Movie, Photography and Hobby

Indonesian Old Movie Lovers

Posts Tagged ‘Resensi Film Indonesia’

LEO CHANDRA DALAM FILM ‘ DARAH LIMA NAGA ‘

Posted by jejakandromeda on March 14, 2012

JUDUL FILM                        : DARAH LIMA NAGA

SUTRADARA                       : SA KARIM

CERITA                                  : PIETRAJAYA BURNAMA

SKENARIO                           : PIETRAJAYA BURNAMA

SOUNDMAN                      : ENDANG

PRODUSER                          : NY. LEONITA SUTOPO

TAHUN PRODUKSI           : 1983

PRODUKSI                           : PT. CANCER MAS FILM

JENIS                                     : FILM SILAT

PEMAIN                              : LEO CHANDRA, TAMARA NATHALIA, TANAKA, ROBERT SANTOSA, ERNA SANTOSO, HADISYAM TAHAK, ZURMAINI, ZAITUN

SINOPSIS :

Putri Raja Bandar Hulu (Tamara Nathalia) ditugaskan untuk mengantarkan peta Harta Karun dan Perhiasan ke Raja Bandar Hilir dengan di kawal oleh Pendekar Darah Lima Naga yang terdiri dari Chandra (Leo Chandra), Sumi, Yani, Pawang dan Surya.  Mereka di tugaskan untuk mengawal ketat tuan putri. Perjalanan kafilah putri raja di ketahui oleh para penjahat yang ingin mengincar harta dan peta harta karunnya serta tuan putrid sendiri. Selama dalam perjalanan, mereka selalu di hadang oleh kawanan begal yang siap merampas harta dan peta harta karun tuan putri.

Tangan Besi adalah merupakan salah satu begal yang ingin merampas harta tuan putri. Namun tangan besi berhasil di lumpuhkan oleh Darah Lima Naga. Sehingga ia bergabung dengan Si Cakar maut untuk bersama-sama merampas peta harta karun. Namun kali ini niatnya meleset. Si Cakar maut berhasil di bunuh.

****

Sementara itu Bargola juga menjadikan tuan putri sebagai target utama. Di sebuah desa rombongan tuan  putri bertemu Bargola. Meski tidak terjadi perkelahian, namun Bargola selalu mengikuti kemana tuan putri pergi. Ketika malam tiba saat tuan putri sedang beristirahat di hutan, maka bargola dan anak buahnya melancarkan aksinya. Dalam perkelahian tersebut Bargola terluka. Ia di bawa ke pondokan oleh anak buahnya. Namun disaat terluka, Pergiwa salah seorang anak buahnya berhasil membunuhnya setelah Bargola melanggar pantangan melakukan kejahatan di malam purnama penuh sehingga kekuatannya berkurang. Pergiwa akhirnya menggantikan Bargola untuk menguasai hutan tersebut.  Aksi Pergiwa ini berhasil setelah secara tidak langsung di bantu oleh gurunya (Hadisyam Tahax). Pergiwa berhasil menguasai semua ilmu Bargola setelah mengambil jimat miliknya atas petunjuk dari gurunya. Kini Pergiwa menjadi orang yang sakti.

Lepas dari Bargola, rombongan tuan putri belum bisa bernafas lega, karena ia kini dibayang-bayangi oleh Pergiwa yang ining merebut tua putri dan merampas hartanya. Sehingga terjadi perkelahian. Namun sayang Darah Lima naga harus kehilangan dua orang anggotanya, Surya dan Pawang tewas dalam perkelahian tersebut.

Sementara itu Pergiwa meminta bantuan gurunya agar dapat merebut peta harta karun dari tuan puteri. Melalui janji berdua yang di ikrarkan, akhirnya pergiwa mendapatkan ilmu tambahan dari gurunya. Ia kembali menyusul kepergian tuan putri. Di sebuah pantai yang landai, kembali terjadi perkelahian antara Pergiwa dan pendekar darah Lima Naga yang tersisa. Sumi dan Yani mati terbunuh. Kini tinggallah Candra sendirian. Ia pun berhasil di kalahkan dan jatuh pingsan. Tuan putri akhirnya jatuh ke tangan Pergiwa, namun disaat ia hendak menikmati tubuh tua putrid, datanglah gurunya yang meminta haknya yaitu tua putri. Setelah di pelajari, ikrar yang di ikrarkan bersama gurunya ternyata hanya membohongi dirinya sendiri, sehingga Pergiwa marah pada gurunya. Pergiwa tewas setelah gurunya menyerang balik ketika  Pergiwa menuntut akan haknya.

Sebenarnya letak peta harta karun berada di bibir tuan  putri. Tuan puteri di bawa oleh gurunya untuk di jadikan istri. Pada saat itulah pamannya Raja Hilir datang. Ia berhasil menolong tuan putri. Belakangan di ketahui kalau Chandra adalah anak dari Raja Hilir itu sendiri, sehingga  tuan putrid kaget karena tidak diberitahu kalau saudara sendirilah yang selama ini mengawalnya.

 

Posted in Resensi Film 70-90an | Tagged: , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 2 Comments »

YAN BASTIAN DALAM FILM ‘ SILUMAN CLURIT PERAK ‘

Posted by jejakandromeda on March 8, 2012

JUDUL FILM                        : SILUMAN CLURIT PERAK

SUTRADARA                       : DASRI YACOB

SKENARIO                           :  TEGUH WALUYO

SOUNDMAN                      : IBNU HASAN

PRODUSER                          : TIEN ALI

TAHUN PRODUKSI           : 1988

PRODUKSI                           : PT. INEM FILM

JENIS                                     : FILM SILAT

PEMAIN                              : YAN BASTIAN, JAMAL JENTAK, YANI TIMOER, RUSLAN BASRIE, SYAIFUL NAZAR

SINOPSIS :

Cerita di mulai dengan berlangsungnya pernikahan sepasang pengantin baru Sita dan suaminya yang sedang di langsungkan. Ketika pesta berlangsung, tiba-tiba suami sita minta ijin untuk kebelakang sebentar. Namun naas baginya. Di belakang ia dipancing keluar oleh Siluman Wanita Iblis atau Sekar Harum yang menyamar sebagai istrinya. Akhirnya Suami sita dapat di perdaya, ia menjadi korban kekejaman Wanita Iblis yang selalu mengambil korbannya dengan menghisap alat vital korban.  Penduduk desa di buat geger. Malam harinya Suami Sita yang sudah berubah ujud menjadi setan mendatangi Sita dan membunuh kedua orang tua Sita. Sita berhasil di selamatkan penduduk desa dan diserahkan oleh lurah desa tersebut, Dirga Kusuma (Yan Bastian).

Sebagai seorang lurah, banyak sekali yang tidak suka akan kelakuannya, termasuk juga Brata. Keberadaan Sita di rumah Ki Lurah dianggap aman. Malam itu Sita tidur bersama anak Ki Lurah, Sundari. Namun disaat itulah Dirga Kusuma mendengar bisikan gaib yang menyuruhnya untuk melakukan perbuatan terkutuk dengan menikmati darah perawan jika ingin ilmunya sakti. Sebelum melakukan niatnya, Dirga Kusuma lantas membunuh istrinya terlebih dahulu dan membawa Sita ke kamarnya. Ketika Sita sedang di gerayangi dalam keadaan tidak sadar, tanpa disadari oleh Dirga Kusuma, perbuatannya diketahui oleh Sundari.  Sundari marah karena mendapati ibunya juga sudah meninggal. Saat itulah Sita tersadar dan kabur. Dirga Kusuma gagal melakukan perbuatannya.

Penduduk yang mendengar jeritan Sita segera menolongnya namun tidak mendapati keberadaan Sita, , termasuk Brata yang paling lantang meneriakkan dan mencari keberadaan Dirga Kusuma yang menjadi biang penyebabnya, namun hanya mendapati Sundari anaknya. Maka untuk memancing Dirga Kusuma keluar, Brata membawa Sundari dan mendorongnya ke jurang setelah sebelumnya membuat mata kanan Sundari buta.

****

Kekosongan jabatan lurah menjadi peluang bagi Brata untuk merebutnya.  Saat yang bersamaan datanglah Rangga, seorang pendekar yang berhasil menyelamatkan Sita. Maka Sita tinggal bersama Ki Lurah Brata.

Selepas kepergian Dirga Kusuma, penduduk desa masih di terror dengan munculnya siluman kelelawar yang mencari korban anak perempuan dan menghisap darah perawannya. Saat itulah muncul Rangga yang berhasil menolong penduduk desa dengan melepaskan anak panah yang mengenai kelelawar tersebut.  Rangga berhasil mengikuti kelelawar yang terkena panahnya, hingga kerumah Ki Lurah Brata. Ketika sampai di rumah, Brata meminta Sita mencabut panahnya. Melihat panah yang tertancap, Sita berujar kalau ia mengenali panah tersebut.  Namun malang baginya, ia justru di akan di perkosa oleh Brata setelah mengetahui kalau sita tahu tentang panah tersebut. Namun sebelum selesai menuntaskan niatnya, niat Brata berhasil di gagalkan oleh Rangga. Saat Rangga sedang lengah, maka Brata pun kabur. Sita juga hilang karena di suruh untuk mencari air suci yang akan membuatnya sakti mandraguna.

Sementara itu Dirga Kusuma akhirnya di tolong oleh Sekar Harum atau Siluman Wanita Iblis, dan menjadi awet muda.  Sedang Sundari juga berhasil di tolongo oleh Dirga Kusuma.

Di akhir kisah terjadi pertarungan antara Rangga yang di bantu oleh Joko Kentut (Syaiful Nazar) dan saudara perempuan satu perguruan  melawan Dirga Kusuma dan Brata serta Sekar Harum. Ketika dalam kondisi kritis muncullah Sita yang membawa kendi air suci yang dapat membuat sakti. Kend i itu menjadi rebutan Brata dan Dirga Kusuma. Namun ketika mereka lengah, Sekar Harumlah yang berhasil mengambil dan meminumnya. Bukan kesaktian yang di dapat namun tubuhnya menjadi menakutkan buah dari keserakahannya.  Sekar harum pun mati.

Posted in Resensi Film 70-90an | Tagged: , , , , , , , , , , | Leave a Comment »

MERIAM BELLINA DALAM FILM ” PERMATA BIRU “

Posted by jejakandromeda on March 1, 2012

JUDUL FILM                        : PERMATA BIRU

SUTRADARA                       : WIM UMBOH

CERITA                                  : WIM UMBOH

SKENARIO                           : WIM UMBOH

MUSIK                                  : BILLY J BUDIARJO

PRODUSER                          : FERRY ANGRIAWAN

TAHUN PRODUKSI           : 1984

PRODUKSI                           : PT. VIRGO PUTRA FILM FILM

JENIS                                     : FILM DRAMA

PEMAIN                              : MERIAM BELLINA, WIEKE WIDOWATI, BARON HERMANTO, HENGKY SOLAIMAN, HIM DAMSIK, ABDI WIYONO

SINOPSIS :

Euis (Meriam Bellina) tinggal bersama Ibu dan ayah tirinya di kampung.  Ia tinggal di rumah sederhana dengan bilik bambu beralas tanah. Ayah tiri Euis sering berbuat kejam bahkan setelah mengintip kemolekan tubuh Euis dari balik dinding bambu, ayah tirinya hampir memperkosanya. Suatu hari Euis mandi dan mencuci di kali tanpa di sadari ada seorang kampung (Hengky Solaiman) yang membawa Mang Emon (Abdi Wiyono) mengintip kemolekan tubuh Euis. Mereka berdua berbisik-bisik dan mengacungkan jempol seolah memiliki rencana.

Keesokan harinya Mang Emon dan istrinya, Juju dan ditemani oleh sepasang suami istri yang merekomendasikan Euis pada mang emon mendatangi rumah Euis dan membujuk ayah dan ibunya agar mengijinkan Euis untuk bekerja di kota karena Euis tidak cocok tinggal di desa. Namun usahanya kali ini gagal, karena Ibunya menentang kepergian Euis. Tidak habis akal untuk membawa Emon, melalui ayah tirinya yang di iming-imingi uang, akhirnya Euis gadis desa yang lugu berhasil di bawa ke kota setelah ayah tirinya mengancamnya kalau Euis tidak mau pergi ke kota.

Euis di bawa ke kota Jakarta bersama gadis-gadis kampung lainnya. Dikota Jakarta mereka di ajari cara merias dan berdandan.  Setelah dianggap mahir dalam berdandan, tanpa di sangka mereka semua di bawa ke luar negeri.  Mereka di bawa ke Bangkok untuk dijual di jadikan pelacur. Keperawanan Euis yang di ganti nama oleh Mang emon menjadi Mirna di lelang. Meskipun Euis berontak dan akan melarikan diri, namun ia berhasil di tangkap oleh tukang pukul Mang Emon yang selalu bertindak kejam terhadap siapa saja yang ingin coba-coba melarikan diri.

Setelah kegadisan Euis terenggut, ia bertekad mengumpulkan banyak uang agar dapat menebus dirinya pada Mang Emon dan kembali ke Indonesia. Namun disaat uangnya sudah terkumpul banyak, uang Euis beserta perhiasannya di curi. Sehingga Euis gagal menebus dirinya.

Di saat itulah ia mengenal Aryo (Baron Hermanto) seorang pemuda Jawa yang bekerja setelah pergi dari kampungnya karena pacarnya mati bunuh diri akibat akan di jodohkan dengan orang yang  tidak dicintainya. Mantan pacar Aryo mirip dengan Euis, sehingga ketika bertemu Euis  Aryo menatapnya dalam-dalam. Keduanya pun saling jatuh cinta. Namun kedatangan Aryo tidak di sukai oleh Mang Emon.

Suatu kali, dalam keadaan sakit, Euis di paksa melayani tamu oleh Mang Emon dan Juju. Euis di seret agar mau keluar dari kamar hingga Euis muntah. Saat itulah datang Aryo yang menyelamatkan Euis. Aryo dan Mang emon berkelahi yang berbuntut kematian Mang emon setelah jatuh dari lantai atas. Pasca meninggalnya mang Emon, rumah Bordil milik Juju di jual. Terdapat dua penawaran yaitu dari Mr. Sim yang terkenal kejam dan suka menjual gadis-gadis, serta dari Mami Tuti yang terkenal baik. Meski keduanya menawar dengan harga sama, namun Juju memilih Mr. Simlah yang berhak memiliki rumah tersebut beserta isinya termasuk gadis-gadis yang ada disitu.

Mami Tuti tidak terima karena berdasarkan kemanusiaan seharusnya Juju memilihnya karena Mr. Sim pasti akan menjual para gadis-gadis itu sementara dirinya akan menyelamatkannya. Namun Juju berkeras akan menjual pada Mr. Sim, kecuali Mami Tuti akan memberikan Nilai lebih. Atas inisiatif Euis dan kawan-kawan mereka mengumpulkan uang dan perhiasan untuk membantu Mami Tuti agar rumah tersebut berhasil di milikinya. Akhirnya berkat mereka rumah tersebut berhasil jatuh ke mami Tuti. Mereka bersyukur karena mami Tuti sangat baik dan membebaskan mereka untuk tidak menerima tamu lagi. Mereka di pulangkan ke Indonesaia. Sementara Euis dan Aryo akhirnya kembali bersama.

Posted in Resensi Film 70-90an | Tagged: , , , , , , , , , , | 1 Comment »

RANO KARNO & IDA IASHA DALAM FILM ‘ ARINI 2 ‘

Posted by jejakandromeda on February 15, 2012

JUDUL FILM                        : ARINI II BIARKAN KERETA ITU LEWAT

SUTRADARA                       : WIM UMBOH

CERITA                                  : MIRA W

SKENARIO                           : WIM UMBOH

MUSIK                                  : BILLY J BUDIARJO

TAHUN PRODUKSI           : 1988

PRODUKSI                           : PT. ELANG PERKASA FILM, PT SANGGAR FILM

JENIS                                     : FILM DRAMA

PEMAIN                              : RANO KARNO, IDA IASHA, RANI SORAYA, JOICE ERNA, RIMA MELATI, RICO TAMPATI, VIVI SAMODRO

SINOPSIS :

Arini (Ida Iasha) akhirnya menyusul Nick (Rano Karno) yang melanjutkan pendidikan dan mengajaknya menikah. Meski di tentang oleh Ibunya (Rima Melati) hanya karena Arini adalah seorang janda, namun Nick tetap pada pendiriannya karena cintanya pada Arini. Ia menikahi Arini.

Mendapat suami yang lebih muda 10 tahun dari dirinya membuat Arini yang pada film Arini I di perankan oleh Widyawati harus bersabar menghadapi sikap dan tingkah Nick yang masih kekanak-kanakkan.  Setelah mereka menikah dan Nick lulus kuliah maka mereka pun tinggal bersama. Sebagai seorang yang sudah memiliki jabatan yang tinggi di kantor membuat Arini harus sering pulang malam. Hal ini ternyata tidak di sukai oleh Nick yang masih belum juga menemukan pekerjaan untuknya. Sehingga ia dengan setia menunggu rumah sampai Arini pulang. Meski pada awalnya Nick enjoy, namun lama kelamaan ia menjadi jenuh. Bahkan ketika ia merasa tersinggung karena ditegur oleh istrinya ketika ke kantor tanpa memakai pakaian yang pantas sementara istrinya adalah wanita karier yang memiliki jabatan tinggi.

Dalam kejenuhan ini timbul masalah. Ella (Vivi Samodro) anak perempuan buah perkawinan Arini dengan Helmi (Rico Tampati) mendapati kalau dirinya tidak bisa menerima cangkok ginjal dari ibunya, sehingga harus di lakukan operasi diluar negeri. Untuk itulah terpaksa Arini berangkat ke luar negeri bersama anaknya. Meski pada awalnya ia menolak kalau Helmi untuk ikut, namun setelah meyakinkan Arini bersedia untuk mengijinkan Helmi untuk turut serta berobat. Sementara Nick tetap berada di rumah.

Selama di luar negeri, operasi pun berjalan lancar, namun tanpa di sadari oleh Arini, Helmi telah mengambil kesempatan dengan menyuruh pelayan restoran untuk memotretnya dari jauh ketika ia sedang mencium Arini. Tanpa sadar, Helmi telah menjadi kaki tangan mama Nick yang tidak suka pada Arini.  Sekembali berobat, Hasil foto Arini dan Helmi di kirimkan ke Helmi. Melihat foto-foto yang tak terduka membuat Nick marah, ia menjadi pemabuk. Nick juga membawa wanita jalang kerumah ibunya dan tidur bersama. Padahal saat itu Arini sedang mengandung anak Nick.

Mama Nick yang pada awalnya ingin menghancurkan rumah tangga Arini menjadi geregetan atas kelakuan Nick yang membawa wanita jalang kerumahnya dan tidur bersama, justru akhirnya sadar dan mencoba untuk mengusir perempuan tersebut tetapi tidak berhasil. Akhirnya Mama Nick pergi kerumah Arini  yang secara kebetulan mau melahirkan. Maka segera ia menelpon Nick. Saat itulah Nick tersadar dan segera meninggalkan perempuan yang telah ditidurinya.

 

Posted in Resensi Film 70-90an | Tagged: , , , , , , , , , , , , | 3 Comments »

RANO KARNO DAN WIDYAWATI DALAM FILM “ARINI MASIH ADA KERETA YANG AKAN LEWAT”

Posted by jejakandromeda on February 3, 2012

JUDUL FILM                        : ARINI, MASIH ADA KERETA YANG AKAN LEWAT

SUTRADARA                       : SOPHAN SOPHIAN

CERITA                                  : MIRA W

SKENARIO                           : EDDY SUHENDRO

MUSIK                                  : BILLY J BUDIARJO

TAHUN PRODUKSI           : 1987

PRODUKSI                           : PT. ELANG PERKASA FILM, PT SANGGAR FILM

JENIS                                     : FILM DRAMA

PEMAIN                              : RANO KARNO, WIDYAWATI, SOPHAN SOPHIAN, JOICE ERNA, RIMA MELATI, VIVI SAMODRO, ANWAR FUADI

SINOPSIS :

Arini (Widyawati) sedang melanjutkan pendidikan di Amerika Serikat.  Arini di kenalkan oleh Ira (Joice Erna) sahabatnya dengan Helmi (Sophan Sophian) untuk mau di ikat tali perkawinan.  Antara Helmi dan Ira sebelumnya telah terjadi tali perselingkuhan, walaupun Ira sudah menikah dan di karuniai dua orang anak dengan suaminya (Anwar Fuadi), namun perselingkuhannya dengan Helmi terus berlanjut hingga Ira menawarkan Arini pada Helmi. Akhirnya Arini dan Helmi menikah dan di karuniai anak. Namun perselingkuhan Helmi dengan Ira berhasil di ketahui sehingga keduanya pun bercerai. Sementara Ira dan Suaminya akhirnya bercerai. Helmi dan ira pun akhirnya menjadi suami istri dengan membawa anak Arini untuk di asuhnya.

Selama melanjutkan sekolah, berkenalan dengan Nick(Rano Karno) yang di kenalnya didalam perjalanan kereta api. Nick adalah mahasiswa yang ingin lari dari keluarganya yang terlalu otoriter. Mamanya (Rima Melati) selalu ingin mencampuri urusan anaknya. Perkenalan Nick dengan Arini yang lebih tua sepuluh tahun membuat Nick nyaman dan jatuh hati. Namun dengan predikat janda yang di pegangnya membuat Arini lebih berhati-hati dan bertindak apalagi setelah tahu mama Nick memandang sebelah mata dengan Arini karena predikat yang di sandangnya, seorang janda.  Tetapi bagi Nick sendiri, kehadiran Arini memiliki peranan penting karena ia mampu membangkitkan semangat Nick. Sehingga ketika Nick sedang di Jakarta, Ia menyuruhnya untuk melanjutkan kembali sekolahnya.

Sedangkan Arini akhirnya menjadi seorang atasan yang harus membawahi mantan suaminya sendiri, Helmi. Helmi di ketahui sering menyelewengkan uang perusahaan.  Hal tersebut pun di selidiki oleh Arini.  Di saat penyelidikan berlangsung, Helmi datang menemui Arini untuk memohon bantuan. Meski  awalnya Arini menolak untuk menemuinya, namun setelah Helmi mengutarakan maksudnya, Arini pun kaget di buatnya atas apa yang menimpa anaknya. Anaknya gagal ginjal. Dan satu-satunya cara untuk membantu menolongnya adalah dengan melakukan cangkok ginjal. Operasi pun berjalan lancar. Namun hingga usia anaknya mulai beranjak besar, ia tidak tahu siapa Arini sebenarnya. Ia hanya mengenal tante Arini, sementara mamanya yang di akui sebagai mama sendiri adalah Ira.

 

Posted in Resensi Film 70-90an | Tagged: , , , , , , , , , , , , , | 3 Comments »

RANO KARNO & YESSY GUSMAN DALAM FILM ” ROMI DAN JULI”

Posted by jejakandromeda on January 25, 2012

JUDUL FILM                        : ROMI DAN JULI

SUTRADARA                       : ARIFIN C NOOR

CERITA                                  : ARIFIN C NOOR

SKENARIO                           : ARIFIN C NOOR

MUSIK                                  : IDRIS SARDI

PRODUKSI                           :  RAPI FILM

TAHUN PRODUKSI           : 1974

JENIS                                     : FILM DRAMA

PEMAIN                              : RANO KARNO, YESSY GUSMAN, SOEKARNO M NOOR,  DICKY  ZULKARNAIN, AMI PRIYONO, SOPHAN SOPHIAN, WIDYAWATI,  MILA KARMILA

SINOPSIS :

Romi (Rano Karno) anak dari Ir. Komar (Dicky Zulkarnaen) seorang Insinyur di sebuah kontraktor dan Sri (Mila Karmila) ibunya adalah siswa SMP. Ia memiliki seorang sahabat satu sekolah yang ia cintai Juli (Yessy Gusman).  Namun hubungan Romi dan Juli tidak mulus karena ayah Juli, Pak Sabar (Soekarno M Noor) seorang  duda yang telah di tinggal mati oleh istrinya kecewa pada ayah Romi karena penolakan atas usulan proyek pembangunan rumah yang di buat oleh Suhandi (Ami Priyono) anak buah dari Sabar.

Sabar menjadi kecewa dan marah, sehingga imbasnya ia melarang Juli untuk mendekati Romi lagi, bahkan untuk memuluskan rencananya, Juli akan di suruh bersekolah di Jakarta.  Demikian juga Romi, ayahnya melarang agar Juli tidak lagi menelpon-nelpon Romi.  Romi dan Juli pun akhirnya ingin menyadarkan kedua orang tua mereka masing-masing  dengan jalan melarikan diri. Usaha ini di ketahui oleh Herman, keponakan  Sabar yang saat ini sedang tinggal di rumahnya. Ia segera melaporkan pada Sabar. Mengetahui anaknya lari, Sabar menuduh Romi telah melarikan anaknya, sehingga ia segera menemui Ir. Komar untuk mempertanggungjawabkan perbuatan anaknya. Namun Komar tidak percaya begitu saja dengan ucapan Sabar. Untuk membuktikannya akhirnya mereka sepakat untuk mencari Romi dan Juli.

Sementara itu dalam pelariannya Romi dan Juli penuh dengan rintangan. Mereka melarikan diri ke hutan, dan disaat mereka lari, hujan pun melanda.  Mereka lari dan berteduh di goa yang di temui. Saat di goa, mereka tidur beralaskan jerami. Romi jatuh sakit. Saat Juli berusaha mencari obat, ia bertemu dengan orang-orang dan ayahnya yang tengah mencarinya. Sementara itu di Goa , Romi kebingungan karena setelah bangun tidak mendapati Juli di sampingnya. Akhirnya Romi berusaha mencari Juli dan keluar dari Goa.  Romi dan Juli akhirnya pun bertemu, sementara ayah mereka, Sabar dan Insinyur Komar akhirnya berbaikan.

Posted in Resensi Film 70-90an | Tagged: , , , , , , , , , , , , | 2 Comments »

ATIN MARTINO & YURIKE PRASTICA DALAM FILM “DENDAM ANAK BUANGAN”

Posted by jejakandromeda on January 25, 2012

JUDUL FILM                        : DENDAM ANAK BUANGAN

SUTRADARA                       : DASRI YACOB

PRODUSER                          : TIEN ALI

PRODUKSI                           :  PUSAT PRODUKSI FILM NEGARA

TAHUN PRODUKSI           : 1987

JENIS                                     : FILM SILAT

PEMAIN                              : WENNY ROSALINE, YURIKE PRASTICA, ATIN MARTINO, YAN BASTIAN, TANAKA, ROBIN KARIM, JAMAL JENTAK, AVENT CHRISTIE

SINOPSIS :

Bagaspati (Yan Bastian) membunuh seluruh anggota sebuah keluarga dan menculik anak gadisnya, namun ia masih meninggalkan satu orang anak laki-laki yang diminta untuk membalas dendam pada Bagaspati sebelum ibunya meninggal.

Waktu pun berlalu kini pemuda tersebut sudah dewasa dan Bagaspati tinggal bersama istrinya Ranti (Wenny Rosaline) yang ia jadikan istri setelah merebutnya dari suaminya. Bagaspati memiliki seorang anak perempuan, Seruni (Yurike Prastica). Namun karena kelakuan Bagaspati yang haus akan wanita membuat marah Ranti. Merekapun bertengkar hingga Ranti terdorong dan jatuh ke jurang. Beruntung Ranti dapat selamat karena ia jatuh di air dan di tolong oleh seseorang.

Sementara itu Bagaspati yang sedang menuntut ilmu hitam agar tetap awet muda dan  harus melengkapinya dengan seratus perawan. Karena tidak ada lagi perawan yang dapat ia ambil dari desa maka diam-diam Bagaspati memperhatikan Seruni anaknya sendiri untuk di perkosanya. Namun usahanya gagal, perbuatan Bagaspati juga di ketahui oleh Barja, anak buahnya. Setelah gagal di perkosa Seruni melarikan diri dan bertemu dengan Sentanu (Atin Martino) yang kemudian menurunkan ilmu silat.

Selama dalam perjalanan mengembara, Seruni selalu di bayang-bayangi oleh dua orang pemuda. Setelah bertemu muka tahulah Seruni siapa sebenarnya mereka. Salah seorang pemuda adalah anak yang seluruh keluarganya di bunuh oleh Bagaspati dan berniat balas dendam. Sedangkan seorang lagi adalah Barja, anak buah Bagaspati yang mencintai Seruni.

****

Ketika dalam perjalanan mengembara, tanpa disengaja Seruni bertemu dengan Ranti Ibunya. Akhirnya keduanya sepakat untuk membalas dendam pada Bagaspati.  Bagaspati akhirnya dapat di bunuh, belakangan di ketahui kalau Seruni adalah anak gurunya sendiri, Sentanu, sedangkan Barja yang selama ini selalu mengikuti ternyata adalah anak dari Bagaspati.

Posted in Resensi Film 70-90an | Tagged: , , , , , , , , , , , , , , | Leave a Comment »

MERIAM BELLINA & RAY SAHETAPY DALAM FILM ” PELANGI DI BALIK AWAN”

Posted by jejakandromeda on January 16, 2012

JUDUL FILM                        : PELANGI DI BALIK AWAN

SUTRADARA                       : HENGKI SOLAIMAN

PRODUSER                          : HANDY MULYNO

PRODUKSI                           :  PT. KANTA INDAH  FILM

TAHUN PRODUKSI           : 1984

JENIS                                     : FILM DRMA

PEMAIN                              : MERIAM BELLINA, RAY SAHETAPY, ZAINAL ABIDIN, IDA KUSUMAH, ADE IRAWAN, HARRY CAPRI

SINOPSIS :

Mira (Meriam Bellina) gadis SMA tinggal bersama Ibunya Sumiati (Ade Irawan). Sehari-harinya Mira membantu ibunya mengantarkan kue untuk menyambung hidupnya. Sebenarnya Mira memiliki seorang Ayah (Zainal Abidin) yang selalu memberikan jatah bulanan, namun untuk mencukupi hidup maka Sumiati berjualan kue. Sumiati terpaksa pergi dari rumah suaminya dan memilih tinggal sendiri setelah di tuduh dan di fitnah oleh Yati (Ida Kusumah) istri kedua ayahnya.  Pada awalnya Sumiati kesulitan memiliki anak sehingga ia merelakan suaminya untuk menikah dengan Yati. Namun ketika mereka sudah menikah, Sumiati ternyata hamil dan melahirkan Mira. Sementara itu anak dari Yati terdiri dari Neneng yang tertua, Euis dan Rony.  Selepas kelahiran Mira, Yati melancarkan hasutan terhadap suaminya dan memfitnahnya sehingga Sumiati hampir di ceraikan dan terpaksa pergi dari rumah sendiri.

Seperti biasa Mira meminta jatah bulanan ke ayahnya, namun selalu Yati yang memberikan dengan bersungut-sungut.  Mira juga sering di olok-olok oleh anak kedua mereka Euis.  Berbeda dengan Euis, Neneng kakaknya lebih pendiam.

Suatu hari rumah Yati kedatangan seorang Insinyur lulusan luar negeri bernama Rahmat (Ray Sahetapy) yang akan di jodohkan dengan Neneng. Sebelumnya Ayah mereka telah berjanji akan menjodohkan anak-anak mereka. Di saat yang bersamaan datanglah Mira kerumah Yati untuk meminta jatah bulanan.  Tanpa ba bi bu Yati langsung memberikannya dan segera menyuruh Mira pulang karena ayahnya sedang ada tamu penting. Yati bahkan melontarkan kata-kata yang tidak enak bagi Mira. Mira balas menantang kata-kata Yati dengan perbuatannya. Ia nimbrung ke ruang tamu yang ada Rahmatnya. Kehangatan Mira membuat Rahmat tertarik, bahkan ia segera menyusul Mira pamitan. Rahmat mengantarkan Mira pulang kerumahnya.

Hubungan mereka pun berlanjut dan disetujui oleh ayah mereka. Namun tidak demikian dengan Yati. Ia tetap ingin Neneng yang menjadi istri Rahmat.

Perilaku Yati yang hasut dan suka memfitnah ternyata di kemudian hari ketahuan oleh Mira. Ia hanya menutupi atas perbuatannya sendiri yang main serong dengan Alfons. Perbuatan ini berhasil diketahui oleh Mira. Mira pun akhirnya memberitahukan pada ayahnya, maka terbukalah mata ayahnya tentang siapa sebenarnya Yati, bahkan anak ketiga mereka Rony ternyata adalah buah dari perselingkuhannya dengan Alfons.

Akhirnya Sumiati memaafkan kembali suaminya dan mereka pun berkumpul kembali. Sedangkan Yati akhirnya di tangkap bersama Alfons karena telah membawa lari perhiasan ayah Mira.

Posted in Resensi Film 70-90an | Tagged: , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a Comment »

FARIDA PASHA & RAY SAHETAPY DALAM FILM ” DUKUN ILMU HITAM “

Posted by jejakandromeda on January 12, 2012

Dukun Ilmu Hitam

JUDUL FILM                        : DUKUN ILMU HITAM

SUTRADARA                       : A HARRIS

SKENARIO                           : CALLIA M

PRODUSER                          : NY LEONITA SUTOPO

PRODUKSI                           :  PT.INEM  FILM

TAHUN PRODUKSI           : 1981

JENIS                                     : FILM HORROR

PEMAIN                              : FARIDA PASHA, RAY SAHETAPI, DIAN ARIESTYA, WD MOCHTAR, WATY SIREGAR, URIP ARPHAN, RUTH PELUPESSY, ANNA YOHANA

SINOPSIS :

Dewi (Ruth Pelupessy )terkena kutukan menjadi ular. Di dalam Sarangnya ia disarankan untuk meminum darah wanita yang memiliki bayi. Dewi akhirnya mencari korban seorang wanita yang memiliki bayi perempuan. Dengan wujudnya sebagai ular Dewi membelit wanita tersebut dan menghisap darahnya. Maka setelah meminum darah perempuan itu, Dewi berubah wujud menjadi manusia. Melihat bayi dari anak wanita tersebut, Dewi membawanya untuk dibawa kesarangnya di Goa untuk menemani anaknya yang berujud ular yang kemudian berubah menjadi bayi yang bersisik dipipinya.

Sementara itu suami dari perempuan tersebut setelah berupaya menolong istrinya, akhirnya juga harus mati karena ulah dari Dewi. Namun sebelum mati, ia bertemu dengan Pak Guru (WD Mochtar) dan muridnya yang dan menitipkan pesan agar ia menjaga anaknya yang dibawa pergi oleh Dukun Ilmu Hitam. Ia menceritakan cirri-ciri anaknya yang memiliki tanda hitam di tangannya.

Setelah berubah menjadi manusia, Dewi menemui suaminya Hasan (Dadang Iskandar) untuk memberitahukan bayinya dan ada lagi bayi satunya yang dicuri. Dewi tidak mau mengurus bayinya dan menyerahkan pada Hasan seorang Dukun yang pernah di usir dari kampung Pak Guru.

****

Kini mereka sudah tumbuh dewasa. Kedua bayi tersebut di beri nama Sari (Farida Pasha) dan Maya (Dian Ariestya). Keduanya di beri bekal ilmu hitam oleh ayahnya. Namun sifat Sari dan Maya sangat berbeda. Sari sering marah-marah karena mukanya jelek sedangkan Maya berparas cantik. Mereka tinggal di sebuah gubuk yang tersembunyi dari kampung penduduk. Mereka juga menghindari agar tidak terlihat dari penduduk kampung. Hanya Maya saja yang sesekali di suruh mencuci baju ke sungai. Suatu hari, baju milik Sari warna merah hilang. Sari marah, namun di lerai oleh ayahnya. Sementara itu Maya akhirnya kembali ke sungai untuk mengambil air. Saat disungai, ia melihat baju merah milik Sari yang hilang. Ia bermaksud mengambilnya, namun disaat itulah muncul Panji (Ray Sahetapi). Secara kebetulan Panji melihat tanda hitam ditangan Maya. Panji pun memberitahukan pada Pak Guru. Singkat cerita Panji dan Maya akhirnya menikah, setelah Maya melepaskan diri dari Hasan dan Sari. Sari tentu saja berang.

Mereka terus menganggu dengan ilmu hitamnya, hingga suatu hari Sari menemui anak Maya dan Panji. Ia memberikan ular yang dipaksa ditelan kemulut anak Maya. Mengetahui anaknya dalam bahaya Maya berusaha menolongnya. Malang, ular yang berada di tubuh anaknya tertelan sendiri. Sehingga sikap Maya berubah. Ia menjadi beringas dan mencari mangsa. Namun akhirnya Maya berhasil di selamatkan oleh pak Guru.

Diakhir kisah, akhirnya Sari dan Hasan harus menemui ajalnya akibat perbuatannya sendiri, dan orang-orang kampung berteriak kegirangan puas karena mereka sudah tidak ada yang mengganggu lagi.

 

Posted in Resensi Film 70-90an | Tagged: , , , , , , , , , , , , , | 1 Comment »

AZRUL ZULMI DAN NUNGKI KUSUMASTUTI DALAM FILM ” KETIKA DIA PERGI “

Posted by jejakandromeda on January 10, 2012

JUDUL FILM                        : KETIKA DIA PERGI

SUTRADARA                       : BUCE MALAWAU

CERITA                                  : BUCE MALAWAU

SKENARIO                           : BUCE MALAWAU

MUSIK                                  : IDRIS SARDI

PRODUKSI                           :  PT.  KANTA INDAH FILM

TAHUN PRODUKSI           : 1990

JENIS                                     : FILM DRAMA

PEMAIN                              : ASRUL ZULMI, NUNGKI KUSUMASTUTI, H. RD MOCHTAR, RAS BARKAH, BUNG SALIEM, ARIE SANJAYA, CHIKA FRANSISCA, DHALIA, KAMIL MARVING, AMELIA, AFRIZAL ANODA

SINOPSIS :

Dr. Robert (Asrul Zulmi) di tugaskan di sebuah desa di dataran tinggi Bromo sebuah desa yang masih sangat tradisional dan jauh dari hiruk pikuk kendaraan. Sisca (Nungki Kusumastuti)  yang juga seorang dokter ikut serta dengan tugas yang dilakukan oleh suaminya, meski yang ditugaskan sebenarnya adalah suaminya di desa tersebut.  Sisca ingin tinggal beberapa bulan menemani suaminya. Kedatangan mereka di sambut oleh lurah desa tersebut Notorahardjo. Awal kedatangan Robert dikejutkan oleh kedatangan seorang gagu (Afrizal Anoda) yang tidak bisa berbicara. Namun akhirnya dr. Robert memahaminya dengan menggunakan bahasa isyarat.

Dokter dalam masyarakat tradisional tidaklah popular dibandingkan dengan dukun, sehingga kedatangan dr. Robert harus melalui jalan berliku untuk dapat membuat masyarakat percaya kepada dokter. Dan usaha ini tidak gampang, karena penolakan demi penolakan oleh masyarakat yang lebih mempercayai dukun. Namun tidak demikian dengan Sisca. Sisca berhasil membuat beberapa masyarakat percaya. Salah satunya adalah Ani seorang anak kecil yang dibawa oleh neneknya kerumah Sisca ketika panas tinggi. Sisca juga dipanggil untuk membantu kelahiran seorang warga yang berujung pada kebencian seorang dukun beranak dengannya, karena dianggap sok tahu.

Puncaknya adalah ketika dr. Robert gagal menyembuhkan seorang pasien setelah sebelumnya pasien tersebut ditangani dukun yang berujung pada kematian. Dr. Robert di persalahkan oleh penduduk sekitar akibat hasutan dukun.  Dr. Robert pun hampir putus asa untuk tidak mau menolong penduduk, terutama yang sudah berobat pada dukun. Meski Sisca selalu memberikan support, namun Robert yang tidak mau dipersalahkan kedua kali tidak mau ambil resiko untuk menolong warga yang telah berobat pada dukun terlebih dahulu.

Sisca sendiri akhirnya harus menemui ajal akibat penyakit yang tidak jelas dideritanya. Wargapun ikut kehilangan oleh kepergian Sisca. Pasca kepergian Sisca, Robert memilih untuk tinggal di Surabaya karena ketidakpercayaan warga padanya.

Hingga suatu ketika terjadi wabah yang melanda desa. Banyak sekali yang meninggal termasuk nenek Ani. Meski awalnya menolak, namun panggilan hati dr. Robertlah yang akhirnya membawanya kembali ke desa tersebut. Robert juga berhasil menyembuhkan penyakit seorang dukun yang selama ini membencinya.

Di akhir cerita dokter dan dukun akhirnya berbaikan.

***

Ketika dia pergi mengambil setting di dataran tinggi suku tengger dimana dengan kudalah mereka melakukan perjalanan. Tidak ada mobil, tidak pake motor. Suasana alam yang cukup membuat penonton terbuai akan keindahan alami desa.

Posted in Resensi Film 70-90an | Tagged: , , , , , , , , , , , , | 1 Comment »

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 2,022 other followers