Movie, Photography and Hobby

Indonesian Old Movie Lovers

Posts Tagged ‘Rano Karno’

RANO KARNO & PARAMITHA RUSADY DALAM FILM ” KUBERIKAN SEGALANYA “

Posted by jejakandromeda on March 7, 2013

Kuberikan Segalanya

Kuberikan Segalanya

JUDUL FILM                        : KUBERIKAN SEGALANYA

SUTRADARA                       : Galeb Husin

CERITA                                  : IDA FARIDA

SKENARIO                           : ASRUL SANI

MUSIK                                  : IDRIS SARDI

PRODUSER                          : SUDWIKATMONO, AUGUST PURWANTO EKA

PRODUKSI                           :  PT.  INDOASIA REKAPERKASA FILM

TAHUN PRODUKSI           : 1992

JENIS                                     : FILM DRAMA

PEMAIN                               : RANO KARNO, PARAMITHA RUSADY, DEDDY MIZWAR, NIHAYAH ABUBAKAR, GITO GILAS, CLARA SINTA, ANTON SUMADI, HIM DAMSIK, ROLDIAH MATULESSY, ANWAR FUADY, BUNG SALIM,  ATTY CANCER

SINOPSIS :

Anisah (Nihayah Abubakar) gadis yang mempunyai cacat bawaan, tidak memiliki kedua tangannya sejak lahir sepeninggal kedua orangtuanya menyusul kakaknya Faisal (Rano Karno) di Jakarta dari Padang dengan menaiki kapal. Sesampai di Jakarta Anisah tinggal bersama Faisal yang seorang mahasiswa dan Fitri (Paramitha Rusady) adiknya. Meski memiliki cacat namun Anisah diperlakukan sama seperti orang kebanyakan sehingga iapun mampu beraktivitas dan memiliki ketrampilan meski memiliki keterbatasan. Segala aktivitasnya di lakukan dengan menggunakan kedua kakinya termasuk makan, maupun merajut kain semua di lakukan secara piawai dengan kedua kakinya.

Kehadiran Anisah membawa warna baru bagi rumah Faisal dan tetangganya Adam (Deddy Mizwar) seorang pemusik yang diam-diam mengagumi Anisah. Meski dalam beberapa kejadian Adam harus terbelalak dengan apa yang dilihatnya seperti ketika Anisah harus menyuapkan makananya sendiri dengan kakinya. Bagi orang yang normal ini diluar kemampuan karena pasti sulit untuk dilakukan.

*****

Sebagai seorang mahasiswa, Faisal tidak hanya kuliah saja namun juga menjalankan usaha dengan temannya (Anwar Fuadi). Namun keberuntungan tidak berpihak padanya, ia di tipu dan uang hasil tabungannya habis karenanya. Faisal menjadi patah arang.  Ia bertekad akan mencari pekerjaan dan mengambil cuti kuliah, namun Anisah yang mengetahui keadaan Faisal memberikan support, ia mengambil tabungannya untuk diberikan pada Faisal untuk kuliah. Ia tidak mengijinkan Faisal untuk bekerja, namun harus fokus pada kuliahnya.

Untuk menambah biaya hidup, Anisah yang memiliki ketrampilan membuat kue mengkoordinir pengemis melalui seorang pengemis yang pernah di ajak kerumahnya (Atty Cancer) dan ini berhasil karena orang-orang yang tadinya memiliki pekerjaan sebagai pengemis beralih menjadi penjual kue. Dengan dibantu oleh Adam, usaha Anisah berhasil dalam membantu perekonomian keluarga. Koordinator pengemis merugi, karena pengemis yang biasa ia kordinasi beralih berjualan kue, maka ia menyuruh anak buahnya untuk mencari para pengemis tersebut, namun usahanya sia-sia karena mereka tetap lebih memilih sebagai penjual kue.

Sementara Fitri yang mulai kuliah bertemu dengan Erwin (Gito Gilas) di kampusnya. Benih-benih cinta merekapun tumbuh, namun Fitri tidak mau kalau Erwin meninggalkannya gara-gara cacat Anisah, seperti halnya pacar Faisal, Maruti (Clara Shinta) yang akhirnya memutuskan tali cintanya dengan Faisal setelah mengetahui ia memiliki keluarga yang cacat. Fitri melarang kakaknya untuk bertemu dengan Erwin. Hingga suatu ketika tanpa sengaja Erwin datang kerumah dan ditemui oleh Anisah. Mereka ngobrol cukup lama. Hal ini di ketahui oleh Fitri ketika di mobil akan mengantarkan Fitri pulang. Erwin bercerita kalau ia baru bertemu kakaknya sebelum ia menjemputnya. Fitri marah pada Anisah. Fitri melontarkan kata-kata yang pedas pada Anisah.  Fitri mengatakan kalau tidak ada yang mau sama Anisah dengan potongan tubuh seperti itu.  Hal ini membuat Anisah bersedih.

Namun tanpa disadari, pembicaraan ini di dengar oleh Erwin yang kebetulan mengantarkan kue yang ketinggalan di mobil. Erwin pun minta maaf kalau kata-kata tersebut tidak seharusnya keluar dari Fitri. Erwin sudah mengenal Anisah sejak lama tanpa diketahui oleh Fitri.

Menyadari kesalahannya akhirnya Fitri memeluk Anisah dan memohon maaf. Di akhir kisah akhirnya Erwin dan Fitri menikah.

*******

Sebuah pelajaran yang berharga, karena dari film ini kita bisa melihat bahwa cacat bukanlah akhir dari segalanya namun cacat itu memiliki keistimewaan tersendiri. Menonton film ini cukup membuat kita tersadar dan bersedih karenanya. Apalagi diiringi ilustrasi music Idris sardi yang mengharukan.

Kuberikan segalanya juga mendapatkan penghargaan dalam FFI 1992 untuk pemeran pembantu pria terbaik Deddy Mizwar, dan penata music Idris Sardi

Penghargaan

Piala Citra, FFI 1992,untuk peran pembantu pria(Deddy Mizwar),Musik.(Idris Sardi merebut Citra ke 10 untuk musik.Terbanyak yang dicapai untuk katagori sejenis selama FFI 1973-1992)Penghargan kusus dewan juri,FFI 1992 untuk pemeran Utama Wanita(Nihayah Abubakar).Penghargan khusus FFAP 1993,untuk film kemanusian (Most Humanistic)Unggulan FFI 1992,untuk film Sutradara,pemeran Utama Pria(Rano Karno),Pemeran pembantu Wanita. (Paramita Rusady),Cerita Skenario,Fotografi,Artistik,Editing,Suara, Terpuji untuk aktor (Deddy Mizwar) FFB 1993.

Posted in Resensi Film 70-90an | Tagged: , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a Comment »

RANO KARNO DAN NIKE ARDILLA DALAM FILM ” KEMBALI LAGI “

Posted by jejakandromeda on November 7, 2012

JUDUL FILM                        : KEMBALI LAGI

SUTRADARA                       : SANDY SUWARDI HASAN

CERITA                                  : SANDY SUWARDI HASAN

SKENARIO                           : SANDY SUWARDI HASAN, ALIM BACHTIAR

TAHUN PRODUKSI           : 1993

PRODUKSI                           : PT SANDY FILM

JENIS                                     : FILM DRAMA

PEMAIN                              : RANO KARNO, NIKE ARDILLA, ADE IRAWAN, DIEN NOVITA, ROBERT SYARIEF, SIGIT SUBANGUN, HENGKY SOLAIMAN, YUKE S, FITRIA CINTANIA, FAIZ ZAINUDIN

SINOPSIS :

Yohana (Nike Ardilla) dan Johan (Rano Karno) adalah sepasang kekasih yang tidak direstui oleh ayah Yohana , Irawan (Robert Syarief). Johan di anggap anak berandalan dan ingin nebeng ketenaran Yohana yang sudah terkenal sebagai penyanyi.  Sementara itu akibat perilaku keras yang ditunjukkan oleh ayahnya, Yohana lebih memilih untuk kabur dari rumah dan ngekost di luar sama seperti kakaknya Ferry (Sigit Subangun) yang kabur dari rumah. Selain keras, Ayah Yohana juga menyalahkan Ibu Johan karena dianggap tidak bisa mendidik anaknya. Keduanya pun seringkali berseteru.

Akhirnya Johan bersama kakak Yohana diam-diam mendaftar untuk menjadi anggota ABRI. Yohana mengetahui niat Johan dari kakaknya. Yohana pun sedih, namun sebelum kepergian Johan, Yohana menceritakan kegalauan hatinya. Ia bercerita kalau dirinya sudah tidak suci lagi akibat perbuatan berandalan yang salah satunya bernama Beny. Johan marah pada dirinya sendiri, dan Yohana meminta maaf karena ia memendamnya sendiri. Yohana hamil. Akhirnya Johan memacu mobilnya kencang-kencang. Terjadilah kecelakaan yang menyebabkan Yohana tewas. Namun bayi yang dikandungnya selamat.  Johan menelpon ibunya (Ade Irawan) untuk datang ke rumah sakit kalau ia kecelakaan. Namun sesampai di rumah sakit, Ibunya kaget karena yang kecelakaan bukan Johan, namun Yohana. Apalagi meninggalkan seorang bayi yang harus di asuhnya. Bayi tersebut bernama Yosi.

******

Dengan tekad yang bulat, akhirnya Johan berangkat untuk mendaftar menjadi ABRI. DI suatu kesempatan, Johan pergi kediskotik dan tanpa sengaja mengetahui Beny yang menyebut-nyebut telah membereskan penyanyi Yohana. Maka terjadilah keributan. Salah seorang tertusuk. Beny di hukum 5 tahun.

9 tahun kini telah berlalu. Yosi menjadi anak yang memiliki bakat menyanyi seperti mendiang ibunya Yohana. Yosi menjadi penyanyi cilik yang berhasil menarik hati penontonnya. Sementara itu Johan ditugaskan di Timor Timur di sebuah daerah konflik.  Johan mengangkat seorang anak bernama Rico ketika dalam suatu operasi ia menemukan anak terebut di ladang.

Dalam suatu operasi yang dilakukan, Johan tewas dan menitipkan Rico pada Ferry untuk di serahkan pada ibunya di Jakarta. Sebelum tewas Johan menitipkan pesan pada Ferry dan memberitahu kalau ia sangat mencintai Yohana dan Yosi sebenarnya adalah cucu dari ayah Ferry.

Di akhir kisah, akhirnya Pak Irawan ayah Yohana dan Ibu Johan berbaikan.

 

Posted in Resensi Film 70-90an | Tagged: , , , , , , , , , , | Leave a Comment »

RANO KARNO & IDA IASHA DALAM FILM ‘ ARINI 2 ‘

Posted by jejakandromeda on February 15, 2012

JUDUL FILM                        : ARINI II BIARKAN KERETA ITU LEWAT

SUTRADARA                       : WIM UMBOH

CERITA                                  : MIRA W

SKENARIO                           : WIM UMBOH

MUSIK                                  : BILLY J BUDIARJO

TAHUN PRODUKSI           : 1988

PRODUKSI                           : PT. ELANG PERKASA FILM, PT SANGGAR FILM

JENIS                                     : FILM DRAMA

PEMAIN                              : RANO KARNO, IDA IASHA, RANI SORAYA, JOICE ERNA, RIMA MELATI, RICO TAMPATI, VIVI SAMODRO

SINOPSIS :

Arini (Ida Iasha) akhirnya menyusul Nick (Rano Karno) yang melanjutkan pendidikan dan mengajaknya menikah. Meski di tentang oleh Ibunya (Rima Melati) hanya karena Arini adalah seorang janda, namun Nick tetap pada pendiriannya karena cintanya pada Arini. Ia menikahi Arini.

Mendapat suami yang lebih muda 10 tahun dari dirinya membuat Arini yang pada film Arini I di perankan oleh Widyawati harus bersabar menghadapi sikap dan tingkah Nick yang masih kekanak-kanakkan.  Setelah mereka menikah dan Nick lulus kuliah maka mereka pun tinggal bersama. Sebagai seorang yang sudah memiliki jabatan yang tinggi di kantor membuat Arini harus sering pulang malam. Hal ini ternyata tidak di sukai oleh Nick yang masih belum juga menemukan pekerjaan untuknya. Sehingga ia dengan setia menunggu rumah sampai Arini pulang. Meski pada awalnya Nick enjoy, namun lama kelamaan ia menjadi jenuh. Bahkan ketika ia merasa tersinggung karena ditegur oleh istrinya ketika ke kantor tanpa memakai pakaian yang pantas sementara istrinya adalah wanita karier yang memiliki jabatan tinggi.

Dalam kejenuhan ini timbul masalah. Ella (Vivi Samodro) anak perempuan buah perkawinan Arini dengan Helmi (Rico Tampati) mendapati kalau dirinya tidak bisa menerima cangkok ginjal dari ibunya, sehingga harus di lakukan operasi diluar negeri. Untuk itulah terpaksa Arini berangkat ke luar negeri bersama anaknya. Meski pada awalnya ia menolak kalau Helmi untuk ikut, namun setelah meyakinkan Arini bersedia untuk mengijinkan Helmi untuk turut serta berobat. Sementara Nick tetap berada di rumah.

Selama di luar negeri, operasi pun berjalan lancar, namun tanpa di sadari oleh Arini, Helmi telah mengambil kesempatan dengan menyuruh pelayan restoran untuk memotretnya dari jauh ketika ia sedang mencium Arini. Tanpa sadar, Helmi telah menjadi kaki tangan mama Nick yang tidak suka pada Arini.  Sekembali berobat, Hasil foto Arini dan Helmi di kirimkan ke Helmi. Melihat foto-foto yang tak terduka membuat Nick marah, ia menjadi pemabuk. Nick juga membawa wanita jalang kerumah ibunya dan tidur bersama. Padahal saat itu Arini sedang mengandung anak Nick.

Mama Nick yang pada awalnya ingin menghancurkan rumah tangga Arini menjadi geregetan atas kelakuan Nick yang membawa wanita jalang kerumahnya dan tidur bersama, justru akhirnya sadar dan mencoba untuk mengusir perempuan tersebut tetapi tidak berhasil. Akhirnya Mama Nick pergi kerumah Arini  yang secara kebetulan mau melahirkan. Maka segera ia menelpon Nick. Saat itulah Nick tersadar dan segera meninggalkan perempuan yang telah ditidurinya.

 

Posted in Resensi Film 70-90an | Tagged: , , , , , , , , , , , , | 3 Comments »

RANO KARNO DAN WIDYAWATI DALAM FILM “ARINI MASIH ADA KERETA YANG AKAN LEWAT”

Posted by jejakandromeda on February 3, 2012

JUDUL FILM                        : ARINI, MASIH ADA KERETA YANG AKAN LEWAT

SUTRADARA                       : SOPHAN SOPHIAN

CERITA                                  : MIRA W

SKENARIO                           : EDDY SUHENDRO

MUSIK                                  : BILLY J BUDIARJO

TAHUN PRODUKSI           : 1987

PRODUKSI                           : PT. ELANG PERKASA FILM, PT SANGGAR FILM

JENIS                                     : FILM DRAMA

PEMAIN                              : RANO KARNO, WIDYAWATI, SOPHAN SOPHIAN, JOICE ERNA, RIMA MELATI, VIVI SAMODRO, ANWAR FUADI

SINOPSIS :

Arini (Widyawati) sedang melanjutkan pendidikan di Amerika Serikat.  Arini di kenalkan oleh Ira (Joice Erna) sahabatnya dengan Helmi (Sophan Sophian) untuk mau di ikat tali perkawinan.  Antara Helmi dan Ira sebelumnya telah terjadi tali perselingkuhan, walaupun Ira sudah menikah dan di karuniai dua orang anak dengan suaminya (Anwar Fuadi), namun perselingkuhannya dengan Helmi terus berlanjut hingga Ira menawarkan Arini pada Helmi. Akhirnya Arini dan Helmi menikah dan di karuniai anak. Namun perselingkuhan Helmi dengan Ira berhasil di ketahui sehingga keduanya pun bercerai. Sementara Ira dan Suaminya akhirnya bercerai. Helmi dan ira pun akhirnya menjadi suami istri dengan membawa anak Arini untuk di asuhnya.

Selama melanjutkan sekolah, berkenalan dengan Nick(Rano Karno) yang di kenalnya didalam perjalanan kereta api. Nick adalah mahasiswa yang ingin lari dari keluarganya yang terlalu otoriter. Mamanya (Rima Melati) selalu ingin mencampuri urusan anaknya. Perkenalan Nick dengan Arini yang lebih tua sepuluh tahun membuat Nick nyaman dan jatuh hati. Namun dengan predikat janda yang di pegangnya membuat Arini lebih berhati-hati dan bertindak apalagi setelah tahu mama Nick memandang sebelah mata dengan Arini karena predikat yang di sandangnya, seorang janda.  Tetapi bagi Nick sendiri, kehadiran Arini memiliki peranan penting karena ia mampu membangkitkan semangat Nick. Sehingga ketika Nick sedang di Jakarta, Ia menyuruhnya untuk melanjutkan kembali sekolahnya.

Sedangkan Arini akhirnya menjadi seorang atasan yang harus membawahi mantan suaminya sendiri, Helmi. Helmi di ketahui sering menyelewengkan uang perusahaan.  Hal tersebut pun di selidiki oleh Arini.  Di saat penyelidikan berlangsung, Helmi datang menemui Arini untuk memohon bantuan. Meski  awalnya Arini menolak untuk menemuinya, namun setelah Helmi mengutarakan maksudnya, Arini pun kaget di buatnya atas apa yang menimpa anaknya. Anaknya gagal ginjal. Dan satu-satunya cara untuk membantu menolongnya adalah dengan melakukan cangkok ginjal. Operasi pun berjalan lancar. Namun hingga usia anaknya mulai beranjak besar, ia tidak tahu siapa Arini sebenarnya. Ia hanya mengenal tante Arini, sementara mamanya yang di akui sebagai mama sendiri adalah Ira.

 

Posted in Resensi Film 70-90an | Tagged: , , , , , , , , , , , , , | 3 Comments »

RANO KARNO & YESSY GUSMAN DALAM FILM ” ROMI DAN JULI”

Posted by jejakandromeda on January 25, 2012

JUDUL FILM                        : ROMI DAN JULI

SUTRADARA                       : ARIFIN C NOOR

CERITA                                  : ARIFIN C NOOR

SKENARIO                           : ARIFIN C NOOR

MUSIK                                  : IDRIS SARDI

PRODUKSI                           :  RAPI FILM

TAHUN PRODUKSI           : 1974

JENIS                                     : FILM DRAMA

PEMAIN                              : RANO KARNO, YESSY GUSMAN, SOEKARNO M NOOR,  DICKY  ZULKARNAIN, AMI PRIYONO, SOPHAN SOPHIAN, WIDYAWATI,  MILA KARMILA

SINOPSIS :

Romi (Rano Karno) anak dari Ir. Komar (Dicky Zulkarnaen) seorang Insinyur di sebuah kontraktor dan Sri (Mila Karmila) ibunya adalah siswa SMP. Ia memiliki seorang sahabat satu sekolah yang ia cintai Juli (Yessy Gusman).  Namun hubungan Romi dan Juli tidak mulus karena ayah Juli, Pak Sabar (Soekarno M Noor) seorang  duda yang telah di tinggal mati oleh istrinya kecewa pada ayah Romi karena penolakan atas usulan proyek pembangunan rumah yang di buat oleh Suhandi (Ami Priyono) anak buah dari Sabar.

Sabar menjadi kecewa dan marah, sehingga imbasnya ia melarang Juli untuk mendekati Romi lagi, bahkan untuk memuluskan rencananya, Juli akan di suruh bersekolah di Jakarta.  Demikian juga Romi, ayahnya melarang agar Juli tidak lagi menelpon-nelpon Romi.  Romi dan Juli pun akhirnya ingin menyadarkan kedua orang tua mereka masing-masing  dengan jalan melarikan diri. Usaha ini di ketahui oleh Herman, keponakan  Sabar yang saat ini sedang tinggal di rumahnya. Ia segera melaporkan pada Sabar. Mengetahui anaknya lari, Sabar menuduh Romi telah melarikan anaknya, sehingga ia segera menemui Ir. Komar untuk mempertanggungjawabkan perbuatan anaknya. Namun Komar tidak percaya begitu saja dengan ucapan Sabar. Untuk membuktikannya akhirnya mereka sepakat untuk mencari Romi dan Juli.

Sementara itu dalam pelariannya Romi dan Juli penuh dengan rintangan. Mereka melarikan diri ke hutan, dan disaat mereka lari, hujan pun melanda.  Mereka lari dan berteduh di goa yang di temui. Saat di goa, mereka tidur beralaskan jerami. Romi jatuh sakit. Saat Juli berusaha mencari obat, ia bertemu dengan orang-orang dan ayahnya yang tengah mencarinya. Sementara itu di Goa , Romi kebingungan karena setelah bangun tidak mendapati Juli di sampingnya. Akhirnya Romi berusaha mencari Juli dan keluar dari Goa.  Romi dan Juli akhirnya pun bertemu, sementara ayah mereka, Sabar dan Insinyur Komar akhirnya berbaikan.

Posted in Resensi Film 70-90an | Tagged: , , , , , , , , , , , , | 1 Comment »

BENYAMIN S & RANO KARNO DALAM FILM ‘SI DOEL ANAK BETAWI’

Posted by jejakandromeda on October 13, 2011

JUDUL FILM                        : SI DOEL ANAK BETAWI

SUTRADARA                       : SJUMAN DJAYA

PRODUSER                          : SJUMAN DJAYA, HANDOJO MSC

CERITA                                  : AMAN DATUK MADJOINDO

SKENARIO                           : SJUMAN DJAYA

MUSIK                                  : ISBANDI

PRODUKSI                           :  PT.  PERFINI FILM

TAHUN PRODUKSI           : 1973

JENIS                                     : FILM DRAMA

PEMAIN                              : RANO KARNO, BENYAMIN S, SOEKARNO M NOOR, TINO KARNO, FIFI YOUNG, TUTI KIRANA, NANI WIDJAYA

SINOPSIS :

Asman (Benyamin S) seorang supir asli Betawi memiliki seorang anak Doel (Rano Karno) hasil pernikahannya dengan istrinya (Tuti Kirana). Pernikahan mereka sebenarnya tidak direstui oleh orang tua istrinya. Mertua lelakinya (Soekarno M Noor) lebih banyak diam meski mertua perempuannya lebih mengekspresikan ketidaksukaannya pada Asman. Namun demikian karena cinta, istrinya tetap tidak mau meninggalkan Asman, meski orang tuanya berkali-kali menyuruhnya untuk tinggal dirumahnya dibandingkan tinggal dirumah reot.

Doel, adalah anak betawi asli yang belum bisa mengenyam sekolah karena keadaan orangtuanya. Adalah Safei (Tino Karno) ‘musuh’ bebuyutan Doel dalam bermain. Safei adalah anak seorang kaya di kampung tersebut, sementara Doel dianggap sebagai anak kampung . Kerap kali keduanya berkelahi. Doel memiliki seorang paman, Asmad yang datang kerumahnya, untuk kemudian pergi lagi.

Suatu hari terjadi kecelakaan pada Asman akibat truk yang di kendarainya terbalik hingga membuat Asman meninggal.  Kepergian Asman membuat kehidupan Doel menjadi tidak menentu. Untuk meringankan beban berat orangtuanya, Doel berjualan kue buatan Ibunya. Meski hasil jualan kue Doel selalu gagal, namun Doel selalu diganggu oleh Safei. Hingga suatu ketika, dagangan Doel hancur akibat perbuatan Safei selagi belum laku. Doel menangis sedih.

Disaat itulah datang pamannya Asmad yang membantu Doel, dan mengadukan Safei kerumah orangtuanya. Dagangan Doel diganti oleh orangtua Safei, sedangkan Doel sendiri akhirnya dijanjikan untuk bersekolah setelah Asmad menikahi ibunya atas persetujuan Doel.

 

Posted in Resensi Film 70-90an | Tagged: , , , , , , , , , , , | Leave a Comment »

BENYAMIN S DAN RANO KARNO DALAM FILM “SI RANO”

Posted by jejakandromeda on June 15, 2011

JUDUL FILM                        : SI RANO

SUTRADARA                       : MOTINGGO BUSYE

PRODUSER                          : DJOKO M WARSOSENTONO

CERITA                                  : MOTINGGO BUSYE

SKENARIO                           : MOTINGGO BUSYE

MUSIK                                  : GATOT SUBROTO

PRODUKSI                           :  PT.  FILM

TAHUN PRODUKSI           : 1973

JENIS                                     : FILM DRAMA-

PEMAIN                              : RANO KARNO, BENYAMIN S, RATMI B-29, NANIN SUDIAR, NETTY HERAWATY, MARLIA HARDI

SINOPSIS :

Bang Amin (Benyamin S) dan Istrinya (Ratmi B29) sudah 11 tahun menikah namun belum di karuniai anak, sehingga Bang Amin merasa kesepian dan ingin sekali memiliki seorang anak. Sehari-hari Bang Amin berjualan Gorengan keliling untuk menghidupi keluarganya. Suatu hari di stasiun kereta Api Jatinegara, Rano (Rano Karno) dan ayahnya baru datang dari kampung turun dari kereta untuk menunggu jemputan dari pamannya. Namun di cari-cari tidak ada, sementara ayahnya tengok kanan tengok kiri, Rano pergi menyelinap untuk membeli gorengan.

Ayah Rano mencari-carinya namun tidak ketemu. Sial bagi ayah Rano, karena semenjak turun dari kereta sudah menjadi perhatian kawanan copet, yang mencopet dompet penumpang dan melemparkannya ke tubuh Ayah Rano yang kebingungan. Alhasil Ayah Rano di tuduh sebagai pencopetnya dan babak belur di hajar massa. Ayah Rano di amankan dan di bawa ke kantor polisi. Rano yang baru saja membeli gorengan kaget ketika melihat ayahnya babak belur di atas mobil polisi. Ia memanggil ayahnya namun sia-sia. Rano dan ayahnya terpisah.

Beruntung Rano kembali bertemu dengan Bang Amin yang menjual gorengan yang mengajaknya untuk ikut dengannya. Rano dibawa kerumah bang Amin dan dianggap anak sendiri oleh pasangan suami istri yang telah lama mendambakan anak. Meski pada awalnya Rano selalu teringat ayahnya, namun lambat laun ia mampu melupakannya. Bahkan Rano dianggap sebagai anak pembawa rejeki oleh Bang Amin dan Istrinya karena sejak kedatangan Rano, jualan Bang Amin menjadi laku keras. Bahkan Rano akhirnya di sekolahkan oleh Bang Amin, setelah Bang Amin mendapatkan rejeki dari hasil menjadi makelar tanah.

Sementara itu di kantor polisi, ayah Rano terbebas dari hukuman karena tidak terbukti mencopet, namun ia bingung harus kemana karena tidak ada tujuan. Akhirnya ia menggelandang, bahkan makan juga dari sisa-sisa makanan di tempat sampah.

****

Di sekolah Rano terkenal sebagai anak yang pintar namun nakal. Hingga gurunya yang sakit-sakitan juga sering di kerjain oleh Rano. Namun meski kesal pada Rano, suatu saatu guru tersebut sangat terharu ketika ulang tahunnya di rayakan oleh murid-murid kelasnya.

Disekolah Rano kedatangan murid baru bernama Dewi. Awal kedatangan Dewi di kelas sudah menjadi bahan ledekan bagi Rano karena ia diantar oleh kakeknya ke sekolah. Dewi sempat di buat menangis oleh Rano sebelum akhirnya gurunya datang.  Bahkan Kakeknya (Farouk Afero) sempat kejar-kejaran dengan Rano karena di kerjain. Namun demikian Rano dan Dewi akhirnya berkawan. Bahkan Rano di ajak kerumah Dewi, yang tinggal bersama ibu dan kakeknya karena ayah Dewi sudah meninggal. Namun sayang, kedatangan Rano tidak di sukai oleh ibunya karena mengotori rumahnya dengan sepatunya, dan menganggap dirinya kaya. Rano menjadi tersinggung dan pulang.

Keesokan harinya, Rano kembali datang, namun kali ini dengan penampilan berbeda. Ia berpenampilan necis layaknya orang kaya. Melihat penampilan Rano, Ibu Dewi pun dengan senang hati menerimanya apalagi setelah Rano mengaku berasal dari Menteng yang rumahnya paling tinggi, membuat Ibu Dewi semakin kesengsem dan menyuruh Rano untuk mengundang papa dan mamanya kerumah. Ranopun akhirnya menyuruh Bang Amin dan istrinya untuk ke rumah Dewi. Namun sayang melihat penampilan Ibu Angkat Rano, Ibu Dewi begitu merendahkan. Namun akhirnya ia disadarkan oleh Dewi kalau dulu sebenarnya juga orang miskin, namun kaya karena mendapat warisan dari seesorang.

Di luar rumah Rano sendiri terhadap seorang gelandangan tua yang selalu memperhatikan kedatangan dan penampilan Rano. Namun sayang gelandangan tersebut akhirnya meninggal setelah kembali di pukuli karena dituduh menjambret. Orang tersebut juga ternyata adalah Ayah Rano. Sebelum meninggal ayah Rano menitipkan Rano pada Bang Amin dan istrinya.

****

Tidak semua film-film Benyamin S komedi, namun di film ini, Si Rano cukup menyentuh dengan keluguan dan kesederhanaan keluarga Amin.

Posted in Resensi Film 70-90an | Tagged: , , , , , , , , , , , , , | Leave a Comment »

RANO KARNO & PARAMITHA RUSADY DALAM FILM ” PAGAR AYU”

Posted by jejakandromeda on December 1, 2010

Pagar Ayu

JUDUL FILM        : PAGAR AYU

SUTRADARA       : SATMOWI ATMOWILOTO

PRODUKSI           : PT. VIRGO PUTRA FILM

PRODUSER          : FERRY ANGRIAWAN

TAHUN PROD    : 1990

JENIS                     : FILM DRAMA PERCINTAAN

PEMAIN               :  RANO KARNO, PARAMITHA RUSADY, NURUL ARIFIN, DONNY DAMARA, NANY WJAYA, TB MAULANA HUSNI, AMI PRIYONO, USBANDA

SINOPSIS :

Johny atau Jo (Rano Karno) adalah seorang pembalap motocross yang memiliki ambisi untuk selalu memenangi setiap pertandingan. Jo memiliki dua teman perempuan bernama Kartika atau Ika (Paramitha Rusady) dan Hana (Nurul Arifin) yang selalu mendampingi Jo dalam setiap balapan. Ika dan Hana adalah dua sahabat yang masing-masing mencintai Jo, namun Jo lebih memilih Ika untuk di jadikan istrinya, sedangkan Hana sebagai sahabat yang baik menerima keadaan ini.

Kehidupan Jo yang menumpukan pekerjaan pada balapan motocross membuat Ika takut akan masa depannya. Sehingga Ika memohon untuk pada Jo untuk berhenti pada pekerjaan selama ini dan berganti dengan pekerjaan lainnya. Apalagi Ika akhirnya hamil, sehingga untuk menjamin masa depannya Ika memohon pada Jo untuk segera berhenti sebagai pembalap dan berganti dengan pekerjaan lain.

Namun permohonan Ika tidak ditanggapi secara dingin oleh Jo. Jo marah dan tidak mau menghentikan profesinya sebagai pembalap sekaligus sebagai hobinya. Jo tetap pada pendiriannya untuk tetap menjadi pembalap. Meski pada akhirnya Jo meminta diri pada manajemen untuk berhenti sebagai pembalap, namun manajemen tetap mempertahankan keberadaan Jo yang memang masih di butuhkannya. Akhirnya Jo pun mau meneruskan profesinya sebagai pembalap.

Suatu ketika ketika sedang menjalankan profesi sebagai pembalap, Jo yang selalu berada di lini depan pertandingan akhirnya terjatuh dan terjadilah kecelakaan itu. Jo di bawa kerumah sakit oleh krunya. Ika di kabari via telepon tentang keberadaan Jo. Panik karena telepon tersebut, Ika  yang tengah hamil muda buru-buru turun tangga dan terjatuh. Ika pingsan, dan bayi yang dikandungnya tidak bisa terselamatkan. Ika keguguran, sementara itu Jo akhirnya keluar dari rumah sakit. Namun sayang selepas keluar dari rumah sakit, Jo menderita kelumpuhan.  Jo depresi berat, apalagi setelah Ika tidak mau berterus terang bahwa penyakitnya tidak bisa di sembuhkan. Jo kecewa pada Ika dan selalu berdiam diri di atas kursi rodanya. Jo juga sudah tidak bisa menjalankan kewajibannya sebagai seorang suami, Jo Impoten.

Sementara itu, selepas Jo kecelakaan, Ika bekerja dan selalu pulang malam. Jo salah paham karena dianggap Ika tidak mau mengurusnya, namun Ika berusaha meyakinkan pada Jo kalau ia benar-benar mencintainya dan bukan untuk menelantarkannya dengan pulang malam. Suatu ketika Ika di tugaskan oleh bosnya untuk mengurus pekerjaannya di luar kota yang mengharuskan berpisah dengan Jo. Meski awalnya berat untuk meninggalkan Jo, namun Ika akhirnya memenuhi juga keinginan bosnya untuk bekerja di luar kota. Sebelum berangkat, Ika menitipkan Jo pada sahabatnya, Hana untuk mengurusi Jo. Meski Hana pernah mencintai Jo, namun Hana memegang teguh persahabatannya dengan Ika.

*****

Di tempat kerja barunya, Ika berkenalan dengan seorang pemuda bernama Tony (Donny Damara) seorang pemuda yang selalu gagal dalam percintaan. Perkenalan Ika dan Tony menumbuhkan benih-benih cinta di hati Tony terhadap Ika, meski Ika juga menolaknya. Akhirnya terjadilah hubungan yang tidak diinginkan, Ika ternoda dan hamil atas Tony. Tony yang memang mencintai Ika, bersedia untuk bertanggungjawab, namun Ika tidak mau dan mengusir Tony untuk tidak menemuinya lagi. Ika merasa ternoda, namun demikian Ika yang sangat mencintai Jo, lebih memilih Jo daripada Tony. Ika hamil. Melihat Ika hamil, tentu saja Jo marah dan tidak mau menyapa Ika.  Akhirnya kehidupan rumah tangga Ika dan Jo dilanda kehampaan karena tidak saling menyapa, meski dalam satu atap. Meski merasa bersalah, namun Ika terus melanjutkan kehamilannya hingga 9 bulan dan melahirkan. Hingga saat itu juga Jo tetap tidak mau menerima Ika sebagai istrinya.

Atas saran Hana, akhirnya Jo mau menemui Ika di rumah sakit setelah melahirkan. Namun Ika berlalu begitu saja dengan membawa bayinya.

*****

Pagar ayu adalah sebuah film yang mengatasnamakan kesetiaan namun ternoda karena cinta yang lain.  Film ini sediannya di buat kelanjutannya di Pagar Ayu 2, namun film ini entah kenapa tidak terdengar ada film Pagar Ayu 2.

Posted in Resensi Film 70-90an | Tagged: , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a Comment »

RANO KARNO & RIA IRAWAN DALAM FILM “ADIKKU KEKASIHKU”

Posted by jejakandromeda on November 19, 2010

Adikku Kekasihku

JUDUL FILM        : ADIKKU KEKASIHKU

SUTRADARA       : WIM UMBOH

PRODUKSI           : PT. VIRGO PUTRA  FILM

PRODUSER          : FERRY ANGRIAWAN

TAHUN PROD    : 1989

JENIS                     : FILM DRAMA

PEMAIN               : RANO KARNO, RIA IRAWAN, LENNY MARLINA, KAHARUDIN SYAH, ANNA SHERLY, TIO PAKUSADEWO, DICKY ZULKARNAEN.

 

SINOPSIS :

Shella (Ria Irawan) bersama teman-teman gengnnya Prisca (Anna Sherly) dan kawan-kawannya tiap hari kerjaannya clubbing. Ini menjadi pelarian Shella setelah ia kecewa karena Ibunya(Lenny Marlina) menikah lagi dengan Bob (Kaharuddin Syah).  Sikap Shella menjadi tidak teratur dan kasar pada ibunya. Sementara itu kakaknya, Andre (Rano Karno) anak dari Bob yang sedang mempersiapkan skripsi setelah pulang dari Amerika membuat iri Shella karena kedekatannya pada Ibu dan ayah tirinya. Ibunya pun tidak bisa berbuat apa-apa pada Shella atas kelakuannya.

Dikampus, Shella juga di buat kecewa oleh pacarnya Doni (Tio Pakusadewo) yang tidak bisa memberikan pendapa ketika ia membutuhkannya. Kekecewaan Shella bertambah ketika ia melihat dengan kepala sendiri kalau Doni memiliki perempuan lain selain dirinya.  Akibat kekecewaan yang dialami akhirnya Shella lebih banyak merenung di rumah dan menjadi malas untuk pergi bersama teman-temannya. Kekecewaan Shella akhirnya berbuah baik, karena Shella menjadi dekat dengan keluarga dan menghabiskan waktu dirumah. Shella yang selama ini berbuat seenaknya, kali ini bersikap manis. Bahkan Shella dan Andre yang biasanya bermusuhan kali ini pun berbaikan. Kerap kali Shella minta di antar jemput kuliah dengan Andre kakaknya.

Akhirnya Shella memutuskan hubungan dengan Doni.

Untuk menyambut kembalinya Shella ke keluarga, maka ayah Andre, Bob mengajak seluruh keluarga untuk berlibur ke pulau. Selama di pulau, Andre dan Shella serta keluarganya dapat memupuk rasa kekeluargaan diantara mereka. Andre dan Shella menjadi sering curhat berdua, yang membuat keduanya menjadi semakin dekat. Shella menjadi lebih manja pada Andre.

Kedekatan Andre dan Shella menumbuhkan hati kedua remaja tersebut di hinggapi perasaan aneh. Rasa kasih sayang yang tidak sewajarnya. Keduanya secara diam-diam pun menjalin kasih. Hari-hari Andre dan Shella terasa indah, namun sayang keindahan itu akan segera sirna karena sebentar lagi Andre akan dikirim pergi kembali ke Amerika untuk melanjutkan pendidikan oleh ayahnya, meski Andre sendiri tidak mau berangkat ke Amerika karena ia tidak mau berpisah dengan Shella.

******

Ayah dan Ibu Andre yang pulang terlambat kerumah dikagetkan oleh Andre dan Shella yang kepergok keduanya tanpa busana di kamar. Ayah dan Ibu marah besar. Untuk memisahkan keduanya, Bob menyuruh Andre untuk segera berangkat ke Amerika, sedangkan Shella bersikukuh kalau ia mencintai Andre. Shella disuruh untuk tinggal bersama ayahnya (Dicky Zulkarnaen). Meski keduanya tidak memiliki hubungan darah, namun perbuatan keduanya dirasa tidak pantas.  Shella akhirnya tinggal bersama ayah kandungnya dan dilarang untuk tidak pergi kemana-mana.

Sedangkan Andre, sebelum keberangkatan ke Amerika ia tetap tinggal dirumah dengan perasaan yang tidak karuan. Sedangkan Shella tiba-tiba menghilang dari rumah ayah kandungnya setelah dua hari tinggal di rumah ayahnya. Ayah Shella menuduh kalau Bob lah yang telah melarikannya, dan mengatakan kalau selama ini Ibunya telah mengabaikan Shella. Malamnya ayah Shella datang untuk menemui orang tua Andre dan meminta pertanggungjawaban kalau Shella hilang, sedangkan Andre yang baru datang menjadi bingung karena ia di tuduh telah melarikan Shella. Ayah Shella meminta Andre untuk menemukan Shella dan melarang hubungan keduanya. Andre berusaha mencari Shella kemana-mana, ke tempat yang biasa dikunjungi Shella namun sayang tidak juga ditemukan.

Andre menemukan Shella di pantai yang menjadi tempat kenangan berdua.  Andre membawa Shella ke hadapan orang tuanya dan juga ayah kandung Shella. Ayah kandung Shella pun akhirnya merestui hubungan keduanya.

 

 

 

Posted in Resensi Film 70-90an | Tagged: , , , , , , , , , , , , , | 1 Comment »

RANO KARNO & YESSY GUSMAN DALAM FILM ” PUSPA INDAH TAMAN HATI”

Posted by jejakandromeda on November 12, 2010

Puspa Indah Taman Hati

JUDUL FILM        : PUSPA INDAH TAMAN HATI

SUTRADARA       : ARIZAL

PRODUKSI           : PT. TIGA SINAR MUTIARA  FILM

PRODUSER          : TOMMI INDRA

TAHUN PROD    : 1979

JENIS                     : FILM DRAMA

PEMAIN               : RANO KARNO, YESSY GUSMAN, IIS SUGIANTO, SOEKARNO M. NOOR, NANI WIJAYA, DEWI IRAWAN, KAHARUDDIN SYAH, CHRISYE, PONG HARYATMO, TINO KARNO

 

SINOPSIS :

Marlina (Yessy Gusman) harus terlambat masuk kuliahnya pak Arga (Soekarno M. Noor) karena di luar di ganggu oleh Aswin (Pong Harjatmo) seorang mahasiswa seni tari yang menyukai Marlina. Pak Arga di kenal killer bagi mahasiswa seni rupa, namun melihat keterlambatan Marlina, Pak Arga tidak jadi marah karenanya. Marlina pun lolos masuk kelas. Ketika sedang break kuliah, Marlina dikenalkan dengan Galih Rakasiwi (Rano Karno) mahasiswa satu kampusnya yang juga penyanyi. Tatkala bersalaman dengan Marlina, Galih melihat sosok lain dari dirinya. Ia melihat kalau Marlina adalah sosok yang mirip segala-galanya dengan Ratna (Yessy Gusman) (tonton : Gita Cinta Dari SMA). Bagi Galih, ternyata ada sosok yang benar-benar mirip dengan Ratna.

Dalam perjalanan pulang dari kampus, Marlina di ajak makan oleh Hesti (Iis Sugianto) dan Nita dan Awang (Tino Karno) yang diam-diam juga menyukai Marlina. Sesampai di tempat makan, Marlina bertemu dengan Aswin yang mengeluarkan kata-kata yang kasar pada Marlina. Mendengar perkataan Aswin, Awang tidak terima hingga akhirnya keduanya berkelahi. Melihat perkelahian Awang dan Aswin, Marlina ketakutan dan lari menjauhinya. Saat yang bersamaan datanglah Galih yang mengendarai vespanya. Galih menghentikan vespanya dan mengajak Marlina untuk ikut dan mengantarkannya hingga kerumah. Dalam perjalanan Galih dan Marlina bercerita tentang perjalanan cintanya. Galih merasa trauma dengan orang-orang kaya yang berhati serigala. Sementara itu di kampus, perkelahian Aswin dan Awang berlanjut hingga Pak Arga yang harus menengahinya.

Meski bagi mahasiswa lain Pak Arga di anggap killer, namun bagi Galih dan Marlina tidak demikian. Pak Arga adalah sosok yang baik baginya. Hingga kerap kali kedekatan Marlina dan Pak Arga dianggap memiliki hubungan khusus oleh Aswin.

*****

Galih akhirnya di ajak oleh Marlina kerumahnya dan dikenalkan dengan Papa (Kaharuddin Syah) dan Mamanya (Nani Wijaya). Ternyata Mama Marlina menyukai lagu-lagu Galih. Ketika Galih sedang pentas untuk nyanyi, Marlina pun mengajak Papa dan Mamanya untuk menyaksikan penampilan Galih. Setelah selesai bernyanyi, Galih mendapatkan applaus dan jabat tangan dari dosennya Pak Arga yang ternyata menghadirinya.

Sepulang dari pementasan Galih, Pak Arga di keroyok oleh anak muda yang tidak dikenal. Beruntunglah ia, karena tiba-tiba Galih lewat dan menolong Pak Arga  yang terkapar tak berdaya. Galih akhirnya membawa Pak Arga kerumah sakit. Pak Arga pun akhirnya tahu kalau pengeroyokan yang dilakukan adalah atas suruhan Aswin. Sementara itu Marlina menengok Pak Arga di rumah sakit. Marlina meminta maaf padanya karena Marlinalah maka Pak Arga jadi begitu.  Namun Pak Arga tidak menyalahkan Marlina, dan ia bahkan mengajak Marlina untuk main kerumah setelah ia sembuh. Maka akhirnya di ketahuilah kenapa Pak Arga sangat baik dengan Marlina. Ia ternyata memiliki seorang anak bernama Nina yang mirip dengan Marlina yang telah meninggal dunia 2 tahun yang lalu. Nina meninggal di tabrak mobil dan kepalanya pecah. Pak Arga menceritakan dengan penuh kesedihan. Itulah kenapa ia bertindak keras terhadap mahasiswanya, hanya karena menutupi dukanya.

Sementara itu kedekatan Marlina dan Galih kian hari kian dekat. Galih berpamitan dengan Marlina kalau minggu depan akan ke Jogya untuk menghadiri undangan malam gembira .

*******

Sesampai di Jogya, sebelum naik pentas galih mendapatkan sepucuk surat dari penggemarnya yang meminta menyanyikan lagu Gita Cinta Dari SMA.  Melihat surat dari penggemarnya, Galih sudah menduga siapa penggemar tersebut.  Selepas malam gembira usai, Galih keluar. Di pintu keluar Galih sudah ditunggu oleh Ratna (Yessy Gusman) mantan kekasihnya yang sangat di cintai namun tidak di restui oleh orang tua Ratna. Galih dan Ratna bertatap muka dan mengajak Ratna untuk ke mobilnya. Namun wartawan segera memfoto saat tersebut. Galih akhirnya mengetahui kalau Ratna sedang dalam proses perceraian. Ratna menumpahkan segala kegundahannya pada Galih. Ratna bahkan memohon pada Galih untuk menunda kepulangannya ke Jakarta.

Kedatangan Ratna membuat Galih bimbang, apalagi setelah Ratna menceritakan kepedihan hidup yang di hadapinya. Galih pun mempertimbangkan untuk menunda kepulanganya ke Jakarta. Esok harinya Galih dan Ratna mengunjungi tempat-tempat nostalgia mereka dulu. Wartawan yagn melihat Galih pun asyik untuk memotret keduanya.  Keduanya bernostalgia, melewati jalan-jalan dan tempat yang pernah di lewati berdua. Ratna pun berandai-andai kalau ia sudah Janda apakah Ratna mau menikahinya. Namun Galih menolaknya, karena ia sekarang sudah memiliki seorang gadis impiannya, Marlina. Meski sedih, Ratna akhirnya menerima apa yang dikatakan oleh Ratna. Ia merasa kehidupannya terlampau pedih.

Sementara itu di Jakarta, Marlina kesal karena membaca Koran-koran yang memuat foto-foto Galih dengan seorang wanita yang mirip dengannya. Marlina bahkan sampai tidak masuk kampus akibat melihat foto-foto Galih dengan seorang wanita. Ratna kerjaannya murung dan mengunci diri di kamar. Sesampai di Jakarta, Galih datang kerumah Marlina bermaksud untuk menjelaskannya pada Marlina. Namun Marlina menolak untuk menemuinya.

Esoknya Marlina datang kerumah Pak Arga. Pak Arga akhirnya menceritakan kalau Galih juga baru saja dari rumah Pak Arga dan menceritakan kejadian selama di Jogya yang membuat Marlina salah paham. Pak Arga meminta Marlina untuk memaafkan Galih, namun Marlina tidak mau begitu saja menerimanya, karena ia merasa hanya sebagai pelarian bagi Galih aas kekasihnya yang mirip dengannya. Disaat yang bersamaan, datanglah Galih. Namun buru-buru Marlina berpamitan pada Pak Arga. Galih mengejarnya. Namun sia-sia karena Marlina segera naik taksi.

Hesti dan Nita datang kerumah Marlina untuk menyampaikan tiket VIP untuk Marlina dan keluarganya untuk menghadiri pentas Galih Rakasiwi. Meski awalnya menolak, namun akhirnya Marlina menerimanya dan menghadiri pementasan Galih Rakasiwi bersama kedua orangtuanya. Galih menyanyikan lagu yang ditujukan untuk Marlina.

Galih dan Marlina akhirnya berbicara berdua. Marlina membaca surat Ratna untuk Galih. Namun Marlina tidak marah, bahkan setelah ia mengetahui kisah cinta Galih dan Ratna dan juga kepedihan Ratna karena ia harus bercerai, Marlina akhirnya merelakan Galih untuk kembali kepada Ratna. Galih dan Ratna akhirnya pun bersatu.

 

 

 

 

 

 

Posted in Resensi Film 70-90an | Tagged: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 4 Comments »

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,795 other followers