berkenalan dengan Amalia atau Lia (Sally Marcelina) di sebuah diskotik. Namun agaknya Lia lebih memilih Ferdian yang sedikit playboy.  Keduanya pun akhirnya berpacaran. Akan tetapi keadaan berubah ketika di kelas Ferdian kedatangan seorang murid baru dari Jogya, Indriyani (Paramitha Rusady) yang langsung membuat Ferdian kesengsem padanya. Hal ini membuat Lia marah pada Ferdian, apalagi setelah tanpa sengaja Lia dan Indriani berada dalam suatu supermarket, Indriani kebingungan mencari Ferdian dan memanggil-manggil namanya. Maka Lia pun bertanya-tanya siapa Ferdian yang di maksud,apakah Ferdian pacarnya atau hanya orang lain. Maka Lia mencari informasi dari teman sekelas Ferdian yang juga teman lengketnya, Gugun.

Mendapatkan informasi yang berharga, membuat Lia terbakar cemburu, ia mendatangi sekolah Indriani dan terjadilah adu debat di halaman sekolah. Mereka saling tampar, namun dapat di lerai oleh Ferdian.  Lia adalah gadis yang tidak mau tersaingi dan keinginannya tidak boleh ada yang menghalangi, untuk menghalalkan segala cara agar ia mendapatkan Ferdian kembali, Lia menyuruh orang untuk menculik Indriani.

Usaha penculikan pun berhasil ketika Indriani berada di depan rumahnya sepulang sekolah. Ia di bekap dan dinaikan dalam mobil. Namun penculikan ini di ketahui oleh pembantu Indriani, mereka segera minta tolong dan secara kebetulan datanglah Ferdian dengan motornya . Ferdian langsung mengejar, salah satu mobil penculik terbalik. Namun mobil yang satu lagi berhasil membawa Indriani ke sebuah rumah kosong. Ferdian berhasil mengendusnya dan langsung melabrak masuk melalui jendela kaca yang hancur tertembus motor. Indriani dapat di selamatkan.

Usaha Lia untuk mendapatkan Ferdian tidak berhenti hingga disini, ia mencoba peruntungan dari seorang dukun yang menyuruhnya mencuri celana dalam yang habis di pakai oleh Ferdian. Diam-diam Lia mengikuti Ferdian yang sedang di kolam renang. Ia menyelinap ke kamar ganti laki-laki. Maka di dapatkanlah celana dalam itu, namun sayangnya celana dalam tersebut yang jatuh di bawah Ferdian ternyata bukan miliknya, tapi milik orang lain. Maka Lia tidak berhasil membuat Ferdian bertekuk lutut, tapi malah orang lain yang datang dan langsung memeluk Lia.

Merasa belum puas untuk mendapatkan Ferdian setelah usahanya gagal, Lia kali ini menyuruh orang untuk menteror Indriani ketika sedang berada di toilet sebuah diskotik. Ia mengatakan akan menghancurkan muka Indriani kalau  masih berhubungan dengan Ferdian. Seketika itu juga Indriani langsung menjauhi Ferdian dan pulang naik taksi. Ferdian tidak habis pikir.

****

Suatu hari sekolah mengadakan study tour. Mereka menginap. Melalui seorang temannya, Lia tahu kemana mereka study tour dan menginap. Maka di pancinglah Indriani untuk masuk kesebuah ruangan kosong. Keduanya berantem, karena Indriani merasa sudah meninggalkan Ferdian, namun Ferdianlah yang selalu mengejarnya. Sedangkan Lia merasa kalau ialah yang berhak mendapatkan Ferdian. Namun sayang ketika sedang terjadi perkelahian, lampu minyak dipukul oleh Lia dan jatuh yang langsung membakar pintu, sedangkan Lia sendiri akhirnya jatuh tertimpa lemari. Merasa tidak tega Indriani menolong Lia dari jepitan lemari. Akhirnya Lia minta maaf dan membiarkan hubungan Indriani dengan Ferdian.

 

 

Posted in Resensi Film 70-90an | Tagged: , , , , , , , , , , , , | Leave a Comment »

NAKALNYA ANAK-ANAK

Posted by jejakandromeda on August 1, 2011

JUDUL FILM                        : NAKALNYA ANAK-ANAK

SUTRADARA                       : SUSILO SWD

PRODUSER                          : HARTONO HENDRA, JERRY JERMIA SOFYAN

 

SKENARIO                           : IMAM TANTOWI

MUSIK                                  : A RIYANTO

PRODUKSI                           :  PT.  AKURAMA FILM

TAHUN PRODUKSI           : 1980

JENIS                                     : FILM ANAK-ANAK

PEMAIN                              : RYAN HIDAYAT, IRA MAYA, DINA MARIANA, RIA IRAWAN, ZAINAL ABIDIN, KIKY RIZKI AMALIA, GINA ADRIANA SASTRANEGARA, TINO SIDIN

SINOPSIS :

Pak Surya (Zainal Abidin) adalah seorang duda yang memiliki lima orang anak yang nakal-nakal. Dina (Dina Mariana) anak paling tua dalam keluarga tersebut, duduk di bangku kelas 1 SMP, sedangkan adiknya Ira (Ira Maya Sopha) duduk di bangku kelas 6 SD. Ira masih memiliki 3 adik lagi yakni Ria (Ria Irawan), Dodo (Ryan Hidayat) dan Kiki (Kiki Rizki Amalia). Akibat kurang perhatian dari orang tuanya yang terlalu sibuk, kelima anak tersebut justru dipercayakan pada Tino (Tino Sidin) pembantu setia keluarga tersebut. Akibat kenakalan anak-anaknya, kerap kali mereka akan mendapatkan pukulan batang rotan di pantatnya.  Pak Surya sering sekali mendapatkan keluhan atau complain dari tetangganya akibat ulah anak-anaknya tersebut.

Akhirnya untuk ikut membantu mengawasi anak-anaknya, Pak Surya mencari seorang guru. Utari (Gina Adriana Sastranegara) adalah orang yang terpilih untuk menjadi gurunya. Kedatangan Utari di keluarga Surya mendapat sambutan yang luar biasa oleh kenakalan anak-anak. Begitu ia datang, Utari sudah menghadapi kenakalan anak-anak yang mengerjainya sebelum ayah mereka pulang. Utari diterima dengan baik oleh Pak Surya namun tidak demikian oleh anak-anak. Mereka merencanakan untuk membuat Utari hanya betah selama dua hari saja dirumah tersebut setelah sebelumnya ada 9 guru yang tidak berhasil meredam mereka dan menyerah.

Ujian pertama Utari adalah menghadapi kenakalan anak-anak. Hari pertama Utari bekerja dimulai dengan olahraga pagi setelah sebelumnya dengan susah payah membangunkan anak-anak. Namun anak-anak yang tidak terbiasa bangun bagi menjadi malas berolahraga dan mulailah Ira dan lainnya membuat rencana. Mereka akan menurut jika Utari mampu mematahkan batubata yang mereka bawa. Anak-anak begitu yakin, Utari tidak akan mampu mematahkannya. Namun sayang, Utari mampu mematahkan tumpukan batu bata, sehingga mereka mau gak mau harus sportif untuk mengikuti perintah Utari.  Selepas Olah raga, ada saja ulah anak-anak untuk membuat Utari tidak betah. Didalangi oleh Ira, Dodo memasukan tikus putih ketika Utari mau mandi. Sontak Utari menjerit ketakutan. Tidak berhenti hingga disitu, esok harinya Anak-anak kembali membuat ulah dengan memasang perangkap agar Utari terjatuh ketika duduk di kursi waktu makan pagi.

Alih-alih Utari yang terkena perangkap anak-anak, justru ayah merekalah yang kena. Pak Surya terjatuh dan marah. Ia bersiap memukul kelima pantat anak-anaknya. Baru saja memukul pantat Dina dengan rotan, Utari melarang cara mendidik Pak Surya. Pak surya tersinggung atas ucapan Utari dan tidak mau melanjutkan makan. Namun Utari tidak hilang akal, ia mengirimkan makanan ke kamar Pak Surya.

Lambat laun perhatian dan kasih sayang Utari pada anak-anak membuat mereka sayang pada Utari, karena Utari seringkali membela anak-anak. Puncaknya Pak Surya marah dan memberhentikan Utari bekerja karena dianggap bersalah atas perlakuan anak-anak pak Surya pada anak ‘pacar Pak Surya ketika mereka datang kerumah.

Utari kembali ke desa dan tidak mau menerima sepeser uangpun. Selepas kepergian Utari, anak-anak begitu kesepian dan serasa tidak hidup dalam rumah tersebut, terutama Kiky. Bahkan Kiki akhirnya jatuh sakit. Pak Surya berusaha menemui Utari untuk membujuknya kembali lagi, namun Utari sudah terlanjur tersinggung dan tidak mau kembali kerumah Pak Surya.

Melihat keadaan Kiki membuat Dina, Ira, Ria dan Dodo berusaha mencari alamat Utari yang diberikan oleh Pak Tino. Mereka berhasil menemui Utari yang sudah bekerja di sekolah CIkole. Pada awalnya Utari menolak untuk kembali atas desakan anak-anak. Namun setelah di pertimbangkan akhirnya Utari mau menuruti kehendak anak-anak dan mau dibawa kembali kerumah Pak Surya. Akhirnya keluarga Surya kembali ceria .

****

 

Posted in Resensi Film 70-90an | Tagged: , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a Comment »

LIDYA KANDOU DALAM FILM “DARNA AJAIB”

Posted by jejakandromeda on December 22, 2010

Darna Ajaib

JUDUL FILM        :  DARNA AJAIB

SUTRADARA       : SOFYAN SHARNA

PRODUKSI           : PT CANDER MAS  FILM

CERITA                  : SOFYAN SHARNA

PRODUSER          : YAN SENJAYA

TAHUN PROD    : 1980

JENIS                     : FILM DRAMA

PEMAIN               :  LIDYA KANDOU, RIA IRAWAN, RYAN HIDAYAT, DODDY SUKMA, NIA ZULKARNAEN, TEDDY MALA, RINA HASHIM, HAMID ARIEF, KUSNO SUJARWADI, DONNY NURHADI

SINOPSIS :

Lastri ditinggal pergi oleh suaminya untuk bekerja.  Namun tiba-tiba suaminya datang kembali. Keduanya tidur dan tiba-tiba setelah terjadi hubungan suami istri Lastri terbangun dari tidurnya dan mendapati kalau perutnya sudah membesar. Ia melahirkan seorang anak dengan muka yang hancur dan menakutkan. Mukanya bersisik. Ia tidak sadar bahwa suami yang digaulinya adalah bukan suaminya akan tetapi penjelmaan dari makhluk lain. Maka setelah melahirkan dan melihat bayi yang dilahirkan lastri pun meninggal. Sementara itu suami aslinya pulang dan mendapati istrinya sudah tidak bernyawa. Ia pun akhirnya meninggal. Sementara Bayi yang dilahirkannya berubah menjadi seorang wanita bernama Malia. Ia selalu menebar kebencian dan mampu melihat dengan matanya yang jahat. Malia dianggap sebagai anak setan.

Di bagian lain sebuah keluarga belum juga dikaruniai anak meski sudah mengandung 2 tahun, namun setelah lahir bayi yang dilahirkannya sudah terbungkus dan pertanda kalau bayi yang dilahirkannya akan menjadi hebat di kemudian hari. Kemudian ia diberi nama Darna.

Darna Kecil (Nia Zulkarnaen) sudahkelihatan hebat, ia juga berhasil mengejar penabrak lari orang yang di pinggir jalan, juga ia mampu terbang ketika sedang maun skateboard. Sementara itu Malia kecil (Ria Irawan) akhirnya bersekolah disekolah yang sama dengan Darna setelah sebelumnya ia ditemukan oleh seorang Bapak (Kusno Sujarwadi) ketika tergeletak di jalan tatkala hujan.

******

Singkat cerita Darna(Lidya Kandou) sudah dewasa dan bersekolah diSMA.  Demikian juga dengan Malia (Dian Ariestya) yang juga menginjak SMA. Darna dan Malia memiliki sama-sama orang yang dicintai bernama Doddy (Donny Nurhadi). Doddy selalu dapat mengatur waktu kencan untuk keduanya. Meski demikian Doddy selalu diwanti-wanti oleh mamanya (Rina Hashim) agar dapat memilih satu diantara Darna atau Malia, dan anak ayang berasal dari keluarga baik-baik. Suatu saat Doddy mengajak Malia untuk berkencan, namun disaat sedang berjalan-jalan di taman, tiba-tiba Malia menghilang. Doddy pun mencarinya namun tidak dapat menemukan Malia, sementara itu Malia bersembunyi dan berubah menjadi ular.  Namun kemudian kembali berubah sebagai Malia .

Sementara itu Darna berhasil menolong seorang pekerja setelah mendengar teriakannya. Ia terbang laksana Superman yang menolong orang yang membutuhkannya. Akhirnya pekerja bangunan tersebut pun tertolong oleh Darna. Darna akan dengan siap sedia untuk menolong orang setelah memegang kalung yang dipakainya dan iapun bisa terbang. Darna juga menolong orang yang di jambret .

Suatu malam Doddy akan kerumah Darna untuk meminjam buku, namun hal demikian diketahui oleh Malia. Maka iapun marah, dengan mata yang menyala ia berusaha mengikuti Doddy. Malia  cemburu pada Darna. Maka ketika Doddy kerumah, Malia tidak mau menemuinya. Namun setelah di bujuk oleh Ibu angkatnya (Nani Wijaya) Malia akhirnya mau menemui Doddy. Meski Malia seperti seorang pendiam, namun ia memiliki sifat kebencian yang luar biasa terhadap orang-orang yang tidak ia sukai. Berbeda dengan Malia, Darna selalu menolong orang-orang yang membutuhkan, termasuk mampu menghentikan kereta api yang hampir masuk jurang karena jembatanya ambruk.  Darna juga juga menolong sebuah truk yang kecelakaan karena menabrak tiang listrik.

Hubungan Doddy dan Malia semakin dekat menyebabkan Malia tidak suka kalau Doddy juga dekat-dekat dengan Darna yang juga merupakan sahabatnya sejak kecil. Namun Malia tidak suka dan melarang Doddy untuk dekat-dekat dengan Darna. Malia cemburu. Ketika Malia dalam keadaan cemburu maka ia akan marah dan matanya menyala menakutkan . Namun kedekatan Doddy dengan Malia tidak terlalu disukai oleh mama Doddy, sehingga ketika Malia datang kerumah ia tidak begitu meresponnya. Hal ini membuat Malia tersinggung meski disembunyikan dalam hati.

Persahabatan Doddy dan Darna pun semakin dekat, membuat Malia makin cemburu pada Darna. Malia selalu marah-marah, ia juga melabrak Darna untuk tidak dekat-dekat dengan Doddy. Malia selalu di hinggapi energi negatif. Kadang ketika sedang marah ia bisa berubah menjadi ular. Sementara itu Doddy diminta oleh mamanya untuk memutuskan Malia. Bahkan mama Doddy pun akhirnya menelpon ke Ibu angkat Malia untuk memutuskan agar Malia tidak berhubungan lagi dengan Doddy, namun sayang telepon yang diseberang ternyata di angkat oleh Malia sendiri. Malia tersinggung berat. Ia marah dan akhirnya membunuh mama Doddy setelah menerkam dengan taring ularnya. Sebelum meninggal, mama Doddy berteriak hingga di dengar oleh Doddy. Doddy mendapati mamanya sudah menjadi mayat dan melihat sesosok dengan muka aneh bertubuh ular yang ternyata adalah Malia.

Doddy Syok. Ia pun menunjuk foto Malia pada Darna dengan ketakutan. Akhirnya Darna datang kerumah orang tua angkat Malia untuk menanyakan Malia, namun sayang sekali Malia sudah pergi. Malia sendiri akhirnya tahu siapa sosok ayah sebenarnya, sosok ayah yang menakutkan. Malia dan ayahnya pun berbagi tugas untuk menghabisi Darna dan Doddy. Malia bertugas  untuk membunuh Doddy, sedangkan ayahnya akan menghabisi Darna.

*****

Ayah dan Ibu Darna pergi meninggalkan Darna di rumah untuk berbelanja. Namun tidak lama setelah itu, tiba-tiba Ibunya datang kembali dan meminta Darna untuk melepas kalung yang dipakainya untuk diganti dengan rantai yang baru. Padahal kalung ersebut memiliki makna bagi Darna yang dapat dijadikan kekuatan. Tanpa prasangka apapun Darna menyerahkan kalung tersebut. Padahal itu bukanlah sosok Ibunya namun sosok ayah Malia yang menyamar menjadi Ibunya. Setelah berhasil mengambil kalung Darna, iapun pergi. Namun tidak lama setelah itu, Ibu sebenarnya Darna datang untuk mengambil catatan belanja yang ketinggalan. Darna dibuat heran karena Ibunya bolak balik kerumah. Namun akhirnya terjawab sudah siapa Ibunya yang sebelumnya datang.

Sementara itu Malia datang kerumah Doddy. Melihat kedatangan Malia, doddy menjadi ketakutan dan berlari menghindarinya.  Malia mengejar Doddy untuk di bunuhnya, namun diketahui oleh Darna, sehingga Darna menolong Doddy, dan hampir membunuh Malia. Namun Darna yang ditugaskan untuk membasmi kejahatan di muka bumi tidak membunuhnya. Sedangkan Ayah Malia berubah menjadi raksasa yang menghancurkan sekitarnya. Namun berhasil di tumpas oleh Darna.

Posted in Umum | Tagged: , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a Comment »

RYAN HIDAYAT & RIA IRAWAN DALAM FILM “ANAK-ANAK GASS / ELEGI BUAT NANA”

Posted by jejakandromeda on November 23, 2010

JUDUL FILM        : ANAK-ANAK GASS (ELEGI BUAT NANA)

SUTRADARA       : EDDY SUHENDRO

PRODUKSI           : PT. ELANG PERKASA   FILM

PRODUSER          : ANAK-ANAK GASSS

TAHUN PROD    : 1989

JENIS                     : FILM DRAMA

PEMAIN               : RYAN HIDAYAT, RIA IRAWAN, GITO GILAS, DEASY RATNASARI, ADI BAGUS, RINA HASTITI, WD MOCHTAR

SINOPSIS :

Reo Reseh (Ryan Hidayat) dan Bimo (Gito Gilas) serta John(R Adi) sedang menyaksikan suting video lagu yang dinyanyikan oleh Nana (Ria Irawan).  Di sela-sela break suting, Reo mendekati Nana dan berlagak sebagai pencipta lagu untuk dapat meminta alamat Nana. Namun bagi nana sendiri, nyanyi adalah hanya sekedar hobi. Alih-alih Nana yang akan memberikan alamat, namun sayang teman Nana, Ri Hapsari nyosor duluan dan memberikan alamat pada Ryan. Bidikan Reo adalan Nana tapi tidak berhasil mendapatkannya. Merasa  tidak mau memiliki alamat Rihapsari, maka alamat yang diberikan pada Reo diberikan pada temannya, John.

John yang ngebet ingin berkenalan dengan Rihapsari akhirnya diam-diam datang kerumahnya dan diterima langsung oleh Rihapsari, namun sayang John tidak tahu kalau itu adalah Rihapsari, sehingga ia dikerjainnya. Rihapsari menyuruh Iyem pembantunya untuk mengaku sebagai dirinya, karena ia tidak merasa memberikan alamat padanya. John kaget karena yang keluar ternyata lain dari yang di bayangkan. Akhirnya John buru-buru pulang. Ditengah jalan ia bertemu Reo, maka tahulah John bahwa cewek yang keluar bukanlah Rihapsari. Sementara itu Bimo datang dan menyuruh Reo untuk mencoba mobilnya yang telah di tune up.  Reo dan John kemuadian datang kerumah Enyoi (Andreas). Di rumah Enyoi terdapat cewek-cewek yang sedang diajar musik oleh Enyoi, namun ternyata Enyoi adalah guru musik gadungan, ketika Reo dan John datang dengan menyindir Enyoi. Reo akhirnya jalan-jalan mengantar cewek-cewek yang berada di rumah Enyoi (Andreas) karena dianggap mampu mengajar musik, padahal sebenarnya hanya akal-akalan saja. Selepas dari mengantar cewek-cewek, Reo pulang dan melihat Bimo sedang memakai sarung. Dikiranya Reo dan adik John baru berbuat yang tidak-tidak, namun berkat penjelasannya akhirnya Reo dan John mengerti.

*****

Reo dan kawan-kawan pergi jalan-jalan menggunakan mobilnya. Ditengah jalan ia menolong Nana dan kawan-kawan. Nana hampir pingsan dan daranya keluar dari hidung. Akhirnya Nana di bawa kerumah sakit oleh Reo dan kawan-kawan. Sewaktu pulang dari rumah sakit Reo menghafalkan nomor sal tempat di mana nana di rawat. Esok harinya Reo membeli bunga yang  yang di peruntukkan untuk Nana dan berangkat ke rumah sakit tanpa sepengetahuan teman-teman. Namun sesampai di parkiran rumah sakit, Reo kepergok teman-temannya. Akhirnya mereka bergabung menuju kamar di mana Nana di rawat. Namun sayang sekali ternyata sampai kamar yang di tuju, orang yang di cari tidak ada dan sudah berganti pasien seorang nenek. Terpaksa bunga dan apel yang terpaksa sudah dikasih Ia tinggalkan. Nana sudah kembali kerumah. Akhirnya mereka pun lost kontak dimana harus menemui Nana.

Namun Bimo berhasil mendapatkan alamat Nana. Bimo pun dengan cepat memberikannya kepada Reo yang langsung ditanggapi dengan mendatangi kantor Nana yang kebetulan mau mengadakan festival Band. Reopun di ajak untuk mengikuti festival tersebut. Akhirnya Reo berterus terang pada Nana kalau dirinya ingin mengenal Nana. Ketika mereka sedang asyik ngobrol, datanglah peserta yang mau mendaftar untuk menjadi peserta lomba festival band yang diterima Nana. Merasa di cuekin, akhirnya Reopun pulang. Namun sesampai di rumah ia merenung kenapa tidak ikut festival saja Bandnya. Esoknya Reo memutuskan ikut festival dan mendaftarkan bandnya.

*****

Untuk menghadapi festival yang akan di ikuti, anak-anak Gass, Reo dan kawan-kawannya berlatih keras. Setelah mendaftar mengikuti festival, Reo semakin gencar mendekati Nana dengan berbagai alas an. Suatu hari Reo pura-pura ingin konsultasi dengan Nana, namun Nana yang akan kerumah sakit menolaknya. Meski awalnya di tolak namun akhirnya Nana mengijinkan Reo untuk konsultasi sambil menuju rumah sakit. Dirumah sakit sudah menunggu dokter Hendro yang menangani penyakit Nana, Ayah (WD Mochtar) dan Ibu (Rina Hashim) Nana. Mereka sedang membahas penyakit Nana yang sudah kronis. Leukemia Kronis.

Kedatangan Nana disambut oleh dokter Hendro. Namun setelah memberitahu penyakitnya, Nana menjadi sedih dan pamit keluar duluan. Reo dibuat bingung oleh Nana atas sikapnya yang berubah setelah keluar dari ruang dokter. Apalagi setelah Nana mengibaratkan jangan memetik bunga itu yang indah namun berumur pendek. Bahkan Nana tidak mau ditemenin Reo lagi. Reo menjadi bingung, dan menceritakan pada teman-teman bandnya. Akhirnya Bimo memberi kesimpulan kalau maksud Nana mengatakan Bunga itu indah dan berumur pendek, maka jangan di petik adalah untuk menyemangati band mereka yang ikut festival dank arena Nana ketua panitia maka ia ingin di beri keistimewaan. Akhirnya untuk memberi kejutan pada Nana sang ketua panitia, Reo membuat lagu untuk Nana yang akan di nyanyikan pada saat festival.

Dirumah, Ayah dan Ibu Nana akhirnya mengetahui kalau Nana mencintai Reo, namun tidak mau menyakitinya karena sebentar lagi Nana akan meninggalkan Reo. Sedangkan Reo dibuat bingung atas tingkah Nana. Di kantor ia tidak menemukan Nana, Dessy (Dessy Ratnasari) bahkan menyuruh Reo untuk tidak lagi mencari Nana. Namun Dessy meyakinkan kalau Nana akan datang pada malam final.

****

Akhirnya malam final pun tiba, namun Nana yang ditunggu-tunggu tidak juga datang. Hal ini menurunkan semangat anak-anak Gass terutama Reo, namun Bimo meyakinkan pada Reo bahwa Nana ada dan ini adalah kesempatan terbaik karena kapan lagi akan masuk final. Bimo pun menemua Nana untuk meyakinkan Reo. Nana tidak mau menemui reo dan hanya menitipkan surat pada Reo lewat Bimo yang harus diberikan setelah festival usai.

Setelah festival usai, Band Gass menjadi pemenang festival. Orang yang pertama kali di cari oleh Reo adalah Nana, namun sayang Nana sudah pulang. Bimo pun menyerahkan surat dari Nana untuk Reo yang dititipkannya.

Setelah membaca surat dari Nana, Reo akhirnya tahu penyakit Nana. Dan Nana akan berobat ke LA. Esok harinya Reo dan anak-anak Gass mengejar Nana ke Airport, namun Sayang Reo tidak dapat bertemu dengan Nana karena ia sudah masuk kedalam.

***

Melihat adegan terakhir, seperti melihat film AADC dimana cinta tidak dapat menemui Rangga.  Sedikit mirip walau agak beda jg sih….

Posted in Resensi Film 70-90an | Tagged: , , , , , , , , , | 2 Comments »

Lupus; Ikon Anak Muda 90an

Posted by jejakandromeda on November 4, 2008

lupus_-novelMasih ingat Lupus?… Ini sih bukan masalah penyakit Lupus yang mengerikan itu, tapi ini Lupus, Tokoh fiksi yang di ciptakan oleh Hilman Hariwijaya sang penulisnya. Lupus dikenal melalui Novel kocak Lupus yang di ciptakan oleh Hilman, seorang anak muda (kala itu) yang berhasil membuat pembaca khususnya kalangan anak muda menjadi gandrung dan tergila-gila dengan cerita Lupus. Lupus hadir sekaligus menjadi best seller.

Era 90an, memang Lupus menjadi idola anak muda, dari model rambut, tas lupus (itu tuh tas yang diselempangkan gaya lupus), sehingga tak heran apabila novel-novel lupus juga laris manis, bahkan Kalau ke perpus nih, saya juga nyarinya lupus, meski suka rebutan sama kakak kelas.

Lupus 1 Topi-topi Centil

lupus-topi-topi-centilTidak banyak lho pemuda yang produktif, tapi itu tidak bagi Hilman sang empunya Lupus, Ide kreatifnya mampu membawa novel-novelnya laris manis.Tokoh-tokoh dalam Novel Lupus terdiri dari Lupus, Mamanya Lupus, Adiknya Lupus si Lulu, Boim, Gusur, dan juga pacar-pacar Lupus.Gaya Lupus dengan Permen Karetnya dan sikap yang cuek pula menyebabkan tokoh Lupus sangat mengena di hati pembaca.

Lupus 2 - Tangkaplah Daku Kau Kujitak

Dengan gaya bahasa yang ringan dan enak dicerna juga kelucuan-kelucuan yang diciptakan, Hilman mampu membawa para pembacanya untuk terbawa suasana lucu dan ceria yang diciptakan. Novelnya memang bukan novel yang berat dan tidak harus berpikir ketika kita membacanya.

lupus-makhluk-manis-dalam-bisseperti biasa, keberhasilan Lupus di Novel juga diadaptasi ke film. Melalui Sutradara Eddy SS, terciptalah Film Lupus 1 Topi-Topi Centil yang diperankan oleh Hilman sang pengarang sebagai Lupus. Kemudian di Lupus 2 Tangkaplah Daku Kau Kujitak, Pemeran Lupus digantikan oleh Ryan Hidayat (almarhum) yang justru bermain sebagai Lupus lebih sesuai dengan tokoh di Novel dibandingkan ketika diperankan Hilman.

Lupus 3 - Makhluk Manis Dalam Bis

Sukses Lupus 1 dan 2, kembali Hadir Lupus 3 dan 4. Lupus 3 di sutradarai Achiel Nasrun mengusung Judul Makhluk Manis dalam Bis sedangkan Lupus 4 Anak mami Sudah Besar dengan memperkenalkan Nike Ardilla sebagai artis pendatang baru, sekaligus menyanyikan lagu Sepanjang Jaman di film tersebut. Lupus 4 sekaligus film Lupus terakhir yang dibintangi Ryan Hidayat yang di duetkan dengan Nike Ardilla yang sekarang ini juga sudah sama-sama almarhum.

Lupus 4 - Anak Mami Sudah Besar

Selain di Film, Lupus juga merambah ke Layar Kaca seiring redupnya film Indonesia. Lupus diperankan oleh Irgi Ahmad Fahrezi di tayangkan di Indosiar sebagai Sinetron anak muda yang cukup tinggi perolehan ratingnya. Apalagi kala itu, soundtrack sinetron Lupus adalah lagu ‘Kita’-nya Sheila On7 yang memang sedang naik daun.

Lupus……Kini Lupuspun telah meredup dan sudah tiada,sekarang adanya Sinetron dengan penuh intrik dan perebutan harta.

Posted in Film & Sandiwara Radio | Tagged: , , , , , , , , , , , , , | 4 Comments »

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 2,085 other followers