Posts Tagged ‘Markis Kido’
Posted by jejakandromeda on September 22, 2010
Unggulan ke 4 tunggal putra turnamen Jepang Super Series 2010, Taufik Hidayat langsung tersingkir di babak pertama ketika harus menghadapi pemain tuan rumah non unggulan Sho Shasaki dengan rubber set. Di set pertama Taufik unggul dengan 21-13, namun memasuki set kedua dan ketiga perolehan angka yang ketat menyebabkan Taufik Hidayat harus mengakui keunggulan pemain Jepang tersebut. Taufik menelan kekalahan dengan 21-23 dan 19-21. Meski pekan lalu Taufik tidak ambil bagian di turnamen China Master, namun agaknya Taufik kurang siap sehingga menghadapi pemain non unggulanpun harus kerepotan sendiri.
Sementara itu Dyonisius Hayom Rumbaka, Tunggal putra Indonesia juga langsung tersingkir atas lawannya Bao CHun Lai (CHN) dengan dua set langsung. Memang diatas kertas, Hayom akan lebih mudah di patahkan permainannya. Hayom menyerah dengan tanpa perlawanan berarti 14-21 dan 10-21. Sedangkan satu lagi wakilnya di tunggal putra, Alamsyah Yunus, saat ini masih bertanding melawan Brice Leverdez (FRA).
Di nomor tunggal putri, wakil-wakil Indonesia sudah tidak tersisa lagi, setelah dua wakilnya di babak utama gagal mengatasi lawan-lawannya melalui Adriyanti Firdasari dan Maria Febe Kusumastuti. Sehari sebelumnya, Linda Weni Fanetri juga kalah di babak prakualifikasi.
Indonesia masih berjaya di nomor ganda campuran yang telah meloloskan wakilnya di babak kedua. Markis Kido yang berpasangan dengan Lita Nurlita berhasil meraih kemenangan setelah menundukkan pemain tuan rumah Hirokatsu Hashimoto/Miyuki Fujii dengan 21-17 dan 22-20, sementara itu pasangan muda Frans Kurniawan/Pia Zebadiah juga berhasil mengatasi lawan setelah bermain selama 31 menit untuk menundukkan PHatiphat Chalardchaleam/Savitree Amitapai (THA) dengan 21-16 dan 22-20. Indonesia juga meloloskan pasangan Hendra A Gunawan/Vita Marissa ke babak dua atas lawannya Kenichi Hayakawa/Shizuka Matsuo (JPN)dengan 21-16 dan 21-14.
Di nomor ganda putri pasangan Meiliana Jauhari/Greysia Polii juga berhasil mengatasi lawan dengan Eva Lee/Paula lynn Obanana (USA) dengan 21-16 dan 21-6. sedangkan pasangan Nitya Khrisinda Maheswari/Shendy Puspa Irawati lagi-lagi harus gagal untuk melangkah ke babak kedua setelah pekan lalu di China Master tidak bisa bermain bagus.
Nomor ganda putra juga masih berjaya setelah wakil-wakil Indonesia melangkah ke babak kedua melalui pasangan M Ahsan/Bona Septono yang berhasil mengatasi Tekeshi Kamura/Keigo Sonoda (JPN) dengan 21-10 dan 21-10. Sementara itu pasangan Hendra A Gunawan/ALvent Yulianto juga berhasil mengatasi lawannya atas Naoki Kawamae/Shoji Sato (JPN) dengan 21-17 dan 21-16. Indonesia juga meloloskan pasangan muda ANgga Pratama/Rian Agung Saputro atas lawannya Rei Shato/Riichi Takeshita (JPN) dengan 21-10 dan 21-14. Satu pasang ganda putra lagi Luluk Hadiyanto/Chandra Wijaya saat berita ini di turunkan sedang bertanding.
Posted in Bulutangkis | Tagged: Adriyanti Firdasari, Alvent Yulianto, Badminton, Bona Septono, Bulutangkis, BWF, Hasil pertandingan Bulutangkis, Hendra A Gunawan, Hendra Setiawan, M. Ahsan/Bona Septono, Markis Kido, Nitya Khrisinda Maheswari/Greysa Polii, Nova Widianto/Lilyana Natsir, Taufik Hidayat, Vita Marissa | Leave a Comment »
Posted by jejakandromeda on August 28, 2010
Hasil gemilang di raih oleh Taufik Hidayat pebulutangkis yang kini bermain secara profesional setelah keluar dari pelatnas. Taufik Hidayat berhasil melangkah ke semifinal kejuaraan Dunia Bulutangkis setelah di perempat final berhasil menundukkan unggulan pertama sekaligus musuh bebuyutan Taufik, Lee Chong Wei (MAS). Taufik Hidayat akhirnya memecahkan dominasi Lee Chong Wei setelah lima pertemuan terakhir selalu kalah dari Chong Wei. Memang bintang Lee Chong Wei sedang bersinar, namun kali ini Taufik berhasil menundukkannya. Harapan besar Taufik Hidayat dapat meraih gelar di kejuaraan ini setelah pemain-pemain pelatnas tidak ada satupun yang melangkah ke semifinal.
Meski kerap kali Taufik di buat kalah mudah dari Chong Wei, namun kali ini permainan Taufik yang asli keluar. Dengan smash-smashnya Taufik mampu membendung permainan Chong Wei.
Di set pertama Taufik berhasil menundukkan Chong Wei dengan 21-15. Kalah di set pertama membuat Chong Wei bermain agresif di set ke dua dan membuahkan hasil. Set kedua di menangkan Lee Chong Wei dengan 21-11. Memasuki set penentuan, di permainan awal, Lee Chong Wei merasa di atas angin karena mampu mengungguli permainan Taufik, namun selangkah demi selangkah permainan Taufik kembali menunjukkan Tajinya, sehingga set penentuan dimenangkan Taufik dengan 21-12.
Di semifinal Taufik akan di tantang Park Sung Hwan yang secara mengejutkan menundukkan Lin Dan (CHN) juara bertahan dengan 21-13 dan 21-13.
Indonesia juga masih bisa berharap untuk meraih gelar di kejuaraan Dunia ini melalui nomor ganda putra Markis Kido/Hendra Setiawan yang berhasil ke semifinal setelah menundukkan Chieh Min Fang/Sheng Mu Lee (TPE) dengan 21-14 dan 21-14. Lawan Markis/Hendra di semifinal adalah pasangan China Fu Haifeng/Cai Yun.
Sementara itu China masih mendominasi di kejuaraan ini setelah menempatkan seluruh pemainnnya di semua nomor. China memang benar-benar menebar ancaman.
Posted in Bulutangkis | Tagged: Badminton, Bulutangkis, BWF, Hasil pertandingan Bulutangkis, Hendra Setiawan, Kejuaraan Bulutangkis, Lee Chong Wei, Markis Kido, PBSI, Taufik Hidayat | 1 Comment »
Posted by jejakandromeda on August 1, 2010
Setelah minim prestasi yang di raih pemain-pemain Indonesia di berbagai turnamen Super Series, kali ini di seri Grand Prix Macau Open Indonesia berhasil meloloskan lima wakilnya di final yang akan berlangsung Minggu, 1 Agustus 2010. Indonesia juga memastikan meraih satu gelar dari nomor ganda campuran setelah terjadi All Indoensian Final antara pemain unggulan 1 Hendra A Gunawan / Vita Marissa yang akan berhadapan dengan Tontowi Ahmad/Lilyana Natsir.
Namun sayang sekali di nomor ganda putra yang seharusnya bisa terjadi All Indonesian final akhirnya hanya meloloskan pemain Alvent Yulianto/Hendra A Gunawan, setelah pasangan Markis Kido/Hendra Setiawan gagal ke final setelah di jegal oleh ganda putra Korea Selatan Sung Hyun Ko/Yeon Seong Yoo di semifinal. Pemain ganda putra tersebut akan menjadi lawan Alvent/Hendra di final.
Sementara itu tunggal putri Indonesia yang dikirim di turnamen ini Adriyanti Firdasari juga melangkah ke final setelah menaklukkan Cheng Shao CHieh (TPE) dengan dua set langsung 21-14 dan 21-11. Firda demikian biasa di sapa akan menghadapi Li Xuerui (CHN) yang berhasil mengalahkan pemain veteran Zhou Mi (HKG) dengan 21-8, 19-21 dan 21-10.
Di nomor ganda putri, Indonesia juga meloloskan pasangan Meiliana Jauhari/Greysia Polii yang harus bertanding 3 set melawan pemain tuan rumah Zhang Dan/Zhang Zhibo dengan 17-21, 21-18 dan 21-18. Langkah Meiliana/Greys di final akan ditantang oleh pemain China Taipei Chen When Hsing/Yu Chin Chien. Di semifinal pemain China Taipei ini berhasil mematahkan unggulan pertama Miyuki Maeda/Satoko Suetsuna (JPN) dengan 21-11 dan 21-11.
Sedangkan satu-satunya tunggal putra yang tersisa Simon Santoso gagal melangkah ke final setelah takluk dari pemain unggulan pertama Lee Chong Wei (MAS) dengan tiga set.
Posted in Bulutangkis | Tagged: Adriyanti Firdasari, Alvent Yulianto, Badminton, Bulutangkis, Devin Lahardi/Lita Nurlita, Hasil pertandingan Bulutangkis, Hendra A Gunawan, Hendra Setiawan, Lilyana Natsir, Macau Open, Macau Terbuka, Maria Kristin Yulianti, Markis Kido, Meiliana Jauhari, Nitya Khrisinda Maheswari/Greysa Polii, PBSI, Simon Santoso, Vita Marissa | Leave a Comment »
Posted by jejakandromeda on June 26, 2010
Indonesia hanya bisa berharap dari Taufik Hidayat untuk meraih gelar di turnamen Djarum Indonesia Open Super Series setelah wakil-wakil Indonesia bertumbangan di babak semifinal. Meski menjadi tuan rumah dengan dukungan penuh penonton, namun tidak bisa menjamin kemenangan. Meski sebagai tuan rumah seharusnya di untungkan, apalagi tanpa kehadiran tim China, namun agaknya dewi fortuna masih belum berpihak pada pemain Indonesia. Akankah kejadian tahun lalu dan tahun 2007 yang tanpa gelar terulang lagi?
Indonesia kini miskin gelar, merosotnya prestasi Indonesia tidak dapat di pandang main-main, apalagi kemampuan bulutangkis di setiap negara kali ini pun kian berkembang sehingga mau tidak mau kita harus bangun dari tidur panjang.
Dan gelaran turnamen Djarum Indonesia Open Super Series kali ini pun Indonesia terancam tidak dapat meraih gelar. Harapan satu-satunya hanya berada pada pundak Taufik Hidayat untuk dapat meraih gelar setelah mampu lolos ke final setelah mengalahkan Tien Minh Nguyen (VIE) dengan dua set langsung dengan 21-17 dan 21-12. Taufik Hidayat menjadi satu-satunya wakil tunggal putra setelah Sony Dwi Kuncoro gagal menciptakan All Indonesian Final setelah takluk dari Lee Chong Wei (MAS) dengan 13-21 dan 9-21. Lawan Taufik otomatis adalah Lee Chong Wei yang tahun lalu mengalahkan di final Djarum Indonesia Open Super Series 2009 di Jakarta.
Sedangkan pasangan ganda campuran Nova Widianto/Lilyana Natsir juga gagal ke final setelah takluk dari Robert Mateusiak/Nadiezda Zieba (POL) dengan 12-21, 21-16 dan 19-21. Namun, Indonesia masih dapat berharap dari pasangan gado-gado Indonesia /Russia , Hendra Setiawan/Anastasia Ruskikh yang melangkah ke final setelah bermain tiga set.
Di bagian tunggal putri, meski gagal ke final namun Ana Rovita yang di kalahkan oleh Sayaka Sato berhasil memberikan perlawanan yang cukup ketat bahkan unggul lebih dahulu. Namun karena kalah pengalaman, Ana harus takluk dari Sato dengan 20-22 dan 17-21.
Posted in Bulutangkis | Tagged: Badminton, Bulutangkis, BWF, Djarum Indonesia Open Super Series, Hasil pertandingan Bulutangkis, Hendra Setiawan, Lilyana Natsir, Markis Kido, Nova Widianto/Lilyana Natsir, PBSI, Sony Dwi Kuncoro, Taufik Hidayat | 1 Comment »
Posted by jejakandromeda on June 25, 2010
Indonesia berhasil menempatkan dua wakil tunggal putra ke semifinal di turnamen Djarum Indonesia Open Super Series 2010 setelah Sony Dwi Kuncoro dan Taufik Hidayat berhasil mengalahkan lawan-lawannya. Bermain di lapangan 2, Sony Dwi Kuncoro terlebih dahulu melangkah ke semifinal setelah mengandaskan permainan Wong Chong Hann (MAS) dengan dua set langsung. Bermain di bawah dukungan penuh penonton, akhirnya Sony melangkah ke semifinal untuk bertemu dengan Lee Chong Wei (MAS) yang pekan lalu dikalahkan di semifinal Singapore Super Series.
Sony tanpa kesulitan mengandaskan Wong Chong Hann dengan 21-11 dan 21-17.Sementara itu Taufik Hidayat melangkah ke semifinal setelah mengatasi Simon Santoso dengan 21-14, 13-21 dan 21-13.
Namun sayang sekali keberhasilan dua tunggal putra Indonesia gagal di ikuti Maria Kristin Yulianti setelah takluk dari rekan senegaranya Ana Rovita dengan 21-19 dan 21-14. Maria Kristin yang justru diharapkan mampu meraih gelar terbaik di Djarum Indonesia Open Super Series tahun ini gagal memberikan permainan terbaiknya dan harus menyerah dari Juniornya.
Indonesia juga meloloskan ganda campuran Nova Widianto/Lilyana Natsir ke semifinal setelah di babak perempat final mengalahkan pasangan ganda campuran Thailand Sudket Prapkamol/Saralee Thoungthongkam (THA) dengan 21-16 dan 21-14.
Selain tiga nomor tersebut, nomor ganda putra dan putri gagal melangkah ke babak semifinal. M. Ahsan/Bona Septono satu-satunya ganda putra yang tersisa gagal melangkah ke semifinal setelah di jegal Anthony Clark/Nathan Robertson (ENG) dengan 19-21 dan 12-21. Sedangkan di nomor ganda putri Meiliana Jauhari/Greysia Polii juga gagal ke semifinal setelah dikalahkan Kim Min Jung/Lee Hyo Jung dengan 15-21 dan 16-21. Namun demikian Indonesia masih berharap dari pasangan gado-gado Indonesia/Thailand Vita Marissa/Saralee Thoungtongkam yang berhasil ke semifinal setelah mengandaskan Jung Eun Ha/Kyung Eun Jung (KOR) dengan 21-19 dan 21-19.
Posted in Bulutangkis | Tagged: Badminton, Bulutangkis, Djarum Indonesia Open Super Series, Hasil pertandingan Bulutangkis, Lee Chong Wei, Lilyana Natsir, M. Ahsan/Bona Septono, Markis Kido, Meiliana Jauhari, Nitya Khrisinda Maheswari/Greysa Polii, Nova Widianto, PBSI, Simon Santoso, Sony Dwi Kuncoro, Taufik Hidayat, Vita Marissa | Leave a Comment »
Posted by jejakandromeda on June 24, 2010
Adriyanti Firdasari tungal putri Indonesia langsung kandas di babak pertama setelah menyerah tiga set melawan Moon Hi Kim (KOR). Bertanding di lapangan 3 dengan dukungan penuh penonton Indonesia tidak dimanfaatkan Firda untuk bermain fokus, sehinga bola-bola Firda pun tidak terarah. Firdasari gagal melangkah ke babak 2 dengan 22-20, 14-21 dan 11-21. Namun kegagalan Firda tidak di ikuti oleh rekannya Maria Kristin Yulianti yang melaju ke babak berikutnya setelah mengandaskan permainan Anu Nieminen (FIN). Menghadapi pemain asal Finlandia, rupanya Maria dibuat kerepotan karena bola-bola yang di tempatkan NIeminen sangat bagus sehingga Maria cukup di buat repot untuk mengembalikan bola.
Di set pertama Maria nyaris tidak bisa mengungguli lawan, namun berkat kesabaran dan pengalaman yang dimiliki akhirnya di saat kedudukan 14-16, Maria akhirnya mampu mengejar ketertinggalan dengan 16-16 dan akhirnya mendahului Anu Nieminen dengan menutup set pertama 21-18. Memasuki set kedua, keadaan pun belum berubah. Maria gagal memberi tekanan dari awal permainan bahkan sempat ketinggalan 0-3. Namun lagi-lagi faktor pengalaman yang mampu membuat Maria bangkit dan set kedua di menangkan Maria dengan 21-16. Di babak kedua hari ini Maria akan bertemu rekan senegaranya Rosaria Yusfin Pungkasari untuk memperebutkan tiket perempat final.
Sementara itu tunggal putra Indonesia berhasil meloloskan wakilnya ke babak kedua setelah Sony Dwi Kuncoro, Simon Santoso, Andre Kurniawan Tedjono dan Taufik Hidayat berhasil mengalahkan lawan-lawannya. Hasil ini tentu saja memberi peluang Indonesia lebih terbuka untuk dapat meraih gelar dari sektor tunggal putra. Apalagi Bonsaak Ponsana di babak pertama juga langsung tumbang dari Wan Ho Shoon (KOR).
Hari ini pertandingan kejuaraan Djarum Indonesia Open Super Series akan di buka mulai pukul 14.00 WIB.
Posted in Bulutangkis | Tagged: Adriyanti Firdasari, Badminton, Bona Septono, Bulutangkis, BWF, Devin Lahardi/Lita Nurlita, Djarum Indonesia Open Super Series 2010, Firdasari, Flandy Limpele, Hasil pertandingan Bulutangkis, Hendra A Gunawan, Hendra Setiawan, Indonesia, Lilyana Natsir, Maria Kristin Yulianti, Markis Kido, Meiliana Jauhari, Nitya Khrisinda Maheswari/Greysa Polii, Nova Widianto/Lilyana Natsir, PBSI, Shendy Puspa Irawati, Simon Santoso, Sony Dwi Kuncoro, Super Series, Taufik Hidayat, Vita Marissa | Leave a Comment »
Posted by jejakandromeda on June 23, 2010
Pemain pelapis tunggal putra Indonesia Dyonisius Hayom Rumbaka gagal mempersembahkan kemenangan setelah takluk dua set langsung dari unggulan utama Lee Chong Wei (MAS) dalam perebutan satu tiket ke babak kedua Djarum Indonesia Open Super Series 2010 yang berlangsung di stadion Istora Gelora Bung Karno Senayan Jakarta. Meski pekan lalu Hayom mampu memaksa Chong Wei ketika bertanding di babak kedua Singapore Super Series, namun kali ini bermain di depan publik sendiri, Hayom tidak mampu bermain maksimal sehingga harus takluk dari pemain Malaysia tersebut.
Di set pertama, tanpa memberikan perlawanan yang berarti, Hayom dengan mudah dihempaskan oleh Lee CHong Wei. Hasil akhir dari pertandingan ini adalah 21-10 dan 21-14 untuk kemenangan Lee Chong Wei sekaligus menutup jalan Hayom untuk dapat melangkah ke babak kedua. Kekalahan ini menyusul pendahulunya pasangan ganda campuran gado-gado Flandy Limpele/Lotte Jonathans (INA/USA) yang terlebih dahulu kalah dari pasangan Patipat Chalardchaleam/Savetree Amitapai (THA) dengan kekalahan 22-20, 17-21 dan 15-21.
Sementara itu Indonesia sudah meloloskan tiga wakilnya di nomor tunggal putri kebabak kedua melalui Maria Febe Kusumastuti, Rosaria Yusfin Pungkasari, dan Linda Weni fanetri. Maria Febe Kusumastuti melangkah ke babak kedua setelah menaklukkan Charmaine Reid (CAN) dengan 21-19 dan 21-5, sementara Rosaria Yusfin Pungkasari mengandaskan Tzu Ying Tai (TPE) finalis Singapore Super Series 2010 dengan 14-21, 21-17 dan 21-15. Tunggal putri Indonesia lainnya yang telah lolos ke babak kedua adalah Linda Weni Fanetri, pemain yang sempat menjadi tim Uber Cup Indoesia tersebut melangkah ke babak 2 setelah menunddukkan Jeanine Cicognini (SUI) dengan 21-14 dan 21-13.
Tunggal putri Indonesia lainnya Maria Kristin Yulianti dan Adriyanti Firdasari di jadwalkan baru bertanding nanti malam pukul 7 WIB, juga masih akan bertanding di jam yang sama Taufik Hidayat yang akan berhadapan dengan Kashyap Parupalli (IND)
Di nomor ganda campuran, pasangan yang baru berpasangan Markis Kido/Lita Nurlita gagal ke babak kedua setelah di jegal langkahnya oleh unggulan ke 5 asal Korea Selatan Shin Baek Cheol/Lee Hyo Jung dengan kekalahan 18-21 dan 16-21.
Posted in Bulutangkis | Tagged: Adriyanti Firdasari, Badminton, Bulutangkis, Devin Lahardi/Lita Nurlita, Firdasari, Flandy Limpele, Hasil pertandingan Bulutangkis, Hendra A Gunawan, Hendra Setiawan, Lee Chong Wei, Lilyana Natsir, M. Ahsan/Bona Septono, Maria Kristin Yulianti, Markis Kido, Meiliana Jauhari, Nitya Khrisinda Maheswari/Greysa Polii, Olahraga, PBSI, Pia Zebadiah, Resensi Film Jadul, Shendy Puspa Irawati, Simon Santoso, Sony Dwi Kuncoro, Super Series, Taufik Hidayat | Leave a Comment »
Posted by jejakandromeda on June 23, 2010

Dyonisius Hayom Rumbaka
Gelaran Djarum Indonesia open super series yang dimulai sejak 22 – 27 Juni 2010 yang berlangsung di Stadion Istora Gelora Bung Karno tanpa di hadiri pemain-pemain top China, hal ini tentu menjadi peluang besar bagi Indonesia untuk dapat meraih gelar di negeri sendiri, mengingat pemain-pemain top Korea juga tidak turun secara penuh, apalagi pasca Lee Yong Dae terkena cedera. Indonesia berpeluang meraih gelar setelah di tahun 2007 dan 2009 yang juga berlangsung di Jakarta, Indonesia tidak meraih gelar satupun. ini adalah kali kedua Indonesia tidak meraih gelar di negeri sendiri sejak Indonesia Open di gelar.
Babak utama akan di pertandingkan pagi ini mulai pukul 09.00 dengan menggunakan 4 lapangan. Sehari sebelumnya babak prakualifikasi juga sudah selesai di pertandingkan, ada beberapa pemain Indonesia yang akhirnya lolos ke babak utama setelah harus merangkak dari prakualifikasi.
Di babak utama hari ini, dijadwalkan mulai pukul 09.00 hingga 21.40 untuk pertandingan terakhir. Tentu saja tanpa hadirnya China kita dapat berharap besar terhadap kontingen Indonesia untuk dapat meraih gelar lebih dari satu. Peluang tersebut sebenarnya ada disemua nomor, meski di nomor ganda campuran, peluang untuk mengulang final Singapore super Series pekan lalu juga kembali berpeluang terjadi, dan pekan lalu pemain Denmark Thomas Laybourn/Kamilla Rytter Juhl yang menjadi juara setelah menundukkan Nova Widianto/Lilyana Natsir dengan dua set langsung, namun kali ini kalaupun skenario tersebut berjalan lancar, seharusnya Nova/Lilyana mampu meraih gelar.
Sementara di nomor tunggal putri, Maria Kristin Yulianti yang seharusnya merangkak dari kualifikasi, akhirnya langsung berlaga di babak utama. Berkah dari absennya China tentu saja. Hadirnya Maria Kristin diharapkan akan membawa Indonesia untuk meraih hasil yang terbaik, dan kemungkinan untuk mengulang sukses pada tahun 2008 ketika itu Maria Kristin mampu menembus final akan terulang lagi tahun ini. Sementara itu Adriyanti Firdasari berpeluang kembali untuk bertemu dengan Zhou Mi (HKG) dibabak kedua jika mampu melewati hadangan pertama. Pekan lalu Firda mampu mengalahkan Zhou Mi di Singapura.
Di nomor tunggal putra, Dyonisius Hayom Rumbaka langsung mendapatkan lawan kuat yang pekan lalu di Singapura berhasil mengalahkan Hayom dengan 3 set. Lawan Dyonisius di babak pertama adalah Lee Chong Wei (MAS), tentu saja menghadapi Chong Wei bukan hal yang gampang, apalagi Chong Wei adalah pemain berperingkat 1 dunia, namun grafik permainan Hayom yang kian meningkat, kemungkinan untuk dapat mengalahkannya masih terbuka. Sedangkan tunggal putra non pelatnas Taufik Hidayat akan diuji kembali untuk membuktikan siapa yang benar-benar kuat setelah di babak pertama ini akan bertemu dengan Kashyap Parupalli (IND) pemain ulet yang patut di waspadai. Kashyap sudah dua kali bertemu Taufik di putaran final Thomas Cup di Malaysia bulan Mei silam, dan mampu membuat Taufik pontang panting. Kali ini Taufik akan di uji kembali untuk berhadapan dengan Kashyap.
Sementara itu di nomor ganda putra lawan yang patut di waspadai adalah unggulan utama Koo Kien Kit/Tan Boon Heong (MAS) bagi kubu Indonesia.
Dengan Absennya China mudah-mudahan Indonesia mampu meraih gelar maksimal.
Posted in Bulutangkis | Tagged: Adriyanti Firdasari, Badminton, Bona Septono, Bulutangkis, Devin Lahardi/Lita Nurlita, Djarum Indonesia Super Series 2010, Dyonisius Hayom Rumbaka, Lee Chong Wei, Maria Kristin Yulianti, Markis Kido, Meiliana Jauhari, Nitya Khrisinda Maheswari/Greysa Polii, Nova Widianto/Lilyana Natsir, PBSI, Shendy Puspa Irawati, Simon Santoso, Super Series, Taufik Hidayat, Vita Marissa | Leave a Comment »
Posted by jejakandromeda on June 19, 2010
Indonesia menempatkan dua wakilnya di final Singapore Super Series 2010 melalui tunggal putra Sony Dwi Kuncoro dan ganda campuran Nova Widianto/Lilyana Natsir. Keberhasilan dua nomor tersebut gagal di ikuti oleh pemain ganda putra dan putri serta ganda campuran setelah di kandaskan lawan-lawannya.
Sony Dwi Kuncoro berhasil melangkah ke final setelah menjungkalkan pemain yang agresif Kashyap Parupalli (IND) dengan skor yang cukup ketat. Kehadiran tim India memang tidak hanya sekedar sebagai pelengkap, tapi akhir-akhir ini permainannya meningkat tajam. Sony menang dengan 21-19 dan 22-20. Lawan Sony di final adalah unggulan ke 4 asal Thailand Bonsaak Ponsana yang berhasil mengalahkan Peter Heog Gade (DEN) dengan 20-22, 21-17 dan 21-16.
Indonesia juga meloloskan Nova Widianto/Lilyana Natsir ke final setelah mengalahkan Hung Ling Chen/Wen Hsing Cheng (TPE) dengan dua set langsung 21-14 dan 24-22. Namun sayang sekali lawan Nova/Lilyana di final adalah lawan yang cukup berat Thomas Layborn/Kamilla Rytter Juhl (DEN) yang di semifinal mengalahkan unggulan ke3 Hendra A Gunawan/Vita Marissa dengan dua set langsung 21-15 dan 21-13. Menghadapi Layborn/Kamilla yang seringkali merepotkan Nova/Lilyana tentu harus bermain cukup percaya diri, mengingat disini Kamilla biasanya akan lebih berperan untuk mematikan lawan, sehingga apabila ingin meraih gelar di Singapura Super Series 2010.
Sementara itu Indonesia gagal menempatkan ganda putra dan ganda putri setelah ganda putra Markis Kido/Hendra Setiawan secara mengejutkan kalah dari pemain non unggulan Chieh Min Fang/Sheng Mu Lee (TPE) dengan kekalahan yang cukup telak. Pemain China Taipei tersebut menang dengan 21-19 dan 21-9, sementara itu harapan ganda putri Indonesia Meiliana Jauhari/Greysia Polii juga gagal ke final setelah di jegal pemain Korea Kim Min Jung/Lee Hyo Jung dengan dua set langsung. pasangan Indonesia tidak mampu mengembangkan permainan sehingga dengan mudah di patahkan lawan dengan 21-8 dan 21-15.
Posted in Bulutangkis | Tagged: Badminton, Bulutangkis, Greysia Polii, Hasil pertandingan Bulutangkis, Hendra A Gunawan, Hendra Setiawan, Lilyana Natsir, Markis Kido, Meiliana Jauhari, Nitya Khrisinda Maheswari/Greysa Polii, Singapore Super Series, Singapore Super Series 2010, Sony Dwi Kuncoro | Leave a Comment »
Posted by jejakandromeda on June 15, 2010
Maria Kristin Yulianti gagal melangkah ke babak utama turnamen Singapore Super Series 2010 setelah di babak kualifikasi langsung kandas dari lawannya Li Xuerui (CHN) melalui pertandingan tiga set. Maria Kristin yang merangkak dari babak kualifikasi setelah peringkatnya melorot jauh akibat jarang dimainkan di turnamen-turnamen sekelas super series selepas cedera yang terus saja mengintainya. Di set pertama Li langsung unggul 3-0 atas Maria Kristin setelah pada akhirnya Maria meraih angka pertamanya. Di set pertama Maria tidak mampu menghadapi permainan Li Xuerui yang diatas kertas seharusnya Maria lebih menang pengalaman dan mampu mengatasinya. Set pertama di tutup dengan 14-21. Memasuki set kedua Pola permainan Maria berubah dan mampu memenangi pertandingan sekaligus memaksakan rubber set setelah ditutup dengan 21-14 untuk kemenangan Maria Kristin.
Memasuki set penentuan, Maria Kristin sempat ketinggalan 6-12 atas Li, namun satu persatu angka di raihnya dan berhasil menyamakan kedudukan dengan 12-12, namun akhirnya Li melesat mendahului Maria dan nyaris tidak terkejar pada kedudukan 18-20. Maria sempat memberikan harapan bagi Indonesia setelah berhasil menyamakan kedudukan 20-20, namun sayang sekali lawan kali ini bermain lebih baik, dan Maria harus mengakui keunggulan Li dengan menutup set ketiga dengan 21-23. Maria Kristin harus angkat koper lebih awal dan pulang untuk mempersiapkan kejuaraan Djarum Indonesia SUper Series yang akan berlangsung pekan depan di Jakarta.
Rekan Maria yang lain, Adriyanti Firdasari, Maria Febe Kusumastuti dan Fransisca Ratnasari masih bernasib baik karena langsung ke babak utama turnamen ini.
Sementara itu Indonesia meloloskan pasangan baru ganda campuran Markis Kido/Lita Nurlita dan Ahmad Tontowi/Greysia Polii ke babak utama untuk mendampingi Nova Widianto/Lilyana Natsir dan Hendra A Gunawan/Vita Marissa yang langsung kebabak utama.
Babak utama turnamen Singapore Super Series akan berlangsung esok hari mulai pukul 09.00 waktu setempat atau pukul 08.00 WIB.
Posted in Bulutangkis | Tagged: Adriyanti Firdasari, Alvent Yulianto, Badminton, Bulutangkis, Greysia Polii, Hasil pertandingan Bulutangkis, Hendra A Gunawan, Li Ning Singapore Super Series, Lilyana Natsir, Lita Nurlita, Maria Febe Kusumastuti, Maria Kristin Yulianti, Markis Kido, Nova Widianto/Lilyana Natsir, PBSI, Singapore Super Series 2010, Super Series, Vita Marissa | Leave a Comment »