Movie, Photography and Hobby

Indonesian Old Movie Lovers

Posts Tagged ‘Komunitas Pecinta Film Indonesia Jadul’

RAY SAHETAPY & ENNY BEATRICE DALAM FILM ” HATI SEORANG WANITA “

Posted by jejakandromeda on April 28, 2011

JUDUL FILM        : HATI SEORANG WANITA

SUTRADARA       : BAY ISBAHI

PRODUKSI           : NV PERFINI

CERITA                  : BAREP MUHTADI

PRODUSER          :  K LUKITO DJAGAD SURACHMAN SAHAN

TAHUN PROD    : 1984

JENIS                     : FILM DRAMA

PEMAIN               : RAY SAHETAPY, ENNY BEATRICE, TUTI WASIAT, KUSNO SUDJARWADI, TITI DJ,

SINOPSIS :

Wiwik (Enny Beatrice) seorang karyawati yang bekerja di kantor cabang sebuah perusahaan tekstil dipanggil oleh bosnya. Ia ditugaskan ke kantor pusat sekaligus untuk bekerja di kantor pusat. Akhirnya setelah sampai di kantor pusat, sebelum masuk tanpa sengaja ia melihat Irwan (Ray Sahetapi) yang ternyata temannya dulu. Irwan ternyata satu kantor dengan Wiwik. Irwan merupakan karyawan bagian Promosi perusahaan Gondo (Kusno Sudjarwadi). Setelah pertemuan tanpa sengaja tersebut, akhirnya Irwan dan Wiwik sering janjian untuk bertemu.

Akhirnya Irwan tahu kalau Wiwik tinggal bersama Yati(Tuti Wasiat) yang ternyata adalah juga teman lama Irwan. Namun suasana kost tempat Yati tidak begitu kondusif, karena disitu bebas menerima laki-laki, sehingga lebih tepat disebut sebagai rumah bordil. Meski tinggal bersama Yati, namun Wiwik tetap betah tinggal disitu walau dengan suasana yang kurang kondusif. Hingga akhirnya Irwan yang peduli pada nasib Wiwik mengajaknya untuk tinggal berdua di rumah dinasnya. Meski awalnya menolak , namun akhirnya Wiwik mau tinggal bersama Irwan, setelah sebelumnya Yati menasehati agar Wiwik lebih berhati-hati apalagi tinggal satu atap dengan Irwan yang seorang laki-laki.

Wiwik pun pindah dan tinggal bersama Irwan. Hari-hari mereka lalui bersama, termasuk juga mengatur keadaan rumah dilakukan Oleh Wiwik. Meski keberadaan mereka berdua adalah bukan suami istri, namun Wiwik menjamin pada Yati kalau sampai sekarang belum pernah berbuat sesuatu dengan Irwan. Yati selalu memeringatkan pada Wiwik.

Hingga suatu malam ketika petir menyambar membuat Wiwik takut sendirian dan terpaksa tidur bersama di kamar Irwan. Malam itu hujan turun dan suatu kejadian pun terjadi antara dua insan manusia. Akibat kejadian itu Wiwik hamil dan meminta pertanggungjawaban pada Irwan. Namun demikian Irwan selalu menolaknya dengan berbagai alasan.

Irwan semakin jarang dirumah dan semakin sering pulang malam. Hal ini membuat kesal Yati yang telah mendapat cerita dari Wiwik. Tentang sikap Irwan yang semakin sering menghindar. Yati kesal, namun tidak dapat berbuat apa-apa. Ia hanya member saran, apalagi seteah Wiwik keguguran. Keadaan justru makin berubah.  Irwan seakin sering menghindari Wiwik.

Apalagi setelah Sinta (Titi DJ) anak Gondo pulang dari Paris setela belajar Mode. Irwan menjadi sering pulang malam dan tidak menghiraukan Wiwik. Seribu alasan Irwan kemukakan pada wiwik untuk menghindari pernikahannya, namun ia semakin intim dengan Sinta. Hal ini membuat Wiwik marah. Sehingga ketika mereka sedang berduaan di tepi danau, Wiwik meminta kejelasan pada Irwan. Namun bukan ketenangan yang di raih, namun kekecewaan yang diraih. Wiwik di dorong jatuh kehutan.

Namun akhirnya berhasil diselamatkan dengan ditunggui oleh Yati sahabatnya. Melihat sahabatnya terkapar tak berdaya membuat Yati dendam pada Irwan. Akhirnya Irwan di tusuk dan terbunuh oleh Yati ketika sedang bersiap pergi bersama Sinta anak majikannya.

Akhirnya Irwan mati di bunuh oleh Yati. Yati pun akhirnya masuk rumah sakit untuk perawatan.

Posted in Resensi Film 70-90an | Tagged: , , , , , , , , , | Leave a Comment »

BENYAMIN S DALAM FILM ” BETTY BENCONG SLEBOR”

Posted by jejakandromeda on April 26, 2011

JUDUL FILM        : BETTY BENCONG SLEBOR

SUTRADARA       : BENYAMIN S

PRODUKSI           : PT. SAPTA YANUAR   FILM

CERITA                  : BENYAMIN S

SKENARIO           : BENYAMIN S

PRODUSER          :  ABD. MADJID SH

TAHUN PROD    : 1978

JENIS                     : FILM KOMEDI

PEMAIN               : BENYAMIN S, H BOKIR, ELVIE SUKAESIH, AMINAH CENDRAKASIH, H MANSYUR SYAH, NASIR

SINOPSIS :

Betty (Benyamin S) melamar sebagai pembantu di kediaman Bokir (Bokir) yang langsung di terima oleh istrinya (Aminah Cendrakasih) dengan baik. Bagi Istri Bokir, kedatangan Betty dianggap bisa membantu pekerjaannya dan tidak membuat sakit hati, namun bagi Bokir suaminya, kedatangan Betty sebagai pembantu dirumah tersebut disambut tidak gembira. Karena kelakuan bencong dianggap tidak disukai Bokir, apalagi kerapkali pembantu-pembantu Bokir keluar karena tidak betah digoda oleh Bokir. Sehingga antara istri dan suami Bokir menjadi tidak sepaham dengan keberadaan Betty dirumah tersebut.

Bokir adalah seorang produser rekaman, sedangkan istrinya dirumah saja. Selain Betty yang menjadi pembantu rumah tangga, terdapat pula Nasir, pembantu Bokir yang telah lebih dulu mengabdi padanya. Istri Bokir yang selalu membela Betty, memberi kebebasan pada pembantunya, sehingga kadang-kadang mereka juga keluar malam untuk menyaksikan pertunjukkan dangdut. Bahkan suatu ketika Betty pernah ketangkap polisi gara-gara ia dituduh sebagai penjaja seks, setelah Betty dan Nasir habis dari pertunjukkan dangdut.

Perlakuan Bokir terhadap Bettya  juga seenaknya, karena itu suatu ketika ketika mobilnya mogok, maka Bettylah yang disuruh mendorongnya, namun ketika mesin telah berhasil dinyalakan, Bokir meninggalkan Betty begitu saja. Meski berhasil pulang kerumah, namun kebebasan Betty dan Nasir yang juga keluar malam, akhirnya membuat bokir marah. Mereka berdua akhirnya di usir dari rumah Bokir.

****

Sementara itu rekaman Elvi Sukaesih merupakan ladang bagi Bokir. Seorang pencipta lagu, Mansyur (Mansyur Syah) menjual lagunya pada Bokir namun di hargain dengan sangat murah. Sehingga ketika Bokir menyuruh Mansyur untuk menyerahkan kado ulang tahun dari Bokir pada Elvie, Surat yang ada di dalam kado di buang begitu saja oleh Mansyur sehingga seolah-olah kalau kado itu adalah pemberian dari Mansyur. Mansyur kesal karena Bokir begitu murah membayar lagunya.

Ketika Elvie dan Mansyur sedang berbincang-bincang, tiba-tiba datanglah pengamen, Betty dan Nasir. Karena suaranya, akhirnya setelah menjelaskan kalau Betty mencari kerja, Elvie mau menampung mereka untuk bekerja padanya termasuk juga dengan Nasir, meskipun pada awalnya Mansyur tidak setuju.  Betty dan Nasir bekerja pada Elvie Sukaesih.

Sementara itu, karena cintanya Bokir pada salah satu penyanyinya Elvie Sukaesih, membuatnya ingin menikahinya. Melalui Mansyur, Bokir menyerahkan uang 10jt untuk keperluan pernikahan. Namun Setelah menerima uang 10jt, Mansyur memberitahukan pada Elvie bahwa Bokir mau menikahinya. Mansyur menyampaikan rencananya pada Elvie untuk pernikahannya dengan Bokir. Meski awalnya Elvie menolak namun akhirnya ia menyetujui rencana Mansyur.

Maka hari H yang telah ditunggu-tunggu pun hadir. Bokir sangat bahagia karena akan menikahi Elvie. Mempelai wanitapun sudah berada di sampingnya. Pertunjukkan tarian pun di mulai. Namun akhirnya Bokir kaget setelah melihat Elvie tidak berada di sampingnya, ia melihat Elvie diantara kerumunan para tamu undangan. Lebih kaget lagi setelah Istrinya juga datang ke pesta tersebut. Akhirnya Bokir tahu kalau itu adalah rencana Elvie. Jadi siapa wanita yang ada disamping Bokir? Setelah di buka ternyata wanita tersebut adalah Betty…

Posted in Resensi Film 70-90an | Tagged: , , , , , , , , , | Leave a Comment »

MERIAM BELLINA DAN LIDYA KANDOU DALAM FILM ” BONEKA DARI INDIANA”

Posted by jejakandromeda on April 21, 2011

JUDUL FILM        : BONEKA DARI INDIANA

SUTRADARA       : NYAK ABBAS AKUB

PRODUKSI           : PT. PARKIT   FILM

CERITA                  : NYAK ABBAS AKUB

SKENARIO           : NYAK ABBAS AKUB

PRODUSER          :  DHAMOO PUNJABI, GOBIND PUNJABI, RAAM PUNJABI

TAHUN PROD    : 1990

JENIS                     : FILM DRAMA

PEMAIN               : DIDI PETET, MERIAM BELLINA, LIDYA KANDOU, IDA KUSUMAH, AMI PRIYONO, EENG SAPTA HADI

SINOPSIS :

Egi (Didi Petet) dangan Cece (Lidya Kandou) adalah sepasang suami istri. Egi adalah seorang suami yang selalu menuruti apa kehendak istrinya, termasuk juga memasak sarapan paginya sesuai dengan keinginan Cece. Sementara itu Cece sendiri adalah seorang istri yang pemalas, kerjaannya adalah arisan, makan pagi selalu di sediain Egi. Meski  Cece pemalas,namun segala urusan tetek bengek rumah tangga cece yang mengatur, dengan menyuruh Egi. Egi selalu di bawah pengaruh Cece.  Kehidupan Cece yang berasal dari keluarga kaya membuatnya hanya bersuka ria saja, termasuk juga membeli barang-barang berharga seperti emas yang sebetulnya tidak di perlukan.

Suatu hari, rumah sebelah di kabarkan akan di jual. Untuk itulah Cece menyuruh suaminya, Egi untuk melihat rumah tersebut dan bermaksud untuk membelinya. Maka berangkatlah Egi ke tempat orang yang ditugaskan untuk menjual rumah tersebut. Namun Egi telah keduluan sama Eya (Meriam Bellina) yang sampai terlebih dahulu di rumah orang yang akan menjualnya. Eya pun langsung menawarnya, sementara Egi menyusul untuk melihat rumah tersebut.  Keduanya berdebat tentang siapa yang akan duluan untuk melihat rumah tersebut.  Segera mereka menuju mobil masing-masing dengan membawa seorang pembantu laki-laki yang ditugaskan untuk mengantarkan mereka untuk melihat rumah yang akan dijual.

Perdebatan antara Egi dan Eya pun terjadi tentang mobil siapa yang akan di tumpangi oleh pembantu tersebut. Akhirnya pembantu tersebut lebih memilih untuk ikut di mobil Eya. Namun sial, ban mobil Eya kemps, al hasil akhirnya mereka berangkat menggunakan mobil Egi. Perdebatan antara Egi dan eya membuat akhirnya keduanya saling kenal.  Hubungan pertemanan pun berlanjut. Hal ini di pergoki oleh pembantu Egi yang melaporkan pada istrinya Cece. Melihat Egi dan Eya, Cece pun cemburu dan langsung melaporkan pada orangtuanya, Tuan Yudho (Ami Priyono) dan Ibunya (Ida Kusumah).

Akhirnya untuk mengintrogasi menantunya, Yudho dan istrinya pergi kerumah Cece untuk melihat gelagat Egi.

Namun, meski awalnya mau marah-marah, namun Yudho akhirnya justru berbalik. Ia justru menyuruh Egi untuk mendekati Eya demi sebuah tanda tangan dari seorang pejabat mengenai proyek yang akan di kerjakan. Eya adalah seorang wanita simpanan pejabat yang harus menandatangani Proyek Yudho agar berhasil, walau Proyek tersebut berdampak pada lingkungan. Meski awalnya Cece cemburu, namun Yudho meyakinkan Cece kalau itu hanya pura-pura, hanya demi sebuah tanda tangan melalui tangan Egi dan Eya. Egi pun menjadi boneka mertuanya demi sebuah tanda tangan.

Akhirnya setelah melalui beberapa tahapan akhirnya Eya berhasil mendapatkan tanda tangan dari pejabat dan menyerahkannya pada Egi. Betapa girang hati Yudho karena Egi telah berhasil mendaatkan surat yang diinginkan dan akan segera menjalankan proyek walau proyek tersebut akan merusak lingkungan. Egi kesal pada mertuanya. Puncaknya Egi merebut kembali surat yang telah ditandatangani dan telah menyerahkannya pada Yudho. Egi merobek-robek isi surat tersebut, sedangkan Yudho menjadi marah besar.

Setelah kemarahan tersebut, Egi akan kabur meninggalkan mereka, namun Cece mencegahnya. Akhirnya Cece berusaha untuk menjadi istri yang baik, Egi pun normal menjalankan kewajibannya sebagai suami Cece.

Posted in Resensi Film 70-90an | Tagged: , , , , , , , , , , , , | Leave a Comment »

RAY SAHETAPY DAN IDA IASHA DALAM FILM ” DIBALIK DINDING KELABU”

Posted by jejakandromeda on April 18, 2011

JUDUL FILM        : DI BALIK DINDING KELABU

SUTRADARA       : SOPHAN SOPHIAN

PRODUKSI           : PT. VIRGO PUTRA  FILM

CERITA                  : MARIA A SARDJONO

SKENARIO           : SATMOWI ATMOWILITO

PRODUSER          :  SOPHAN SOPHIAN

TAHUN PROD    : 1986

JENIS                     : FILM DRAMA

PEMAIN               : IDA IASHA, HARRY CAPRI, RAY SAHETAPY, DIAN NITAMI, RIMA MELATI, MINATI ATMANEGARA

SINOPSIS :

Rosnia (Ida Iasha) adalah seorang narapidana wanita di LP Tangerang. Rosnia atau biasa di panggil Ros di penjara karena telah membunuh sepupunya sendiri yang juga telah dianggap adik, Ratna (Dian Nitami). Kala itu Ros sedang hamil besar anak keduanya. Rosnia tinggal dengan Suami(Harry Capri), anak perempuannya Sila, dan adik sepupunya Ratna. Dalam keadaan hamil besar, Ros mencium gelagat yang kurang baik dengan suaminya. Hingga suatu malam, Ia memergoki suaminya sedang bercumbu dengan Ratna. Meski mereka selalu menutupi, namun diam-diam Ros tahu. Ros depresi, namun ia memendamnya sendiri tanpa memberitahu suaminya apa yang terjadi.

Hingga kejadian pun berulang. Ros kembali memergoki suaminya dan Ratna sedang berhubungan intim. Kemarahan Ros sudah tidak bisa di bendung lagi. Dengan pisau yang sudah di siapkan, Ros bermaksud membunuh suaminya, tapi malang, yang terbunuh adalah Ratna. Ratna akhirnya mati setelah di tusuk oleh Ros, sedangkan suami Ros kabur setelah perselingkuhannya dengan Ratna di ketahui dan Ros membunuhnya.

Akhirnya Ros di penjara di LP Tangerang. Di LP wanita Tangerang, Ros di terima dengan baik oleh temannya yang bersebelahan sel. Seorang perempuan tua, yang protektif terhadap Rosnia dari gangguan sesama narapidana lain. Seperti layaknya cerita-cerita di Koran, di sel wanita tersebut juga ada perempuan lesbian yang tertarik dengan Ros, namun selalu di haling-halangi oleh perempuan tua teman baru Ros. Bahkan ketika Ros mau mandi, ia melihat perempuan lesbi tersebut sedang berpelukan ketika sedang mandi bersama. Ros pun kaget di buatnya.

Keberadaan Ros di LP membuatnya ia depresi. Apalagi Ros dalam kondisi hamil tua. Seorang dokter LP yang menangani Ros, Herman (Ray Sahetapy) selalu menyemangati Ros dan juga membantu persalinan Ros yang melahirkan seorang anak laki-laki yang di beri nama Bayu. Herman adalah seorang dokter yang memiliki seorang istri perancang Mode bernama Dea (Minati Atmanegara). Kehidupan rumah tangga Herman tidak sebaik apa yang orang kira. Karena Herman sangat ingin memiliki anak, namun tidak dengan Dea. Dea belum mau memiliki anak karena ingin mengejar karir di dunia mode. Dea tidak mau direpotkan oleh anak. Sehingg setiap malam, sebelum berhubungan intim dengan Herman, Dea selalu meminum Pil anti hamil.  Hal ini membuat kesal Herman yang sudah sangat ingin memiliki anak. Namun Dea selalu bilang belum mau memiliki anak, karena takut menghancurkan karirnya.

******

Kedekatan Herman dengan Ros pasiennya membuat keduanya menjadi sering bertemu. Kebaikan Dokter Herman telah mencuri perhatian Ros di dalam penjara. Sementara itu kepala sipir wanita (Rima Melati) juga selalu memperhatikan tingkah laku Ros yang baik. Hasilnya tiap 17 Agustus Ros selalu mendapatkan remisi hukuman.

Melihat Ros yang sebenarnya memiliki potensi, namun ia selalu depresi membuat dokter Herman menghadiahkan sebuah mesin ketik melalui kepala sipir penjara. Bahkan sipir penjara juga mendukung Ros, apabila ia membutuhkan kertas. Untuk membalas kebaikan dr. Herman, maka Ros membuat cerita pendek tentang perjalanan hidupnya di penjara, yang akhirnya dari hasil tulisan tersebut diangkat di sebuah Majalah terkenal. Cerita tentang perjalanan hidup dan kebaikan dokter Herman di tuangkan dalam sebuah cerita dengan baik oleh Ros. Hal ini sempat di baca pula oleh Dea istri Herman.

Keberhasilan Dea menulis cerita yang langsung disambut baik oleh para pembaca, bahkan banyak sekali surat yang masuk ke Redaksi untuk Ros yang merespon tulisannya. Dr. Herman dan kepala Sipir pun bangga atas usaha Ros. Sementara itu Ros dibuat terharu karena Sila, anaknya mengirimkan surat untuknya.

Suatu hari, Ros kedatangan seseorang yang ingin menemuinya di penjara. Ros bingung karena selama ini tidak pernah ada yang menjenguknya. Setelah bertemu, ia kaget karena ternyata adalah mantan suaminya yang dulu kabur. Kedatangan suaminya adalah untuk meminta maaf pada Ros karena ia selalu di hantui oleh perasaan bersalah, bahkan anak-anaknya pun sudah tidak mengenali lagi. Namun kedatangan suaminya ditanggapi dingin oleh Ros.

*****

Lima tahun sudah Ros menghuni penjara dari 8 tahun total hukuman yang harus di jalani. Dari lima tahun tersebut Ros selalu mendapatkan remisi pada 17 Agustus, sehingga Ros tinggal menunggu 1 tahun Sembilan bulan lagi untuk menghuni penjara. Namun karena kebaikan Ros selama di penjara, maka kepala sipir pun mengusulkan kepada Kanwil VII untuk membebaskan Ros.

Sementara itu kemelut rumah tangga dokter Herman sudah tidak bisa di tolerir lagi, istrinya terlalu mengejar karir sehingga membuat Herman kesal.  Kedekatan Herman dengan Ros ditambah kesibukan Dea membuat Herman akhirnya harus membuat keputusan untuk menceraikan Dea. Ia pergi meninggalkan rumah dengan meninggalkan secarik kertas dirumah ketika Dea sedang sibuk mengikuti lomba di Surabaya. Herman berniat menikahi Ros. Sedangkan Herman akhirnya menjemput Ros yang telah bebas untuk dipertemukan dengan anak-anaknya.

Seperti film-film pada  umumnya pertemuan antara anak dan Ibu adalah pertemuan yang mengharukan. Ketika pertemuan sedang terjadi, maka menyusullah Dea pada Herman dan Ros. Meski Dea tidak mau mengganggu rencana Herman dengan Ros, namun Dea meminta sekali lagi untuk diberi kesempatan untuk menjadi istri yang baik bagi suami dan anak-anaknya. Akhirnya Dea mengakui kekeliruannya.

Posted in Resensi Film 70-90an | Tagged: , , , , , , , , , , , | Leave a Comment »

SUZANNA & ROBBY SUGARA DALAM FILM “PULAU CINTA”

Posted by jejakandromeda on April 12, 2011

JUDUL FILM        : PULAU CINTA

SUTRADARA       : ALI SHAHAB

PRODUKSI           : PT. INEM  FILM

CERITA                  : ALI SHAHAB

PRODUSER          :  NY LEONITA SUTOPO

TAHUN PROD    : 1978

JENIS                     : FILM DRAMA

PEMAIN               : SUZANNA, ROBBY SUGARA, NUR AFNI OCTAVIA, PARTO TEGAL, MOCH MUCHTAR, TONI ADEG

SINOPSIS :

Biran (M Mochtar) dan anaknya Ari (Toni Adeg) Serta Maria (Suzanna) dan Kiki (Nur Afni Oktavia) anaknya adalah orang-orang yang tersisa di suatu pulau terpencil. Mereka Hidup di bawah tekanan Karto (Parto Tegal) seorang nelayan yang kejam. Karto adalah bekas pembantu suami Maria,Johanes yang telah meninggal, namun Karto mengambil Alih  kapal milik Maria untuk mencari ikan sebagai nelayan tanpa sepeserpun memberikan hasilnya pada Maria.

Suami maria Johanes, dulunya adalah seorang Angkatan laut, namun ia akhirnya memilih pindah kesebuah pulau terpencil untuk menjadi nelayan setelah menikahi Maria. Johanes membelikan Kapal pada Maria. Johanes mengoperasikan kapal dengan di bantu oleh Karto, anak buahnya yang cukup baik. Namun sayang, sepeninggal Johanes, Karto yang memiliki nafsu berkuasa terlalu serakah. Johanes di kabarkan meninggal oleh Karto karena Badai.

Karto tinggal satu atap dengan Maria tanpa ikatan apapun, sedangkan Maria yang memiliki kapal justru tidak mendapatkan apa-apa. Namun Maria tidak bisa berbuat apa-apa atas tindakan Karto. Bahkan para tetangga Maria pun satu persatu meninggalkan pulau tersebut. Maka kini di pulau tersebut hanya tinggal Keluarga Biran seorang penjaga Mercusuar dan Keluarga Maria yang selalu dalam tekanan Karto.  Meski Karto selalu menjual ikan ke Jakarta, namun sepeserpun Maria tidak pernah mendapatkannya. Karto bertindak kejam, bahkan ketika batuk yang di derita Maria tak kunjung sembuh pun Karto tetap tidak mau membelikan obat. Meski berkali-kali Ia nitip untuk dibelikan ketika ke Jakarta.

*****

Suatu hari, terdapat sebuah kapal yang kandas dan terdampar di pulau tersebut. Dua buah anak buah kapal tewas, sedangkan Kaptennya (Robby Sugara) selamat meski harus terluka di kakinya karena tertimpa besi. Biran dan Ari akhirnnya menolong mereka dengan di bantu oleh Kiki. Kedua ABK yang meninggal akhirnya di kuburkan, sedangkan Kaptennya di selamatkan oleh Maria. Ia dirawat oleh Maria, hingga hampir sembuh. Kedatangan Kapten kapal tersebut sedikit mengobati hati Maria karena ia akhirnya menjadi teman curhat. Maria menceritakan siapa dia sebenarnya juga menceritakan kelakuan Karto pada Kapten.

Sementara itu Karto pulang setelah ia menjual hasil tangkapannya ke Jakarta bersama anak buahnya. Karto heran karena terdapat dua gundukan tanah yang merupakan kuburan. Ia menduga kalau bukan Maria sama Kiki pasti Biran dan Ari. Namun untuk memastikannya ia menyuruh anak buahnya untuk menggali kubur tersebut. Belum selesai mereka menggali kubur datanglah Ari yang menjelaskan pada Karto tentang siapa mereka, dan tentang Kapten.

Mendengar cerita Ari, Karto pun marah. Apalagi setelah melihat Maria sedang mengobati Kapten, Karto pun marah. Akhirnya kapten pindah ke kapalnya yang hancur untuk memperbaiki radio agar bisa tersambung dengan dunia luar. Sementara itu Karto dibuat marah karena berkali-kali Maria menyuruh Kiki untuk mengantarkan makanan pada Kapten. Bahkan Karto mengancam akan membakar kapal Kapten jika Kiki masih saja mengantarkan makanan pada Kapten. Akhirnya Maria dan Kiki menuruti kehendak Karto. Sementara itu Kiki akhirnya menceritakan keadaan tersebut pada Ari. Aripun akhirnya mau mengantarkan makanan pada Kapten. Namun Biran mewanti-wanti pada Ari sebisa mungkin agar tidak berpapasan dengan Karto.

Sementara itu Kapten memperbaiki kapal yang bocor dengan menyelam. Namun ia justru berhasil menemukan setitik rahasia. Ia menemukan kalung yang mirip di pakai dengan Maria. Namun Kapten menyimpan rahasia tersebut.

Namun usaha Ari untuk memberi makan pada Kapten akhirnya ketahuan juga oleh anak buah Karto, Bokir dan Boim. Akhirnya setelah di ancam, Ari tidak mengirimkan makanan lagi pada Kapten. Sementara itu karto marah sekali setelah tahu kalau Ari mengirimkan makanan atas suruhan Kiki. Ia memukul Kiki. Sudah seminggu Kapten tidak mendapatkan makanan dan minuman karena air di pulau itu asin. Akhirnya turunlah hujan yang merupakan harapan bagi kapten untuk meminum air yang tidak asin. Ia menampung air hujan. Namun air hujan yang ditampungnya di tumpahkan oleh Bokir dan Boim . Mereka berkelahi, akhirnya Boim dan Bokir dapat di bunuh oleh Kapten.

Sementara itu, melihat kematian Kapten, semakin geramlah Karto pada Kapten. Karto sudah merasa terganggu akan kehadiran Kapten, dan berniat menghabisinya. Maka berangkatlah ia ke Kapal Kapten yang terombang ambing di laut. Namun belum lagi niatnya tercapai, Karto sudah di todong dengan pistol oleh Kapten, sehingga niat untuk membunuhnya pun gagal. Bahkan Kapten berhasil membongkar tentang kematian Johanes suami Maria yang mati dibunuh oleh Karto bukan atas badai seperti apa yang Karto bilang pada Maria dan orang-orang sekitarnya.

Kapten menyuruh Karto untuk pergi, namun kepergian Karto ke daratan adalah dengan tujuan untuk membunuh Maria dan Kiki agar tidak merepotkanya. Sesampai di rumah, Karto tidak mendapatkan Maria dan Kiki. Ia menduga pasti mereka berada di menara Biran. Segera Karto ke menara Biran dan mendapati Maria dan Kiki di sana ketika sedang menuju pantai tempat Kapten berada. Akhirnya Karto menyandera Maria, Kiki dan Biran, sementara Ari di suruh Karto untuk memberitahu Kapten agar ia datang ke menara dengan ultimatum dalam 1 jam maka mati 1 orang jika tidak datang, begitu seterusnya.

Di dalam kapal, Kapten berusaha menghubungi polisi lewat radio yang telah di perbaiki untuk menyelamatkan Maria dan Kiki dari sandraan Karto setelah Ari berhasil menghubunginya. Maka ketika polisi sudah datang, Kapten segera membawa mereka menuju menara untuk menyelamatkan. Namun Kapten tidak langsung muncul karena ia akan langsung di tembak. Sehingga Karto menjadi geram, apalagi setelah Kapten berhasil memberitahu siapa pembunuh Johanes sebenarnya pada Maria, maka Maria pun marah dan membentur benturkan kepala Karto.

Melalui bantuan helicopter, Maria, Kiki dan Biran dapat di selamatkan, sementara itu Karto sendiri akhirnya tewas setelah jatuh dari atas menara sedangkan Jenasah Johanes yang tinggal tengkoraknya saja, akhirnya di lakukan penguburan yang di saksikan oleh para anggota poisi.

Posted in Resensi Film 70-90an | Tagged: , , , , , , , , , , , | 1 Comment »

BARRY PRIMA & MURTISARI DEWI DALAM FILM ” ANGLING DARMA 3 “

Posted by jejakandromeda on April 7, 2011

JUDUL FILM        : ANGLING DARMA 3 : PEMBURU DARI NERAKA

SUTRADARA       : SA KARIM

PRODUSER          : KAONAWAN SUMIRAH

CERITA                  : BAMBANG ADI PITOYO

PRODUKSI           : PT. ELANG PERKASA FILM

TAHUN PROD    : 1994

JENIS                     : FILM SILAT

PEMAIN               : BARRY PRIMA, FENDY PRADANA, MURTISARI DEWI, BARON HERMANTO, ERNA SANTOSO, KEN KEN

SINOPSIS :

Prabu Angling Darma (Barry Prima) menginginkan anaknya Angling Kusuma (Fendy Pradana) untuk segera memiliki pendamping hidup.  Salah satu cara yang di tempuh oleh Angling Darma adalah dengan mengadakan sayembara bagi para putri yang di lakukan oleh Angling Darma agar Angling Kusuma dapat memilihnya.  Namun pikiran Ayahanda Angling Darma tidak sejalan dengan Angling Kusuma yang merasa sudah dewasa. Sehingga Angling Kusuma menolaknya dan memilih mengembara untuk membuktikan kalau ia sudah dewasa. Dan seperti petuah ibunya (Erna Santoso), adat di Malawapati sebelum mencari jodoh adalah dengan mengembara.

Akhirnya Angling Kusuma di temani oleh abdi Malawapati yang paling setia, Klungsur pergi mengembara.   Di istana sendiri, akhirnya kedatangan dewi dewi cantik yang mengikuti sayembara, namun sayang Angling Kusuma sendiri sudah tidak ada. Sehingga Angling Darma merasa kecewa dibuatnya.

Pada suatu malam Angling Darma mendengar suara yang member peringatan yang mengingatkan peristiwa 20 tahun yang lalu dimana Prabu Angling Darma telah membunuh Prabu pancaknyono. Meski alas an yang di berikan adalah benar, namun Ayah Pancaknyono, Brojo Sakti (Baron Hermanto) tidak terima atas kematian anaknya. Brojo Sakti yang sedang menyelesaikan tapanya berniat akan membalas dendam pada Angling Darma dan keluarganya. Namun Prabu Angling Darma masih memiliki waktu 40 hari untuk mempersiapkannya, karena Brojo Sakti setelah selesai bertapa, masih ada hal yang harus di kerjakan selama 40 hari, yaitu salah satunya adalah harus mengajarkan ilmunya. Ilmu Aji Mundijati Sasongko Jati, yaitu ilmu yang intinya adalah kasih sayang.

Sementara itu di Arcamanik, Begawan Sentanu menerima pinangan dari Prabu Surowiseso (Ken ken) dari Engku Braja untuk meminang putrinya Senggono Retno (Murtisari Dewi) namun pinangan tersebut di tolak oleh Senggono Retno karena tidak suka pada Prabu Surowiseso.  Prabu Surowiseso marah atas penolakan lamarannya. Ia menyerang Arcamanik, dan berniat menghancurkannya. Begawan Sentanu dan Senggono Retno menghadapi Surowiseso namun kelihatannya ia terdesak. Mendengar adanya perkelahian, Angling Kusumo yang kebetulan melintas akhirnya membantu Senggono Retno yang langsung jatuh hati pada pandangannya yang pertama.  Melihat lawannya di tolong oleh Angling Kusumo membuat Surawisesa marah. Disaat bersamaan datanglah Brojo Sakti yang langsung menyerang dan melumpuhkan Surawisesa. Brojo Skti pun meninggalkan begitu saja Arcamanik. Sementara itu Angling Kusumo yang jatuh hati pada Senggono Retno akhirnya keduanya pun saling menyukai.

Kepergian Brojo Sakti ternyata tidak selamanya karena ia kembali lagi dan ingin mengangkat Angling Kusumo sebagai muridnya. Meski pada awalnya menolak, namun demi Arcamanik yang akan di hancurkan apabila Angling Kusumo tidak mau jadi muridnya, akhirnya ia mau menuruti Brojo Sakti untuk diturunkan ilmunya.  Dalam proses transfer ilmu, Angling Darma mengetahui caranya dan bermaksud mencegahnya, namun sayang sekali Angling Darma tidak mampu mencegahnya. Ia pun membiarkan Angling Kusumo yang belum tahu siapa Brojo Musti sebenarnya untuk mendapatkan ilmunya. Setelah ilmu ia terima, Angling Kusumo lantas pulang ke Malawapati untuk kembali. Namun ia tidak langsung masuk istana,namun mendunggu di perbatasan dengan menyuruh kurirnya menyampaikan Surat tantangan pada ayahnya. Akhirnya Angling Darma menyanggupi dan menginginkan anaknya telah dewasa.

Disaat pertarungan antara ayah dan anak berlangsung, datanglah Brojo Sakti yang ingin menghabisi keduanya. Sementara itu Angling Kusumo baru tahu siapa Brojo Musti sebenarnya. Meski terlihat frustasi, namun akhirnya Angling Kusumo lebih membela ayahnya. Mereka bertiga bertarung, disaat yang bersamaan muncullah Senggono Retno yang membantu kekasihnya Angling Kusumo. Akhirnya ilmu Brojo Sakti dapat dikalahkan karena kasih sayang antara ayah, anak dan calon memantunya. Ilmu yang dimiliki oleh Brojo Sakti adalah intinya tentang kasih sayang, sehingga ketika ketiga orang tersebut dengan penuh kasih sayang mampu mengalahkan Brojo Sakti yang ilmunya lebih tinggi.

Posted in Resensi Film 70-90an | Tagged: , , , , , , , , , , , , | 5 Comments »

BARRY PRIMA & BARON HERMANTO DALAM FILM ” ANGLING DARMA 2″

Posted by jejakandromeda on April 5, 2011

JUDUL FILM        : ANGLING DARMA 2 : PEMBERONTAKAN BATIK MADRIM

SUTRADARA       : TORRO MARGENS

PRODUKSI           : PT. ELAN PERKASA FILM

CERITA                  : ARMANTONO

PRODUSER          :  HASOEK SOEBROTO

TAHUN PROD    : 1992

JENIS                     : FILM SILAT

PEMAIN               : BARRY PRIMA, BARON HERMANTO, GITTY SRINITA, WINKY HARUN,

SINOPSIS :

Prabu Angling Darma (Barry Prima) raja Malwapati mendapatkan tugas dari dewata untuk bertapa dengan cara memberantas ketidak adilan dengan berkelana di temani oleh Patih Batik Madrim (Baron Hermanto) dan Klungsur (Winky Harun) pembantunya. Padahal kemesraan bersama istrinya Dewi Anggorowati (Gitty Srinita) belumlah lama. Angling Darma berkelana dengan menumpas ketidak adilan dimuka bumi. Sementara Dewi Anggorowati ditinggalkan di istana setelah sebelumnya tampuk pemerintahan ia wakilkan pada Batik Madrim, namun ia menolak dan ingin mendampingi Angling Darma sebagai bentuk pengabdiannya.

Sementara itu di kerajaan Kertanegara, Raja Basunanda menerima utusan lamaran dari Prabu Panca Kencono untuk melamar putrinya. Namun Lamaran tersebut di tolak oleh Raja Basunanda. Utusan Prabu Panca Kencono marah dan membawa sukma putri Raja sehingga keadaannya seperti orang tidur. Berbagai cara telah ia coba untuk menyembuhkan putrinya termasuk memanggil para kesatria namun tidak ada satupun yang mampu. Hingga akhirnya Raja Basunanda membuat sayembara , barang siapa mampu menyembuhkan putrinya, maka jika ia laki-laki akan dijadikan suami anaknya sedangkan jika ia perempuan akan dijadikan anak angkatnya.

Angling Darma dan Batik Madrim yang telah sampai di Kertanegara pun mendengar sayembara tersebut. Akhirnya keduanya mengikuti Sayembara tersebut untuk dapat menyelamatkan putri raja. Batik Madrim terlebih dahulu meminta ijin pada Angling Darma untuk diberi kesempatan mengikuti sayembara. Namun Angling Darma rupanya tahu kesulitan yang di hadapi Batik madrim di alam sukma sana, sehingga iapun keluar dari raganya untuk menghadapi musuh di alam sukma. Batik madrim berhasil melumpuhkan musuhnya dan berhasil menyembuhkan putri raja. Sementara itu Batik Madrim merasa kecewa dibuatnya namun tidak bias berbuat apa-apa. Hingga akhirnya Angling Darma di nikahkan dengan putri Raja yang ikut dalam pengembaraan. Sementara itu diam-diam Batik Madrim memendam kekecewaan.

****

Dalam pengelanaan Angling Darma bersama istri barunya, di tengah hutan ia di ganggu oleh anak buah Prabu Pancakencono yang memaksa Angling Darma harus meninggalkan raganya untuk menghadapi musuhnya. Melihat suaminya diam saja, membuat istrinya Ken Setyawati minta dipulangkan ke Kertanegara.  Hal ini di manfaatkan oleh Batik Madrim untuk masuk ke raga Angling Darma ketika sedang keluar sukmanya. Batik Madrim merasuk kedalam tubuh Angling Darma dan segera pulang ke Malwapati untuk menemui Dewi Anggorowati.

Namun Dewi Anggorowati menemukan kejanggalan demi kejanggalan yang dilakukan oleh suaminya. Hingga akhirnya ia berhasil memaksa Batik Madrim yang berada di dalam tubuh Suaminya untuk keluar. Saat itulah Sukma Angling Darma berhasil masuk kedalam raganya. Dewi ANggorowati menemukan kembali suami sebenarnya.

Ketika dalam pertarungan melawan Prabu Pancakencono, Angling Darma terlihat terdesak dan tidak mampu menghadapinya. Maka saat itulah untuk menebus kesalahannya, Batik Madrim menghadapi Prabu Pancakencono dengan ajian pamungkas pelebur sukma yang hanya dapat digunakan sekali seumur hidup. Batik Madrim berhasil mengalahkan Pancakencono, namun akhirnya ia harus tewas.

Posted in Resensi Film 70-90an | Tagged: , , , , , , , , , , , , , , | 2 Comments »

BARRY PRIMA DALAM FILM “JURUS DEWA KOBRA (SI RAWING 3)”

Posted by jejakandromeda on March 31, 2011

JUDUL FILM        : JURUS DEWA KOBRA (SI RAWING III)

SUTRADARA       : SA KARIM

PRODUKSI           : PT. ELANG PERKASA FILM FILM

SKENARIO           : EDDY S JONATHAN

PRODUSER          :  HASOK SUBROTO

TAHUN PROD    : 1994

JENIS                     : FILM SILAT

PEMAIN               : BARRY PRIMA, CORRY CONSTANTIA, YOHANA ALEXANDRA, YUNITA SARAH BOOM, LUCYANA GRACE, MANSUR SAHDAN

SINOPSIS :

Rawing (Barry Prima) terluka, namun berhasil di sembuhkan oleh Dewi pengantin (Yohana Alexandra). Rawing adalah suami dari Saraswati (Corry) yang merupakan murid dari pasangan guru Ki Debleng (Eddy S Jonathan) dan Istrinya. Kelompok Uharani berhasil menghembuskan fitnah pada Rawing kalau ia telah menghamili Kartika anak seorang kepala desa yang sangat mencintai Rawing dengan tujuan agar rawing dibenci oleh warga sekitar.

Bahkan ayah Kartika pun berhasil terhasut dan meminta Rawing untuk bertanggungjawab atas perbuatannya pada anaknya. Namun belakangan diketahui dari mulut Kartika sendiri kalau bukan Rawing yang telah menghamilinya akan tetapi Kumara. Ayah Kartika pun kaget, sementara itu Saraswati istri dari Rawing juga ikut termakan hasutan dari kelompok Uharani. Saraswati cemburu dan melarikan diri. Ia pergi meninggalkan Suaminya. Saraswati marah dan membanting perabotan. Saraswati tersinggung karena menganggap Rawing berbuat serong, padahal semua adalah hanya fitnah belaka.  Saraswati pergi dalam keadaan hamil muda. Sementara itu Kelompok Uharani meminta bantuan pada Ki Rembong (Mansyur Syahdan) untuk menghadapi Si Rawing dengan persyaratan agar Uharani menyiapkan darah segar dari 100 wanita yang sedang hamil muda agar ilmu hitam Ki Rembong makin kuat.

Persyaratan Ki Rembong di setujui oleh Uharani sehingga untuk melancarkan usahanya mereka melancarkan berbagai cara termasuk memperkosa para wanita agar hamil. Rawing berusaha untuk menghalangi perbuatan orang-orang Uharani yang ingin memperkosa para gadis. Tidak hanya rawing, Ki Debleng dan istrinya pun akhirnya ikut turun tangan untuk membantu Rawing menghalangi pemerkosaan yang dilakukan oleh kelompok Uharani yang di ketuai oleh Durpala.

Setiap kali mereka membawa wanita yang hamil muda, setiap kali juga mereka di bebaskan oleh pihak ketiga yang di prediksi adalah Rawing yang melakukannya. Akhirnya karena tidak mampu mengatasi sendiri, kelompok Uharani akhirnya mengadu pada Ki Rembong tentang perbuatan Rawing yang selalu menghalanginya untuk mendapatkan darah segar dari wanita yang sedang hamil muda.

Disaat yang bersamaan muncullah Rawing yang akhirnya berhasil di ringkus oleh Ki Ageng Rembong. Setelah berhasil menaklukkan Rawing, Ki Rembong menyuruh Uharani untuk menyiapkan upacara pengorbanan. Namun di cegah oleh Uharani, ia memiliki rencana lain. Ia ingin mengundang Kartika yang sedang hamil muda yang sangat mencintai Rawing. Darah Kartika di tukar dengan  Rawing. Sementara itu ayah Kartika datang ke tempat persembunyian Ki Rembong untuk menyusul Kartika. Namun sayang ia malah jadi korban Ki Rembong. Sementara itu Rawing berhasil meloloskan diri. Untuk menghadapi Ki Rembong, Rawing memulihkan tenaganya setelah di temukan oleh Ki Debleng dan istrinya.

Saraswati sendiri akhirnya berhasil di temukan oleh Ki Debleng di tempat Dewi Pengantin. Setelah di beri ramuan dari Dewi Pengantin, Saraswati akhirnya mengikuti Ki Debleng untuk menemui suaminya yang sedang kesulitan. Atas petunjuk Dewi Pengantin, Rawing dan Saraswati akhirnya berhasil menumpas Ki Ageng Rembong, juga Uharani akhirnya tewas.

 


Posted in Resensi Film 70-90an | Tagged: , , , , , , , , , , , , | 2 Comments »

JAJA MIHARJA DALAM FILM ” MEMBLE TAPI KECE “

Posted by jejakandromeda on March 27, 2011

JUDUL FILM        : MEMBLE TAPI KECE

SUTRADARA       : NAWI ISMAIL

PRODUKSI           : PT. HARGULIN FILM

SKENARIO           : NAWI ISMAIL

PRODUSER          :  HARYADI SISWANTO

TAHUN PROD    : 1986

JENIS                     : FILM KOMEDI

PEMAIN               : JAJA MIHARJA, HETTY KOES ENDANG, EMILIA CONTESSA, WOLLY SUTINAH,  URIP ARPHAN, DOYOK

SINOPSIS :

Mirja (Jaja Miharja) adalah seorang penghayal besar. Kerap kali menonton televisi di kelurahan yang menayangkan penyanyi-penyanyi membuat Mirja berkhayal untuk menjadi penyanyi terkenal seperti di film-film. Kelakuan Mirja yang kerjaanya mengkhayal kerap membuat orang tuanya kesal. Apalagi Mirja tidak memiliki pekerjaan sehingga kerjaannya hanya lontang lantung bahkan tak jarang siang hari di jadikan malam dan sebaliknya malam hari Mirja kerjaannya begadang.

Mirja juga berkhayal menjadi penyanyi terkenal dengan rekaman bersama penyanyi terkenal Hetty Koes Endang, lagu-lagunya yang bergenre dangdut laris manis di pasaran, sehingga kemanapun ia pergi menjadi serbuan penggemar bersama Hetty.  Mirja juga berhasil membuat kedua orang tuanya senang karena ia dapat membeli rumah dan membahagiakan orangtuanya dari hasil menyanyi, namun lagi-lagi semua hanya khayalan Mirja saja.

Kemudian Mirja juga berkhayal untuk dapat menjadi pacar seorang gadis cantik Ayuningsih (Emillia Contessa), namun sayang cinta Mirja bertepuk sebelah tangan. Ia di tolak oleh Ayu. Usaha Mirja untuk mengejar cinta dan juga cita-cita selalu gagal, sehingga akhirnya ia terdampar pada seorang dukun (Doyok). Mirja ingin agar usahanya dalam menggaet wanita lancar.  Ia meminta dukun untuk dapat melancarkan keinginan . Salah satu saran yang di berikaadalah agar Mirja bersemadi di kuburan wanita yang mati pada malam Jumat Kliwon. Mirja juga diberi saran agar ia mencuri sepasang celana dalam dan kutang wanita sebanyak 21 pasang.

Dasar Mirja yang sudah tidak punya pendirian, akhirnya ia tergiur dengan saran dukun. Mulailah ia mencuri celana dalam celana dalam dan juga kutang dari jemuran warga. Kemudian disimpan di bawah kasur. Pada saat terakhir ketika syarat yang di sampaikan dukun hampir selesai, justru Mirja tertangkap oleh Massa karena kepergok sedang mencuri celana dalam wanita yang ternyata adalah milik bencong. Mirja tertangkap berkat bantuan Anjing. Akhirnya Mirja di jebloskan ke penjara. Di dalam penjara ia di pukuli oleh wanita yang mirip ibunya. Dan ternyata Mirja hanyalah mimpi saja.

****

Memble tapi kece merupakan slogan anak muda jaman 80an.  Film ini merupaka film musical dimana banyak lagu-lagu yang diselipkan didalam film tersebut yang di nyanyikan oleh Jaja Miharja maupun Hetty Koes Endang.

Posted in Resensi Film 70-90an | Tagged: , , , , , , , , , , , | Leave a Comment »

DEBBY CINTYA DEWI DALAM FILM ” BALADA CEWEK JAGOAN “

Posted by jejakandromeda on March 22, 2011

JUDUL FILM        : BALADA CEWEK JAGOAN

SUTRADARA       : TATANG S

PRODUKSI           : PT. GANESHA  FILM

SKENARIO           : IMAM TANTOWI

PRODUSER          :  CHADIR B

TAHUN PROD    : 1986

JENIS                     : FILM DRAMA LAGA

PEMAIN               : DEBBIE CYNTHIA DEWI, MARY SAY, LIRA ROSDIANA, COK SIMBARA, WD MOCHTAR, MIEN BRODJO, YENNY FARIDA, PIET PAGAU, LEROY OSMANI, MAWARDI HARLAN

SINOPSIS :

Hariman (Cok Simbara) seorang wartawan foto tiba-tiba tanpa sengaja mendengar bunyi tembakan dari seberang rumahnya. Terjadi perampokan atas Toko Mas Sri Murni, pemiliknya tewas setelah ditembak oleh kawanan perampok pimpinan Alex(WD Mochtar) yang juga merupakan sindikat Narkotika dan perempuan.  Hariman berhasil memotret perampok-perampok tersebut, namun sayang sekali aksi Hariman di ketahui oleh Roby (Piet Pagau) salah seorang perampok tersebut ketika sedang memotretnya.

Akhirnya atas suruhan bos Alex, ia menyuruh anak buahnya Roby untuk menghabisi Hariman sebelum sempat mencetak foto-fotonya. Sementara itu Hariman bermaksud melaporkan kejadian perampokan di Toko Mas Sri Murni kepada polisi melalui telepon, namun usahanya di ketahui oleh Roby yang langsung menodongkan pistol dari luar telepon umum. Hariman lemas dibuatnya, namun akhirnya usaha Roby untuk menembak Hariman berhasil digagalkan setelah warga sedang berlari kea rah sumber perampokan. Hariman lolos dari maut, dan pulang kerumah, namun Ibunya (Mien Brodjo) kaget karena Hariman tiak ikut nimbrung di tempat perampokan.

Usaha Hariman yang memotret perampokan di ceritakan pada tiga kawan ceweknya yakni Noni, Yetty dan kawannya Rima. Hariman dianggap ceroboh.  Keesokan harinya ketika Hariman sedang mengendarai mobil, ia berhasil di ketahui oleh kawanan perampok yang memang sedang mengincarnya. Kejar mengejar antara Hariman dan kawanan perampok pun terjadi. Akhirnya Hariman dapat di kejar dan terluka parah setelah di bentur-benturkan dengan menggunakan Forklift.

Hariman di bawa kerumah sakit, dengan ditunggui oleh Ibunya dan ketiga kawan perempuannya, yang ternyata merupakan tiga cewek jagoan. Mereka berunding tentang keselamatan Hariman atas perampok-perampok tersebut yang menginginkan negative filmnya.  Untuk mencari hasil foto Hariman, Noni (Debbie Cynthia dewi) menyuruh Yetti untuk mencari negative foto di rumah Hariman. Namun usaha Yetti hampir gagal setelah diketahui oleh kawanan perampok. Bahkan Yetti hampir tewas setelah ia hampir di tabrak ketika di dalam telepon umum. Yetti segera mengabarkan pada Noni di rumah sakit.

Sementara itu, Ibu akhirnya di sandera oleh perampok setelah berhasil mengelabui Noni dan kawan-kawannya di rumah sakit. Kawanan perampok menyamar sebagai dokter sehingga mereka terkecoh. Ibu dibawa ke pulau dengan menggunakan perahu motor oleh kawanan perampok yang di gabungkan dengan wanita-wanita korban sindikat. Namun kepergian Ibu berhasil diketahui oleh Noni dan temannya yang menguntit kepergian perampok tersebut.

******

Melalui nelayan yang telah menyeberangkan Ibu Hariman, tiga cewek sekawan tersebut akhirnya berhasil meringkus nelayan tersebut dan berhasil memaksanya untuk menunjukkan keberadaan Ibu Hariman di pulau. Akhirnya nelayan tersebut akhirnya menunjukkan persembunyian kawanan sindikat atas bantuan Simon si nelayan. Meski penjagaannya cukup ketat namun mereka berhasil memasuki pulau setelah mengecoh penjaga. Namun sayang Simon akhirnya harus mati tertembak oleh kawanan perampok.

Setelah berhasil mempersenjatai diri ketiga cewek jagoan akhirnya berhasil memasuki jantung pertahanan perampok. Mereka berhasil melumpuhkan para penjaga. Perkelahian dan penembakan pun berlangsung ketat. Akhirnya ketiga cewek berhasil membebaskan Ibu Hariman dan juga perempuan-perempuan yang telah di sandera oleh sindikat perdagangan wanita yang akan di jual ke Macau. Alex berhasil di tembak, perahu yang di pakai untuk melaraikan diri menabrak batu karang. Kapal pun hancur terbakar. Sementara itu Yetty dan Rima baru tahu kalau Noni ternyata adalah seorang polisi yang ditugaskan untuk mengungkap sindikat narkotika dan perdagangan wanita.

Posted in Resensi Film 70-90an | Tagged: , , , , , , , , , , , | Leave a Comment »

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 2,176 other followers