Movie, Photography and Hobby

Indonesian Old Movie Lovers

Posts Tagged ‘Resensi Film Indonesia’

MELIHAT INDONESIA DENGAN FILM INDONESIA KLASIK (JADUL) DARI MASA KE MASA

Posted by Toto Andromeda on September 4, 2012

 

Film, bagi sebagian orang boleh dikatakan merupakan kebutuhan, sebagai sarana belajar, atau hanya hiburan semata. Dalam sejarah film Indonesia muncul dan di produksi pertama kali tahun 1926 melalui film bisu, Lutung Kasarung. film ini hanya mengandalkan efek bisu dan hanya imaginasi penonton yang ikut berperan serta dalam film ini. Selanjutnya perkembangan film Indonesia mengalami peningkatan dengan di produksi film-film karya sineas Indonesia.

Berbicara film maka tentu saja akan berbicara para sineas dan perkembangan perfilman itu sendiri. Film Indonesia pada awalnya berformat hitam putih hingga seperti sekarang ini yang sudah dipenuhi dengan teknologi maju. Melihat film, sama artinya melihat Indonesia pada jamannnya. baik itu model baju, model rambut, gaya bahasa mapunun trendseternya saat itu. Bahkan yang lebih dalam, adalah tentang keindahan dan kejadulan alam Indonesia pada saat sebuah film dibuat. Panorama atau gambaran alam yang di tampilkan dalam sebuah film klasik, akan sangat berbeda dengan saat kita menonton film dimasa sekarang.

Melalui film klasik Indonesia kita dapat melihat potret Indonesia sesungguhnya dengan di balut oleh sebuah cerita. Sebut saja Film lewat Djam malam, kita dapat melihat ornament, model rumah dan juga kantor pada masa itu, bahasa yang digunakan juga bukan bahasa gaul yang kadang sulit dimengerti tapi bahasa Indonesia yang baik dan sopan. Selanjutnya dalam film Si Manis Jembatan Ancol yang dimainkan oleh Lenny Marlina dan Krisbiantoro, disitu kita masih melihat betapa perawannya betawi kala itu. Coba bandingkan dengan sekarang, hampir semua tempat isinya gedung.

Menelisik film Indonesia klasik memang Indah dan mampu membawa suasana bernostalgia, bagi yang sudah dewasa tentu saja sebagai ajang nostalgia, sedang bagi generasi remaja hal ini bisa menjadi tempat pembelajaran dengan melihat Indonesia kala itu.

Film Indonesia klasik itu kaya akan warna, sebut saja film tahun 70an yang mengandalkan film drama sebagai film unggulannya, kemudian film 80an, Drama masih tetap mendominasi, namun film silat dan komedi ikut mewarnai jagat perfilman kala itu. selain juga adanya film Horror yang di dominasi oleh Suzanna sebagai pemainnya. Melewati 80an dan menginjak film tahun 90an, terjadi kelesuan dalam pembuatan film, bahkan Film Indonesia sempat dianggap mati kala FFI 1992 sebagai ajang penghargaan terakhir sebelum akhirnya hidup kembali tahun 2004. Sepanjang 1992 sampai dengan tahun 2000an praktis hanya beberapa film saja yang di produksi, dan kebanyakan bertema sekwilda (Sekitar wilayah dada) dan paha. Akhir 90an muncul film Petualangan Sherina dan awal 2000an muncul film Ada Apa dengan Cinta sebagai film yang dianggap mampu mengangkat kembali perfilman Indonesia.

Dari masa ke masa kita mampu melihat Indonesia melalui film klasiknya Indonesia. (baca : film jadul)

Posted in Resensi Film 70-90an, Umum | Tagged: , , , , | Leave a Comment »

MERIAM BELLINA DALAM FILM ‘ TANDES ‘

Posted by Toto Andromeda on August 8, 2012

JUDUL FILM                        : TANDES (SORGA DUNIA DI PINTU NERAKA)

SUTRADARA                       : HENGKY SOLAIMAN

MUSIK                                  : BILLY J BUDIHARJO

PRODUSER                          : HENDRICK GOZALI

TAHUN PRODUKSI           : 1983

PRODUKSI                           : PT.GARUDA FILM

JENIS                                     : FILM DRAMA

PEMAIN                              : MERIAM BELLINA, RICO TAMPATI, CATTY LENGKONG, TORRO MARGENS, RATIH, YOLANDA, DASRI YACOB, ZAINAL ABIDIN

SINOPSIS :

Tandes adalah merupakan sebuah wilayah di daerah Surabaya. Film ini mengambil alur mundur ketika Yanti (Meriam Bellina) dijemput oleh ibunya untuk di nikahkan di penjara, karena Yanti membunuh Bambang (Torro Margens) yang juga merupakan ayah tirinya.

*****

Yanti bercerita tentang kehidupannya yang nyaris tanpa cela dan selalu bahagia di masa kecilnya. Namun kehidupan Yanti berubah setelah kedua orangtuanya memutuskan untuk bercerai. Yanti memilih untuk tinggal bersama ibunya yang telah menikah dengan Bambang. Sementara ayah Yanti sendiri juga telah menikah. Kehidupan Yanti bersama ibunya yang selalu sibuk dengan butik dan suami barunya membuat Yanti merasa tidak di perhatikan. Sehingga tak jarang Yanti pergi ke tempat ayahnya untuk menemui kakeknya meski sering kali Ibu tirinya menyindirnya dengan perkataan yang tidak enak untuk Yanti.

Suatu ketika Yanti di kerjai oleh teman-temannya di supermarket dan dituduh mencuri parfum. Yanti di tangkap dan disuruh untuk menjaminkan surat tugas atau kartu pelajarnya, ia di hadapkan pada manager supermarket yang tertarik akan kemolekan Yanti. Untuk dapat mengambilnya, Yanti harus mengambilnya langsung malam hari untuk menmui sang manager. Maka berangkatlah Yanti, namun setelah Yanti berhasil mengambil kartu tugasnya, ia berhasil melumpuhkan manager tersebut ketika Yanti akan di tarik kedalam mobil. Yanti berlari dan di tolong oleh seorang pemuda bernama Frans (Rico Tampati). Jatuh cinta pada pandangan pertama Yanti pada Frans. Bahkan Yanti sempat memberikan kegadisannya pada Frans. Meski akhirnya Frans mengaku kalau dirinya adalah peliharaan tante-tante yang sedang di penjara.

Sementara itu Yanti hampir di perkosa oleh ayah tirinya ketika Yanti habis mandi. Namun Yanti berhasil selamat dan kabur dari rumah. Dalam pelarian, Yanti langsung menuju rumah Frans. Ia berniat meminta perlindungan, namun sial bagi Yanti , karena pacar Frans, seorang janda mendatangi rumah Frans dan mengamuk ketika tahu Yanti ada di dalam. Terjadilah perkelahian antara Yanti dan tante girang. Merasa muak, Frans akhirnya meninggalkan mereka berdua.

Akhirnya Yanti pergi ke kost Irma (Yolanda) temannya yang akhirnya menolong Yanti setelah kabur dari rumah.  Ia di tolong oleh Irma dan temannya Tini untuk tinggal di kontrakan mereka. Untuk sementara Yanti hidup tergantung pada mereka, namun akhirnya Yanti ikut bekerja dengan menjadi penjaga bar di Tandes. Meski komplek pelacuran, namun Yanti tetap pada pendiriannya untuk tidak melacur. Hingga pada suatu hari, datanglah Bambang ke Bar dimana Yanti bekerja. Bambang ingin mendapatkan tubuh Yanti, namun tidak berhasil.

Belum selesai hingga disitu Bambang terus mengintai untuk dapat mendapatkan Yanti. Sementara itu Irma dan Tini akhirnya tewas. Irma tewas gantung diri setelah pacarnya meninggalkannya, sementara Tini tewas terlindas truk ketika akan pergi keluar dari bar. Sementara Yanti dan Frans akhirnya kembali bertemu setelah Frans menyadari kesalahannya.

Bambang yang masih penasaran dan ingin menghancurkan Yanti akhirnya datang ketempat tinggal Yanti dan berhasil menyeretnya. Namun Frans menolongnya. Maka terjadilah perkelahian antar keduanya. Perkelahian di akhiri dengan tewasnya Bambang setelah ditusuk oleh Yanti dengan pisau. Yanti di penjara. Namun karena cintanya Frans pada Yanti, akhirnya Yanti dan Frans menikah di penjara.

Posted in Resensi Film 70-90an | Tagged: , , , , , , , , , , , , , , | Leave a Comment »

RYAN HIDAYAT DAN PARAMITHA RUSADY DALAM FILM ” LEBIH ASYIK SAMA KAMU “

Posted by Toto Andromeda on July 24, 2012

JUDUL FILM                        : LEBIH ASYIK SAMA KAMI

SUTRADARA                       : ARIZAL

CERITA                                  : ARIZAL

SKENARIO                           : ARIZAL

MUSIK                                  : EKI SOEKARNO

PRODUSER                          : GOPE T SAMTANI

TAHUN PRODUKSI           : 1989

PRODUKSI                           : PT.RAPI FILM

JENIS                                     : FILM DRAMA

PEMAIN                              : RYAN HIDAYAT, SALLY MARCELINA, PARAMITHA RUSADY, RIGO SULAIMAN, IDA KUSUMAH, AMINAH CENDRAKASIH, YOSEANO WAAS, GUGUN, FIONA GITA TRISWARDANI, ANASTUTY, RITA RUSTANDI, DARTY MANULANG

SINOPSIS :

Ferdian (Ryan Hidayat), pelajar sebuah SMA bersaing bersama temannya  Beny (Rigo Sulaiman) ketika berkenalan dengan Amalia atau Lia (Sally Marcelina) di sebuah diskotik. Namun agaknya Lia lebih memilih Ferdian yang sedikit playboy.  Keduanya pun akhirnya berpacaran. Akan tetapi keadaan berubah ketika di kelas Ferdian kedatangan seorang murid baru dari Jogya, Indriyani (Paramitha Rusady) yang langsung membuat Ferdian kesengsem padanya. Hal ini membuat Lia marah pada Ferdian, apalagi setelah tanpa sengaja Lia dan Indriani berada dalam suatu supermarket, Indriani kebingungan mencari Ferdian dan memanggil-manggil namanya. Maka Lia pun bertanya-tanya siapa Ferdian yang di maksud,apakah Ferdian pacarnya atau hanya orang lain. Maka Lia mencari informasi dari teman sekelas Ferdian yang juga teman lengketnya, Gugun.

Mendapatkan informasi yang berharga, membuat Lia terbakar cemburu, ia mendatangi sekolah Indriani dan terjadilah adu debat di halaman sekolah. Mereka saling tampar, namun dapat di lerai oleh Ferdian.  Lia adalah gadis yang tidak mau tersaingi dan keinginannya tidak boleh ada yang menghalangi, untuk menghalalkan segala cara agar ia mendapatkan Ferdian kembali, Lia menyuruh orang untuk menculik Indriani.

Usaha penculikan pun berhasil ketika Indriani berada di depan rumahnya sepulang sekolah. Ia di bekap dan dinaikan dalam mobil. Namun penculikan ini di ketahui oleh pembantu Indriani, mereka segera minta tolong dan secara kebetulan datanglah Ferdian dengan motornya . Ferdian langsung mengejar, salah satu mobil penculik terbalik. Namun mobil yang satu lagi berhasil membawa Indriani ke sebuah rumah kosong. Ferdian berhasil mengendusnya dan langsung melabrak masuk melalui jendela kaca yang hancur tertembus motor. Indriani dapat di selamatkan.

Usaha Lia untuk mendapatkan Ferdian tidak berhenti hingga disini, ia mencoba peruntungan dari seorang dukun yang menyuruhnya mencuri celana dalam yang habis di pakai oleh Ferdian. Diam-diam Lia mengikuti Ferdian yang sedang di kolam renang. Ia menyelinap ke kamar ganti laki-laki. Maka di dapatkanlah celana dalam itu, namun sayangnya celana dalam tersebut yang jatuh di bawah Ferdian ternyata bukan miliknya, tapi milik orang lain. Maka Lia tidak berhasil membuat Ferdian bertekuk lutut, tapi malah orang lain yang datang dan langsung memeluk Lia.

Merasa belum puas untuk mendapatkan Ferdian setelah usahanya gagal, Lia kali ini menyuruh orang untuk menteror Indriani ketika sedang berada di toilet sebuah diskotik. Ia mengatakan akan menghancurkan muka Indriani kalau  masih berhubungan dengan Ferdian. Seketika itu juga Indriani langsung menjauhi Ferdian dan pulang naik taksi. Ferdian tidak habis pikir.

****

Suatu hari sekolah mengadakan study tour. Mereka menginap. Melalui seorang temannya, Lia tahu kemana mereka study tour dan menginap. Maka di pancinglah Indriani untuk masuk kesebuah ruangan kosong. Keduanya berantem, karena Indriani merasa sudah meninggalkan Ferdian, namun Ferdianlah yang selalu mengejarnya. Sedangkan Lia merasa kalau ialah yang berhak mendapatkan Ferdian. Namun sayang ketika sedang terjadi perkelahian, lampu minyak dipukul oleh Lia dan jatuh yang langsung membakar pintu, sedangkan Lia sendiri akhirnya jatuh tertimpa lemari. Merasa tidak tega Indriani menolong Lia dari jepitan lemari. Akhirnya Lia minta maaf dan membiarkan hubungan Indriani dengan Ferdian.

 

 

Posted in Resensi Film 70-90an | Tagged: , , , , , , , , , , , , | 1 Comment »

DIDI PETET DAN MERIAM BELLINA DALAM FILM ‘ JOE TURUN KE DESA ‘

Posted by Toto Andromeda on July 20, 2012

JUDUL FILM                        : JOE TURUN KE DESA

SUTRADARA                       : CHAERUL UMAM

SKENARIO                           : PUTU WIJAYA

MUSIK                                  :ARENG WIDODO

PRODUSER                          : FERRY ANGRIAWAN

TAHUN PRODUKSI           : 1990

PRODUKSI                           : PT.VIRGO PUTRA FILM

JENIS                                     : FILM DRAMA

PEMAIN                              : DIDI PETET, DONNY DAMARA,  MERIAM BELLINA, LEROY OSMANI, SILVANA HERMAN, DESSY RATNASARI, JAMES LAPIAN, HENGKY SOLAIMAN,  MALIH,

SINOPSIS :

Joe (Didi Petet) dan sekelompok mahasiswa lainnya di tugaskan untuk melakukan KKN di sebuah desa di wilayah Sukabumi. Dalam kelompok yang telah di bagi-bagi, Joe kebagian sebagai ketua membawahi teman-temannya.  Sampai di desa, Joe di tugaskan untuk mengawal barang bawaan dengan menaiki delman sapi, sementara teman-temannya seperti Pinky (Meriam Bellina), May (Silvana Herman), Iman (Leryo Osmani) dan juga Budi (James Lapian) menggunakan ojek untuk sampai ke desa yang di tuju. Kedatangan mereka di sambut oleh Kades Nugraha  dan perangkatnya.

Mereka menginap di kelurahan. Mereka di sambut antusias oleh para warga termasuk Neneng (Dessy Ratnasari) dan Ujang (Donny Damara), namun ada sekelompok berandalan desa yang tidak suka akan kehadiran mereka.

Dengan di pimpin oleh Joe mereka melakukan penelitian terhadap warga desa dengan membuat quosioner yang harus di isi. Namun di samping melakukan tugas-tugasnya, Iman dan Budi malah asyik bertaruh untuk menggaet Neneng.  Sementara Joe dan Pinky sibuk dengan urusannya untuk membuat quosioner. Meski pada awalnya mereka cukup kaget akan keadaan desa, namun lama kelamaan mereka terbiasa. Joe sendiri berpikiran kalau desa tersebut potensial untuk di jadikan tempat wisata di kemudian hari, sehingga ia mengadakan kursus bahasa Inggris untuk warga yang juga diikuti oleh Neneng dan kawan-kawan. Akan tetapi hal ini tidak di sukai oleh berandalan desa, sehingga mereka kerap kali mengganggu kegiatan ini.

Suatu hari Pinky dan Joe mampir di sebuah warung ketika akan mengadaan penyuluhan tentang KB di kelurahan. Namun Pinky keasyikan ngobrol dengan berandalan desa yang ternyata nyambung dengan perkataan Pinky. Sehingga Joe di suruh untuk jalan terlebih dahulu ke kelurahaan, sementara Pinky akhirnya diantar oleh salah seorang berandalan desa tersebut ke kelurahan. Meski Joe termasuk pak Kades melarang agar Pinky tidak bergaul dengan mereka, namun Pinky beralasan kalau ia mau memperdalam masalah, sehingga tidak menghiraukan perkataan Pak Kades. Puncaknya Pinky mengadakan penelitian terhadap mereka di sebuah bukit. Dengan senang hati Pinky membonceng motor yang di bawa oleh salah seorang berandalan tersebut menuju sebuah bukit. Tak di sangka di atas sana sudah menunggu kawan-kawannya. Pinky kaget, karena tujuan mereka adalah akan memperkosanya. Pinky berontak dan berhasil di tolong oleh Ujang dan Joe.  Pertolongan Ujang membuat Pinky berbunga-bunga seolah ada cinta di matanya.

*****

Tugas KKN sudah selesai, tibalah saatnya mereka untuk mengadakan perpisahan. Pada malam perpisahan, Neneng menari Jaipong dan menarik Iman untuk ikut menari. Betapa bahagianya Iman, budi pun menyusul. Namun di akhir acara, Ujang yang ternyata adalah seorang Insinyur pertanian bernama lengkap Sudrajat naik ke panggung dan memperkenalkan kalau Neneng akan bertunangan dengan lelaki pilihan hatinya yaitu Drs. Nugraha alias kepala Desa. Maka patah hatilah Iman dan Budi. Sementara itu Pinky dibuat berbunga karena Ujang akan pergi ke Jakarta dalam waktu dekat, dan Pinky siap menunggu.

 

Posted in Resensi Film 70-90an | Tagged: , , , , , , , , , , , | 1 Comment »

DIDI PETET & MERIAM BELLINA DALAM FILM ‘ NAMAKU JOE ‘

Posted by Toto Andromeda on July 18, 2012

JUDUL FILM                        : NAMAKU JOE

SUTRADARA                       : NASRI CHEPPY

CERITA                                  : NASRI CHEPPY

SKENARIO                           : NASRI CHEPPY

MUSIK                                  :HARRY SABAR

PRODUSER                          : FERRY ANGRIAWAN

TAHUN PRODUKSI           : 1988

PRODUKSI                           : PT.VIRGO PUTRA FILM

JENIS                                     : FILM DRAMA

PEMAIN                              : DIDI PETET, ONKY ALEXANDER, PARAMITHA RUSADY, MERIAM BELLINA, AMI PRIYONO, NANI WIJAYA, VICKY BURKY, DIAN NITAMI, ITANG YUNAZ, HENGKY SOLAIMAN, IDA KUSUMAH, HARRY SABAR

SINOPSIS :

Zulkifli Ahmad alias Joe (Didi Petet) seorang mahasiswa di sebuah perguruan tinggi pacar dari Fianti alias Fia (Paramitha Rusady). Bersama Roy (Onky Alexander) teman satu gengnya, Joe bertaruh ketika hadir mahasiswi Baru Pinky (Meriam Bellina) perempuan blasteran Jerman dan Jawa. Pinky adalah mahasiswa pacar dari Tony (Itang Yunaz) namun hubungannya harus kandas karena  Tony kepergok sedang menghisap obat-obatan terlarang.

Hal ini dimanfaatkan oleh Joe untuk mendekati Pinky. Dengan dukungan dari Roy, Joe berusaha meraih simpati Pinky dengan fasilitas mobil pinjaman Roy. Bahkan dengan tampangnya yang sebenarnya kampungan, Joe mengaku memiliki rumah di Pondok Indah dan mentraktir makanan Eropa. Hasilnya Joe tidak bisa bayar dan harus ngutang.  Sementara itu Roy kecewa pada ayahnya karena Ayahnya berselingkuh dengan wanita lain, namun Roy diam saja.  Hal ini dimanfaatkan oleh Roy agar ayahnya tidak marah-marah ketika Roy akan meminjam mobilnya.

Usaha Joe untuk meraih simpati Pinky belum juga berhasil karena Pinky sendiri merasa biasa-biasa saja menghadapi Joe, namun Joe menganggap Pingky lebih. Sedangkan Joe sendiri akhirnya harus melupakan Fia untuk mengejar Pinky. Di lain sisi Fia akhirnya berkenalan dengan Tony, mantan pacar Pinky. Joe berusaha mengingatkan Fia kalau Tony bukanlah lelaki baik-baik, namun Fia yang sudah kecewa pada Joe tidak mau mendengarkannya. Di sisi lain, setelah Joe mengutarakan isi hatinya pada Pinky lewat surat, Joe harus patah hati karena selama ini Pinky hanya menganggapnya teman biasa. Joe Kecewa dan ingin kembali pada Fia. Sementara Fia sudah melayang dan bersama Tony.

Suatu malam di tengah hujan, Joe  pergi kerumah Fia yang sedang sendirian. Ia melihat mobil Tony sudah terparkir di halaman rumah. Sayup-sayup terdengar teriakan Fia yang minta tolong. Joe bergegas memecahkan kaca Jendela dan berhasil masuk ke rumah Fia untuk menyelamatkannya ketika Tony mau memperkosanya. Hasilnya Joe berhasil menyelamatka Fia. Akhirnya merekapun kembali dekat.

Namun belum selesai sampai di situ, karena Tony masih hidup dan tidak mau meleaskan Fia. Ia mengerek mobil yang di tumpangi Joe dan Fia hingga kepalanya berada di bawah. Namun Joe dan Fia berhasil di selamatkan. Sedangkan Tony akhirnya mati terbunuh setelah Roy menenggelamkannya ke dalam bak mandi.

 

 

Posted in Resensi Film 70-90an | Tagged: , , , , , , , , , , , , , , | Leave a Comment »

JAMAL MIRDAD DAN LIDYA KANDOU DALAM FILM RAMADHAN DAN RAMONA

Posted by Toto Andromeda on July 18, 2012

JUDUL FILM                        : RAMADHAN DAN RAMONA

SUTRADARA                       : CHAERUL UMAM

CERITA                                  : ARIFIN C NOER

SKENARIO                           : PUTU WIJAYA

PRODUSER                          : ALEXANDER TEDJA

TAHUN PRODUKSI           : 1992

PRODUKSI                           : PT. CITRA WIWITAN FILM

JENIS                                     : FILM DRAMA

PEMAIN                              : LIDYA KANDOU, JAMAL MIRDAD, SILVANA HERMAN, LEROY OSMANI, AMAK BALJUN, AMI PRIYONO, DEDDY MIZWAR, HENGKY SOLAIMAN, HIM DAMSIK, LENNY MARLINA, NIA RANI, TUTY SUPRAPTO

SINOPSIS :

Ramadhan (Jamal Mirdad) seorang anak bangsawan dari Malaysia pergi ke Jakarta untuk menyelami dan merasakan hidup mandiri untuk mencari pengalaman dengan bekerja. Di tempat kerjanya ia berkenalan dengan Ramona (Lidya Kandou) seorang wanita yang cekatan namun tegas.  Di tempat kerjanya tersebut, Ramadhan bertugas melayani tamu yang ingin membeli pakaian, sementara itu Ramona terlibat konflik dengan Roy, anak pemilik toko tempat ia bekerja. Ramona tidak terima karena Roy telah menyia-nyiakan Ira sahabatnya yang dihamili oleh Roy. Untuk itulah ia meminta mama Roy agar Roy mau bertanggungjawab atas perlakuannya pada Ira.

Perkenalan Ramadhan dan Ramona langsung klik, Ramadhan langsung terkesan dengan Ramona, namun tak lama Ramona pindah kerja karena merasa tidak puas denga perlakuan bosnya. Ramona pindah kerja di hotel. Tanpa sengaja Ramadhan kembali bertemu Ramona dimana ia kerja.  Hubungan kedua insan ini pun terus berlanjut. Namun kerja di Hotel tidak membuat Ramona kerasan, ia kembali keluar dari pekerjaannya karena tidak cocok dengan bosnya yang mencintainya. Namun demikian hubungan Ramadhan dan Ramona makin akrab, walaupun Ramona sebenarnya menghindari laki-laki yang ingin mendekatinya termasuk Ramadhan, namun Ramadhan dengan gigih mengikuti kemanapun Ramona pergi. Pindah kerja dari hotel, Ramona mencoba menjadi kondektur bis, Ramadhanpun dibuat untuk terus membayangi kemanapun Ramona pergi, akibatnya ia sering bolos kerja, Ramadhan terkesan dengan kepribadian Ramona yang mau bekerja apa saja, tidak seperti cewek-cewek yang selama ini mengejarnya hanya ingin hartanya saja.

Ramadhan yang Ramona pikir adalah pemuda lugu dan sederhana, namun belakangan Ramona akhirnya tahu siapa Ramadhan sebenarnya dari Roy. Merasa telah di bohongi selama ini oleh Ramadhan, ia marah dan tidak mau bertemu kembai dengannya. Ramona bahkan mengaku sudah memiliki tunangan ketika ia bekerja di Cineplex. Belakangan di ketahui kalau tunangannya adalah bayaran Ramona agar Ramadhan cemburu. Tidak hanya sampai disini, Ramadhan gigih sekali untuk mencari keberadaan Ramona termasuk ketika Ramona sedang pergi kelombok dan pulau. Namun disana Ramadhan mendapati kalau Ramoda adalah perempuan yang berbeda. Ramona yang di lihatnya adalah Ramona yang anak orang kaya dan bukan anak orang miskin yang harus bekerja. Akhirnya Ramadhan tahu kalau Ramona pun ingin mencari jati dirinya.

Namun untuk menaklukkan hati Ramona harus di lakukan usaha keras, hingga akhirnya Ramadhan putus asa dan bermaksud pulang ke Malaysia. Namun tanpa di sengaja Ramona yang kebetulan mau pergi ke Lombok bertemu dengan Ramadhan. Keduanya pun terlibat obrolan serius yang masing-masing mempertahankan argumennya. Namun akhirnya meski a lot, keduanya berbaikan.

****

Ramadhan dan Ramona merupakan film terbaik FFI 1992. Di bawakan secara ringan dan unsure komedi, film ini mampu menghibur. Film ini juga di suguhin lagu-lagu yang di bawakan oleh Silvana Herman alias Ano dengan iringan piano yang berdenting sehingga penonton di bawa untuk terlena dalam dentingan Piano. Tercatat ada tiga lagu yang di bawakan oleh Ano.

Posted in Resensi Film 70-90an | Tagged: , , , , , , , , , , , , , | 1 Comment »

MARINI & ROY MARTEN DALAM FILM JANGAN MENANGIS MAMA

Posted by Toto Andromeda on June 28, 2012

JUDUL FILM                        : JANGAN MENANGIS MAMA

SUTRADARA                       : SOFIA WD

MUSIK                                  : IDRIS SARDI

PRODUSER                          : ALEXANDER TEDJA

TAHUN PRODUKSI           : 1977

PRODUKSI                           : PT. ISAE FILM

JENIS                                     : FILM DRAMA

PEMAIN                              : MARINI, ROY MARTEN, SHANTI SARDI, DADI , RD MOCHTAR, DODDY SUKMA

SINOPSIS :

Nani (Marini) meminta izin untuk menikah dengan orang yang dicintainya Hendra (Roy marten) namun ditentang habis-habisan oleh Ibunya, meski ayahnya menyetujuinya namun ia tidak bisa berbuat apa-apa karena ibunya lebih memegang peranan.  Walau tidak disetujui namun akhirnya keduanya menikah dan hidup jauh dari orang tuanya. Pada awalnya, pasangan pengantin muda tersebut menumpang pada salah seorang sahabatnya Herman. Namun akhirnya keduanya memilih untuk mengontrak rumah.

Kehidupan pasangan Nani dan Hendra sangat bahagia hingga di karuniai tiga orang anak yakni Budi, Lili (Shanti Sardi) dan si bungsu Wawan.  Sebagai ibu rumah tangga, Nani membantu ekonomi keluarga dengan menjadi penjahit di rumah, sementara Hendra menjadi Guru atas rekomendasi temannya, Herman. Meski sudah memiliki anak hingga tiga orang, namun orang tua Nani, terutama Ibunya masih belum mau memaafkan anaknya karena tidak menuruti perintahnya untuk tidak kawin dengan Hendra.  Hal ini juga yang membuat Nani tidak siap untuk mengunjungi ibunya meski Hendra selalu mengajaknya.

Kebahagiaan pasangan Nani dan Hendra tidak berlangsung lama, karena ketika hari ulang tahun Lili yang ke 7 Hendra kecelakaan dan harus tewas. Sepeninggal Hendra menjadi hari-hari yang cukup berat bagi Nani karena harus menghidupi keluarganya, beruntunglah karena tetangganya Mak Odah baik hati. Mengetahui beban Ibunya yang semakin berat membuat Budi anak sulungnya secara diam-diam membantu mencari uang dengan menjadi pemungut bola selepas pulang sekolah. Demikian juga Lily ikut membantu menjualkan kue milik mpok Roldiah di sekolah. Kepedihan ini tidak hanya sampai disini, karena ketika Budi yang jual ikut berjualan kue di sekolah tidak di bayar ketika temannya mengambil makanan, bahkan uang Budi yang harus di setorkan kepada Mpok Roldiah pun di rampas. Sehingga Budi harus berpikir keras untuk bisa mencari uang setoran. Satu-satunya cara adalah dengan bolos sekolah untuk memungut bola. Namun sialnya, kali ini mamanya, Nani memergoki Budi dan menjewernya untuk pulang.

Nani tidak tahu latar belakang kenapa Budi sampai berjualan kue.  Nani pun ke sekolah Budi dan Lily untuk mengetahui kalau anaknya yang belakangan di ketahui sering bolos. Namun Nani terkejut karena Budi ternyata hanya pernah membolos sekali dan tidak pernah menunggak uang sekolah, padahal menurut Budi, ia telah di bebaskan dari uang sekolah. Nani tidak tahu kalau selama ini secara diam-diam Budi membantu membayarkan keuangan sekolah dari hasilnya bekerja. Selepas dari ruang kepala sekolah, di halaman sekolah Nani melihat Budi dan Lily sedang membawa barang jualan. Melihat Ibunya, Budi dan Lily menjadi ketakutan karena takut di marahi. Keduanya pun lari dari sekolah, namun akhirnya di pulangkan oleh seorang polisi ketika mereka kesasar dan tidak tahu jalan pulang.

Akhirnya Nani pun sadar kalau selama ini anaknya sudah membantunya.

Ujian sekolah usai, Lily naik kelas dan budi lulus sekolah, namun disaat yang bersamaan Ibunya di rawat di rumah sakit. Saat itu juga datang Ibu Nani, Nenek dari Budi dan kakeknya yang datang mencarinya. Akhirnya mereka di pertemukan di rumah sakit.

Posted in Resensi Film 70-90an | Tagged: , , , , , , , , , , , , | 1 Comment »

TANTI YOSEPHA & BAGUS SANTOSO DALAM FILM ” MISTERI SUMUR TUA “

Posted by Toto Andromeda on May 22, 2012

JUDUL FILM                        : MISTERI SUMUR TUA

SUTRADARA                       : ALI SHAHAB

CERITA                                  : ALI SHAHAB

SKENARIO                           : ALI SHAHAB

PRODUSER                          : NY LEONITA SUTOPO

TAHUN PRODUKSI           : 1987

PRODUKSI                           : PT. INEM FILM

JENIS                                     : FILM HOROR

PEMAIN                              : TANTI YOSEPHA, BAGUS SANTOSO, HANA WIJAYA, MUNI CADER, YAN BASTIAN, ALFIAN, PIET PAGAU, SAMSYURI KAEMPUAN

SINOPSIS :

Film ini Diangkat dari Novel karya Ali Shahab berjudul Mayat-Mayat Merangsang.

Adegan di buka dengan kematian Ny. Margaretha istri dari tuan Gunawan(Muni Cader). Namun selang sehari, Mayat Ny. Margaretha hilang. Polisi berusaha menyelidiki hilangnya mayat Ny. Margaretha dengan berbagai kemungkinan. Belum selesai dengan  penyelidikan mereka, Mayat istri Tuan Gunawan sudah di kembalikan oleh pencurinya.  Dari hasil pemeriksaan di ketahui dalam mayat Ny. Gunawan terdapat garam hasil dari keringat yang mengering dan sperma.

Pencurinya ditengarai adalah seorang yang menderita kelainan seksual Nekrophilia atau orang yang suka meniduri mayat.  Adalah Omen (Syamsuri Kaempuan) yang bertugas mencuri dan mengembalikan mayat-mayat yang di curi atas tuduhan Ny. Netty.

Di desa tersebut tinggal Netty (Tanti Yosepha) seorang perempuan mantan pemain sandiwara keliling yang menjadi primadona,  istri dari tuan Karel almarhum yang di bunuh oleh Ny. Netty dengan meracuninya di sop jamur yang dimakannya, karena Ny. Netty mencintai Albert (Piet Pagau). Meski Netty memiliki seorang anak, Pieter (Bagus Santoso) namun perselingkuhan itu terjadi dan kematian Tuan Karel terjadi ketika Pieter masih berumur 12 tahun.  Pasca kematian suaminya, Netty menikah dengan Albert. Saat itu pula ia mengajak Meriem anak tiri Netty yang juga merupakan anak dari Tuan Karel untuk tinggal bersama ibu tirinya. Namun dibalik kebaikan Albert, ternyata diam-diam ia menyukai Meriem dan menidurinya hingga hamil. Keadaan ini di ketahui oleh Netty yang langsung membunuh Meriem dengan menyuruh Omen (Syamsuri Kaempuan) pembantu setianya untuk mencekiknya hingga tewas. Setelah Meriem tewas, Netty yang mengetahui kalau Pieter mencintai Meriem tapi pemalu menyuruhnya untuk meniduri Meriem ketika sudah menjadi mayat. Sementara itu Albert akhirnya ikut mati di tembak oleh Netty setelah melihat Pieter sedang tidur bersama Mayat Meriem. Netty Marah pada Albert karena telah berani tidur dengan anak tirinya.

Pieter merasa heran akan perintah mamanya yang selalu menyuruhnya meniduri mayat wanita yang cantik dan muda. Atas cerita Omen, akhirnya Pieter paham, kenapa setiap tanggal 13 Oktober selalu mendapat hadiah mayat wanita cantik, karena sebagai hadiah ulang tahunnya. Pieter akan disuruh untuk meniduri mayat tersebut.

*****

Ketika sedang menggembala, Pieter melihat seorang gadis dan sopirnya yang berhenti karena mobilnya mogok. Pieter menolongnya dengan mengambilkan air. Akhirnya Pieter berkenalan dengan perempuan tersebut yang bernama Martha (Hanna Wijdaya) anak dari Tuan Gunaw an. Bahkan Pieter dan Martha akhirnya saling suka.  Namun hal ini disembunyikan dari Ny. Netty karena pasti akan marah.  Namun akhirnya perbuatan Pieter di ketahui oleh Mamanya. Ia  marah pada Omen karena tidak memberitahukannya.

Penyelidikan polisi mulai membuahkan hasil. Ia mulai menyimpulkan atas korban-korban yang selalu terjadi pada tanggal 13 Oktober dan selalu di buang ke sumur.  Polisi mulai mengendus rumah Netty dan memancingnya untuk berbicara tapi tidak berhasil.

Pada tanggal 13 Oktober tepat ulang tahun Pieter yang ke 23, Martha di jemput oleh Omen, sementara sepeti biasa Pieter menunggunya di bukit. Namun ketika Pieter menunggu di bukit, atas perintah Netty, omen membawa Martha ke rumahnya.  Netty akan membunuh Martha agar Pieter menikmati tubuh mayat kembali ketika ulang tahun. Netty tidak ingin kalau Pieter yang sensitive akan disakiti hatinya oleh perempuan, namun jika dengan mayat maka Pieter tidak akan dibuat sakit hati, demikian alasan Netty. Namun Netty yang sudah sakit jiwa dengan menjerumuskan anaknya untuk menikmati tubuh mayat semakin marah ketika Martha bilang kalau ia mencintai Pieter. Netty menyuruh Omen untuk mencekik Martha. Namun Omen menolaknya dengan melempar benda yang ada di dekatnya pada Netty. Netty semakin marah dan menembak Omen.

Netty semakin marah pada Martha karena sejak kehadirannya, anaknya Pieter dan Omen berani berkhianat pada Netty. Ketika Netty bersiap membunuh Martha, saat itulah Polisi datang.  Namun karena Netty melawan, terpaksa Polisi menembak Netty. Pieter kembali dari bukit dan mendapati mamanya yang sedang sekarat. Akhirnya Netty tewas.

 

Posted in Resensi Film 70-90an | Tagged: , , , , , , , , , , , , | Leave a Comment »

WILLY DOZAN DALAM FILM “PENDEKAR LIAR”

Posted by Toto Andromeda on May 14, 2012

JUDUL FILM                        : PENDEKAR LIAR

SUTRADARA                       : DASRI YACOB

CERITA                                  : CINTA ALAM SEMESTA FILM

SKENARIO                           : NASRY CEPPY

PRODUSER                          : R.M SOETARTO

TAHUN PRODUKSI           : 1982

PRODUKSI                           : PT. CINTA ALAM SEMESTAFILM

JENIS                                     : FILM SILAT

PEMAIN                              : WILLY DOZAN, WINNY ADITYA D, TITIEN SUHERMAN, SUTRISNO WIDJAYA, FARIED M THOHIR, SAIFUL NAZAR,  UJANG SUPARTA, LEO DOZAN

SINOPSIS :

Angga (willy Dozan) tinggal dan di asuh oleh Cokro (Sutrisno Wijaya). Ia di bekali ilmu silat. Antara Angga dan Cokro sering beradu ilmu, namun Angga tidak pernah berhasil mengalahkan Cokro karena ilmu yang di berikan memang hanya sebatas ilmu biasa. Pada suatu malam Angga di ganggu oleh bisikan yang mengatakan tentang siapa Cokro sebenarnya. Bisikan-bisikan tersebut terus mengganggu Angga kalau Cokrolah pembunuh kedua orang tua Cokro.  Angga  disuruh untuk meninggalkan Cokro. Merasa terganggu dengan bisikan-bisikan tersebut, diam-diam Angga mencari tahu siapa Cokro sebenarnya. Angga akhirnya menemukan sebuah kalung  pasangan dari kalung yang Angga pakai yang di tengarai milik ibunya.

Setelah menemukan kalung milik ibunya, akhirnya Angga membulatkan tekad untuk mengembara setelah sebelumnya ia menyerahkan kalung tersebut kepada Surti, tetangganya yang ibunya meninggal akibat bunuh diri karena Cokro.

Dalam pengembaraan,  Angga bertemu dengan rombongan penari yang hartanya dirampok dan di bakar. Salah seorang dari rombongan penari tersebut, Warni  selalu mengikuti kemana perginya Angga. Akhirnya keduanya sepakat untuk berkelana bersama.

*****

Selama dalam pengembaraan bersama Warni, Angga bertemu dengan oleh seorang kakek yang mengajarkan ilmu silat. Setelah selesai mengajarkan ilmunya, maka kakek tersebut meninggalkan Angga dan berpesan untuk melupakan dendamnya kepada Cokro. Ketika Angga berusaha melupakan dendam pada Cokro, suara-suara gaib yang pernah membisikkannya muncul kembali. Ia memprovokasi Angga untuk membalas dendam pada Cokro kembali. Angga terpengaruh dan berlatih keras agar dapat mengalahkan Cokro.  Tanpa kenal lelah ia terus berlatih sehingga membuat Warni bingung dan mencari Angga. Namun tanpa di ketahui oleh Angga, ketika Warni sedang mencari Angga, ia ditangkap oleh seseorang dan memperkosanya. Warni pulang dalam kondisi terluka. Angga kaget melihat luka ditubuh Warni.  Warni akhirnya tewas secara mengenaskan. Namun Angga menemukan gelang milik Cokro didalam genggaman Warni, sehingga tahulah Angga siapa pelakunya.  Angga Segera mencari keberadaan Cokro.

Akhirnya Angga berhasil melakukan balas dendam setelah bertemu Cokro, namun ketika Angga akan membunuh Cokro, tiba-tiba muncullah Broto, Saudara kembar Cokro. Angga dibuat bingung. Namun akhirnya Angga tahu kalau Brotolah yang telah membunuh kedua orang tuanya.  Perkelahian pun terjadi. Namun Broto berhasil menyandera Surti ketika dalam perkelahian tersebut Surti datang. Akhirnya terungkap kalau Surti sebenarnya adalah anak Broto dari Darsih yang telah bunuh diri. Pertarungan pun dilanjutkan. Angga berhasil melumpuhkan Broto dan hampir membunuhnya sebelum akhirnya Surti memohon pada Angga untuk tidak membunuhnya.

 

 

Posted in Resensi Film 70-90an | Tagged: , , , , , , , | 1 Comment »

ENNY BEATRICE & DINA MARIANA DALAM FILM “PERSAINGAN REMAJA”

Posted by Toto Andromeda on May 2, 2012

JUDUL FILM                        : PERSAINGAN REMAJA

SUTRADARA                       : WILLY WILIANTO

CERITA                                  : WILLY WILIANTO

SKENARIO                           : BUCE MALA

PRODUSER                          : NY. LEONITA SUTOPO

TAHUN PRODUKSI           : 1984

PRODUKSI                           : PT. INEM FILM

JENIS                                     : FILM DRAMA

PEMAIN                              : ENNY BEATRICE, DINA MARIANA, AVENT CHRISTIE, DONNY NURHADI, ZAINAL ABIDIN, PRIA BOM BOM, AMINAH CENDRAKASIH, CHERY IVONE, SHERLY SARITA, URIP ARPHAN, ZAITUN, ANWAR FUADY

SINOPSIS :

Pak Zaenal (Zainal Abidin) seorang pengusaha yang sukses memiliki empat orang anak-anak yang sudah besar, Joni, Boni, Susi dan Bom Bom. Zainal merupakan tipikal orang tua yang berwatak keras dalam mendidik anak, sehingga anak-anaknya disuruh untuk belajar dan belajar. Termasuk Boni (Donny Nurhadi) anaknya yang masih kuliah.  Boni disuruh belajar bahasa Perancis karena akan di kirim ke Paris, untuk itulah Zainal mencari guru bahasa Perancis. Maka di temukanlah Mira (Enny Beatrice) sebagai guru bahasa Perancis.  Rupanya Boni dan Mira sudah saling kenal muka sebelumnya walau belum tahu nama masing-masing. Meski Boni di kenal kasar, namun Mira sebagai guru lesnya bisa mengambil hatinya. Boni pun semangat untuk belajar di Flat milik Mira.  Boni dan Mira saling suka. Mira tinggal sendiri di flat. Mira suka kedatangan adiknya, Dina ke flatnya. Dina adalah adik Mira yang masih kuliah namun kost di tempat yang berbeda.

Mira sebenarnya sudah memiliki pacar Indra (Avent Christie) namun karena Indra kedapatan memiliki perempuan lain, maka Mira marah padanya.

Sementara itu di kampusnya, Boni memiliki pacar bernama Dina (Dina Mariana), namun Dina merasakan kalau Boni jarang sekali menemuinya akhir-akhir ini. Setelah ditanyakan, Boni beralasan kalau dirinya sibuk .

Hubungan Boni dan Mira makin intim, merekapun akhirnya berpacaran. Sebagai seorang kakak, Mira sangat gembira dan menceritakan pada Dina kalau ia memiliki pacar, seorang pemuda yang lincah, kocak dan lebih muda. Untuk itu Mira ingin mengenalkan pacar Mira pada Dina. Saat itupun tiba, Dina datang ke tempat dimana kakaknya akan memperkenalkan pacar barunya. Namun betapa kagetnya Dina kalau pacar kakaknya ternyata adalah Boni, pacarnya juga. Namun secara refleks, Dina pura-pura tidak mengenal Boni agar kakaknya tidak kecewa.  Setelah di perkenalkan, Dina buru-buru pergi untuk pulang. Dina tidak mau kalau kakaknya tahu. Sementara Boni sendiri menjadi bingung. Ia ingin menjelaskannya pada Dina tapi Dina tidak bisa menerima penjelasannya.  Akhirnya Dina mengalah dan menyuruh Boni untuk menikahi kakaknya.  Tanpa sepengetahuan Mira, Dina datang kerumah Boni untuk menemui ayahnya agar Boni di ijinkan menikah. Esoknya Boni memperkenalkan Mira pada keluarganya untuk dijadikan istri.  Mereka menyetujuinya. Maka mulailah Mira memilih-milih ranjang pengantin dengan di temani Dina.

Sementara itu Boni mulai ragu akan pilihan yang di pilihkan Dina. Sebenarnya ia masih mencintai Dina, maka dari itu Boni datang ke kost Dina untuk membicarakan perasaannya. Namun Boni meminta untuk berbicara di tempat lain. Ketika Boni dan Dina sedang keluar untuk berbicara, datanglah Mira ke kamar Dina. Betapa kagetnya Mira karena di bawah tumpukan buku yang berserakan di kasur ada foto Boni dan Dina. Akhirnya Mira tahu kalau Dina adalah pacar Boni.  Akhirnya Mira mengalah, dan meminta Boni untuk memilih Dina. Meski Boni berusaha meyakinkan namun Dina tetap menolak kehadiran Boni. Akhirnya Boni memutuskan pergi ke Paris. Ia meninggalkan Surat di bawah pintu tempat tinggal Dina. Ketika Dina membaca surat tersebut, ia kaget dan langsung berlari menuju Bandara untuk mengejar Boni. Namun pesawat ke Paris sudah berangkat. Akhirnya sambil menangis Dina pulang ditemani Mira. Di dalam taksi ia menyesali kenapa Boni secepat itu pergi padahal ia masih mencintainya. Namun Dina terkejut karena sopir taksi tersebut adalah Boni.

 

 

 

Posted in Resensi Film 70-90an | Tagged: , , , , , , , , , , , , | Leave a Comment »

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 2,367 other followers