Movie, Photography and Hobby

Indonesian Old Movie Lovers

Posts Tagged ‘Rano Karno’

DEWI IRAWAN DAN MARISSA HAQUE DALAM FILM “KEMBANG SEMUSIM”

Posted by jejakandromeda on February 25, 2014

Kembang Semusim

Kembang Semusim

JUDUL FILM                        : KEMBANG SEMUSIM

SUTRADARA                       : MT RISYAF

CERITA                                  : MT RISYAF

SKENARIO                           : MT RISYAF

MUSIK                                  : KIBOUD MAULANA

PRODUSER                          : SUDARNO

PRODUKSI                           :  PT.  BOLA DUNIA FILM

TAHUN PRODUKSI           : 1980

JENIS                                     : FILM DRAMA

PEMAIN                               : RACHMAT HIDAYAT, DEWI IRAWAN, MARISSA HAQUE, MIEKE WIDJAYA, SIMON CADER, RANO KARNO, MARLIA HARDI, EDDI GOMBLOH

kembang Semusim 1

kembang Semusim 1

SINOPSIS :

Mirna  (Marissa Haque) pergi meninggalkan neneknya (Marlia Hardi) di Sambas, Kalimantan menuju Jakarta untuk menemui ibunya Farida (Mieke Widjaya) setelah 15 tahun tidak bertemu. Sesampai di Jakarta, Mirna kebingungan karena jemputan tidak datang-datang hingga akhirnya di tolong oleh kuli pengangkut barang dan diantar ke alamat Ibunya. Kerinduan Mirna akan ibunya sudah sangat memuncak, namun sayang sekali kehadiran Mirna, anak kandungnya seolah-olah disesali oleh Farida. Mirna menjadi sedih, namun dipendamnya sendiri.

Farida adalah seorang janda yang akhirnya menikah lagi dengan Wijaya (Rachmat Hidayat) yang memiliki dua orang anak Macan(Simon Cader) dan Lidya (Dewi irawan). Kedatangan Mirna dirumah tersebut tidak disukai oleh Lidya, apalagi setelah tahu kalau Mirna menyukai Rusdi (Rano karno) orang yang dicintai Lidya, namun karena cintanya di tolak Rusdi, ahirnya ia di fitnah oleh Lidya dan diusir dari rumah tersebut.

*****

Kembang Semusim

Kembang Semusim

Lidya selalu mengintimidasi Mirna, namun dengan tegar diterima oleh Mirna. Sementara itu Farida mulai bosan dengan keadaan keluarga tersebut yang mulai kacau. Wijaya, seorang pengusaha yang bisnisnya mulai redup, sementara Farida akhirnya bekerja untuk ikut menghidupi keluarga tersebut. Merasa kesal, akhirnya Farida meminta cerai dengan Wijaya agar bisa dekat dengan anaknya, Mirna. Namun akhirnya Wijaya mereview masa lalunya bersama Lidya dan Macan, yang akhirnya bisa diterima oleh mereka, demikian pula Farida akhirnya kembali menerima keluarga tersebut.

Akhirnya kehidupan keluarga tersebut kembali cerah, Lidya dan Macan pun akhirnya menganggap Mirna sebagai adiknya, dan Lidya memberi kejutan kepada Mirna dengan menghadirkan Rusdi dirumah tersebut. Keluarga tersebut akhirnya bahagia.

 

Kembang semusim

Kembang semusim

Posted in Resensi Film 70-90an | Tagged: , , , , , , , , , , , , , | 1 Comment »

BERNAFAS DALAM LUMPUR, MERIAM BELLINA & RANO KARNO

Posted by jejakandromeda on July 24, 2013

Bernafas dalam Lumpur - Meriam Bellina

Bernafas dalam Lumpur – Meriam Bellina

JUDUL FILM                        : BERNAFAS DALAM LUMPUR

SUTRADARA                       : TURINO DJUNAEDY

CERITA                                  : ZAINAL ABDI

SKENARIO                           : TURINO DJUNAEDY

MUSIK                                  : ARENG WIDODO

PRODUSER                          : TURINO DJUNAEDY

PRODUKSI                           :  PT.  SORAYA INTERCINE  FILM

TAHUN PRODUKSI           : 1991

JENIS                                     : FILM DRAMA

PEMAIN                               : MERIAM BELLINA, RANO KARNO, FAROUK AFERO, DIAH PERMATASARI, TIEN KADARYONO,

Bernafas dalam lumpur

Bernafas dalam lumpur

SINOPSIS :

Setelah dua dasawarsa sejak film pertama di produksi, Bernafas dalam Lumpur akhirnya di produksi kembali dengan bintang yang berbeda namun sutradara yang sama Turino Djunaedy. Terdapat beberapa perubahan dari film pertamanya yang di tulis oleh Zainal Abdi. Endingnya pun di buat berbeda. Film ini di produksi setelah 2 dasawarsa lebih film pertamanya, dengan sutradara yang sama.

***

Bernafas dalam Lumpur

Bernafas dalam Lumpur

Seperti film pertama Budiman (Rano Karno) datang ke klub Lunar dan bertemu dengan Supinah(Meriam Bellina) atau yang lebih di kenal Mila di klub tersebut. Pertemuan dengan Supinah karena Budiman membutuhkan seorang cewek malam itu untuk menemaninya ke pesta. Supinah pun dig anti nama Yanti oleh Budiman. Malam itu Yanti berhasil menunaikan tugasnya dengan baik sebagai teman Budiman. Di lanjutkan dengan malam berikutnya yang dilakukan secara diam-diam tanpa sepengetahuan Rais (Farouk Afero). Seperti dalam synopsis Bernafas dalam lumpur sebelumnya, Rais adalah orang yang menolong Yanti sekaligus yang menjerumuskannya ke dalam lumpur pelacuran.

Setelah beberapa kali membawa Yanti, akhirnya Rais mengetahuinya. Budiman dianggap telah membawa Yanti sehingga ia rugi selama tiga hari karena Yanti adalah primadona. Budiman di suruh membayar ganti rugi, namun menolaknya. Hingga akhirnya Budiman di keroyok oleh anak buah Rais. Akhirnya Yanti membawanya ke Rumah sakit. Namun ketika sadar, budiman memaki dan mengusir Yanti. Yantipun pergi.  Setelah Yanti pergi Budiman baru menyadari kalau ia telah memaki dan mengusir Yanti. Maka ia pun kembali ke club Lunar dan ditemui oleh Rosa (Diah Permata Sari) karena Yanti sedang pulang kampung.

Bernafas Dalam Lumpur

Bernafas Dalam Lumpur

Setelah menunggu beberapa hari akhirnya Yanti muncul juga. Meski sakit hati pada Budiman, Yanti  mau di bawa pergi oleh Budiman. Disinilah Yanti menceritakan tentang awal mula ia terjun ke dunia hitam dan tentang Rais.

Dalam film ini nasib Yanti lebih beruntung dibanding film terdahulu, karena Yanti tinggal dirumah yang bagus kepunyaan Budiman, meski mendapat gangguan dari Rais dan anak buahnya. Endingnya pun Yanti tidak meninggal, namun dipersunting oleh Budiman dan direstui oleh orang tua Budiman meski tahu siapa Yanti sebenarnya. Sementara itu orang tua Yanti yang meninggal, bukan Yanti yang harus meninggal karena penyakit.

*****

Kalau mau diperbandingkan, Bernafas Dalam Lumur versi Suzanna lebih bagus dibandingkan versi Meriam Bellina.

 

Posted in Resensi Film 70-90an | Tagged: , , , , , , , , , , , | Leave a Comment »

RANO KARNO DAN LIDYA KANDOU DALAM FILM ‘ ROMAN PICISAN ‘

Posted by jejakandromeda on May 23, 2013

Roman Picisan

Roman Picisan

JUDUL FILM                        : ROMAN PICISAN

SUTRADARA                       : ADISURYA ABDI

CERITA                                  : EDDY D ISKANDAR

SKENARIO                           : EDDY D ISKANDAR

PRODUSER                          : TOMMI INDRA

TAHUN PRODUKSI           : 1980

PRODUKSI                           : PT TIGA SINAR MUTIARA  FILM

JENIS                                     : FILM DRAMA

PEMAIN                              : RANO KARNO, LIDYA KANDOU, ITA MUSTAFA, TINO KARNO, SUTI KARNO, MANGARA SIAHAAN, GEORGE RUDY, PRIA BOMBOM, NANI WIJAYA, FRANK RORIMPIANDY, DORMAN BORISMAN, RAHAYU EFFENDI,  KAHARUDDIN SYAH

SINOPSIS :

Roman (Rano Karno) adalah pelajar SMA yang berasal dari Medan. Di SMA ia dikenal sebagai Roman picisan karena kesukaannya menulis surat cinta meski itu adalah pesanan teman-temannya. Namun imej jelek sebagai pengobral rayuan atau cinta melekat padanya. Seringkali Roman dipanggil dengan roman picisan.

Hingga suatu hari ia menyukai seorang gadis, satu SMA bernama Wulandari (Lidya Kandou) atau Wulan, namun di pendamnya sendiri meski ia menyukainya. Demikian juga dengan Wulan, meski ia ketus terhadap Roman, namun sebenarnya ada kekaguman dalam dirinya, walaupun imej jelek sudah melekat pada Roman. Bahkan diantara keduanya menjadi benci tapi diam-diam cinta. Ternyata kesukaan Roman pada Wulan  tidak disukai olen Tono (George Rudy) yang juga menyukai Wulandari. Akibatnya Tono menyuruh teman-temannya untuk mengeroyok Roman.

Namun Roman bukanlah orang yang bodoh, ia mampu mengetahui siapa actor di belakangnya, sehingga ketika Tono dan Wulan sedang berduaan datanglah Roman dan memukul Tono. Melalui percakapan Tono dan Roman akhirnya wulan ikut pulang bersama mereka. Meski demikian hubungan Roman dan Wulan belumlah mencair. Mereka masih saling ketus.

Adalah Victor(Mangara Siahaan) teman Roman dari Medan yang akhirnya berhasil mencairkan suasana. Melalui kepandaianya Victor berhasil mengambil isi hati Wulan yang kemudian memberitahu tentang kebaikan Roman dan kesukaannya pada Wulan, demikian sebaliknya terhadap Roman, Victor menceritakan tentang Wulan. Hingga suatu ketika Wulan memberikan surat yang di titipkan melalui Victor yang mengabarkan kalau Wulan akan pindah ke Papua. Maka berkat saran dari Victor maka segeralah Roman menyusul Wulan ke Bandara kalau ia memang mencintainya. Bergegas Roman menyusul Wulan ke Bandara.

Namun Wulan sudah terlanjur masuk kedalam, sehingga melalui petugas, hanya Roman saja yang diperbolehkan masuk. Puncaknya akhirnya Wulan memberitahu Roman kalau ia sebenarnya tidak pindah ke Papua, namun hanya mengantar orang tuanya saja yang akan pergi ke Papua. Wulan tetap di Jakarta. Dan Wulan memberitahukan kalau itu hanya akal-akalan Victor saja agar Wulan menulis surat seolah-olah akan pergi ke papua.

*****

Roman Picisan, film tahun 1980 ini kalau melihat ke masa sekarang Endingnya mirip dengan film Ada Apa dengan Cinta yang dibintangi oleh Dian Sastro dan Nicolas Saputra produksi tahun 2000an. Siapa yang dahulu dan kenapa bisa mirip? Mungkin pas kebetulan saja.

Posted in Resensi Film 70-90an | Tagged: , , , , , , , , , , , , | 1 Comment »

RANO KARNO & PARAMITHA RUSADY DALAM FILM ” KUBERIKAN SEGALANYA “

Posted by jejakandromeda on March 7, 2013

Kuberikan Segalanya

Kuberikan Segalanya

JUDUL FILM                        : KUBERIKAN SEGALANYA

SUTRADARA                       : Galeb Husin

CERITA                                  : IDA FARIDA

SKENARIO                           : ASRUL SANI

MUSIK                                  : IDRIS SARDI

PRODUSER                          : SUDWIKATMONO, AUGUST PURWANTO EKA

PRODUKSI                           :  PT.  INDOASIA REKAPERKASA FILM

TAHUN PRODUKSI           : 1992

JENIS                                     : FILM DRAMA

PEMAIN                               : RANO KARNO, PARAMITHA RUSADY, DEDDY MIZWAR, NIHAYAH ABUBAKAR, GITO GILAS, CLARA SINTA, ANTON SUMADI, HIM DAMSIK, ROLDIAH MATULESSY, ANWAR FUADY, BUNG SALIM,  ATTY CANCER

SINOPSIS :

Anisah (Nihayah Abubakar) gadis yang mempunyai cacat bawaan, tidak memiliki kedua tangannya sejak lahir sepeninggal kedua orangtuanya menyusul kakaknya Faisal (Rano Karno) di Jakarta dari Padang dengan menaiki kapal. Sesampai di Jakarta Anisah tinggal bersama Faisal yang seorang mahasiswa dan Fitri (Paramitha Rusady) adiknya. Meski memiliki cacat namun Anisah diperlakukan sama seperti orang kebanyakan sehingga iapun mampu beraktivitas dan memiliki ketrampilan meski memiliki keterbatasan. Segala aktivitasnya di lakukan dengan menggunakan kedua kakinya termasuk makan, maupun merajut kain semua di lakukan secara piawai dengan kedua kakinya.

Kehadiran Anisah membawa warna baru bagi rumah Faisal dan tetangganya Adam (Deddy Mizwar) seorang pemusik yang diam-diam mengagumi Anisah. Meski dalam beberapa kejadian Adam harus terbelalak dengan apa yang dilihatnya seperti ketika Anisah harus menyuapkan makananya sendiri dengan kakinya. Bagi orang yang normal ini diluar kemampuan karena pasti sulit untuk dilakukan.

*****

Sebagai seorang mahasiswa, Faisal tidak hanya kuliah saja namun juga menjalankan usaha dengan temannya (Anwar Fuadi). Namun keberuntungan tidak berpihak padanya, ia di tipu dan uang hasil tabungannya habis karenanya. Faisal menjadi patah arang.  Ia bertekad akan mencari pekerjaan dan mengambil cuti kuliah, namun Anisah yang mengetahui keadaan Faisal memberikan support, ia mengambil tabungannya untuk diberikan pada Faisal untuk kuliah. Ia tidak mengijinkan Faisal untuk bekerja, namun harus fokus pada kuliahnya.

Untuk menambah biaya hidup, Anisah yang memiliki ketrampilan membuat kue mengkoordinir pengemis melalui seorang pengemis yang pernah di ajak kerumahnya (Atty Cancer) dan ini berhasil karena orang-orang yang tadinya memiliki pekerjaan sebagai pengemis beralih menjadi penjual kue. Dengan dibantu oleh Adam, usaha Anisah berhasil dalam membantu perekonomian keluarga. Koordinator pengemis merugi, karena pengemis yang biasa ia kordinasi beralih berjualan kue, maka ia menyuruh anak buahnya untuk mencari para pengemis tersebut, namun usahanya sia-sia karena mereka tetap lebih memilih sebagai penjual kue.

Sementara Fitri yang mulai kuliah bertemu dengan Erwin (Gito Gilas) di kampusnya. Benih-benih cinta merekapun tumbuh, namun Fitri tidak mau kalau Erwin meninggalkannya gara-gara cacat Anisah, seperti halnya pacar Faisal, Maruti (Clara Shinta) yang akhirnya memutuskan tali cintanya dengan Faisal setelah mengetahui ia memiliki keluarga yang cacat. Fitri melarang kakaknya untuk bertemu dengan Erwin. Hingga suatu ketika tanpa sengaja Erwin datang kerumah dan ditemui oleh Anisah. Mereka ngobrol cukup lama. Hal ini di ketahui oleh Fitri ketika di mobil akan mengantarkan Fitri pulang. Erwin bercerita kalau ia baru bertemu kakaknya sebelum ia menjemputnya. Fitri marah pada Anisah. Fitri melontarkan kata-kata yang pedas pada Anisah.  Fitri mengatakan kalau tidak ada yang mau sama Anisah dengan potongan tubuh seperti itu.  Hal ini membuat Anisah bersedih.

Namun tanpa disadari, pembicaraan ini di dengar oleh Erwin yang kebetulan mengantarkan kue yang ketinggalan di mobil. Erwin pun minta maaf kalau kata-kata tersebut tidak seharusnya keluar dari Fitri. Erwin sudah mengenal Anisah sejak lama tanpa diketahui oleh Fitri.

Menyadari kesalahannya akhirnya Fitri memeluk Anisah dan memohon maaf. Di akhir kisah akhirnya Erwin dan Fitri menikah.

*******

Sebuah pelajaran yang berharga, karena dari film ini kita bisa melihat bahwa cacat bukanlah akhir dari segalanya namun cacat itu memiliki keistimewaan tersendiri. Menonton film ini cukup membuat kita tersadar dan bersedih karenanya. Apalagi diiringi ilustrasi music Idris sardi yang mengharukan.

Kuberikan segalanya juga mendapatkan penghargaan dalam FFI 1992 untuk pemeran pembantu pria terbaik Deddy Mizwar, dan penata music Idris Sardi

Penghargaan

Piala Citra, FFI 1992,untuk peran pembantu pria(Deddy Mizwar),Musik.(Idris Sardi merebut Citra ke 10 untuk musik.Terbanyak yang dicapai untuk katagori sejenis selama FFI 1973-1992)Penghargan kusus dewan juri,FFI 1992 untuk pemeran Utama Wanita(Nihayah Abubakar).Penghargan khusus FFAP 1993,untuk film kemanusian (Most Humanistic)Unggulan FFI 1992,untuk film Sutradara,pemeran Utama Pria(Rano Karno),Pemeran pembantu Wanita. (Paramita Rusady),Cerita Skenario,Fotografi,Artistik,Editing,Suara, Terpuji untuk aktor (Deddy Mizwar) FFB 1993.

Posted in Resensi Film 70-90an | Tagged: , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a Comment »

RANO KARNO DAN NIKE ARDILLA DALAM FILM ” KEMBALI LAGI “

Posted by jejakandromeda on November 7, 2012

JUDUL FILM                        : KEMBALI LAGI

SUTRADARA                       : SANDY SUWARDI HASAN

CERITA                                  : SANDY SUWARDI HASAN

SKENARIO                           : SANDY SUWARDI HASAN, ALIM BACHTIAR

TAHUN PRODUKSI           : 1993

PRODUKSI                           : PT SANDY FILM

JENIS                                     : FILM DRAMA

PEMAIN                              : RANO KARNO, NIKE ARDILLA, ADE IRAWAN, DIEN NOVITA, ROBERT SYARIEF, SIGIT SUBANGUN, HENGKY SOLAIMAN, YUKE S, FITRIA CINTANIA, FAIZ ZAINUDIN

SINOPSIS :

Yohana (Nike Ardilla) dan Johan (Rano Karno) adalah sepasang kekasih yang tidak direstui oleh ayah Yohana , Irawan (Robert Syarief). Johan di anggap anak berandalan dan ingin nebeng ketenaran Yohana yang sudah terkenal sebagai penyanyi.  Sementara itu akibat perilaku keras yang ditunjukkan oleh ayahnya, Yohana lebih memilih untuk kabur dari rumah dan ngekost di luar sama seperti kakaknya Ferry (Sigit Subangun) yang kabur dari rumah. Selain keras, Ayah Yohana juga menyalahkan Ibu Johan karena dianggap tidak bisa mendidik anaknya. Keduanya pun seringkali berseteru.

Akhirnya Johan bersama kakak Yohana diam-diam mendaftar untuk menjadi anggota ABRI. Yohana mengetahui niat Johan dari kakaknya. Yohana pun sedih, namun sebelum kepergian Johan, Yohana menceritakan kegalauan hatinya. Ia bercerita kalau dirinya sudah tidak suci lagi akibat perbuatan berandalan yang salah satunya bernama Beny. Johan marah pada dirinya sendiri, dan Yohana meminta maaf karena ia memendamnya sendiri. Yohana hamil. Akhirnya Johan memacu mobilnya kencang-kencang. Terjadilah kecelakaan yang menyebabkan Yohana tewas. Namun bayi yang dikandungnya selamat.  Johan menelpon ibunya (Ade Irawan) untuk datang ke rumah sakit kalau ia kecelakaan. Namun sesampai di rumah sakit, Ibunya kaget karena yang kecelakaan bukan Johan, namun Yohana. Apalagi meninggalkan seorang bayi yang harus di asuhnya. Bayi tersebut bernama Yosi.

******

Dengan tekad yang bulat, akhirnya Johan berangkat untuk mendaftar menjadi ABRI. DI suatu kesempatan, Johan pergi kediskotik dan tanpa sengaja mengetahui Beny yang menyebut-nyebut telah membereskan penyanyi Yohana. Maka terjadilah keributan. Salah seorang tertusuk. Beny di hukum 5 tahun.

9 tahun kini telah berlalu. Yosi menjadi anak yang memiliki bakat menyanyi seperti mendiang ibunya Yohana. Yosi menjadi penyanyi cilik yang berhasil menarik hati penontonnya. Sementara itu Johan ditugaskan di Timor Timur di sebuah daerah konflik.  Johan mengangkat seorang anak bernama Rico ketika dalam suatu operasi ia menemukan anak terebut di ladang.

Dalam suatu operasi yang dilakukan, Johan tewas dan menitipkan Rico pada Ferry untuk di serahkan pada ibunya di Jakarta. Sebelum tewas Johan menitipkan pesan pada Ferry dan memberitahu kalau ia sangat mencintai Yohana dan Yosi sebenarnya adalah cucu dari ayah Ferry.

Di akhir kisah, akhirnya Pak Irawan ayah Yohana dan Ibu Johan berbaikan.

 

Posted in Resensi Film 70-90an | Tagged: , , , , , , , , , , | 3 Comments »

RANO KARNO & IDA IASHA DALAM FILM ‘ ARINI 2 ‘

Posted by jejakandromeda on February 15, 2012

JUDUL FILM                        : ARINI II BIARKAN KERETA ITU LEWAT

SUTRADARA                       : WIM UMBOH

CERITA                                  : MIRA W

SKENARIO                           : WIM UMBOH

MUSIK                                  : BILLY J BUDIARJO

TAHUN PRODUKSI           : 1988

PRODUKSI                           : PT. ELANG PERKASA FILM, PT SANGGAR FILM

JENIS                                     : FILM DRAMA

PEMAIN                              : RANO KARNO, IDA IASHA, RANI SORAYA, JOICE ERNA, RIMA MELATI, RICO TAMPATI, VIVI SAMODRO

SINOPSIS :

Arini (Ida Iasha) akhirnya menyusul Nick (Rano Karno) yang melanjutkan pendidikan dan mengajaknya menikah. Meski di tentang oleh Ibunya (Rima Melati) hanya karena Arini adalah seorang janda, namun Nick tetap pada pendiriannya karena cintanya pada Arini. Ia menikahi Arini.

Mendapat suami yang lebih muda 10 tahun dari dirinya membuat Arini yang pada film Arini I di perankan oleh Widyawati harus bersabar menghadapi sikap dan tingkah Nick yang masih kekanak-kanakkan.  Setelah mereka menikah dan Nick lulus kuliah maka mereka pun tinggal bersama. Sebagai seorang yang sudah memiliki jabatan yang tinggi di kantor membuat Arini harus sering pulang malam. Hal ini ternyata tidak di sukai oleh Nick yang masih belum juga menemukan pekerjaan untuknya. Sehingga ia dengan setia menunggu rumah sampai Arini pulang. Meski pada awalnya Nick enjoy, namun lama kelamaan ia menjadi jenuh. Bahkan ketika ia merasa tersinggung karena ditegur oleh istrinya ketika ke kantor tanpa memakai pakaian yang pantas sementara istrinya adalah wanita karier yang memiliki jabatan tinggi.

Dalam kejenuhan ini timbul masalah. Ella (Vivi Samodro) anak perempuan buah perkawinan Arini dengan Helmi (Rico Tampati) mendapati kalau dirinya tidak bisa menerima cangkok ginjal dari ibunya, sehingga harus di lakukan operasi diluar negeri. Untuk itulah terpaksa Arini berangkat ke luar negeri bersama anaknya. Meski pada awalnya ia menolak kalau Helmi untuk ikut, namun setelah meyakinkan Arini bersedia untuk mengijinkan Helmi untuk turut serta berobat. Sementara Nick tetap berada di rumah.

Selama di luar negeri, operasi pun berjalan lancar, namun tanpa di sadari oleh Arini, Helmi telah mengambil kesempatan dengan menyuruh pelayan restoran untuk memotretnya dari jauh ketika ia sedang mencium Arini. Tanpa sadar, Helmi telah menjadi kaki tangan mama Nick yang tidak suka pada Arini.  Sekembali berobat, Hasil foto Arini dan Helmi di kirimkan ke Helmi. Melihat foto-foto yang tak terduka membuat Nick marah, ia menjadi pemabuk. Nick juga membawa wanita jalang kerumah ibunya dan tidur bersama. Padahal saat itu Arini sedang mengandung anak Nick.

Mama Nick yang pada awalnya ingin menghancurkan rumah tangga Arini menjadi geregetan atas kelakuan Nick yang membawa wanita jalang kerumahnya dan tidur bersama, justru akhirnya sadar dan mencoba untuk mengusir perempuan tersebut tetapi tidak berhasil. Akhirnya Mama Nick pergi kerumah Arini  yang secara kebetulan mau melahirkan. Maka segera ia menelpon Nick. Saat itulah Nick tersadar dan segera meninggalkan perempuan yang telah ditidurinya.

 

Posted in Resensi Film 70-90an | Tagged: , , , , , , , , , , , , | 3 Comments »

RANO KARNO DAN WIDYAWATI DALAM FILM “ARINI MASIH ADA KERETA YANG AKAN LEWAT”

Posted by jejakandromeda on February 3, 2012

JUDUL FILM                        : ARINI, MASIH ADA KERETA YANG AKAN LEWAT

SUTRADARA                       : SOPHAN SOPHIAN

CERITA                                  : MIRA W

SKENARIO                           : EDDY SUHENDRO

MUSIK                                  : BILLY J BUDIARJO

TAHUN PRODUKSI           : 1987

PRODUKSI                           : PT. ELANG PERKASA FILM, PT SANGGAR FILM

JENIS                                     : FILM DRAMA

PEMAIN                              : RANO KARNO, WIDYAWATI, SOPHAN SOPHIAN, JOICE ERNA, RIMA MELATI, VIVI SAMODRO, ANWAR FUADI

SINOPSIS :

Arini (Widyawati) sedang melanjutkan pendidikan di Amerika Serikat.  Arini di kenalkan oleh Ira (Joice Erna) sahabatnya dengan Helmi (Sophan Sophian) untuk mau di ikat tali perkawinan.  Antara Helmi dan Ira sebelumnya telah terjadi tali perselingkuhan, walaupun Ira sudah menikah dan di karuniai dua orang anak dengan suaminya (Anwar Fuadi), namun perselingkuhannya dengan Helmi terus berlanjut hingga Ira menawarkan Arini pada Helmi. Akhirnya Arini dan Helmi menikah dan di karuniai anak. Namun perselingkuhan Helmi dengan Ira berhasil di ketahui sehingga keduanya pun bercerai. Sementara Ira dan Suaminya akhirnya bercerai. Helmi dan ira pun akhirnya menjadi suami istri dengan membawa anak Arini untuk di asuhnya.

Selama melanjutkan sekolah, berkenalan dengan Nick(Rano Karno) yang di kenalnya didalam perjalanan kereta api. Nick adalah mahasiswa yang ingin lari dari keluarganya yang terlalu otoriter. Mamanya (Rima Melati) selalu ingin mencampuri urusan anaknya. Perkenalan Nick dengan Arini yang lebih tua sepuluh tahun membuat Nick nyaman dan jatuh hati. Namun dengan predikat janda yang di pegangnya membuat Arini lebih berhati-hati dan bertindak apalagi setelah tahu mama Nick memandang sebelah mata dengan Arini karena predikat yang di sandangnya, seorang janda.  Tetapi bagi Nick sendiri, kehadiran Arini memiliki peranan penting karena ia mampu membangkitkan semangat Nick. Sehingga ketika Nick sedang di Jakarta, Ia menyuruhnya untuk melanjutkan kembali sekolahnya.

Sedangkan Arini akhirnya menjadi seorang atasan yang harus membawahi mantan suaminya sendiri, Helmi. Helmi di ketahui sering menyelewengkan uang perusahaan.  Hal tersebut pun di selidiki oleh Arini.  Di saat penyelidikan berlangsung, Helmi datang menemui Arini untuk memohon bantuan. Meski  awalnya Arini menolak untuk menemuinya, namun setelah Helmi mengutarakan maksudnya, Arini pun kaget di buatnya atas apa yang menimpa anaknya. Anaknya gagal ginjal. Dan satu-satunya cara untuk membantu menolongnya adalah dengan melakukan cangkok ginjal. Operasi pun berjalan lancar. Namun hingga usia anaknya mulai beranjak besar, ia tidak tahu siapa Arini sebenarnya. Ia hanya mengenal tante Arini, sementara mamanya yang di akui sebagai mama sendiri adalah Ira.

 

Posted in Resensi Film 70-90an | Tagged: , , , , , , , , , , , , , | 3 Comments »

RANO KARNO & YESSY GUSMAN DALAM FILM ” ROMI DAN JULI”

Posted by jejakandromeda on January 25, 2012

JUDUL FILM                        : ROMI DAN JULI

SUTRADARA                       : ARIFIN C NOOR

CERITA                                  : ARIFIN C NOOR

SKENARIO                           : ARIFIN C NOOR

MUSIK                                  : IDRIS SARDI

PRODUKSI                           :  RAPI FILM

TAHUN PRODUKSI           : 1974

JENIS                                     : FILM DRAMA

PEMAIN                              : RANO KARNO, YESSY GUSMAN, SOEKARNO M NOOR,  DICKY  ZULKARNAIN, AMI PRIYONO, SOPHAN SOPHIAN, WIDYAWATI,  MILA KARMILA

SINOPSIS :

Romi (Rano Karno) anak dari Ir. Komar (Dicky Zulkarnaen) seorang Insinyur di sebuah kontraktor dan Sri (Mila Karmila) ibunya adalah siswa SMP. Ia memiliki seorang sahabat satu sekolah yang ia cintai Juli (Yessy Gusman).  Namun hubungan Romi dan Juli tidak mulus karena ayah Juli, Pak Sabar (Soekarno M Noor) seorang  duda yang telah di tinggal mati oleh istrinya kecewa pada ayah Romi karena penolakan atas usulan proyek pembangunan rumah yang di buat oleh Suhandi (Ami Priyono) anak buah dari Sabar.

Sabar menjadi kecewa dan marah, sehingga imbasnya ia melarang Juli untuk mendekati Romi lagi, bahkan untuk memuluskan rencananya, Juli akan di suruh bersekolah di Jakarta.  Demikian juga Romi, ayahnya melarang agar Juli tidak lagi menelpon-nelpon Romi.  Romi dan Juli pun akhirnya ingin menyadarkan kedua orang tua mereka masing-masing  dengan jalan melarikan diri. Usaha ini di ketahui oleh Herman, keponakan  Sabar yang saat ini sedang tinggal di rumahnya. Ia segera melaporkan pada Sabar. Mengetahui anaknya lari, Sabar menuduh Romi telah melarikan anaknya, sehingga ia segera menemui Ir. Komar untuk mempertanggungjawabkan perbuatan anaknya. Namun Komar tidak percaya begitu saja dengan ucapan Sabar. Untuk membuktikannya akhirnya mereka sepakat untuk mencari Romi dan Juli.

Sementara itu dalam pelariannya Romi dan Juli penuh dengan rintangan. Mereka melarikan diri ke hutan, dan disaat mereka lari, hujan pun melanda.  Mereka lari dan berteduh di goa yang di temui. Saat di goa, mereka tidur beralaskan jerami. Romi jatuh sakit. Saat Juli berusaha mencari obat, ia bertemu dengan orang-orang dan ayahnya yang tengah mencarinya. Sementara itu di Goa , Romi kebingungan karena setelah bangun tidak mendapati Juli di sampingnya. Akhirnya Romi berusaha mencari Juli dan keluar dari Goa.  Romi dan Juli akhirnya pun bertemu, sementara ayah mereka, Sabar dan Insinyur Komar akhirnya berbaikan.

Posted in Resensi Film 70-90an | Tagged: , , , , , , , , , , , , | 3 Comments »

BENYAMIN S & RANO KARNO DALAM FILM ‘SI DOEL ANAK BETAWI’

Posted by jejakandromeda on October 13, 2011

JUDUL FILM                        : SI DOEL ANAK BETAWI

SUTRADARA                       : SJUMAN DJAYA

PRODUSER                          : SJUMAN DJAYA, HANDOJO MSC

CERITA                                  : AMAN DATUK MADJOINDO

SKENARIO                           : SJUMAN DJAYA

MUSIK                                  : ISBANDI

PRODUKSI                           :  PT.  PERFINI FILM

TAHUN PRODUKSI           : 1973

JENIS                                     : FILM DRAMA

PEMAIN                              : RANO KARNO, BENYAMIN S, SOEKARNO M NOOR, TINO KARNO, FIFI YOUNG, TUTI KIRANA, NANI WIDJAYA

SINOPSIS :

Asman (Benyamin S) seorang supir asli Betawi memiliki seorang anak Doel (Rano Karno) hasil pernikahannya dengan istrinya (Tuti Kirana). Pernikahan mereka sebenarnya tidak direstui oleh orang tua istrinya. Mertua lelakinya (Soekarno M Noor) lebih banyak diam meski mertua perempuannya lebih mengekspresikan ketidaksukaannya pada Asman. Namun demikian karena cinta, istrinya tetap tidak mau meninggalkan Asman, meski orang tuanya berkali-kali menyuruhnya untuk tinggal dirumahnya dibandingkan tinggal dirumah reot.

Doel, adalah anak betawi asli yang belum bisa mengenyam sekolah karena keadaan orangtuanya. Adalah Safei (Tino Karno) ‘musuh’ bebuyutan Doel dalam bermain. Safei adalah anak seorang kaya di kampung tersebut, sementara Doel dianggap sebagai anak kampung . Kerap kali keduanya berkelahi. Doel memiliki seorang paman, Asmad yang datang kerumahnya, untuk kemudian pergi lagi.

Suatu hari terjadi kecelakaan pada Asman akibat truk yang di kendarainya terbalik hingga membuat Asman meninggal.  Kepergian Asman membuat kehidupan Doel menjadi tidak menentu. Untuk meringankan beban berat orangtuanya, Doel berjualan kue buatan Ibunya. Meski hasil jualan kue Doel selalu gagal, namun Doel selalu diganggu oleh Safei. Hingga suatu ketika, dagangan Doel hancur akibat perbuatan Safei selagi belum laku. Doel menangis sedih.

Disaat itulah datang pamannya Asmad yang membantu Doel, dan mengadukan Safei kerumah orangtuanya. Dagangan Doel diganti oleh orangtua Safei, sedangkan Doel sendiri akhirnya dijanjikan untuk bersekolah setelah Asmad menikahi ibunya atas persetujuan Doel.

 

Posted in Resensi Film 70-90an | Tagged: , , , , , , , , , , , | Leave a Comment »

BENYAMIN S DAN RANO KARNO DALAM FILM “SI RANO”

Posted by jejakandromeda on June 15, 2011

JUDUL FILM                        : SI RANO

SUTRADARA                       : MOTINGGO BUSYE

PRODUSER                          : DJOKO M WARSOSENTONO

CERITA                                  : MOTINGGO BUSYE

SKENARIO                           : MOTINGGO BUSYE

MUSIK                                  : GATOT SUBROTO

PRODUKSI                           :  PT.  FILM

TAHUN PRODUKSI           : 1973

JENIS                                     : FILM DRAMA-

PEMAIN                              : RANO KARNO, BENYAMIN S, RATMI B-29, NANIN SUDIAR, NETTY HERAWATY, MARLIA HARDI

SINOPSIS :

Bang Amin (Benyamin S) dan Istrinya (Ratmi B29) sudah 11 tahun menikah namun belum di karuniai anak, sehingga Bang Amin merasa kesepian dan ingin sekali memiliki seorang anak. Sehari-hari Bang Amin berjualan Gorengan keliling untuk menghidupi keluarganya. Suatu hari di stasiun kereta Api Jatinegara, Rano (Rano Karno) dan ayahnya baru datang dari kampung turun dari kereta untuk menunggu jemputan dari pamannya. Namun di cari-cari tidak ada, sementara ayahnya tengok kanan tengok kiri, Rano pergi menyelinap untuk membeli gorengan.

Ayah Rano mencari-carinya namun tidak ketemu. Sial bagi ayah Rano, karena semenjak turun dari kereta sudah menjadi perhatian kawanan copet, yang mencopet dompet penumpang dan melemparkannya ke tubuh Ayah Rano yang kebingungan. Alhasil Ayah Rano di tuduh sebagai pencopetnya dan babak belur di hajar massa. Ayah Rano di amankan dan di bawa ke kantor polisi. Rano yang baru saja membeli gorengan kaget ketika melihat ayahnya babak belur di atas mobil polisi. Ia memanggil ayahnya namun sia-sia. Rano dan ayahnya terpisah.

Beruntung Rano kembali bertemu dengan Bang Amin yang menjual gorengan yang mengajaknya untuk ikut dengannya. Rano dibawa kerumah bang Amin dan dianggap anak sendiri oleh pasangan suami istri yang telah lama mendambakan anak. Meski pada awalnya Rano selalu teringat ayahnya, namun lambat laun ia mampu melupakannya. Bahkan Rano dianggap sebagai anak pembawa rejeki oleh Bang Amin dan Istrinya karena sejak kedatangan Rano, jualan Bang Amin menjadi laku keras. Bahkan Rano akhirnya di sekolahkan oleh Bang Amin, setelah Bang Amin mendapatkan rejeki dari hasil menjadi makelar tanah.

Sementara itu di kantor polisi, ayah Rano terbebas dari hukuman karena tidak terbukti mencopet, namun ia bingung harus kemana karena tidak ada tujuan. Akhirnya ia menggelandang, bahkan makan juga dari sisa-sisa makanan di tempat sampah.

****

Di sekolah Rano terkenal sebagai anak yang pintar namun nakal. Hingga gurunya yang sakit-sakitan juga sering di kerjain oleh Rano. Namun meski kesal pada Rano, suatu saatu guru tersebut sangat terharu ketika ulang tahunnya di rayakan oleh murid-murid kelasnya.

Disekolah Rano kedatangan murid baru bernama Dewi. Awal kedatangan Dewi di kelas sudah menjadi bahan ledekan bagi Rano karena ia diantar oleh kakeknya ke sekolah. Dewi sempat di buat menangis oleh Rano sebelum akhirnya gurunya datang.  Bahkan Kakeknya (Farouk Afero) sempat kejar-kejaran dengan Rano karena di kerjain. Namun demikian Rano dan Dewi akhirnya berkawan. Bahkan Rano di ajak kerumah Dewi, yang tinggal bersama ibu dan kakeknya karena ayah Dewi sudah meninggal. Namun sayang, kedatangan Rano tidak di sukai oleh ibunya karena mengotori rumahnya dengan sepatunya, dan menganggap dirinya kaya. Rano menjadi tersinggung dan pulang.

Keesokan harinya, Rano kembali datang, namun kali ini dengan penampilan berbeda. Ia berpenampilan necis layaknya orang kaya. Melihat penampilan Rano, Ibu Dewi pun dengan senang hati menerimanya apalagi setelah Rano mengaku berasal dari Menteng yang rumahnya paling tinggi, membuat Ibu Dewi semakin kesengsem dan menyuruh Rano untuk mengundang papa dan mamanya kerumah. Ranopun akhirnya menyuruh Bang Amin dan istrinya untuk ke rumah Dewi. Namun sayang melihat penampilan Ibu Angkat Rano, Ibu Dewi begitu merendahkan. Namun akhirnya ia disadarkan oleh Dewi kalau dulu sebenarnya juga orang miskin, namun kaya karena mendapat warisan dari seesorang.

Di luar rumah Rano sendiri terhadap seorang gelandangan tua yang selalu memperhatikan kedatangan dan penampilan Rano. Namun sayang gelandangan tersebut akhirnya meninggal setelah kembali di pukuli karena dituduh menjambret. Orang tersebut juga ternyata adalah Ayah Rano. Sebelum meninggal ayah Rano menitipkan Rano pada Bang Amin dan istrinya.

****

Tidak semua film-film Benyamin S komedi, namun di film ini, Si Rano cukup menyentuh dengan keluguan dan kesederhanaan keluarga Amin.

Posted in Resensi Film 70-90an | Tagged: , , , , , , , , , , , , , | Leave a Comment »

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 2,145 other followers