Movie, Photography and Hobby

Indonesian Old Movie Lovers

Posts Tagged ‘Komunitas Pecinta Film Indonesia Jadul’

ROY MARTEN DAN SUZANNA DALAM FILM ” PERMAINAN DI BULAN DESEMBER “

Posted by Toto Andromeda on May 19, 2011

JUDUL FILM        : PERMAINAN DI BULAN DESEMBER

SUTRADARA       : NICO PELAMONIA

PRODUSER          : M SUKMAJAYA, Drs SYUMAN DJAYA

CERITA                  : MIRA W

SKENARIO           : Drs. SYUMAN DJAYA

PRODUKSI           : PT. MATARI ARTIS JAYA FILM

TAHUN PROD    : 1980

JENIS                     : FILM DRAMA

PEMAIN               : ROY MARTIN, ROBBY SUGARA, SUZANNA, EVA ARNAZ, NANI WIDJAYA, ZAINAL ABIDIN, IDA KUSUMAH, RINA HASHIM

SINOPSIS :

Anton (Roy Marten) menjadi buronan polisi setelah di tuduh memperkosa seorang gadis Hera, ketika dalam pesta. Padahal, Anton tidak pernah melakukannya, namun yang melakukannya adalah Ayub teman Anton. Untuk menghindari kejaran polisi, Anton memacu mobilnya kencang-kencang keluar kota hingga ia kecelakaan dan ditangkap polisi. Dalam keadaan terluka parah, Anton dibawa ke sebuah rumah sakit kecil di kota yang juga kecil dengan pengawalan polisi.

Anton menjadi pasien dokter Kusno (Robby Sugara) yang menanganinya dengan di bantu oleh suster Yosi (Suzanna). Suster Yosi adalah seorang suster yang bercita-cita ingin jadi biarawati karena sudah mendapatkan panggilan dari Tuhan. Selama masa penyembuhan, Anton di tempatkan satu sal dengan Pak Salim yang kesal dengan suara ngorok Anton yang sangat mengganggu. Perilaku Anton disengaja. Sementara itu, Suster Yosi menjadi perawat Anton yang bertindak semaunya padanya. Namun perilaku Anton yang cuek tersebut mendapat tempat tersendiri di hati Yosi. Bahkan ketika Anton akan di bawa oleh polisi tiga hari kedepan, Yosi menjadi tidak enak hati. Agaknya telah tumbuh benih-benih cinta di dalam diri Yosi terhadap Anton meski di lain sisi ia juga memikirkan akan keinginannya untuk menjadi Biarawati.

Ketika hari yang ditentukan tiba, Anton siap untuk di bawa ke Jakarta oleh polisi. Karena belum seratus persen sembuh, Anton masih menggunakan kursi roda dengan didorong oleh Suster Yosi. Saat polisi lengah, Yosi yang sudah merencanakan untuk membantu pelarian Anton pun menyuruh polisi mencopot sepatu. Saat itulah Anton membawa Yosi untuk lari.  Dalam pelarian, Yosi merelakan perhiasannya untuk di jual sebagai bekal perjalanan bersama Anton.  Uang hasil penjualan perhiasan mereka gunakan untuk perjalanan menuju rumah pamannya. Pelarian Anton dan Yosi berlanjut hingga ia pulang kerumah Ibunya (Nani Wijaya). Namun saat itu polisi sudah menunggu  kedatangan Anton. Akhirnya Anton tertangkap, namun kemudian di bebaskan karena Anton tidak terbukti bersalah. Ayub yang melakukan permerkosaan akhirnya menikahi Hera.

******

Anton akhirnya lulus kuliah, dalam penantian selama setahun ia ingin sekali bertemu dengan Yosi. Pada saat Natal, Anton menyusul Yosi di gereja untuk memberikan bunga. Namun sayang sekali, Yosi telah menjadi biarawati sesuai pilihannya. Anton tidak terima, untuk itu Anton kerap kali menemui Yosi. Akhirnya pertemuan tersebut pun diketahui oleh keluarga Yosi. Martin kakak Yosi menyuruh orang suruhan untuk memukuli Anton. Hasilnya muka Anton dirusak. Anton trauma dan tidak mau menemui siapapun termasuk Yosi yang sudah memutuskan untuk berhenti sebagai biarawati.

Untuk memperbaiki mukanya yang rusak, Anton melakukan operasi plastik, namun sampai saat itu, Yosi yang selalu setia ingin menemuinya tidak pernah berhasil karena Anton menolak untuk bertemu. Akhirnya Yosi kecelakaan setelah menunggu Anton di rumah sakit yang tidak ia temui. Saat itu barulah Anton sadar dan mau menemui Yosi. Namun sayang, semuanya telat. Yosi harus menderita kebutaan . dan berubah menjadi sangat sensitive. Yosi tidak mau di tolong oleh Anton. Untuk itulah ia meminta dokter Kusno yang menjemputnya.  Dalam keadaan buta Yosi menjadi pemain piano di gereja dan ingin agar dentingannya di pindahkan kedalam piringan hitam. Suatu malam, Yosi merasa di buntuti seseorang, untuk itulah ia meminta dokter Kusno untuk menciumnya agar terlihat oleh orang yang membututi.

Akhirnya tibalah dokter Kusno untuk kembali ke rumah sakitnya sementara Yosi ditinggal di Jakarta. Untuk menjaga Yosi selama di Jakarta, ia meminta Anton untuk menyamar sebagai Bram yang bisu dan pincang agar Yosi mau menerimanya. Anton menjadi sopir Yosi untuk mengantarkan kemana ia pergi. Akhirnya Yosi mendapatkan Chemistry bersama dengan Bram meski ia pincang dan bisu. Meski Anton Sedih, namun ia mau melakukannya sebagai Bram. Bahkan Anton membingkai dan menggantung uang hasil nyopirnya karena cintanya pada Yosi. Anton bingkai hampir memenuhi ruangannya.

Sementara itu Yosi mulai curiga tentang siapa sebenarnya Bram, apakah ia memiliki luka di muka atau tidak. Itu yang ingin ia tanyakan pada pembantunya.  Yosi merasa kalau Bram sebenarnya adalah Anton yang juga ia rindukan. Yosi melakukan berbagai cara untuk mengetahui siapa Bram sebenarnya. Akhirnya terkuaklah sudah, siapa Bram. Ia adalah Anton, orang yang pernah ia cintai.

*****

Permainan di bulan Desember merupakan salah satu film yang diangkat dari novel ternama karya Mira W dengan judul yang sama. Dengan durasi yang cukup panjang, film ini mampu di perankan secara baik oleh Suzanna.

Posted in Resensi Film 70-90an | Tagged: , , , , , , , , , , , | 2 Comments »

JOHAN SAIMIMA DAN YAN BASTIAN DALAM FILM “KECUBUNG SAKTI”

Posted by Toto Andromeda on May 18, 2011

JUDUL FILM        : KECUBUNG SAKTI

SUTRADARA       : WISJNU MOURADHY

PRODUSER          : S WIDIRGA

TAHUN PROD    : 1989

JENIS                     : FILM SILAT

PEMAIN               : JOHAN SAIMIMA, YAN BASTIAN, DEVI IVONE, ESSIE LOUSIANA, YURIKE PRASTICA, ANGEL

SINOPSIS :

Kardun (Yan Bastian) dan Laksmi (DEVI IVONE) berniat hendak merebut cincin Mustika milik gurunya.  Maka segeralah keduanya menyusun rencana untuk merebut cincin mustika yang memiliki kesaktian. Namun karena cincin tersebut melekat di jari gurunya, maka keduanya terpaksa memotong tangannya ketika gurunya tidur. Segeralah diambil tangan yang ada cincinnya, namun keanehan terjadi karena cincin tersebut dapat berpindah ketangan kirinya yang belum di potong. Segeralah gurunya menyembuhkan diri sendiri dengan cincinnya. Kardun dan Laksmi di kutuk akan hidup menderita.

*****

Beberapa tahun kemudian, Kardun dan laksmi tinggal di Bukit siluman bersama dua orang anaknya Myra dan Sriyati. Untuk mempertahankan agar tubuhnya tetap cantik, Laksmi harus meminum darah perawan. Maka dengan menggunakan kaki tangan dan juga kedua anak perempuannya, laksmi menyuruh mereka untuk menculik gadis-gadis kampung untuk kemudian diambil darahnya untuk diminum agar tetap awet muda.

Suatu hari Sriyati dihadang oleh Ki Sarju dan anak buahnya yang memergoki Sriyati yang tengah membawa gadis korban penculikan. Pertarungan pun terjadi. Sriyati terdesak, namun ditolong oleh pemuda bernama Indra(Johan Saimima).  Bahkan Sriyati di antar hingga ke bukit Siluman Oleh Indra. Setelah turun, Ki Sarju melaporkan Indra pada Haji Lurah, guru dari Indra. Maka Indra di beri peringatan karena telah menolong orang yang salah, meski dia perempuan.

Sementara itu Kardun dan Laksmi berusaha untuk memanfaatkan murid Haji Lurah lainnya bernama Baruna. Baruna secara diam-diam berkhianat pada Haji Lurah dan menjadi antek-antek Kardun setelah ia di berikan wanita yang di culik oleh Sriyati, Marni. Marni di perkosa lalu di bunuh oleh Baruna. Marda kakak Marni marah dan berusaha untuk mencari siapa pembunuh adiknya. Setelah berhasil memperkosa Marni,  Baruna ditugaskan untuk mencuri cincin Mustika milik gurunya namun tidak pernah berhasil.

Haji Lurah memiliki tiga orang murid yaitu, Baruna, Indra dan Safitri. Baruna sendiri menaruh hati pada Safitri namun tidak kesampaian. Hingga suatu malam, baruna di tugaskan untuk menculik safitri, namun berhasil di gagalkan oleh Indra.  Tujuan dari penculikan Safitri adalah agar dapat di tukar dengan cincin Mustika.  Sementara itu saudara kembar Marni yang telah mati dibunuh setelah di perkosa,  Harni (Yurike Prastica) datang ke rumah Marda kakaknya. Ia bertekat akan menuntut kematian saudara kembarnya.

Tidak berhasil menculik Safitri membuat Kardun harus turun tangan sendiri. Ia berhasil menculik Safitri, dan memaksa Haji Lurah untuk bertarung dengannya. Akhirnya Kardun dan Keluarganya berhasil di tumpas. Sedang Baruna yang telah berkhianat juga berhasil di bunuh.

Posted in Resensi Film 70-90an | Tagged: , , , , , , , , , , , , | Leave a Comment »

NUNGKI KUSUMASTUTI & SIGID HARDADI DALAM FILM “MALIOBORO DI WAKTU MALAM”

Posted by Toto Andromeda on May 13, 2011

JUDUL FILM        : MALIOBORO DI WAKTU MALAM

SUTRADARA       : CHAERUL UMAM

PRODUKSI           : PT. REMBULAN SEMESTA FILM & PPFN

SKENARIO           : MARSELLI

PRODUSER          :  SORAYA PERUCHA, NURFINA SYAHRIL DJOHAN

TAHUN                                 : 1989

JENIS                     : FILM DRAMA

PEMAIN               : NUNGKI KUSUMASTUTI, IRA WIBOWO, SIGID HARDADI, SEGUDANG ARTIS PARFI JOGYA

SINOPSIS :  

Slamet (Sigid Hendardi) adalah seorang wartawan Harian Bumi di kota Yogyakarta. Ia tinggal kumpul serumah dengan teman wanitanya Wulan (Nungki Kusumastuti). Slamet adalah seorang lelaki yang tidak berani menikah namun menjalin hubungan dalam satu atap tanpa adanya ikatan pernikahan. Wulan adalah seorang pelukis yang berambisi untuk membuka pameran lukisan. Kehidupan kedua insan berlainan jenis di Jogya ini tinggal dalam satu rumah kontrakan.

Suatu malam, Slamet berkenalan dengan seorang wanita bernama Dona (Ira Wibowo) di Jalan Malioboro ketika sedang makan gudeg lesehan. Melihat gelagat yang tidak biasa, Slamet menebak kalau Dona adalah orang baru di Jogya. Dona adalah keturunan Manado yang besar di Jakarta, dan ketika usia 26 tahun pergi keJogya untuk mencari cinta. Perkenalan Dona dan Slamet di Malioboro membuat keduanya sering janjian untuk ketemu. Singkat cerita, Slamet kesengsem dengan Dona tanpa memperhatikan kalau dirinya sebenarnya memiliki pasangan, Wulan. Sementara Dona sendiri sebenarnya pernah bertunangan dengan Raymond namun gagal ke pernikahan setelah Dona merasa kalau dirinya butuh cinta

Dona dan Slamet sering pergi berdua termasuk menjadi tukang foto di kampung Slamet mereka lakukan berdua tanpa sepengetahuan Wulan. Hingga suatu ketika Wulan secara tidak sengaja melihat Slamet dan Dona bergandengan tangan di keramaian. Mengetahui Slamet bertindak serong, tidak membuat Wulan marah-marah namun ia pendam sendiri dalam hati.

****

Keinginan Wulan untuk mengadakan pameran lukisan pun akhirnya tercapai.  Wulan mengadakan pameran lukisannya, banyak lukisan-lukisan yang terjual. Salah satu pengunjung yang membeli adalah Dona. Namun lukisan tidak bisa langsung di bawa. Sehingga Dona mengambilnya di rumah Wulan. Di rumah Wulan, Dona menemukan foto lukisan Wulan tentang Slamet. Namun sayang lukisan Slamet sebagai pengemis tidak di jual oleh Wulan. Melalui pembicaraan berdua akhirnya Dona tahu siapa sebenarnya Slamet. Ia tidak lebih dari playboy kampungan.

Akhirnya ketika Dona dan Slamet bertemu keduanya terlibat perdebatan panjang. Dona meninggalkan Slamet, dan Slamet pun mengejar. Namun malang, ia akhirnya kecelakaan di Jalan Malioboro. Dona membawanya kerumah sakit. Selepas dari rumah sakit, Slamet kebingungan karena harus pulang kerumah siapa.

****

Malioboro di waktu malam merupakan film yang cukup komplek, karena sedikit menyelami budaya keraton seperti kirab kereta keraton, dan juga tarian yang di bawakan oleh Wulan.

Posted in Resensi Film 70-90an | Tagged: , , , , , , , , , , | Leave a Comment »

LEO CHANDRA & ENNY BEATRICE DALAM FILM ” DUEL NAGA WULUNG “

Posted by Toto Andromeda on May 9, 2011

JUDUL FILM        : DUEL NAGA WULUNG

SUTRADARA       : DASRI YACOB

PRODUKSI           : PT. INEM FILM

SKENARIO           : PIETRAJAYA BURNAMA

PRODUSER          :  NY LEONITA SUTOPO

TAHUN                                 : 1982

JENIS                     : FILM LAGA

PEMAIN               : LEO CHANDRA, ENNY BEATRICE, AVENT CHRISTIE, ANITA CAROLINE, BOY TIRAYOH, DASRI YACOB, PIETRAJAYA BURNAMA

SINOPSIS :

Surian (Leo Chandra) menolong seorang wanita yang sedang di ganggu oleh Jarot (Avent Christie). Jarot pun marah pada Surian karena merasa telah diganggu oleh Surian, apalagi Surian telah memiliki Midah (Enny Beatrice) wanita yang juga ia cintai. Akhirnya Jarot memutuskan tali pertemanan dengan Surian. Padahal Surian dan Jarot adalah teman dekat semenjak masih kanak-kanak. Jarot pergi dengan membawa dendam.

Suatu hari Jarot menyuruh Surian untuk datang ke Bukit Ranti. Setelah berpamitan dengan Midah, maka segera Surian pergi ke Bukit Ranti untuk menghadapi pertarungan dengan Jarot. Kali ini Jarot kalah dan mengancam Surian. Akhirnya Surian dapat pulang dan kembali berkumpul dengan anak dan istrinya.

Ketika Surian dan Midah serta Dimas sedang dalam penggembalaan kerbau, tiba-tiba ia di serang orang tak di kenal dengan panah beracun. Surian terkena panah di tangannya dan menyuruh Midah pergi menyelamatkan diri. Setelah itu dengan menaiki kuda, Surian bergegas pergi ke tempat gurunya (Pietrajaya Burnama) untuk di sembuhkan. Proses penyembuhan pun selesai, segera lah Surian pulang kerumah. Namun apadaya, sesampai dirumah ia menyaksikan rumahnya telah hangus di bakar oleh Jarot dan anak buahnya. Jarot datang untuk memperkosa Midah, dan akhirnya membakar hidup-hidup Midah dan anaknya. Adik Ipar Surian, Murni memberitahukan pada Surian kalau Jarotlah pelakunya. Akhirnya karena Surian ingat akan persahabatan dengan Jarot yang pernah menolongnya, Surian pergi mengasingkan diri.

Namun Jarot penasaran, dan memancing keluar Surian dengan menculik adik iparnya Murni.  Mendengar istrinya di culik orang-orang jarot, Suami Murni (johan Saimima) marah dan segera mencari Jarot. Sementara itu Murni berhasil lolos dari tangan Jarot dan sampai ke padepokan baru tempat Surian mengasingkan diri. Atas Informasi yang di peroleh dari Murni, terpaksa Surian keluar dari persembunyiannya, karena tindak tanduk Jarot sudah diluar batas dengan menculik para wanita dan merampok.

Jebakan pun dibuat Jarot untuk membunuh Surian. Melalui tangan Nyi Rasmi, akhirnya Jarot dapat terperangkap dan terkena racunnya. Namun demikian, Nyi Rasmi mati terbunuh oleh Surian. Surian sendiri pingsan akibat terkena racun yang ganas. Ia di tolong oleh gurunya. Untuk menyembuhkan racunnya, Surian harus terkena racun yang lebih ganas. Akhirnya Surian pun dapat sembuh dari racun setelah terkena racun yang lebih ganas.

Duel terakhir pun terjadi. Surian akhirnya mampu membunuh Jarot.

Posted in Resensi Film 70-90an | Tagged: , , , , , , , , , , , , , , | Leave a Comment »

JAMAL MIRDAD DALAM FILM “PANTANG MUNDUR”

Posted by Toto Andromeda on May 3, 2011

JUDUL FILM        : PANTANG MUNDUR

SUTRADARA       : DASRI YACOB

PRODUKSI           : PT. INEM FILM

CERITA                  : MARLAN JASS

PRODUSER          :  SHONNY S

JENIS                     : FILM DRAMA LAGA

PEMAIN               : JAMAL MIRDAD, TANAKA, JOHAN SAIMIMA, HARRY CAPRI, YAN BASTIAN, YUYU YOHANA, NINA ANWAR

SINOPSIS :

Ganesha (Johan Saimima) dan istrinya yang sedang mengandung berkeliling, mengelilingi pantai setelah berbincang-bincang dengan seorang perwira polisi Bahrum (Yan Bastian). Ganesha adalah seorang lelaki yang selalu membela kebenaran. Ia bersama istrnya yang tengah hamil tua mendaratkan perahunya yang baru di pakai. Namun belum jauh ia berjalan, Ganesha di tembaki orang yang tidak dikenal hingga ia tewas. Istrinya yang sedang hamil berusaha menolong suaminya, namun tidak tertolong. Sementara istrinya sendiri akhirnya harus menemui ajal setelah melahirkan anaknya.

Mendengar tembakan-tembakan, Bahrum membawa anggotanya untuk menelusuri darimana asal tembakan. Ia mendapati Istri Ganesha telah melahirkan bayi laki-laki yang kemudian diangkat menjadi anaknya dan diberi nama Ganesha Junior.

Ganesha telah beranjak remaja. Ia kini sudah duduk dibangku SMA. Ganesha memiliki bakat menyanyi karena suaranya memang bagus. Sementara itu kakak Angkatnya Hari (Harry Capri) menyarankan Ganesha Jr untuk memiliki ilmu silat agar bisa jaga diri. Pendapat ini di benarkan oleh Bahrum ayah angkatnya yang kini telah pensiun. Mereka kuatir kalau-kalau musuh ayahnya akan membalas dendam pada Ganesha Jr.  Namun Ganesha tidak mengikuti sarannya, ia hanya percaya kalau Tuhan yang akan membantunya.

Sementara itu musuh-musuh ayah Ganesha masih berambisi untuk membalas dendam pada Ganesha Jr. Mereka merencanakan penculikan pada remaja yang panda menyanyi tersebut.

****

Ganesha yang telah beranjak remaja memiliki kedekatan dengan seorang gadis teman sekelasnya Lia (Ayu Yohana). Namun kedekatan Ganesha dengan Lia tidak di sukai oleh Ibu Lia, karena menganggap asal usul Ganesha yang tidak jelas. Meski Lia berusaha menjelaskan, namun ibunya tetap tidak menyetujuinya.

Suatu siang, seperti biasa Tineke (Tanaka) seorang lelaki bencong yang selalu menjemput Ganesha di dekati oleh seorang pria tampan. Dasar bencong, Tineke mau saja di ajak ke belakang, hasilnya ia di pukul, sementara tugas menjemput Ganesha pun gagal, karena orang tersebut ternyata adalah penculik Ganesha. Ganesha di culik dan di sekap. Namun ia berhasil meloloskan diri setelah para penculik memintanya menyanyi, dan Ganesha mengeluarkan teriakan yang dapat memekakan telinga. Ganesha lolos dan dapat kembali ke rumah, tepat di saat pentas music siang di sekolahnya. Namun disaat yang bersamaan Lia akhirnya di culik oleh penculik Ganesha.  Penculikan ini di lihat oleh bibi pembantu rumah Bahrum yang segera melaporkannya pada Bahrum yang sedang menyaksikan pentas music siang di sekolah.

Akhirnya Bahrum dan anaknya Hari serta pembantunya Tineke menyusun kekuatan untuk membebaskan Lia, kecuali Ganesha yang disuruh tinggal di rumah . Namun akhirnya Ganesha ikut menyusul mereka dengan motor ke rumah penculik. Hasilnya Ganesha  tertangkap dan kembali di ikat disatukan dengan Lia. Melalui pertarungan yang cukup kocak, akhirnya Ganesha dan Lia dapat di selamatkan.

*****

Pantang mundur merupakan film lanjutan film Ganesha (1983). Film ini cukup membingungkan dilihat dari genre film ini sendiri, karena terdapat nyanyian, perkelahian juga komedi. Film ini juga mengkombinasikan dengan tarian jaipongan.

Posted in Resensi Film 70-90an | Tagged: , , , , , , , , , | Leave a Comment »

RAY SAHETAPY & ENNY BEATRICE DALAM FILM ” HATI SEORANG WANITA “

Posted by Toto Andromeda on April 28, 2011

JUDUL FILM        : HATI SEORANG WANITA

SUTRADARA       : BAY ISBAHI

PRODUKSI           : NV PERFINI

CERITA                  : BAREP MUHTADI

PRODUSER          :  K LUKITO DJAGAD SURACHMAN SAHAN

TAHUN PROD    : 1984

JENIS                     : FILM DRAMA

PEMAIN               : RAY SAHETAPY, ENNY BEATRICE, TUTI WASIAT, KUSNO SUDJARWADI, TITI DJ,

SINOPSIS :

Wiwik (Enny Beatrice) seorang karyawati yang bekerja di kantor cabang sebuah perusahaan tekstil dipanggil oleh bosnya. Ia ditugaskan ke kantor pusat sekaligus untuk bekerja di kantor pusat. Akhirnya setelah sampai di kantor pusat, sebelum masuk tanpa sengaja ia melihat Irwan (Ray Sahetapi) yang ternyata temannya dulu. Irwan ternyata satu kantor dengan Wiwik. Irwan merupakan karyawan bagian Promosi perusahaan Gondo (Kusno Sudjarwadi). Setelah pertemuan tanpa sengaja tersebut, akhirnya Irwan dan Wiwik sering janjian untuk bertemu.

Akhirnya Irwan tahu kalau Wiwik tinggal bersama Yati(Tuti Wasiat) yang ternyata adalah juga teman lama Irwan. Namun suasana kost tempat Yati tidak begitu kondusif, karena disitu bebas menerima laki-laki, sehingga lebih tepat disebut sebagai rumah bordil. Meski tinggal bersama Yati, namun Wiwik tetap betah tinggal disitu walau dengan suasana yang kurang kondusif. Hingga akhirnya Irwan yang peduli pada nasib Wiwik mengajaknya untuk tinggal berdua di rumah dinasnya. Meski awalnya menolak , namun akhirnya Wiwik mau tinggal bersama Irwan, setelah sebelumnya Yati menasehati agar Wiwik lebih berhati-hati apalagi tinggal satu atap dengan Irwan yang seorang laki-laki.

Wiwik pun pindah dan tinggal bersama Irwan. Hari-hari mereka lalui bersama, termasuk juga mengatur keadaan rumah dilakukan Oleh Wiwik. Meski keberadaan mereka berdua adalah bukan suami istri, namun Wiwik menjamin pada Yati kalau sampai sekarang belum pernah berbuat sesuatu dengan Irwan. Yati selalu memeringatkan pada Wiwik.

Hingga suatu malam ketika petir menyambar membuat Wiwik takut sendirian dan terpaksa tidur bersama di kamar Irwan. Malam itu hujan turun dan suatu kejadian pun terjadi antara dua insan manusia. Akibat kejadian itu Wiwik hamil dan meminta pertanggungjawaban pada Irwan. Namun demikian Irwan selalu menolaknya dengan berbagai alasan.

Irwan semakin jarang dirumah dan semakin sering pulang malam. Hal ini membuat kesal Yati yang telah mendapat cerita dari Wiwik. Tentang sikap Irwan yang semakin sering menghindar. Yati kesal, namun tidak dapat berbuat apa-apa. Ia hanya member saran, apalagi seteah Wiwik keguguran. Keadaan justru makin berubah.  Irwan seakin sering menghindari Wiwik.

Apalagi setelah Sinta (Titi DJ) anak Gondo pulang dari Paris setela belajar Mode. Irwan menjadi sering pulang malam dan tidak menghiraukan Wiwik. Seribu alasan Irwan kemukakan pada wiwik untuk menghindari pernikahannya, namun ia semakin intim dengan Sinta. Hal ini membuat Wiwik marah. Sehingga ketika mereka sedang berduaan di tepi danau, Wiwik meminta kejelasan pada Irwan. Namun bukan ketenangan yang di raih, namun kekecewaan yang diraih. Wiwik di dorong jatuh kehutan.

Namun akhirnya berhasil diselamatkan dengan ditunggui oleh Yati sahabatnya. Melihat sahabatnya terkapar tak berdaya membuat Yati dendam pada Irwan. Akhirnya Irwan di tusuk dan terbunuh oleh Yati ketika sedang bersiap pergi bersama Sinta anak majikannya.

Akhirnya Irwan mati di bunuh oleh Yati. Yati pun akhirnya masuk rumah sakit untuk perawatan.

Posted in Resensi Film 70-90an | Tagged: , , , , , , , , , | Leave a Comment »

BENYAMIN S DALAM FILM ” BETTY BENCONG SLEBOR”

Posted by Toto Andromeda on April 26, 2011

JUDUL FILM        : BETTY BENCONG SLEBOR

SUTRADARA       : BENYAMIN S

PRODUKSI           : PT. SAPTA YANUAR   FILM

CERITA                  : BENYAMIN S

SKENARIO           : BENYAMIN S

PRODUSER          :  ABD. MADJID SH

TAHUN PROD    : 1978

JENIS                     : FILM KOMEDI

PEMAIN               : BENYAMIN S, H BOKIR, ELVIE SUKAESIH, AMINAH CENDRAKASIH, H MANSYUR SYAH, NASIR

SINOPSIS :

Betty (Benyamin S) melamar sebagai pembantu di kediaman Bokir (Bokir) yang langsung di terima oleh istrinya (Aminah Cendrakasih) dengan baik. Bagi Istri Bokir, kedatangan Betty dianggap bisa membantu pekerjaannya dan tidak membuat sakit hati, namun bagi Bokir suaminya, kedatangan Betty sebagai pembantu dirumah tersebut disambut tidak gembira. Karena kelakuan bencong dianggap tidak disukai Bokir, apalagi kerapkali pembantu-pembantu Bokir keluar karena tidak betah digoda oleh Bokir. Sehingga antara istri dan suami Bokir menjadi tidak sepaham dengan keberadaan Betty dirumah tersebut.

Bokir adalah seorang produser rekaman, sedangkan istrinya dirumah saja. Selain Betty yang menjadi pembantu rumah tangga, terdapat pula Nasir, pembantu Bokir yang telah lebih dulu mengabdi padanya. Istri Bokir yang selalu membela Betty, memberi kebebasan pada pembantunya, sehingga kadang-kadang mereka juga keluar malam untuk menyaksikan pertunjukkan dangdut. Bahkan suatu ketika Betty pernah ketangkap polisi gara-gara ia dituduh sebagai penjaja seks, setelah Betty dan Nasir habis dari pertunjukkan dangdut.

Perlakuan Bokir terhadap Bettya  juga seenaknya, karena itu suatu ketika ketika mobilnya mogok, maka Bettylah yang disuruh mendorongnya, namun ketika mesin telah berhasil dinyalakan, Bokir meninggalkan Betty begitu saja. Meski berhasil pulang kerumah, namun kebebasan Betty dan Nasir yang juga keluar malam, akhirnya membuat bokir marah. Mereka berdua akhirnya di usir dari rumah Bokir.

****

Sementara itu rekaman Elvi Sukaesih merupakan ladang bagi Bokir. Seorang pencipta lagu, Mansyur (Mansyur Syah) menjual lagunya pada Bokir namun di hargain dengan sangat murah. Sehingga ketika Bokir menyuruh Mansyur untuk menyerahkan kado ulang tahun dari Bokir pada Elvie, Surat yang ada di dalam kado di buang begitu saja oleh Mansyur sehingga seolah-olah kalau kado itu adalah pemberian dari Mansyur. Mansyur kesal karena Bokir begitu murah membayar lagunya.

Ketika Elvie dan Mansyur sedang berbincang-bincang, tiba-tiba datanglah pengamen, Betty dan Nasir. Karena suaranya, akhirnya setelah menjelaskan kalau Betty mencari kerja, Elvie mau menampung mereka untuk bekerja padanya termasuk juga dengan Nasir, meskipun pada awalnya Mansyur tidak setuju.  Betty dan Nasir bekerja pada Elvie Sukaesih.

Sementara itu, karena cintanya Bokir pada salah satu penyanyinya Elvie Sukaesih, membuatnya ingin menikahinya. Melalui Mansyur, Bokir menyerahkan uang 10jt untuk keperluan pernikahan. Namun Setelah menerima uang 10jt, Mansyur memberitahukan pada Elvie bahwa Bokir mau menikahinya. Mansyur menyampaikan rencananya pada Elvie untuk pernikahannya dengan Bokir. Meski awalnya Elvie menolak namun akhirnya ia menyetujui rencana Mansyur.

Maka hari H yang telah ditunggu-tunggu pun hadir. Bokir sangat bahagia karena akan menikahi Elvie. Mempelai wanitapun sudah berada di sampingnya. Pertunjukkan tarian pun di mulai. Namun akhirnya Bokir kaget setelah melihat Elvie tidak berada di sampingnya, ia melihat Elvie diantara kerumunan para tamu undangan. Lebih kaget lagi setelah Istrinya juga datang ke pesta tersebut. Akhirnya Bokir tahu kalau itu adalah rencana Elvie. Jadi siapa wanita yang ada disamping Bokir? Setelah di buka ternyata wanita tersebut adalah Betty…

Posted in Resensi Film 70-90an | Tagged: , , , , , , , , , | Leave a Comment »

MERIAM BELLINA DAN LIDYA KANDOU DALAM FILM ” BONEKA DARI INDIANA”

Posted by Toto Andromeda on April 21, 2011

JUDUL FILM        : BONEKA DARI INDIANA

SUTRADARA       : NYAK ABBAS AKUB

PRODUKSI           : PT. PARKIT   FILM

CERITA                  : NYAK ABBAS AKUB

SKENARIO           : NYAK ABBAS AKUB

PRODUSER          :  DHAMOO PUNJABI, GOBIND PUNJABI, RAAM PUNJABI

TAHUN PROD    : 1990

JENIS                     : FILM DRAMA

PEMAIN               : DIDI PETET, MERIAM BELLINA, LIDYA KANDOU, IDA KUSUMAH, AMI PRIYONO, EENG SAPTA HADI

SINOPSIS :

Egi (Didi Petet) dangan Cece (Lidya Kandou) adalah sepasang suami istri. Egi adalah seorang suami yang selalu menuruti apa kehendak istrinya, termasuk juga memasak sarapan paginya sesuai dengan keinginan Cece. Sementara itu Cece sendiri adalah seorang istri yang pemalas, kerjaannya adalah arisan, makan pagi selalu di sediain Egi. Meski  Cece pemalas,namun segala urusan tetek bengek rumah tangga cece yang mengatur, dengan menyuruh Egi. Egi selalu di bawah pengaruh Cece.  Kehidupan Cece yang berasal dari keluarga kaya membuatnya hanya bersuka ria saja, termasuk juga membeli barang-barang berharga seperti emas yang sebetulnya tidak di perlukan.

Suatu hari, rumah sebelah di kabarkan akan di jual. Untuk itulah Cece menyuruh suaminya, Egi untuk melihat rumah tersebut dan bermaksud untuk membelinya. Maka berangkatlah Egi ke tempat orang yang ditugaskan untuk menjual rumah tersebut. Namun Egi telah keduluan sama Eya (Meriam Bellina) yang sampai terlebih dahulu di rumah orang yang akan menjualnya. Eya pun langsung menawarnya, sementara Egi menyusul untuk melihat rumah tersebut.  Keduanya berdebat tentang siapa yang akan duluan untuk melihat rumah tersebut.  Segera mereka menuju mobil masing-masing dengan membawa seorang pembantu laki-laki yang ditugaskan untuk mengantarkan mereka untuk melihat rumah yang akan dijual.

Perdebatan antara Egi dan Eya pun terjadi tentang mobil siapa yang akan di tumpangi oleh pembantu tersebut. Akhirnya pembantu tersebut lebih memilih untuk ikut di mobil Eya. Namun sial, ban mobil Eya kemps, al hasil akhirnya mereka berangkat menggunakan mobil Egi. Perdebatan antara Egi dan eya membuat akhirnya keduanya saling kenal.  Hubungan pertemanan pun berlanjut. Hal ini di pergoki oleh pembantu Egi yang melaporkan pada istrinya Cece. Melihat Egi dan Eya, Cece pun cemburu dan langsung melaporkan pada orangtuanya, Tuan Yudho (Ami Priyono) dan Ibunya (Ida Kusumah).

Akhirnya untuk mengintrogasi menantunya, Yudho dan istrinya pergi kerumah Cece untuk melihat gelagat Egi.

Namun, meski awalnya mau marah-marah, namun Yudho akhirnya justru berbalik. Ia justru menyuruh Egi untuk mendekati Eya demi sebuah tanda tangan dari seorang pejabat mengenai proyek yang akan di kerjakan. Eya adalah seorang wanita simpanan pejabat yang harus menandatangani Proyek Yudho agar berhasil, walau Proyek tersebut berdampak pada lingkungan. Meski awalnya Cece cemburu, namun Yudho meyakinkan Cece kalau itu hanya pura-pura, hanya demi sebuah tanda tangan melalui tangan Egi dan Eya. Egi pun menjadi boneka mertuanya demi sebuah tanda tangan.

Akhirnya setelah melalui beberapa tahapan akhirnya Eya berhasil mendapatkan tanda tangan dari pejabat dan menyerahkannya pada Egi. Betapa girang hati Yudho karena Egi telah berhasil mendaatkan surat yang diinginkan dan akan segera menjalankan proyek walau proyek tersebut akan merusak lingkungan. Egi kesal pada mertuanya. Puncaknya Egi merebut kembali surat yang telah ditandatangani dan telah menyerahkannya pada Yudho. Egi merobek-robek isi surat tersebut, sedangkan Yudho menjadi marah besar.

Setelah kemarahan tersebut, Egi akan kabur meninggalkan mereka, namun Cece mencegahnya. Akhirnya Cece berusaha untuk menjadi istri yang baik, Egi pun normal menjalankan kewajibannya sebagai suami Cece.

Posted in Resensi Film 70-90an | Tagged: , , , , , , , , , , , , | Leave a Comment »

RAY SAHETAPY DAN IDA IASHA DALAM FILM ” DIBALIK DINDING KELABU”

Posted by Toto Andromeda on April 18, 2011

JUDUL FILM        : DI BALIK DINDING KELABU

SUTRADARA       : SOPHAN SOPHIAN

PRODUKSI           : PT. VIRGO PUTRA  FILM

CERITA                  : MARIA A SARDJONO

SKENARIO           : SATMOWI ATMOWILITO

PRODUSER          :  SOPHAN SOPHIAN

TAHUN PROD    : 1986

JENIS                     : FILM DRAMA

PEMAIN               : IDA IASHA, HARRY CAPRI, RAY SAHETAPY, DIAN NITAMI, RIMA MELATI, MINATI ATMANEGARA

SINOPSIS :

Rosnia (Ida Iasha) adalah seorang narapidana wanita di LP Tangerang. Rosnia atau biasa di panggil Ros di penjara karena telah membunuh sepupunya sendiri yang juga telah dianggap adik, Ratna (Dian Nitami). Kala itu Ros sedang hamil besar anak keduanya. Rosnia tinggal dengan Suami(Harry Capri), anak perempuannya Sila, dan adik sepupunya Ratna. Dalam keadaan hamil besar, Ros mencium gelagat yang kurang baik dengan suaminya. Hingga suatu malam, Ia memergoki suaminya sedang bercumbu dengan Ratna. Meski mereka selalu menutupi, namun diam-diam Ros tahu. Ros depresi, namun ia memendamnya sendiri tanpa memberitahu suaminya apa yang terjadi.

Hingga kejadian pun berulang. Ros kembali memergoki suaminya dan Ratna sedang berhubungan intim. Kemarahan Ros sudah tidak bisa di bendung lagi. Dengan pisau yang sudah di siapkan, Ros bermaksud membunuh suaminya, tapi malang, yang terbunuh adalah Ratna. Ratna akhirnya mati setelah di tusuk oleh Ros, sedangkan suami Ros kabur setelah perselingkuhannya dengan Ratna di ketahui dan Ros membunuhnya.

Akhirnya Ros di penjara di LP Tangerang. Di LP wanita Tangerang, Ros di terima dengan baik oleh temannya yang bersebelahan sel. Seorang perempuan tua, yang protektif terhadap Rosnia dari gangguan sesama narapidana lain. Seperti layaknya cerita-cerita di Koran, di sel wanita tersebut juga ada perempuan lesbian yang tertarik dengan Ros, namun selalu di haling-halangi oleh perempuan tua teman baru Ros. Bahkan ketika Ros mau mandi, ia melihat perempuan lesbi tersebut sedang berpelukan ketika sedang mandi bersama. Ros pun kaget di buatnya.

Keberadaan Ros di LP membuatnya ia depresi. Apalagi Ros dalam kondisi hamil tua. Seorang dokter LP yang menangani Ros, Herman (Ray Sahetapy) selalu menyemangati Ros dan juga membantu persalinan Ros yang melahirkan seorang anak laki-laki yang di beri nama Bayu. Herman adalah seorang dokter yang memiliki seorang istri perancang Mode bernama Dea (Minati Atmanegara). Kehidupan rumah tangga Herman tidak sebaik apa yang orang kira. Karena Herman sangat ingin memiliki anak, namun tidak dengan Dea. Dea belum mau memiliki anak karena ingin mengejar karir di dunia mode. Dea tidak mau direpotkan oleh anak. Sehingg setiap malam, sebelum berhubungan intim dengan Herman, Dea selalu meminum Pil anti hamil.  Hal ini membuat kesal Herman yang sudah sangat ingin memiliki anak. Namun Dea selalu bilang belum mau memiliki anak, karena takut menghancurkan karirnya.

******

Kedekatan Herman dengan Ros pasiennya membuat keduanya menjadi sering bertemu. Kebaikan Dokter Herman telah mencuri perhatian Ros di dalam penjara. Sementara itu kepala sipir wanita (Rima Melati) juga selalu memperhatikan tingkah laku Ros yang baik. Hasilnya tiap 17 Agustus Ros selalu mendapatkan remisi hukuman.

Melihat Ros yang sebenarnya memiliki potensi, namun ia selalu depresi membuat dokter Herman menghadiahkan sebuah mesin ketik melalui kepala sipir penjara. Bahkan sipir penjara juga mendukung Ros, apabila ia membutuhkan kertas. Untuk membalas kebaikan dr. Herman, maka Ros membuat cerita pendek tentang perjalanan hidupnya di penjara, yang akhirnya dari hasil tulisan tersebut diangkat di sebuah Majalah terkenal. Cerita tentang perjalanan hidup dan kebaikan dokter Herman di tuangkan dalam sebuah cerita dengan baik oleh Ros. Hal ini sempat di baca pula oleh Dea istri Herman.

Keberhasilan Dea menulis cerita yang langsung disambut baik oleh para pembaca, bahkan banyak sekali surat yang masuk ke Redaksi untuk Ros yang merespon tulisannya. Dr. Herman dan kepala Sipir pun bangga atas usaha Ros. Sementara itu Ros dibuat terharu karena Sila, anaknya mengirimkan surat untuknya.

Suatu hari, Ros kedatangan seseorang yang ingin menemuinya di penjara. Ros bingung karena selama ini tidak pernah ada yang menjenguknya. Setelah bertemu, ia kaget karena ternyata adalah mantan suaminya yang dulu kabur. Kedatangan suaminya adalah untuk meminta maaf pada Ros karena ia selalu di hantui oleh perasaan bersalah, bahkan anak-anaknya pun sudah tidak mengenali lagi. Namun kedatangan suaminya ditanggapi dingin oleh Ros.

*****

Lima tahun sudah Ros menghuni penjara dari 8 tahun total hukuman yang harus di jalani. Dari lima tahun tersebut Ros selalu mendapatkan remisi pada 17 Agustus, sehingga Ros tinggal menunggu 1 tahun Sembilan bulan lagi untuk menghuni penjara. Namun karena kebaikan Ros selama di penjara, maka kepala sipir pun mengusulkan kepada Kanwil VII untuk membebaskan Ros.

Sementara itu kemelut rumah tangga dokter Herman sudah tidak bisa di tolerir lagi, istrinya terlalu mengejar karir sehingga membuat Herman kesal.  Kedekatan Herman dengan Ros ditambah kesibukan Dea membuat Herman akhirnya harus membuat keputusan untuk menceraikan Dea. Ia pergi meninggalkan rumah dengan meninggalkan secarik kertas dirumah ketika Dea sedang sibuk mengikuti lomba di Surabaya. Herman berniat menikahi Ros. Sedangkan Herman akhirnya menjemput Ros yang telah bebas untuk dipertemukan dengan anak-anaknya.

Seperti film-film pada  umumnya pertemuan antara anak dan Ibu adalah pertemuan yang mengharukan. Ketika pertemuan sedang terjadi, maka menyusullah Dea pada Herman dan Ros. Meski Dea tidak mau mengganggu rencana Herman dengan Ros, namun Dea meminta sekali lagi untuk diberi kesempatan untuk menjadi istri yang baik bagi suami dan anak-anaknya. Akhirnya Dea mengakui kekeliruannya.

Posted in Resensi Film 70-90an | Tagged: , , , , , , , , , , , | Leave a Comment »

SUZANNA & ROBBY SUGARA DALAM FILM “PULAU CINTA”

Posted by Toto Andromeda on April 12, 2011

JUDUL FILM        : PULAU CINTA

SUTRADARA       : ALI SHAHAB

PRODUKSI           : PT. INEM  FILM

CERITA                  : ALI SHAHAB

PRODUSER          :  NY LEONITA SUTOPO

TAHUN PROD    : 1978

JENIS                     : FILM DRAMA

PEMAIN               : SUZANNA, ROBBY SUGARA, NUR AFNI OCTAVIA, PARTO TEGAL, MOCH MUCHTAR, TONI ADEG

SINOPSIS :

Biran (M Mochtar) dan anaknya Ari (Toni Adeg) Serta Maria (Suzanna) dan Kiki (Nur Afni Oktavia) anaknya adalah orang-orang yang tersisa di suatu pulau terpencil. Mereka Hidup di bawah tekanan Karto (Parto Tegal) seorang nelayan yang kejam. Karto adalah bekas pembantu suami Maria,Johanes yang telah meninggal, namun Karto mengambil Alih  kapal milik Maria untuk mencari ikan sebagai nelayan tanpa sepeserpun memberikan hasilnya pada Maria.

Suami maria Johanes, dulunya adalah seorang Angkatan laut, namun ia akhirnya memilih pindah kesebuah pulau terpencil untuk menjadi nelayan setelah menikahi Maria. Johanes membelikan Kapal pada Maria. Johanes mengoperasikan kapal dengan di bantu oleh Karto, anak buahnya yang cukup baik. Namun sayang, sepeninggal Johanes, Karto yang memiliki nafsu berkuasa terlalu serakah. Johanes di kabarkan meninggal oleh Karto karena Badai.

Karto tinggal satu atap dengan Maria tanpa ikatan apapun, sedangkan Maria yang memiliki kapal justru tidak mendapatkan apa-apa. Namun Maria tidak bisa berbuat apa-apa atas tindakan Karto. Bahkan para tetangga Maria pun satu persatu meninggalkan pulau tersebut. Maka kini di pulau tersebut hanya tinggal Keluarga Biran seorang penjaga Mercusuar dan Keluarga Maria yang selalu dalam tekanan Karto.  Meski Karto selalu menjual ikan ke Jakarta, namun sepeserpun Maria tidak pernah mendapatkannya. Karto bertindak kejam, bahkan ketika batuk yang di derita Maria tak kunjung sembuh pun Karto tetap tidak mau membelikan obat. Meski berkali-kali Ia nitip untuk dibelikan ketika ke Jakarta.

*****

Suatu hari, terdapat sebuah kapal yang kandas dan terdampar di pulau tersebut. Dua buah anak buah kapal tewas, sedangkan Kaptennya (Robby Sugara) selamat meski harus terluka di kakinya karena tertimpa besi. Biran dan Ari akhirnnya menolong mereka dengan di bantu oleh Kiki. Kedua ABK yang meninggal akhirnya di kuburkan, sedangkan Kaptennya di selamatkan oleh Maria. Ia dirawat oleh Maria, hingga hampir sembuh. Kedatangan Kapten kapal tersebut sedikit mengobati hati Maria karena ia akhirnya menjadi teman curhat. Maria menceritakan siapa dia sebenarnya juga menceritakan kelakuan Karto pada Kapten.

Sementara itu Karto pulang setelah ia menjual hasil tangkapannya ke Jakarta bersama anak buahnya. Karto heran karena terdapat dua gundukan tanah yang merupakan kuburan. Ia menduga kalau bukan Maria sama Kiki pasti Biran dan Ari. Namun untuk memastikannya ia menyuruh anak buahnya untuk menggali kubur tersebut. Belum selesai mereka menggali kubur datanglah Ari yang menjelaskan pada Karto tentang siapa mereka, dan tentang Kapten.

Mendengar cerita Ari, Karto pun marah. Apalagi setelah melihat Maria sedang mengobati Kapten, Karto pun marah. Akhirnya kapten pindah ke kapalnya yang hancur untuk memperbaiki radio agar bisa tersambung dengan dunia luar. Sementara itu Karto dibuat marah karena berkali-kali Maria menyuruh Kiki untuk mengantarkan makanan pada Kapten. Bahkan Karto mengancam akan membakar kapal Kapten jika Kiki masih saja mengantarkan makanan pada Kapten. Akhirnya Maria dan Kiki menuruti kehendak Karto. Sementara itu Kiki akhirnya menceritakan keadaan tersebut pada Ari. Aripun akhirnya mau mengantarkan makanan pada Kapten. Namun Biran mewanti-wanti pada Ari sebisa mungkin agar tidak berpapasan dengan Karto.

Sementara itu Kapten memperbaiki kapal yang bocor dengan menyelam. Namun ia justru berhasil menemukan setitik rahasia. Ia menemukan kalung yang mirip di pakai dengan Maria. Namun Kapten menyimpan rahasia tersebut.

Namun usaha Ari untuk memberi makan pada Kapten akhirnya ketahuan juga oleh anak buah Karto, Bokir dan Boim. Akhirnya setelah di ancam, Ari tidak mengirimkan makanan lagi pada Kapten. Sementara itu karto marah sekali setelah tahu kalau Ari mengirimkan makanan atas suruhan Kiki. Ia memukul Kiki. Sudah seminggu Kapten tidak mendapatkan makanan dan minuman karena air di pulau itu asin. Akhirnya turunlah hujan yang merupakan harapan bagi kapten untuk meminum air yang tidak asin. Ia menampung air hujan. Namun air hujan yang ditampungnya di tumpahkan oleh Bokir dan Boim . Mereka berkelahi, akhirnya Boim dan Bokir dapat di bunuh oleh Kapten.

Sementara itu, melihat kematian Kapten, semakin geramlah Karto pada Kapten. Karto sudah merasa terganggu akan kehadiran Kapten, dan berniat menghabisinya. Maka berangkatlah ia ke Kapal Kapten yang terombang ambing di laut. Namun belum lagi niatnya tercapai, Karto sudah di todong dengan pistol oleh Kapten, sehingga niat untuk membunuhnya pun gagal. Bahkan Kapten berhasil membongkar tentang kematian Johanes suami Maria yang mati dibunuh oleh Karto bukan atas badai seperti apa yang Karto bilang pada Maria dan orang-orang sekitarnya.

Kapten menyuruh Karto untuk pergi, namun kepergian Karto ke daratan adalah dengan tujuan untuk membunuh Maria dan Kiki agar tidak merepotkanya. Sesampai di rumah, Karto tidak mendapatkan Maria dan Kiki. Ia menduga pasti mereka berada di menara Biran. Segera Karto ke menara Biran dan mendapati Maria dan Kiki di sana ketika sedang menuju pantai tempat Kapten berada. Akhirnya Karto menyandera Maria, Kiki dan Biran, sementara Ari di suruh Karto untuk memberitahu Kapten agar ia datang ke menara dengan ultimatum dalam 1 jam maka mati 1 orang jika tidak datang, begitu seterusnya.

Di dalam kapal, Kapten berusaha menghubungi polisi lewat radio yang telah di perbaiki untuk menyelamatkan Maria dan Kiki dari sandraan Karto setelah Ari berhasil menghubunginya. Maka ketika polisi sudah datang, Kapten segera membawa mereka menuju menara untuk menyelamatkan. Namun Kapten tidak langsung muncul karena ia akan langsung di tembak. Sehingga Karto menjadi geram, apalagi setelah Kapten berhasil memberitahu siapa pembunuh Johanes sebenarnya pada Maria, maka Maria pun marah dan membentur benturkan kepala Karto.

Melalui bantuan helicopter, Maria, Kiki dan Biran dapat di selamatkan, sementara itu Karto sendiri akhirnya tewas setelah jatuh dari atas menara sedangkan Jenasah Johanes yang tinggal tengkoraknya saja, akhirnya di lakukan penguburan yang di saksikan oleh para anggota poisi.

Posted in Resensi Film 70-90an | Tagged: , , , , , , , , , , , | 1 Comment »

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 2,367 other followers