Movie, Photography and Hobby

Indonesian Old Movie Lovers

Posts Tagged ‘PT. Virgo Putra Film’

MERRIAM BELLINA & TITI DJ DALAM FILM ” SUSANA SUSANA BUKTIKAN CINTAMU ‘

Posted by jejakandromeda on February 28, 2013

3JUDUL FILM                        : SUZANA SUZANA BUKTIKAN CINTAMU

SUTRADARA                       : PIET BURNAMA

CERITA                                  : FERRY ANGRIAWAN

SKENARIO                           :FERRY ANGRIAWAN

MUSIK                                  : BILLY J BUDIHARJO

PRODUSER                          :  FERRY ANGRIAWAN

TAHUN PRODUKSI           : 1984

PRODUKSI                           : PT VIRGO PUTRA FILM

JENIS                                     : FILM DRAMA

PEMAIN                              : MERIAM BELLINA, IKANG FAWZI, TITI DWI JAYATI, MALIDA, RIMA MELATI, ANTON INDRACAYA,S BONO, ALEXANDE RAZAK, LEROY OSMANI

SINOPSIS :

Susana (Meriam bellina) dan Susanti atau Santi (Titi DJ) adalah bintang yang sedang naik daun di Rafa Group milik Roy (Ikang Fawzi). Santi ditemukan Roy ketika berada di Amsterdam, sedangkan bakat Susana ditemukan oleh produser film Iklan (Anton Indracaya) ketika berada di pantai. Alhasil keduanya menjadi bintang iklan di Rafa Group untuk membuat film-film Iklan dari produk Engran dan juga Counterpain.

Roy jatuh hati pada Susana walaupun ia juga tahu kalau Santi mencintai Roy, sehingga kadangkala di lokasi suting Santi menjadi ngambek pada Roy dan tidak mau suting. Namun Roy juga sadar, kalau Santi sudah di kontrak oleh produk iklan sehingga kalau ia tidak mau suting dapat dip rotes.  Antara Susana dan Susanti  terlibat perang dingin untuk merebut perhatian Roy, walaupun bagi Susana itu tidak penting namun bagi Susanti yang memang mencintai Roy menjadi hal penting walau ia mampu memendamnya.

Pada suatu malam susanti menyanyikan sebuah lagu yang juga merupakan lagu yang sering dinyanyikan oleh Susana bersama adiknya semasa kecil. Dari lagu itulah Susana mulai mencari tahu keberadaan adiknya yang telah lama hilang. Susana dibesarkan oleh Suster Rima (Rima melati) yang ia panggil Mami, sementara ayah Susana dirawat di sanitarium. Susana menghubungi Mami Rima di sanitarium untuk menanyakan kesehatan ayah dan juga tentang adik kandungnya. Tanpa sengaja di rumah sakit ia bertemu dengan Roy yang ternyata secara diam-diam telah memperhatikan ayah Susana karena janjinya pada ayah Roy yang telah meninggal. Ayah Susana adalah sahabat dari Ayah Roy yang kebetulan mencintai wanita yang sama. Namun karena kedudukannya Ayah Roy yang akhirnya berhasil menikahi wanita tersebut yang juga merupakan Ibu Roy. Namun Ibu Roy mati setelah diracun. Paman Roy menguatkan alibi kalau ayah susanalah yang telah meracuninya sehingga akhirnya ia dijebloskan ke penjara. Namun belakangan diketahui kalau yang meracuni Ibu Roy sebenarnya adalah pamannya sendiri. Sehingga berkat bantuan pengacara yang ditunjuk ayah Roy, ia membebaskan Ayah Susana. Sejak saat itu Roy bertekad akan mengabdi pada ayah Susana.

Di rumah sakit Susana mencari tahu keberadaan adiknya dan mencari cirri-ciri fisiknya, mengingat nalurinya mengatakan kalau Susanti adalah adiknya, namun Susanti sendiri cuek saja terhadap Susana.

Setelah menghimpun berbagai data , akhirnya Susana memberitahukan pada Susanti kalau dirinya adalah adiknya. Walau tanggapan Susanti dingin, namun di akhir kisah akhirnya Susanti menerima Susana sebagai kakaknya apalagi setelah Susana berkorban untuk menyerahkan Roy pada Susanti yang sangat mencintainya. Akhirnya dihadapan ayahnya, Susanti memperkenalkan Roy.

 

Posted in Resensi Film 70-90an | Tagged: , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a Comment »

RANO KARNO & PARAMITHA RUSADY DALAM FILM ” PAGAR AYU”

Posted by jejakandromeda on December 1, 2010

Pagar Ayu

JUDUL FILM        : PAGAR AYU

SUTRADARA       : SATMOWI ATMOWILOTO

PRODUKSI           : PT. VIRGO PUTRA FILM

PRODUSER          : FERRY ANGRIAWAN

TAHUN PROD    : 1990

JENIS                     : FILM DRAMA PERCINTAAN

PEMAIN               :  RANO KARNO, PARAMITHA RUSADY, NURUL ARIFIN, DONNY DAMARA, NANY WJAYA, TB MAULANA HUSNI, AMI PRIYONO, USBANDA

SINOPSIS :

Johny atau Jo (Rano Karno) adalah seorang pembalap motocross yang memiliki ambisi untuk selalu memenangi setiap pertandingan. Jo memiliki dua teman perempuan bernama Kartika atau Ika (Paramitha Rusady) dan Hana (Nurul Arifin) yang selalu mendampingi Jo dalam setiap balapan. Ika dan Hana adalah dua sahabat yang masing-masing mencintai Jo, namun Jo lebih memilih Ika untuk di jadikan istrinya, sedangkan Hana sebagai sahabat yang baik menerima keadaan ini.

Kehidupan Jo yang menumpukan pekerjaan pada balapan motocross membuat Ika takut akan masa depannya. Sehingga Ika memohon untuk pada Jo untuk berhenti pada pekerjaan selama ini dan berganti dengan pekerjaan lainnya. Apalagi Ika akhirnya hamil, sehingga untuk menjamin masa depannya Ika memohon pada Jo untuk segera berhenti sebagai pembalap dan berganti dengan pekerjaan lain.

Namun permohonan Ika tidak ditanggapi secara dingin oleh Jo. Jo marah dan tidak mau menghentikan profesinya sebagai pembalap sekaligus sebagai hobinya. Jo tetap pada pendiriannya untuk tetap menjadi pembalap. Meski pada akhirnya Jo meminta diri pada manajemen untuk berhenti sebagai pembalap, namun manajemen tetap mempertahankan keberadaan Jo yang memang masih di butuhkannya. Akhirnya Jo pun mau meneruskan profesinya sebagai pembalap.

Suatu ketika ketika sedang menjalankan profesi sebagai pembalap, Jo yang selalu berada di lini depan pertandingan akhirnya terjatuh dan terjadilah kecelakaan itu. Jo di bawa kerumah sakit oleh krunya. Ika di kabari via telepon tentang keberadaan Jo. Panik karena telepon tersebut, Ika  yang tengah hamil muda buru-buru turun tangga dan terjatuh. Ika pingsan, dan bayi yang dikandungnya tidak bisa terselamatkan. Ika keguguran, sementara itu Jo akhirnya keluar dari rumah sakit. Namun sayang selepas keluar dari rumah sakit, Jo menderita kelumpuhan.  Jo depresi berat, apalagi setelah Ika tidak mau berterus terang bahwa penyakitnya tidak bisa di sembuhkan. Jo kecewa pada Ika dan selalu berdiam diri di atas kursi rodanya. Jo juga sudah tidak bisa menjalankan kewajibannya sebagai seorang suami, Jo Impoten.

Sementara itu, selepas Jo kecelakaan, Ika bekerja dan selalu pulang malam. Jo salah paham karena dianggap Ika tidak mau mengurusnya, namun Ika berusaha meyakinkan pada Jo kalau ia benar-benar mencintainya dan bukan untuk menelantarkannya dengan pulang malam. Suatu ketika Ika di tugaskan oleh bosnya untuk mengurus pekerjaannya di luar kota yang mengharuskan berpisah dengan Jo. Meski awalnya berat untuk meninggalkan Jo, namun Ika akhirnya memenuhi juga keinginan bosnya untuk bekerja di luar kota. Sebelum berangkat, Ika menitipkan Jo pada sahabatnya, Hana untuk mengurusi Jo. Meski Hana pernah mencintai Jo, namun Hana memegang teguh persahabatannya dengan Ika.

*****

Di tempat kerja barunya, Ika berkenalan dengan seorang pemuda bernama Tony (Donny Damara) seorang pemuda yang selalu gagal dalam percintaan. Perkenalan Ika dan Tony menumbuhkan benih-benih cinta di hati Tony terhadap Ika, meski Ika juga menolaknya. Akhirnya terjadilah hubungan yang tidak diinginkan, Ika ternoda dan hamil atas Tony. Tony yang memang mencintai Ika, bersedia untuk bertanggungjawab, namun Ika tidak mau dan mengusir Tony untuk tidak menemuinya lagi. Ika merasa ternoda, namun demikian Ika yang sangat mencintai Jo, lebih memilih Jo daripada Tony. Ika hamil. Melihat Ika hamil, tentu saja Jo marah dan tidak mau menyapa Ika.  Akhirnya kehidupan rumah tangga Ika dan Jo dilanda kehampaan karena tidak saling menyapa, meski dalam satu atap. Meski merasa bersalah, namun Ika terus melanjutkan kehamilannya hingga 9 bulan dan melahirkan. Hingga saat itu juga Jo tetap tidak mau menerima Ika sebagai istrinya.

Atas saran Hana, akhirnya Jo mau menemui Ika di rumah sakit setelah melahirkan. Namun Ika berlalu begitu saja dengan membawa bayinya.

*****

Pagar ayu adalah sebuah film yang mengatasnamakan kesetiaan namun ternoda karena cinta yang lain.  Film ini sediannya di buat kelanjutannya di Pagar Ayu 2, namun film ini entah kenapa tidak terdengar ada film Pagar Ayu 2.

Posted in Resensi Film 70-90an | Tagged: , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a Comment »

PARAMITHA RUSADY DALAM FILM MERPATI TAK PERNAH INGKAR JANJI

Posted by jejakandromeda on June 22, 2010

Paramitha Rusady , Merpati Tak Pernah Ingkar Janji

JUDUL FILM        : MERPATI TAK PERNAH INGKAR JANJI

SUTRADARA       : WIM UMBOH

PRODUSER          : FERRY ANGRIAWAN

PRODUKSI           : PT. VIRGO PUTRA  FILM

PENULIS CERITA: MIRA W

TAHUN PROD    : 1985

JENIS                     : FILM REMAJA

PEMAIN               : PARAMITHA RUSADY, RIMA MELATI, KOESNO SUDJARWADI, ADI BING SLAMET, NIA ZULKARNAEN, IYUT BING SLAMET, SYLVANA HERMAN

SINOPSIS :

Film Merpati tak pernah Ingkar janji diangkat dari Novel Mira W dengan judul yang sama, sebuah karya besar sutradara ternama Wim Umboh yang terkenal dengan film-filmnya yang bermutu.

Maria (Paramitha Rusady) adalah seorang gadis yang telah di tinggal  oleh ibunya ketika melahirkannya. Ibunya adalah seorang mantan biarawati, sehingga ketika Maria lahir, ayahnya Pak Handoyo (Kusno Soedjarwadi) sudah berjanji pada Tuhan bahwa Maria ia persembahkan pada Tuhan untuk menjadi biarawati. Maria di didik secara kaku oleh ayahnya, sehingga Ia tidak tumbuh sebagai layaknya gadis pada umumnya. Ajaran ayahnya mengenai Tuhan sangat lekat dilaksanakannya sehingga menjadi gadis yang lugu.

Ketika Handoyo memergoki Maria sedang memakai baju biarawati mendiang Ibunya, Handoyo marah, karena belum saatnya Maria menjadi biarawati, dan harus menunggu 3 tahun lagi untuk masuk  SMA. Ia masuk sekolah putrid  dengan perlakuan khusus dibawah asuhan suster Vivia, Maria menemukan suasana yang betul-betul baru. Teman-temannya yang jahil menjadi awal perkenalan Maria di kelasnya. Bahkan keluguan Maria menjadi ledekan mereka sehari-hari, dari tidak memakai BH dan celana, bahkan di pelajaran olahragapun Maria di larang oleh ayahnya untuk buka paha, sehingga ketika olahraga Maria tidak mengikutinya. Ajaran Tuhan yang kaku membuat Maria tidak bisa berbuat apa-apa di sekolah, sebelum akhirnya teman-teman yang menjahilinya akhirnya pun menjadi teman yang baik bagi Maria dan merubah sedikit demi sedikit kehidupan Maria.  Maria jadi berani pakai BH.

Maria berhasil mengambil hati teman-temannya ketika Ia menjadi pahlawan bagi teman-temannya di pertandingan bola voli. Nama Maria juga menjadi daya tarik tersendiri bagi Guntur (Adi Bing Slamet) anak sekolah lain. Setelah selesai pertandingan, Guntur menghampirinya. Namun Guntur belum berhasil mengajak Maria. Guntur meminta tolong kepada Tina (Iyut Bing Slamet) dan kawan-kawannya agar Ia bisa dekat dengan Maria. Namun usahanya di tolak. Akhirnya Guntur menggunakan akalnya untuk dapat mengenal Maria lebih dekat. Dengan bantuan temannya untuk menjambret Maria, akhirnya Guntur berhasil menarik hati Maria.

Akhirnya keduanyapun jatuh cinta.  Kedekatan Maria berhasil diketahui oleh Handoyo ayahnya, hingga akhirnya Maria lebih berhati-hati sekali ketika berhubungan dengan Guntur. Namun demikian Maria tetap merasa sebagai wanita yang berbeda, karena ia ingin menjadi biarawati. Hingga suatu saat Maria yang lugu berteriak di toilet sekolah. Elita (Nia Zulkarnaen) akhirnya menolongnya kedalam. Setelah diketahui, Elita kaget. Karena Maria berdarah di selangkangan. Dengan pertolongan suster Vivia, akhirnya Maria pun mengetahui kalau itu adalah haid pertamanya dan ia menjadi dewasa.

Mengetahui Maria telah haid, Handoyo memaksa Maria ke sebuah biara untuk menjadikan Maria biarawati, namun biarawati pengelola menolaknya karena itu bukan datang dari Maria sendiri namun dari ayahnya.

******

Ketika maria sakit, kawan-kawannyalah yang setia menjaganya, termasuk Guntur yang dengan sembunyi-sembunyi menemui Maria, karena takut ketahuan ayahnya.  Ketika Maria sudah hamper sembuh, Guntur melontarkan ide gila, ia mengajak Maria jalan-jalan karena itu adalah kesempatan terakhir Guntur untuk dapat bertemu dengannya sebelum Maria pulang kerumah dan dikurung tidak boleh menemuinya. Akhirnya melalui bantuan Tina yang menggantikan Maria sebagai pasien, Maria dan Guntur dapat berjalan-jalan dengan indahnya. Namun di rumah sakit, Tina ketahuan bohongnya oleh suster yang mau menyuntikknya hingga akhirnya kejadian ini diketahui oleh Handoyo. Handoyo marah besar, Maria kabur dan tidak diketahui keberadaanya. Akhirnya Guntur menitipkan sebuah surat untuk Maria pada elita. Dalam Suratnya Guntur yang memiliki sebuah penyakit akhirnya menceritakan kalau surat itu terbaca Maria maka ia tidak bisa bertemu lagi. Guntur akhirnya pun meninggal.

Pada akhir kisah, Maria akhirnya menjadi seorang biarawati, dan Handoyo akhirnya meninggal ketika dalam perjalanan dari Irian kecelakaanpun terjadi. Namun secara kebetulan Marialah yang menjadi penolongnya.

*****

Posted in Resensi Film 70-90an | Tagged: , , , , , , , , , , , , , , | 9 Comments »

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,797 other followers