Movie, Photography and Hobby

Indonesian Old Movie Lovers

Posts Tagged ‘Komunitas Pecinta Film Indonesia Jadul’

SUZANNA & ROBBY SUGARA DALAM FILM “PULAU CINTA”

Posted by jejakandromeda on April 12, 2011

JUDUL FILM        : PULAU CINTA

SUTRADARA       : ALI SHAHAB

PRODUKSI           : PT. INEM  FILM

CERITA                  : ALI SHAHAB

PRODUSER          :  NY LEONITA SUTOPO

TAHUN PROD    : 1978

JENIS                     : FILM DRAMA

PEMAIN               : SUZANNA, ROBBY SUGARA, NUR AFNI OCTAVIA, PARTO TEGAL, MOCH MUCHTAR, TONI ADEG

SINOPSIS :

Biran (M Mochtar) dan anaknya Ari (Toni Adeg) Serta Maria (Suzanna) dan Kiki (Nur Afni Oktavia) anaknya adalah orang-orang yang tersisa di suatu pulau terpencil. Mereka Hidup di bawah tekanan Karto (Parto Tegal) seorang nelayan yang kejam. Karto adalah bekas pembantu suami Maria,Johanes yang telah meninggal, namun Karto mengambil Alih  kapal milik Maria untuk mencari ikan sebagai nelayan tanpa sepeserpun memberikan hasilnya pada Maria.

Suami maria Johanes, dulunya adalah seorang Angkatan laut, namun ia akhirnya memilih pindah kesebuah pulau terpencil untuk menjadi nelayan setelah menikahi Maria. Johanes membelikan Kapal pada Maria. Johanes mengoperasikan kapal dengan di bantu oleh Karto, anak buahnya yang cukup baik. Namun sayang, sepeninggal Johanes, Karto yang memiliki nafsu berkuasa terlalu serakah. Johanes di kabarkan meninggal oleh Karto karena Badai.

Karto tinggal satu atap dengan Maria tanpa ikatan apapun, sedangkan Maria yang memiliki kapal justru tidak mendapatkan apa-apa. Namun Maria tidak bisa berbuat apa-apa atas tindakan Karto. Bahkan para tetangga Maria pun satu persatu meninggalkan pulau tersebut. Maka kini di pulau tersebut hanya tinggal Keluarga Biran seorang penjaga Mercusuar dan Keluarga Maria yang selalu dalam tekanan Karto.  Meski Karto selalu menjual ikan ke Jakarta, namun sepeserpun Maria tidak pernah mendapatkannya. Karto bertindak kejam, bahkan ketika batuk yang di derita Maria tak kunjung sembuh pun Karto tetap tidak mau membelikan obat. Meski berkali-kali Ia nitip untuk dibelikan ketika ke Jakarta.

*****

Suatu hari, terdapat sebuah kapal yang kandas dan terdampar di pulau tersebut. Dua buah anak buah kapal tewas, sedangkan Kaptennya (Robby Sugara) selamat meski harus terluka di kakinya karena tertimpa besi. Biran dan Ari akhirnnya menolong mereka dengan di bantu oleh Kiki. Kedua ABK yang meninggal akhirnya di kuburkan, sedangkan Kaptennya di selamatkan oleh Maria. Ia dirawat oleh Maria, hingga hampir sembuh. Kedatangan Kapten kapal tersebut sedikit mengobati hati Maria karena ia akhirnya menjadi teman curhat. Maria menceritakan siapa dia sebenarnya juga menceritakan kelakuan Karto pada Kapten.

Sementara itu Karto pulang setelah ia menjual hasil tangkapannya ke Jakarta bersama anak buahnya. Karto heran karena terdapat dua gundukan tanah yang merupakan kuburan. Ia menduga kalau bukan Maria sama Kiki pasti Biran dan Ari. Namun untuk memastikannya ia menyuruh anak buahnya untuk menggali kubur tersebut. Belum selesai mereka menggali kubur datanglah Ari yang menjelaskan pada Karto tentang siapa mereka, dan tentang Kapten.

Mendengar cerita Ari, Karto pun marah. Apalagi setelah melihat Maria sedang mengobati Kapten, Karto pun marah. Akhirnya kapten pindah ke kapalnya yang hancur untuk memperbaiki radio agar bisa tersambung dengan dunia luar. Sementara itu Karto dibuat marah karena berkali-kali Maria menyuruh Kiki untuk mengantarkan makanan pada Kapten. Bahkan Karto mengancam akan membakar kapal Kapten jika Kiki masih saja mengantarkan makanan pada Kapten. Akhirnya Maria dan Kiki menuruti kehendak Karto. Sementara itu Kiki akhirnya menceritakan keadaan tersebut pada Ari. Aripun akhirnya mau mengantarkan makanan pada Kapten. Namun Biran mewanti-wanti pada Ari sebisa mungkin agar tidak berpapasan dengan Karto.

Sementara itu Kapten memperbaiki kapal yang bocor dengan menyelam. Namun ia justru berhasil menemukan setitik rahasia. Ia menemukan kalung yang mirip di pakai dengan Maria. Namun Kapten menyimpan rahasia tersebut.

Namun usaha Ari untuk memberi makan pada Kapten akhirnya ketahuan juga oleh anak buah Karto, Bokir dan Boim. Akhirnya setelah di ancam, Ari tidak mengirimkan makanan lagi pada Kapten. Sementara itu karto marah sekali setelah tahu kalau Ari mengirimkan makanan atas suruhan Kiki. Ia memukul Kiki. Sudah seminggu Kapten tidak mendapatkan makanan dan minuman karena air di pulau itu asin. Akhirnya turunlah hujan yang merupakan harapan bagi kapten untuk meminum air yang tidak asin. Ia menampung air hujan. Namun air hujan yang ditampungnya di tumpahkan oleh Bokir dan Boim . Mereka berkelahi, akhirnya Boim dan Bokir dapat di bunuh oleh Kapten.

Sementara itu, melihat kematian Kapten, semakin geramlah Karto pada Kapten. Karto sudah merasa terganggu akan kehadiran Kapten, dan berniat menghabisinya. Maka berangkatlah ia ke Kapal Kapten yang terombang ambing di laut. Namun belum lagi niatnya tercapai, Karto sudah di todong dengan pistol oleh Kapten, sehingga niat untuk membunuhnya pun gagal. Bahkan Kapten berhasil membongkar tentang kematian Johanes suami Maria yang mati dibunuh oleh Karto bukan atas badai seperti apa yang Karto bilang pada Maria dan orang-orang sekitarnya.

Kapten menyuruh Karto untuk pergi, namun kepergian Karto ke daratan adalah dengan tujuan untuk membunuh Maria dan Kiki agar tidak merepotkanya. Sesampai di rumah, Karto tidak mendapatkan Maria dan Kiki. Ia menduga pasti mereka berada di menara Biran. Segera Karto ke menara Biran dan mendapati Maria dan Kiki di sana ketika sedang menuju pantai tempat Kapten berada. Akhirnya Karto menyandera Maria, Kiki dan Biran, sementara Ari di suruh Karto untuk memberitahu Kapten agar ia datang ke menara dengan ultimatum dalam 1 jam maka mati 1 orang jika tidak datang, begitu seterusnya.

Di dalam kapal, Kapten berusaha menghubungi polisi lewat radio yang telah di perbaiki untuk menyelamatkan Maria dan Kiki dari sandraan Karto setelah Ari berhasil menghubunginya. Maka ketika polisi sudah datang, Kapten segera membawa mereka menuju menara untuk menyelamatkan. Namun Kapten tidak langsung muncul karena ia akan langsung di tembak. Sehingga Karto menjadi geram, apalagi setelah Kapten berhasil memberitahu siapa pembunuh Johanes sebenarnya pada Maria, maka Maria pun marah dan membentur benturkan kepala Karto.

Melalui bantuan helicopter, Maria, Kiki dan Biran dapat di selamatkan, sementara itu Karto sendiri akhirnya tewas setelah jatuh dari atas menara sedangkan Jenasah Johanes yang tinggal tengkoraknya saja, akhirnya di lakukan penguburan yang di saksikan oleh para anggota poisi.

Posted in Resensi Film 70-90an | Tagged: , , , , , , , , , , , | 1 Comment »

BARRY PRIMA & MURTISARI DEWI DALAM FILM ” ANGLING DARMA 3 “

Posted by jejakandromeda on April 7, 2011

JUDUL FILM        : ANGLING DARMA 3 : PEMBURU DARI NERAKA

SUTRADARA       : SA KARIM

PRODUSER          : KAONAWAN SUMIRAH

CERITA                  : BAMBANG ADI PITOYO

PRODUKSI           : PT. ELANG PERKASA FILM

TAHUN PROD    : 1994

JENIS                     : FILM SILAT

PEMAIN               : BARRY PRIMA, FENDY PRADANA, MURTISARI DEWI, BARON HERMANTO, ERNA SANTOSO, KEN KEN

SINOPSIS :

Prabu Angling Darma (Barry Prima) menginginkan anaknya Angling Kusuma (Fendy Pradana) untuk segera memiliki pendamping hidup.  Salah satu cara yang di tempuh oleh Angling Darma adalah dengan mengadakan sayembara bagi para putri yang di lakukan oleh Angling Darma agar Angling Kusuma dapat memilihnya.  Namun pikiran Ayahanda Angling Darma tidak sejalan dengan Angling Kusuma yang merasa sudah dewasa. Sehingga Angling Kusuma menolaknya dan memilih mengembara untuk membuktikan kalau ia sudah dewasa. Dan seperti petuah ibunya (Erna Santoso), adat di Malawapati sebelum mencari jodoh adalah dengan mengembara.

Akhirnya Angling Kusuma di temani oleh abdi Malawapati yang paling setia, Klungsur pergi mengembara.   Di istana sendiri, akhirnya kedatangan dewi dewi cantik yang mengikuti sayembara, namun sayang Angling Kusuma sendiri sudah tidak ada. Sehingga Angling Darma merasa kecewa dibuatnya.

Pada suatu malam Angling Darma mendengar suara yang member peringatan yang mengingatkan peristiwa 20 tahun yang lalu dimana Prabu Angling Darma telah membunuh Prabu pancaknyono. Meski alas an yang di berikan adalah benar, namun Ayah Pancaknyono, Brojo Sakti (Baron Hermanto) tidak terima atas kematian anaknya. Brojo Sakti yang sedang menyelesaikan tapanya berniat akan membalas dendam pada Angling Darma dan keluarganya. Namun Prabu Angling Darma masih memiliki waktu 40 hari untuk mempersiapkannya, karena Brojo Sakti setelah selesai bertapa, masih ada hal yang harus di kerjakan selama 40 hari, yaitu salah satunya adalah harus mengajarkan ilmunya. Ilmu Aji Mundijati Sasongko Jati, yaitu ilmu yang intinya adalah kasih sayang.

Sementara itu di Arcamanik, Begawan Sentanu menerima pinangan dari Prabu Surowiseso (Ken ken) dari Engku Braja untuk meminang putrinya Senggono Retno (Murtisari Dewi) namun pinangan tersebut di tolak oleh Senggono Retno karena tidak suka pada Prabu Surowiseso.  Prabu Surowiseso marah atas penolakan lamarannya. Ia menyerang Arcamanik, dan berniat menghancurkannya. Begawan Sentanu dan Senggono Retno menghadapi Surowiseso namun kelihatannya ia terdesak. Mendengar adanya perkelahian, Angling Kusumo yang kebetulan melintas akhirnya membantu Senggono Retno yang langsung jatuh hati pada pandangannya yang pertama.  Melihat lawannya di tolong oleh Angling Kusumo membuat Surawisesa marah. Disaat bersamaan datanglah Brojo Sakti yang langsung menyerang dan melumpuhkan Surawisesa. Brojo Skti pun meninggalkan begitu saja Arcamanik. Sementara itu Angling Kusumo yang jatuh hati pada Senggono Retno akhirnya keduanya pun saling menyukai.

Kepergian Brojo Sakti ternyata tidak selamanya karena ia kembali lagi dan ingin mengangkat Angling Kusumo sebagai muridnya. Meski pada awalnya menolak, namun demi Arcamanik yang akan di hancurkan apabila Angling Kusumo tidak mau jadi muridnya, akhirnya ia mau menuruti Brojo Sakti untuk diturunkan ilmunya.  Dalam proses transfer ilmu, Angling Darma mengetahui caranya dan bermaksud mencegahnya, namun sayang sekali Angling Darma tidak mampu mencegahnya. Ia pun membiarkan Angling Kusumo yang belum tahu siapa Brojo Musti sebenarnya untuk mendapatkan ilmunya. Setelah ilmu ia terima, Angling Kusumo lantas pulang ke Malawapati untuk kembali. Namun ia tidak langsung masuk istana,namun mendunggu di perbatasan dengan menyuruh kurirnya menyampaikan Surat tantangan pada ayahnya. Akhirnya Angling Darma menyanggupi dan menginginkan anaknya telah dewasa.

Disaat pertarungan antara ayah dan anak berlangsung, datanglah Brojo Sakti yang ingin menghabisi keduanya. Sementara itu Angling Kusumo baru tahu siapa Brojo Musti sebenarnya. Meski terlihat frustasi, namun akhirnya Angling Kusumo lebih membela ayahnya. Mereka bertiga bertarung, disaat yang bersamaan muncullah Senggono Retno yang membantu kekasihnya Angling Kusumo. Akhirnya ilmu Brojo Sakti dapat dikalahkan karena kasih sayang antara ayah, anak dan calon memantunya. Ilmu yang dimiliki oleh Brojo Sakti adalah intinya tentang kasih sayang, sehingga ketika ketiga orang tersebut dengan penuh kasih sayang mampu mengalahkan Brojo Sakti yang ilmunya lebih tinggi.

Posted in Resensi Film 70-90an | Tagged: , , , , , , , , , , , , | 4 Comments »

BARRY PRIMA & BARON HERMANTO DALAM FILM ” ANGLING DARMA 2″

Posted by jejakandromeda on April 5, 2011

JUDUL FILM        : ANGLING DARMA 2 : PEMBERONTAKAN BATIK MADRIM

SUTRADARA       : TORRO MARGENS

PRODUKSI           : PT. ELAN PERKASA FILM

CERITA                  : ARMANTONO

PRODUSER          :  HASOEK SOEBROTO

TAHUN PROD    : 1992

JENIS                     : FILM SILAT

PEMAIN               : BARRY PRIMA, BARON HERMANTO, GITTY SRINITA, WINKY HARUN,

SINOPSIS :

Prabu Angling Darma (Barry Prima) raja Malwapati mendapatkan tugas dari dewata untuk bertapa dengan cara memberantas ketidak adilan dengan berkelana di temani oleh Patih Batik Madrim (Baron Hermanto) dan Klungsur (Winky Harun) pembantunya. Padahal kemesraan bersama istrinya Dewi Anggorowati (Gitty Srinita) belumlah lama. Angling Darma berkelana dengan menumpas ketidak adilan dimuka bumi. Sementara Dewi Anggorowati ditinggalkan di istana setelah sebelumnya tampuk pemerintahan ia wakilkan pada Batik Madrim, namun ia menolak dan ingin mendampingi Angling Darma sebagai bentuk pengabdiannya.

Sementara itu di kerajaan Kertanegara, Raja Basunanda menerima utusan lamaran dari Prabu Panca Kencono untuk melamar putrinya. Namun Lamaran tersebut di tolak oleh Raja Basunanda. Utusan Prabu Panca Kencono marah dan membawa sukma putri Raja sehingga keadaannya seperti orang tidur. Berbagai cara telah ia coba untuk menyembuhkan putrinya termasuk memanggil para kesatria namun tidak ada satupun yang mampu. Hingga akhirnya Raja Basunanda membuat sayembara , barang siapa mampu menyembuhkan putrinya, maka jika ia laki-laki akan dijadikan suami anaknya sedangkan jika ia perempuan akan dijadikan anak angkatnya.

Angling Darma dan Batik Madrim yang telah sampai di Kertanegara pun mendengar sayembara tersebut. Akhirnya keduanya mengikuti Sayembara tersebut untuk dapat menyelamatkan putri raja. Batik Madrim terlebih dahulu meminta ijin pada Angling Darma untuk diberi kesempatan mengikuti sayembara. Namun Angling Darma rupanya tahu kesulitan yang di hadapi Batik madrim di alam sukma sana, sehingga iapun keluar dari raganya untuk menghadapi musuh di alam sukma. Batik madrim berhasil melumpuhkan musuhnya dan berhasil menyembuhkan putri raja. Sementara itu Batik Madrim merasa kecewa dibuatnya namun tidak bias berbuat apa-apa. Hingga akhirnya Angling Darma di nikahkan dengan putri Raja yang ikut dalam pengembaraan. Sementara itu diam-diam Batik Madrim memendam kekecewaan.

****

Dalam pengelanaan Angling Darma bersama istri barunya, di tengah hutan ia di ganggu oleh anak buah Prabu Pancakencono yang memaksa Angling Darma harus meninggalkan raganya untuk menghadapi musuhnya. Melihat suaminya diam saja, membuat istrinya Ken Setyawati minta dipulangkan ke Kertanegara.  Hal ini di manfaatkan oleh Batik Madrim untuk masuk ke raga Angling Darma ketika sedang keluar sukmanya. Batik Madrim merasuk kedalam tubuh Angling Darma dan segera pulang ke Malwapati untuk menemui Dewi Anggorowati.

Namun Dewi Anggorowati menemukan kejanggalan demi kejanggalan yang dilakukan oleh suaminya. Hingga akhirnya ia berhasil memaksa Batik Madrim yang berada di dalam tubuh Suaminya untuk keluar. Saat itulah Sukma Angling Darma berhasil masuk kedalam raganya. Dewi ANggorowati menemukan kembali suami sebenarnya.

Ketika dalam pertarungan melawan Prabu Pancakencono, Angling Darma terlihat terdesak dan tidak mampu menghadapinya. Maka saat itulah untuk menebus kesalahannya, Batik Madrim menghadapi Prabu Pancakencono dengan ajian pamungkas pelebur sukma yang hanya dapat digunakan sekali seumur hidup. Batik Madrim berhasil mengalahkan Pancakencono, namun akhirnya ia harus tewas.

Posted in Resensi Film 70-90an | Tagged: , , , , , , , , , , , , , , | 2 Comments »

BARRY PRIMA DALAM FILM “JURUS DEWA KOBRA (SI RAWING 3)”

Posted by jejakandromeda on March 31, 2011

JUDUL FILM        : JURUS DEWA KOBRA (SI RAWING III)

SUTRADARA       : SA KARIM

PRODUKSI           : PT. ELANG PERKASA FILM FILM

SKENARIO           : EDDY S JONATHAN

PRODUSER          :  HASOK SUBROTO

TAHUN PROD    : 1994

JENIS                     : FILM SILAT

PEMAIN               : BARRY PRIMA, CORRY CONSTANTIA, YOHANA ALEXANDRA, YUNITA SARAH BOOM, LUCYANA GRACE, MANSUR SAHDAN

SINOPSIS :

Rawing (Barry Prima) terluka, namun berhasil di sembuhkan oleh Dewi pengantin (Yohana Alexandra). Rawing adalah suami dari Saraswati (Corry) yang merupakan murid dari pasangan guru Ki Debleng (Eddy S Jonathan) dan Istrinya. Kelompok Uharani berhasil menghembuskan fitnah pada Rawing kalau ia telah menghamili Kartika anak seorang kepala desa yang sangat mencintai Rawing dengan tujuan agar rawing dibenci oleh warga sekitar.

Bahkan ayah Kartika pun berhasil terhasut dan meminta Rawing untuk bertanggungjawab atas perbuatannya pada anaknya. Namun belakangan diketahui dari mulut Kartika sendiri kalau bukan Rawing yang telah menghamilinya akan tetapi Kumara. Ayah Kartika pun kaget, sementara itu Saraswati istri dari Rawing juga ikut termakan hasutan dari kelompok Uharani. Saraswati cemburu dan melarikan diri. Ia pergi meninggalkan Suaminya. Saraswati marah dan membanting perabotan. Saraswati tersinggung karena menganggap Rawing berbuat serong, padahal semua adalah hanya fitnah belaka.  Saraswati pergi dalam keadaan hamil muda. Sementara itu Kelompok Uharani meminta bantuan pada Ki Rembong (Mansyur Syahdan) untuk menghadapi Si Rawing dengan persyaratan agar Uharani menyiapkan darah segar dari 100 wanita yang sedang hamil muda agar ilmu hitam Ki Rembong makin kuat.

Persyaratan Ki Rembong di setujui oleh Uharani sehingga untuk melancarkan usahanya mereka melancarkan berbagai cara termasuk memperkosa para wanita agar hamil. Rawing berusaha untuk menghalangi perbuatan orang-orang Uharani yang ingin memperkosa para gadis. Tidak hanya rawing, Ki Debleng dan istrinya pun akhirnya ikut turun tangan untuk membantu Rawing menghalangi pemerkosaan yang dilakukan oleh kelompok Uharani yang di ketuai oleh Durpala.

Setiap kali mereka membawa wanita yang hamil muda, setiap kali juga mereka di bebaskan oleh pihak ketiga yang di prediksi adalah Rawing yang melakukannya. Akhirnya karena tidak mampu mengatasi sendiri, kelompok Uharani akhirnya mengadu pada Ki Rembong tentang perbuatan Rawing yang selalu menghalanginya untuk mendapatkan darah segar dari wanita yang sedang hamil muda.

Disaat yang bersamaan muncullah Rawing yang akhirnya berhasil di ringkus oleh Ki Ageng Rembong. Setelah berhasil menaklukkan Rawing, Ki Rembong menyuruh Uharani untuk menyiapkan upacara pengorbanan. Namun di cegah oleh Uharani, ia memiliki rencana lain. Ia ingin mengundang Kartika yang sedang hamil muda yang sangat mencintai Rawing. Darah Kartika di tukar dengan  Rawing. Sementara itu ayah Kartika datang ke tempat persembunyian Ki Rembong untuk menyusul Kartika. Namun sayang ia malah jadi korban Ki Rembong. Sementara itu Rawing berhasil meloloskan diri. Untuk menghadapi Ki Rembong, Rawing memulihkan tenaganya setelah di temukan oleh Ki Debleng dan istrinya.

Saraswati sendiri akhirnya berhasil di temukan oleh Ki Debleng di tempat Dewi Pengantin. Setelah di beri ramuan dari Dewi Pengantin, Saraswati akhirnya mengikuti Ki Debleng untuk menemui suaminya yang sedang kesulitan. Atas petunjuk Dewi Pengantin, Rawing dan Saraswati akhirnya berhasil menumpas Ki Ageng Rembong, juga Uharani akhirnya tewas.

 


Posted in Resensi Film 70-90an | Tagged: , , , , , , , , , , , , | 2 Comments »

JAJA MIHARJA DALAM FILM ” MEMBLE TAPI KECE “

Posted by jejakandromeda on March 27, 2011

JUDUL FILM        : MEMBLE TAPI KECE

SUTRADARA       : NAWI ISMAIL

PRODUKSI           : PT. HARGULIN FILM

SKENARIO           : NAWI ISMAIL

PRODUSER          :  HARYADI SISWANTO

TAHUN PROD    : 1986

JENIS                     : FILM KOMEDI

PEMAIN               : JAJA MIHARJA, HETTY KOES ENDANG, EMILIA CONTESSA, WOLLY SUTINAH,  URIP ARPHAN, DOYOK

SINOPSIS :

Mirja (Jaja Miharja) adalah seorang penghayal besar. Kerap kali menonton televisi di kelurahan yang menayangkan penyanyi-penyanyi membuat Mirja berkhayal untuk menjadi penyanyi terkenal seperti di film-film. Kelakuan Mirja yang kerjaanya mengkhayal kerap membuat orang tuanya kesal. Apalagi Mirja tidak memiliki pekerjaan sehingga kerjaannya hanya lontang lantung bahkan tak jarang siang hari di jadikan malam dan sebaliknya malam hari Mirja kerjaannya begadang.

Mirja juga berkhayal menjadi penyanyi terkenal dengan rekaman bersama penyanyi terkenal Hetty Koes Endang, lagu-lagunya yang bergenre dangdut laris manis di pasaran, sehingga kemanapun ia pergi menjadi serbuan penggemar bersama Hetty.  Mirja juga berhasil membuat kedua orang tuanya senang karena ia dapat membeli rumah dan membahagiakan orangtuanya dari hasil menyanyi, namun lagi-lagi semua hanya khayalan Mirja saja.

Kemudian Mirja juga berkhayal untuk dapat menjadi pacar seorang gadis cantik Ayuningsih (Emillia Contessa), namun sayang cinta Mirja bertepuk sebelah tangan. Ia di tolak oleh Ayu. Usaha Mirja untuk mengejar cinta dan juga cita-cita selalu gagal, sehingga akhirnya ia terdampar pada seorang dukun (Doyok). Mirja ingin agar usahanya dalam menggaet wanita lancar.  Ia meminta dukun untuk dapat melancarkan keinginan . Salah satu saran yang di berikaadalah agar Mirja bersemadi di kuburan wanita yang mati pada malam Jumat Kliwon. Mirja juga diberi saran agar ia mencuri sepasang celana dalam dan kutang wanita sebanyak 21 pasang.

Dasar Mirja yang sudah tidak punya pendirian, akhirnya ia tergiur dengan saran dukun. Mulailah ia mencuri celana dalam celana dalam dan juga kutang dari jemuran warga. Kemudian disimpan di bawah kasur. Pada saat terakhir ketika syarat yang di sampaikan dukun hampir selesai, justru Mirja tertangkap oleh Massa karena kepergok sedang mencuri celana dalam wanita yang ternyata adalah milik bencong. Mirja tertangkap berkat bantuan Anjing. Akhirnya Mirja di jebloskan ke penjara. Di dalam penjara ia di pukuli oleh wanita yang mirip ibunya. Dan ternyata Mirja hanyalah mimpi saja.

****

Memble tapi kece merupakan slogan anak muda jaman 80an.  Film ini merupaka film musical dimana banyak lagu-lagu yang diselipkan didalam film tersebut yang di nyanyikan oleh Jaja Miharja maupun Hetty Koes Endang.

Posted in Resensi Film 70-90an | Tagged: , , , , , , , , , , , | Leave a Comment »

DEBBY CINTYA DEWI DALAM FILM ” BALADA CEWEK JAGOAN “

Posted by jejakandromeda on March 22, 2011

JUDUL FILM        : BALADA CEWEK JAGOAN

SUTRADARA       : TATANG S

PRODUKSI           : PT. GANESHA  FILM

SKENARIO           : IMAM TANTOWI

PRODUSER          :  CHADIR B

TAHUN PROD    : 1986

JENIS                     : FILM DRAMA LAGA

PEMAIN               : DEBBIE CYNTHIA DEWI, MARY SAY, LIRA ROSDIANA, COK SIMBARA, WD MOCHTAR, MIEN BRODJO, YENNY FARIDA, PIET PAGAU, LEROY OSMANI, MAWARDI HARLAN

SINOPSIS :

Hariman (Cok Simbara) seorang wartawan foto tiba-tiba tanpa sengaja mendengar bunyi tembakan dari seberang rumahnya. Terjadi perampokan atas Toko Mas Sri Murni, pemiliknya tewas setelah ditembak oleh kawanan perampok pimpinan Alex(WD Mochtar) yang juga merupakan sindikat Narkotika dan perempuan.  Hariman berhasil memotret perampok-perampok tersebut, namun sayang sekali aksi Hariman di ketahui oleh Roby (Piet Pagau) salah seorang perampok tersebut ketika sedang memotretnya.

Akhirnya atas suruhan bos Alex, ia menyuruh anak buahnya Roby untuk menghabisi Hariman sebelum sempat mencetak foto-fotonya. Sementara itu Hariman bermaksud melaporkan kejadian perampokan di Toko Mas Sri Murni kepada polisi melalui telepon, namun usahanya di ketahui oleh Roby yang langsung menodongkan pistol dari luar telepon umum. Hariman lemas dibuatnya, namun akhirnya usaha Roby untuk menembak Hariman berhasil digagalkan setelah warga sedang berlari kea rah sumber perampokan. Hariman lolos dari maut, dan pulang kerumah, namun Ibunya (Mien Brodjo) kaget karena Hariman tiak ikut nimbrung di tempat perampokan.

Usaha Hariman yang memotret perampokan di ceritakan pada tiga kawan ceweknya yakni Noni, Yetty dan kawannya Rima. Hariman dianggap ceroboh.  Keesokan harinya ketika Hariman sedang mengendarai mobil, ia berhasil di ketahui oleh kawanan perampok yang memang sedang mengincarnya. Kejar mengejar antara Hariman dan kawanan perampok pun terjadi. Akhirnya Hariman dapat di kejar dan terluka parah setelah di bentur-benturkan dengan menggunakan Forklift.

Hariman di bawa kerumah sakit, dengan ditunggui oleh Ibunya dan ketiga kawan perempuannya, yang ternyata merupakan tiga cewek jagoan. Mereka berunding tentang keselamatan Hariman atas perampok-perampok tersebut yang menginginkan negative filmnya.  Untuk mencari hasil foto Hariman, Noni (Debbie Cynthia dewi) menyuruh Yetti untuk mencari negative foto di rumah Hariman. Namun usaha Yetti hampir gagal setelah diketahui oleh kawanan perampok. Bahkan Yetti hampir tewas setelah ia hampir di tabrak ketika di dalam telepon umum. Yetti segera mengabarkan pada Noni di rumah sakit.

Sementara itu, Ibu akhirnya di sandera oleh perampok setelah berhasil mengelabui Noni dan kawan-kawannya di rumah sakit. Kawanan perampok menyamar sebagai dokter sehingga mereka terkecoh. Ibu dibawa ke pulau dengan menggunakan perahu motor oleh kawanan perampok yang di gabungkan dengan wanita-wanita korban sindikat. Namun kepergian Ibu berhasil diketahui oleh Noni dan temannya yang menguntit kepergian perampok tersebut.

******

Melalui nelayan yang telah menyeberangkan Ibu Hariman, tiga cewek sekawan tersebut akhirnya berhasil meringkus nelayan tersebut dan berhasil memaksanya untuk menunjukkan keberadaan Ibu Hariman di pulau. Akhirnya nelayan tersebut akhirnya menunjukkan persembunyian kawanan sindikat atas bantuan Simon si nelayan. Meski penjagaannya cukup ketat namun mereka berhasil memasuki pulau setelah mengecoh penjaga. Namun sayang Simon akhirnya harus mati tertembak oleh kawanan perampok.

Setelah berhasil mempersenjatai diri ketiga cewek jagoan akhirnya berhasil memasuki jantung pertahanan perampok. Mereka berhasil melumpuhkan para penjaga. Perkelahian dan penembakan pun berlangsung ketat. Akhirnya ketiga cewek berhasil membebaskan Ibu Hariman dan juga perempuan-perempuan yang telah di sandera oleh sindikat perdagangan wanita yang akan di jual ke Macau. Alex berhasil di tembak, perahu yang di pakai untuk melaraikan diri menabrak batu karang. Kapal pun hancur terbakar. Sementara itu Yetty dan Rima baru tahu kalau Noni ternyata adalah seorang polisi yang ditugaskan untuk mengungkap sindikat narkotika dan perdagangan wanita.

Posted in Resensi Film 70-90an | Tagged: , , , , , , , , , , , | Leave a Comment »

TATIEK TITO & EMILIA CONTESSA DALAM FILM “TETESAN AIR MATA IBU”

Posted by jejakandromeda on March 17, 2011

JUDUL FILM        : TETESAN AIRMATA IBU

SUTRADARA       : IKHSAN LAHARDI

PRODUKSI           : PT. ARTA CATA FILM

CERITA                  : DJUREMI WANGSANATA

PRODUSER          :  DJUREMI WANGSANATA , DARMAWAN TANUDJAJA

TAHUN PROD    : 1974

JENIS                     : FILM DRAMA

PEMAIN               : TATIEK TITO, ANDY AURIC, EMILIA CONTESSA,  S BAGYO, A HAMID ARIEF, BAMBANG IRAWAN, RUTH PELUPESSY,

SINOPSIS :

Suparta (Andy Ayric) cuti selama seminggu dari tugasnya sebagai seorang perwira. Ia pulang ke kampung menemui Ibunya. Dalam perjalanan, Ia bertemu dengan rombongan sandiwara. Ia bertemu dengan Yunengsih (Tatiek Tito) salah seorang yang masuk rombongan. Yunengsih merupakan gadis yatim piatu yang sudah ditinggal oleh orang tuanya. Ia mengikuti rombongan untuk menari. Maka di undanglah Suparta untuk melihat pertunjukkanya nanti malam.

Dalam pertunjukkan, Yunengsih alias Ningsih menari namun terlihat gemuk seperti orang hamil oleh Ibu Suparta. Namun Suparta beranggapan kalau Ningsih Cuma gemuk saja. Esoknya ketika Suparta dan Ningsih bertemu, maka Ningsih berterus terang kalau ia hamil atas Suparta. Namun Ia juga tidak menuntut karena Suparta adalah anak orang kaya, ningrat. Namun Suparta bersedia untuk bertanggungjawab atas kehamilan Ningsih. Ia akan mengawininya.

Maksud Suparta untuk mengawini Ningsih ditentang oleh Ibunya, karena ia merasa memiliki darah ningrat sehingga Ningsih tidak pantas untuk menikah dengan  Suparta. Meski Suparta bersikeras untuk menikahinya, namun dengan berbagai cara Ibunya berusaha memisahkan mereka. Salah satunya adalah dengan menyuruh ketua rombongan Sandiwara (A Hamid Arief) untuk pindah dari desa tersebut, walau pentas masih satu bulan lagi. Akhirnya mereka pun pindah setelah di kasih uang ganti rugi, Ningsih akhirnya tahu kalau kepindahan tersebut atas ulah Ibunya Suparta setelah di beritahu oleh rekannya yang cacat (S. Bagyo).

Sementara itu Ningsih pun akhirnya harus di usir dari rombongan setelah di fitnah oleh istri majikannya (Ruth pelupessy). Ningsih ditemani oleh rekannya yang cacat akhirnya pergi kesebuah kampung untuk melahirkan anaknya.

Sementara itu Suparta gugur dalam revolusi. Ibunya bersedih. Atas saran pembantunya, akhirnya Ibunya mencari cucunya karena itulah satu-satunya keturunan yang masih hidup. Setelah menemui kepala Rombongan Sandiwara yang dulu ia kenal, maka iapun di beritahu kalau Ningsih berada  di cikampek. Segeralah ia menyusul dan berhasil menemukan rumah Ningsih. Merasa sakit hatinya belum hilang, Ningsih selalu ketus dalam berbicara, namun Ibu Suparta selalu memelas, apalagi setelah menceritakan kalau Suparta telah tewas, maka lambat laun Ningsih mulai luluh, bahkan ia memberikan bayinya ketika ia disuruh membuat untuk anaknya oleh Ibu Suparta, sementara anaknya di gendongan Ibu suparta. Ningsih tidak curiga kalau itu hanya siasat dari Ibu Suparta untuk dapat menculik cucunya.

Mengetahui anaknya di culik, Ningsih pun lari dan mencari kestasiun, namun sudah telat. Akhirnya Ningsih pergi ke Jakarta untuk menemui rombongan Sandiwara lagi. Namun sayang akhirnya Ningsih justru di jual ke Sugianto (Bambang Irawan) oleh Bos Sandiwara dan Istrinya. Ningsih tidak keberatan, karena dengan Sugianto ia lebih banyak memiliki uang. Bahkan Ningsih akhirnya dapat bertemu Suparti (Emilia Contessa) anaknya secara tidak sengaja ketika ia sedang berjalan bersama Sugianto. Namun sayang rahasia belum terungkap. Suparti tinggal bersama neneknya yang selalu menutupi keberadaan Ibunya, namun demikian kerinduan Suparti pada ibunya tidak pernah habis hingga ia tuangkan dalam suatu pertujukkan nyanyi yang ia tujukan untuk ibunya. Akhirnya Suparti diundang oleh Ibunya untuk datang melalui temannya yang cacat.

Meski awalnya Parti tidak mau mengakui ibunya, namun setelah di beri penjelasan akhirnya ia pun mau mengakui ibunya dan memanggil Ibu ketika Ningsih dalam kondisi putus asa dan akan bunuh diri.

 

Posted in Resensi Film 70-90an | Tagged: , , , , , , , , , , , , | 2 Comments »

NANI WIJAYA DALAM FILM “GARA-GARA JANDA KAYA “

Posted by jejakandromeda on March 14, 2011

JUDUL FILM        : GARA GARA JANDAKAYA

SUTRADARA       : AZWAR AN

PRODUKSI           : PT. SAFARI SINAR SAKTI FILM

CERITA                  : LUKMANTORO DW

PRODUSER          :  BUTJUK S

TAHUN PROD    : 1977

JENIS                     : FILM DRAMA KOMEDI

PEMAIN               : NANI WIJAYA, ENNY HARYONO, CAHYONO, MARULI SITOMPUL, NENNY TRIYANA, SUBUR, DIDU, MENZANO

SINOPSIS :

Film Gara-gara janda kaya merupakan film yang mengambil setting di Madura. Tidak hanya mengandalkan cerita film saja, film ini juga mengangkat kebudayaan masyarakat Madura yaitu Karapan sapi dan beberapa tarian daerah. Film ini diramu secara komedi sehingga tidak membuat bosan dan jenuh penonton.

******

Sumaidah (Nani Wijaya) seorang janda kaya dari Jakarta bersama anaknya Enny (Enny Haryono) pindah ke kampung untuk tinggal bersama kakaknya Qodir. Di dalam perjalanan, mobil tua yang ia tumpangi yang di sopiri oleh Cahyono (Cahyono) mogok dan harus meminta pertolongan pada anak-anak yang sedang main bola. Sesampai di tempat tujuan, mobil tua yang ia tumpangi pun di beli oleh Sumaidah beserta sopirnya yang akan di gaji Rp. 10.000 sebulan. Janda kaya tersebut langsung membuat gebrakan setelah sampai di rumah kakaknya Qodir yang ternyata telah beristri lagi. Bersama anak perempuannya Enny, Sumaidah mulai bercocok tanam dan membeli tanah di sekitar rumah Qodir.

Kedatangan Janda kaya di desa tersebut ternyata membuat masalah baru, terutama bagi Sabarudin, kejadiannya adalah ketika Sumaidah ke pasar membeli pisang namun pisang yang dibelinya busuk sehingga di buang begitu saja yang mengakibatkan Haji Sabarudin terjatuh dan mengenai Sumaidah. Al hasil ia pun dimaki-maki. Tidak hanya itu perseteruan antara Sabarudin dan sumaidah. Sumaidah sengaja menyalip Sado milik Sabarudin yang akhirnya membuat sabarudin kecipratan air. Hal ini tentu saja menjadikan Sabarudin semakin kesal di buatnya. Terlebih setelah sapi Sabarudin memasuki pekarangan Sumaidah dan memakan tanamannya. Maka Sumaidah pun marah-marah dan memukul sapi yang tidak bersalah tersebut. Tidak hanya itu saja, Sumaidah juga menyemprot tanaman yang menyebabkan ayam Sabarudin mati.

Namun perseteruan antara orang tua tersebut tidak diikuti oleh anak-anak mereka. Eny dan anak Sabarudin, Basoni malah berteman dan selalu belajar bersama kesenian yang akan di pentaskan menjelang karapan Sapi. Eny menganggap kalau Basoni adalah sosok yang baik beda dengan orang tuanya, demikian juga Basoni menganggap kalau eny berbeda dengan Ibunya, Sumaidah. Namun demikian, Eny di larang untuk berteman dengan Basoni oleh Sumaidah. Untuk mendamaikan kedua orang tua mereka, akhirnya Eny dan Basoni membuat rencana untuk mempertemukan mereka. Namun sayang setelah bertemu bukannya berbaikan tapi malah Sumaidah marah-marah karena merasa tidak mengundang Sabarudin.

Sementara itu pertandingan Karapan akan segera dilakukan, dan sapi-sapi jagoan sudah di persiapkan termasuk sapi Sabarudin yang terkenal sering menang, dan juga Sumaidah pun ikut-ikutan untuk mengikuti pertandingan dengan menggunakan sapi yang ia latih secara modern. Mereka pun bersaing di arena karapan, namun sayang sapi keduanya akhirnya kalah. Akhirnya mereka pun pulang, Pak lurah berhasil mendamaikan mereka sesaat dengan menyuruh Sumaidah menumpang sado Sabaruddin. Namun sayang sekali karena kelebihan muatan, sado tersebut pun patah dan jatuh berantakan. Akhirnya merekapun bertengkar lagi.

 

Posted in Resensi Film 70-90an | Tagged: , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a Comment »

TONY HIDAYAT DALAM FILM ” JURUS-JURUS SAKTI’

Posted by jejakandromeda on March 10, 2011

JUDUL FILM        : JURUS JURUS SAKTI

SUTRADARA       : BACHROEM HALILINTAR

PRODUKSI           : PT INEM FILM

CERITA                  : SUDARMINTO

PRODUSER          :  NY LEONITA SUTOPO

TAHUN PROD    : 1991

JENIS                     : FILM SILAT

PEMAIN               : TONY HIDAYAT, IRA MAMBO, RAYMOND RAMBING, ARTHUR TOBING, ATIN MARTINO, JAMAL JENTAK

SINOPSIS :

Beno (Tony Hidayat) dan Ayu (Ira Mambo) di pelihara oleh kakeknya hingga dewasa setelah ayah mereka Bayu Geni (Atin Martino) mati dibunuh oleh Panji dan sepasang Gembong Sakti. Di bawah asuhan kakeknya, Beno dianggap kurang perkasa oleh adiknya Ayu, karena dianggapnya ia tidak memiliki ilmu silat yang tinggi, apalagi setelah beberapa kali Ayu menjajal ilmunya. Namun demikian, kakeknya berusaha meyakinkan Ayu kalau kakaknya sebenarnya pemuda yang gagah perkasa dan memiliki ilmu silat yang cukup tinggi.

Suatu hari Beno di kejar oleh Sepasang Gembong Sakti yang menyebut-nyebut mencari Pusaka dewa Geni. Namun Beno berhasil lolos dari kejaran orang tersebut. Segera Beno menceritakan keberadaan dua orang yang mengejarnya pada kakeknya sekaligus menceritakan kalau orang yang mengejar dirinya sedang mencari pusaka Dewa Geni. Kakeknya pun merenung sejenak ada sesuatu yang ada di pikirannya. Sementara itu Sepasang Gembong sakti tersebut meminta penduduk untuk menunjukkan dimana keberadaan Beno, dan akhirnya berhasil memaksa seorang penduduk untuk menunjukkan rumah Beno.

Sementara itu Beno yang sedang berlatih di hutan di kuntit oleh seseorang yang menyerangnya. Perkelahian pun terjadi, namun kali ini Beno lebih unggul dan berhasil mengalahkan lawan yang ternyata adalah adiknya sendiri Ayu. Ayupun meminta maaf pada Beno karena selama ini ia telah salah menilai kakaknya. Keduanya pun akhirnya pulang kerumah kakek. Namun sesampai dirumah mereka di buat kaget karena keadaan rumah berantakan Seperti baru terjadi perkelahian. Beno pun akhirnya menemukan kakeknya dalam keadaan terluka. Ia menyebutkan kalau orang yang telah melakukannya adalah Sepasang Gembong Sakti. Sebelum meninggal kakeknya menyuruh Beno untuk menuju ke Hutan Cemoro sewu dimana disembunyikan pusaka Dewa Geni.

Setelah melalui proses yang panjang maka sampailah Beno dan Ayu di Hutan Cemoro Sewu yang langsung di hadang oleh laki-laki tua tidak dikenal. Keduanya di serang dan terjadilah perkelahian. Akhirnya laki-laki tua tersebut kalah dan dilemparkan ke suatu tempat, yang kemudian meledak dan terlihatlah Pusaka Dewa Geni. Segera Beno menghampiri pusaka tersebut untuk diambil. Namun tidak semudah mencabut pedang, pusaka tersebut harus diambil dengan pelan-pelan. Ketika sedang mencabut pedang, terdengar suara minta tolong. Maka disuruhnyalah Ayu untuk mencari sumber suara dan menolongnya. Ayu mendapati penduduk yang sedang berlarian menghindari Paku Waja yang juga sedang mengincar pusaka Dewa Geni.

Setelah berhasil mencabut pusaka Dewa Geni, segera Beno membantu Ayu yang sedang menghadapi Paku Waja. Pertarungan pun terjadi. Paku Waja akhirnya tewas ditangan Beno. Misi selanjutnya adalah menumpas Panji dan Sepasang Gembong Sakti yang akhirnya mampu di tumpas  oleh Beno dan Ayu.

Posted in Resensi Film 70-90an | Tagged: , , , , , , , , , , , , , | Leave a Comment »

KRISBIANTORO & LENNY MARLINA DALAM FILM ” SI MANIS JEMBATAN ANCOL”

Posted by jejakandromeda on March 9, 2011

JUDUL FILM        : SI MANIS JEMBATA ANCOL

SUTRADARA       : TURINO DJUNAEDY

PRODUKSI           : PT SERENANDE FILM

TAHUN PROD    : 1973

JENIS                     : FILM DRAMA LEGENDA

PEMAIN               : FAROUK AFERO, LENNY MARLINA, KRISBIANTORO, MANSYURSYAH, NADIA GIOVANNA

SINOPSIS :

Film Si Manis Jembatan Ancol produksi tahun 1973 merupakan salah satu film cerita yang sudah melegenda di masyarakat.

Maria (Lenny Maria) dan John (Farouk Afero) seorang anak Kompeni yang merupakan anak buah blasteran Belanda Manado adalah sepasang kekasih. Maria yang seorang Melayu dan John meski seorang Belanda namun berkulit hitam. Bagi teman-teman John, Maria adalah seorang anak yang kampungan. Namun demikian banyak orang yang suka akan suara Maria sehingga dalam beberapa pesta Maria di undang untuk menghadirinya dan di daulat untuk menyanyi.

Namun sayang hubungan Maria dan John tidak di setujui oleh kedua orang tua mereka, sehingga untuk berpacaran mereka selalu melakukannya secara sembunyi-sembunyi. Ayah John menginginkan kalau anaknya akan menikah dengan seorang Belanda juga bukan seorang inlander, demikian sebutan bagi warga pribumi oleh Belanda kala itu. Sementara itu ayah Maria yang sedang sakit Haji Acim (Mansyur Syah) juga demikian, ia menginginkan anaknya memiliki suami orang pribumi yang taat dan soleh.

Mengingat sakitnya yang kian parah, Haji Acim menyuruh Maria untuk mengenalkan pacarnya padanya. Maka segeralah Maria berangkat ke rumah John untuk mengajaknya kerumah, namun belum lagi masuk kedalam, Maria sudah di usir oleh ayah John yang mengatakan kalau ia tidak butuh babu. Maria sedih dan kecewa, ia pun pulang dengan menumpang Sado. Melihat kesedihan penumpangnya, maka supir Sado, Husin (Krisbiantoro) pun iseng-iseng menanyakan penyebabnya pada Maria. Setelah berhasil mengeluarkan uneg-unegnya, maka Husin pun akhirnya bersedia membantu Maria untuk berpura-pura menjadi pacar Maria yang akan di kenalkan pada Haji Acim yang sedang sakit keras. Maka datanglah Husin ke pada Haji Acim dan mengaku telah berpacaran selama 5 bulan. Selama itu pula Maria belum pernah mengenalkannya pada ayahnya.

Sementara itu, ketika Maria sedang mencuci pakaian di kali, John menyusulnya ke kali dan akan mencium Maria. Namun Maria menolaknya yang membuat John menjadi kesal. Sepulang dari mencuci, Maria sudah ditunggu oleh uwaknya di jalan, agar Maria segera menjemput Husin atas perintah Haji Acim ayahnya. Maria di buat bingung, namun agar tidak terjadi apa-apa maka Maria menuruti perintahnya dan segera menjemput Husin.

Setelah Maria dan Husin sampai di rumah, maka baru tahulah ia kalau keduanya akan di nikahkan, karena Haji Acim merasa waktunya sudah dekat walau ajal adalah urusan yang Maha Kuasa. Kali ini untuk menyenangkan orangtuanya lagi-lagi Maria meminta tolong kepada Husin agar ia mau menikahinya secara pura-pura dengan syarat setelah seminggu diceraikan dan tidak boleh tidur sekamar. Karena merasa sudah menolong, maka Husin pun setuju untuk menolong sekalian. Maria dan Husin pun di nikahkan di hadapan penghulu dan secara hokum pernikahan mereka pun sah.

Haji Acim pun senang dan sayang sekali kepada menantunya. Masalah lain timbul, setelah menikahi Maria, Husin mulai jatuh cinta pada Maria dan menuntut Maria untuk melayaninya sebagai suami istri, namun sayang Maria tidak rela begitu saja. Sehingga Husin pun menerima saja, dan tidak jadi melakukan hubungan suami istri.

*****

Di Jalan Husin bertemu dengan John yang sepedanya mogok, john menumpang pada Sado Husin dan minta di antarkan pada rumah Maria. Setelah sampai di rumah Maria, dengan siulan khasnya, John memanggil Maria untuk keluar. Maka bertemulah mereka berdua, dan akhirnya Maria berterus terang kalau dirinya sudah menikah pura-pura dengan Husin, namun Husin yang menguping tidak terima kalau ia menikah pura-pura, ia pun berterus terang pada John kalau pernikahanya adalah sah. John pun marah. Husin dan John berkelahi, sementara Maria lari kerumah setelah diberi pilihan oleh John untuk memilih ia atau Husin.

Akibat perkelahian dengan John, dampaknya Husin menjadi buronan Kompeni. Ia pun tertembak ketika sedang berlari menghindar dari Kompeni yang mencarinya, sementara itu Maria kabur dari rumah. Dalam proses melarikan diri, Maria di ganggu oleh orang jahat dan harta bendanya pun di rampas. Keesokan harinya, orang-orang di buat heboh atas ditemukannya seorang mayat wanita. Sementara itu atas kaburnya Maria, Husin berusaha mencarinya, dan menemukan orang yang merampas baju-baju Maria dan menjualnya di pasar. Husin pun membelinya dan membawannya kerumah Haji Acim. Akhirnya mereka yakin kalau mayat perempuan yang mengapung di kali adalah mayat Maria.

Setelah kematian Maria di kali Ancol, maka pada malam-malam tertentu Maria sering memunculkan diri yang membuat orang-orang pun takut.

*****

Maria si manis jembatan Ancol, atau ada juga yang mengenalnya Mariam, adalah sebuah legenda yang sampai saat ini masih menjadi misteri ceritanya.

Posted in Resensi Film 70-90an | Tagged: , , , , , , , , , , , , , , | Leave a Comment »

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 2,083 other followers