Movie, Photography and Hobby

Indonesian Old Movie Lovers

Posts Tagged ‘Jamal Mirdad’

JAMAL MIRDAD DAN LIDYA KANDOU DALAM FILM RAMADHAN DAN RAMONA

Posted by jejakandromeda on July 18, 2012

JUDUL FILM                        : RAMADHAN DAN RAMONA

SUTRADARA                       : CHAERUL UMAM

CERITA                                  : ARIFIN C NOER

SKENARIO                           : PUTU WIJAYA

PRODUSER                          : ALEXANDER TEDJA

TAHUN PRODUKSI           : 1992

PRODUKSI                           : PT. CITRA WIWITAN FILM

JENIS                                     : FILM DRAMA

PEMAIN                              : LIDYA KANDOU, JAMAL MIRDAD, SILVANA HERMAN, LEROY OSMANI, AMAK BALJUN, AMI PRIYONO, DEDDY MIZWAR, HENGKY SOLAIMAN, HIM DAMSIK, LENNY MARLINA, NIA RANI, TUTY SUPRAPTO

SINOPSIS :

Ramadhan (Jamal Mirdad) seorang anak bangsawan dari Malaysia pergi ke Jakarta untuk menyelami dan merasakan hidup mandiri untuk mencari pengalaman dengan bekerja. Di tempat kerjanya ia berkenalan dengan Ramona (Lidya Kandou) seorang wanita yang cekatan namun tegas.  Di tempat kerjanya tersebut, Ramadhan bertugas melayani tamu yang ingin membeli pakaian, sementara itu Ramona terlibat konflik dengan Roy, anak pemilik toko tempat ia bekerja. Ramona tidak terima karena Roy telah menyia-nyiakan Ira sahabatnya yang dihamili oleh Roy. Untuk itulah ia meminta mama Roy agar Roy mau bertanggungjawab atas perlakuannya pada Ira.

Perkenalan Ramadhan dan Ramona langsung klik, Ramadhan langsung terkesan dengan Ramona, namun tak lama Ramona pindah kerja karena merasa tidak puas denga perlakuan bosnya. Ramona pindah kerja di hotel. Tanpa sengaja Ramadhan kembali bertemu Ramona dimana ia kerja.  Hubungan kedua insan ini pun terus berlanjut. Namun kerja di Hotel tidak membuat Ramona kerasan, ia kembali keluar dari pekerjaannya karena tidak cocok dengan bosnya yang mencintainya. Namun demikian hubungan Ramadhan dan Ramona makin akrab, walaupun Ramona sebenarnya menghindari laki-laki yang ingin mendekatinya termasuk Ramadhan, namun Ramadhan dengan gigih mengikuti kemanapun Ramona pergi. Pindah kerja dari hotel, Ramona mencoba menjadi kondektur bis, Ramadhanpun dibuat untuk terus membayangi kemanapun Ramona pergi, akibatnya ia sering bolos kerja, Ramadhan terkesan dengan kepribadian Ramona yang mau bekerja apa saja, tidak seperti cewek-cewek yang selama ini mengejarnya hanya ingin hartanya saja.

Ramadhan yang Ramona pikir adalah pemuda lugu dan sederhana, namun belakangan Ramona akhirnya tahu siapa Ramadhan sebenarnya dari Roy. Merasa telah di bohongi selama ini oleh Ramadhan, ia marah dan tidak mau bertemu kembai dengannya. Ramona bahkan mengaku sudah memiliki tunangan ketika ia bekerja di Cineplex. Belakangan di ketahui kalau tunangannya adalah bayaran Ramona agar Ramadhan cemburu. Tidak hanya sampai disini, Ramadhan gigih sekali untuk mencari keberadaan Ramona termasuk ketika Ramona sedang pergi kelombok dan pulau. Namun disana Ramadhan mendapati kalau Ramoda adalah perempuan yang berbeda. Ramona yang di lihatnya adalah Ramona yang anak orang kaya dan bukan anak orang miskin yang harus bekerja. Akhirnya Ramadhan tahu kalau Ramona pun ingin mencari jati dirinya.

Namun untuk menaklukkan hati Ramona harus di lakukan usaha keras, hingga akhirnya Ramadhan putus asa dan bermaksud pulang ke Malaysia. Namun tanpa di sengaja Ramona yang kebetulan mau pergi ke Lombok bertemu dengan Ramadhan. Keduanya pun terlibat obrolan serius yang masing-masing mempertahankan argumennya. Namun akhirnya meski a lot, keduanya berbaikan.

****

Ramadhan dan Ramona merupakan film terbaik FFI 1992. Di bawakan secara ringan dan unsure komedi, film ini mampu menghibur. Film ini juga di suguhin lagu-lagu yang di bawakan oleh Silvana Herman alias Ano dengan iringan piano yang berdenting sehingga penonton di bawa untuk terlena dalam dentingan Piano. Tercatat ada tiga lagu yang di bawakan oleh Ano.

Posted in Resensi Film 70-90an | Tagged: , , , , , , , , , , , , , | 1 Comment »

JAMAL MIRDAD & SUSAN ARYANI DALAM FILM ” RANJANG TAK BERTUAN”

Posted by jejakandromeda on June 8, 2011

JUDUL FILM                        : RANJANG TAK BERTUAN

SUTRADARA                       : SUSILO SWD

PRODUSER                          : TIEN ALI

CERITA                                  : TUA RAJA SIAHAAN

SKENARIO                           : TEGUH WALUYO SWN

PRODUKSI                           :  PT. CANCER MAS  FILM

TAHUN PRODUKSI           : 1988

JENIS                                     : FILM DRAMA

PEMAIN                               : SUSAN ARYANI, JOHAN SAIMIMA, JAMAL MIRDAD, AMINAH CENDRAKASIH, ARTHUR TOBING, CHERRY IVONE, SHERLY SARITA,

SINOPSIS :

Halimah atau Imah (Susan Aryani) pergi meninggalkan desanya untuk mengadu nasib di Jakarta. Meski kekasihnya Rengga (Jamal Mirdad) sudah melarangnya pergi ke Jakarta, namun karena Imah tidak mau menyusahkan dan memiliki impian untuk hidup yang lebih enak, akhirnya Rengga tidak bisa menahannya, dan hanya bisa mengantar Halimah hingga sampai bis kota.

Sesampai di Jakarta, Halimah langsung menuju ke rumah Ceu Sari temannya sekampung. Selama tinggal bersama Sari, Halima bingung karena tidak beraktivitas apa-apa sehingga perasaan tidak enak terhadap Sari pun ia ungkapkan. Halimah ingin segera mendapatkan pekerjaan. Sari pun meyakinkan pada Halimah kalau ia akan dengan mudah mendapatkan pekerjaan karena muka Halimah yang cantik. Akhirnya halimah di kenalkan pada Tante Susan  tempat Sari bekerja. Awalnya Halimah di tampung dengan baik di rumah tante tersebut yang sudah di anggap tante sendiri. Namun dibalik itu semua, mereka memiliki rencana terhadap Halima. Di dalam rumah tersebut, Tante Susan juga tinggal bersama anak buahnya Imron (Johan Saimima) sekaligus sebagai kekasihnya. Namun di balik itu Imron selain bersama Tante Susan juga menggauli Sari secara diam-diam. Sari pun akhirnya jatuh hati pada Imron.

Setelah perencanaan yang mereka buat matang, akhirnya Halimah di jual pada Pak Broto dengan tariff 5 juta untuk keperawanannya tanpa sepengetahuan Halimah. Niat Halimah semula adalah ingin menolong tante yang terjerat hutang pada Broto, namun akhirnya semua hanya siasat saja. Setelah keperawanannya terenggut, kepalang basah akhirnya Halimah menjadi pelacur di rumah tante. Halimah menjadi primadona baru yang membuat penghuni lain cemburu. Ada satu langganan tante yaitu om Johan (Arthur Tobing) yang selalu melakukan hubungan seks dengan kekerasan, namun Halimah mampu menaklukkannya bahkan menyadarkannya setelah tahu latar belakang Om Johan kenapa melakukan kekerasan.

Bahkan Om Johan jatuh cinta pada Halimah yang baik hati. Namun sayang cinta om Johan di tolak oleh Halimah.

******

Halimah akhirnya mengirim surat ke desa yang langsung di baca oleh Rengga. Meski tidak minta untuk datang ke Jakarta, namun Rengga akhirnya nekat ke Jakarta untuk mencari Halimah.  Sementara itu Halimah akhirnya di jual ke mucikari lain Gatot oleh Tante Susan, karena Halimah di tuduh telah menggoda Imron pacarnya.

Halimah pasrah, karena ia merasa telah menjadi budak Gatot. Sehingga apa yang disuruh Gatot, Halimah mau melakukannya, hanya satu syarat Halimah yaitu agar tidak diberitahukan kepada siapapun dimana Halimah tinggal.

Suatu malam, tapa sengaja Rengga yang telah sampai di Jakarta untuk mencari Halimah tiba-tiba melihatnya di sebuah warung. Setelah Rengga menyapa, Halimah pun dibuat kaget, namun ia merasa tidak mengenal Rengga. Meski Rengga yakin kalau itu adalah Halimah, namun ia tidak bisa berbuat apa-apa. Rengga tidak tinggal diam, keesokan harinya ia kembali ke warung tersebut dan kembali bertemu Halimah. Halimah tidak bisa mengelak, namun sayang , anak buah Gatot datang. Rengga ditusuk oleh anak buah Gatot. Halimah sendiri hanya membiarkan Rengga dalam keadaan terluka.

Akhirnya Halimah harus membayar mahal akan perbuatannya. Terjadi pendarahan beberapa kali dan berkembang isu kalau Halimah terkena sipilis sehingga tidak laku lagi dipelacuran. Akhirnya Halimah pulang ke desa. Namun malang, belum sampai kerumah ia menemui ajalnya ketika terjadi pendarahan hebat ketika sedang berjalan di  rel kereta api. Mayatnya di tutupi Koran begitu saja.

*****

Film ini memberikan pelajaran bahwa apapun alasannya, pelacuran memiliki resiko yang sangat tinggi untuk terkena penyakit.

 

 

Posted in Resensi Film 70-90an | Tagged: , , , , , , , , , , , , , | Leave a Comment »

JAMAL MIRDAD DALAM FILM “PANTANG MUNDUR”

Posted by jejakandromeda on May 3, 2011

JUDUL FILM        : PANTANG MUNDUR

SUTRADARA       : DASRI YACOB

PRODUKSI           : PT. INEM FILM

CERITA                  : MARLAN JASS

PRODUSER          :  SHONNY S

JENIS                     : FILM DRAMA LAGA

PEMAIN               : JAMAL MIRDAD, TANAKA, JOHAN SAIMIMA, HARRY CAPRI, YAN BASTIAN, YUYU YOHANA, NINA ANWAR

SINOPSIS :

Ganesha (Johan Saimima) dan istrinya yang sedang mengandung berkeliling, mengelilingi pantai setelah berbincang-bincang dengan seorang perwira polisi Bahrum (Yan Bastian). Ganesha adalah seorang lelaki yang selalu membela kebenaran. Ia bersama istrnya yang tengah hamil tua mendaratkan perahunya yang baru di pakai. Namun belum jauh ia berjalan, Ganesha di tembaki orang yang tidak dikenal hingga ia tewas. Istrinya yang sedang hamil berusaha menolong suaminya, namun tidak tertolong. Sementara istrinya sendiri akhirnya harus menemui ajal setelah melahirkan anaknya.

Mendengar tembakan-tembakan, Bahrum membawa anggotanya untuk menelusuri darimana asal tembakan. Ia mendapati Istri Ganesha telah melahirkan bayi laki-laki yang kemudian diangkat menjadi anaknya dan diberi nama Ganesha Junior.

Ganesha telah beranjak remaja. Ia kini sudah duduk dibangku SMA. Ganesha memiliki bakat menyanyi karena suaranya memang bagus. Sementara itu kakak Angkatnya Hari (Harry Capri) menyarankan Ganesha Jr untuk memiliki ilmu silat agar bisa jaga diri. Pendapat ini di benarkan oleh Bahrum ayah angkatnya yang kini telah pensiun. Mereka kuatir kalau-kalau musuh ayahnya akan membalas dendam pada Ganesha Jr.  Namun Ganesha tidak mengikuti sarannya, ia hanya percaya kalau Tuhan yang akan membantunya.

Sementara itu musuh-musuh ayah Ganesha masih berambisi untuk membalas dendam pada Ganesha Jr. Mereka merencanakan penculikan pada remaja yang panda menyanyi tersebut.

****

Ganesha yang telah beranjak remaja memiliki kedekatan dengan seorang gadis teman sekelasnya Lia (Ayu Yohana). Namun kedekatan Ganesha dengan Lia tidak di sukai oleh Ibu Lia, karena menganggap asal usul Ganesha yang tidak jelas. Meski Lia berusaha menjelaskan, namun ibunya tetap tidak menyetujuinya.

Suatu siang, seperti biasa Tineke (Tanaka) seorang lelaki bencong yang selalu menjemput Ganesha di dekati oleh seorang pria tampan. Dasar bencong, Tineke mau saja di ajak ke belakang, hasilnya ia di pukul, sementara tugas menjemput Ganesha pun gagal, karena orang tersebut ternyata adalah penculik Ganesha. Ganesha di culik dan di sekap. Namun ia berhasil meloloskan diri setelah para penculik memintanya menyanyi, dan Ganesha mengeluarkan teriakan yang dapat memekakan telinga. Ganesha lolos dan dapat kembali ke rumah, tepat di saat pentas music siang di sekolahnya. Namun disaat yang bersamaan Lia akhirnya di culik oleh penculik Ganesha.  Penculikan ini di lihat oleh bibi pembantu rumah Bahrum yang segera melaporkannya pada Bahrum yang sedang menyaksikan pentas music siang di sekolah.

Akhirnya Bahrum dan anaknya Hari serta pembantunya Tineke menyusun kekuatan untuk membebaskan Lia, kecuali Ganesha yang disuruh tinggal di rumah . Namun akhirnya Ganesha ikut menyusul mereka dengan motor ke rumah penculik. Hasilnya Ganesha  tertangkap dan kembali di ikat disatukan dengan Lia. Melalui pertarungan yang cukup kocak, akhirnya Ganesha dan Lia dapat di selamatkan.

*****

Pantang mundur merupakan film lanjutan film Ganesha (1983). Film ini cukup membingungkan dilihat dari genre film ini sendiri, karena terdapat nyanyian, perkelahian juga komedi. Film ini juga mengkombinasikan dengan tarian jaipongan.

Posted in Resensi Film 70-90an | Tagged: , , , , , , , , , | Leave a Comment »

JAMAL MIRDAD DALAM FILM “AIDS PHOBIA”

Posted by jejakandromeda on August 4, 2010

AIDS PHOBIA

JUDUL FILM        : AIDS PHOBIA

SUTRADARA       : ABENUDIN SE

KARYA                 : TUA RAJA RIAHAAN

PRODUKSI           : PT. INEM FILM

PRODUSER          : NY. LEONITA SUTOPO

TAHUN PROD    : 1986

JENIS                     : FILM DRAMA

PEMAIN               : ZAINAL ABIDIN, AMINAH CENDRAKASIH, JAMAL MIRDAD, ANWAR FUADY, REPPY ROMPIES, YAYUK SUSENO, GRACE SUWANDI,

SINOPSIS :

Film AIDS Phobia di produksi tahun 1986 ketika sedang gencar-gencarnya pemberitaan mengenai penyakit AIDS. Orang-orang yang mendengar kata AIDS langsung bergidik ngeri walaupun mereka tidak tahu apa artinya AIDS itu sendiri, sehingga isu AIDS yang di Koran-koran begitu ramai di bicarakan.

Adegan di buka dengan seorang wanita bernama Elly yang sedang menonton televise mengenai seorang pasien yang dianggap AIDS sehingga Elly merasa ngeri dan bergidik. Disinggung-singgung AIDS berasal dari Amerika, sehingga ketika esoknya Bapak Winata (Zainal Abidin) dan keluarganya pulang ke Indonesia, maka Elly dan Suprapti (Aminah Cenderakasih) serta anaknya bernama Anto ikut menjemput kepulangan keluarga Winata. Keluarga Winata tinggal di rumah Elly. Winata pulang dengan membawa empat anaknya yaitu Wati, Amalia, Andi dan Santy. Wati akhirnya berpacaran dengan Alfian (Jamal Mirdad) , sedangkan Amalia dimemiliki tunangan bernama Anto.

Selepas kepulangan dari Amerika, anak bungsu Winata yang bernama Santy Sakit keras. Hal ini langsung di hubung-hubungkan dengan AIDS yang dideritanya oleh Elly yang langsung menyebarkannya pada Suprapti. Suprapti adalah calon besan dari Winata karena Anto anak dari Suprapti telah di jodohkan dengan Amelia anak Winata. Namun mendengar penyakit AIDS yang diderita oleh Santy membuat Suprapti turut bergidik.  Bahkan akhirnya Suprapti menyuruh Anto untuk meninggalkan Amelia dengan alas an karena adiknya sedang sakit. Apalagi mereka baru datang dari Amerika, sehingga diduga kalau Santy terkena AIDS menurut dugaan Suprapti yang diperkuat oleh Elly, sehingga akhirnya Suprapti bermaksud untuk membatalkan pertunangan antara Anto dan Amelia.

Akhirnya Santy pun meninggal dengan tuduhan terkena Aids, walaupun diagnosa sebenarnya adalah terkena Leukemia.

****

Di kantor, Amelia tiba-tiba pingsan dan akhirnya dibawa kerumah sakit. Winata dan keluarganya menyusul kerumah sakit dan langsung masuk keruangan dokter yang sedang memeriksa Amelia.  Setelah melalui pemeriksaan yang intensif, akhirnya Amelia di diagnosis terkena kanker darah atau Leukemia. Leukemia terjadi biasanya karena factor keturunan. Apalagi setelah Winata mengetahui bahwa anak ke empatnya Santy juga meninggal akibat leukemia.

Elly dengan cepat mengabarkan kepada Suprapti kalau keluarga Winata datang membawa penyakit setelah kepulangannya dari Amerika. Kabar keluarga Winata terkena Aids cepat sekali menyebar bahkan teman-teman dan tetangga juga ikut menjauhi keluarga Winata termasuk Wati yang juga dijauhi oleh Alfian dan Rina Suwandi (Grace Suwandi) temannya.

Setelah mengetahui kalau Alfian dan Rina juga sempat menjauhi Wati, akhirnya Wati berusaha untuk mencari darimana sumber berita yang mengatakan kalau keluarganya terkena AIDS. Sementara itu Anto anak Suprapti bertekad akan menikahi Amalia dengan resiko apapun yang akan terjadi meski Suprapti menentangnya. Sementara itu Elly tante dari Amalia berkali-kali mengajak pacarnya untuk menikah, namun selalu saja menepisnya dengan berbagai alas an.

Akhirnya Elly kecelakaan ketika sedang jalan-jalan dengan pacarnya, dan mengakui semua kesalahannya pada Winata kalau dialah penyebar isu tentang keluarganya yang terkena AIDS.

Posted in Resensi Film 70-90an | Tagged: , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a Comment »

OBBIE MESAKH & CONNIE CONSTANTIA DALAM FILM “KAMUS CINTA SANG PRIMADONA”

Posted by jejakandromeda on January 5, 2010

JUDUL FILM        : KAMUS CINTA SANG PRIMADONA

SUTRADARA       : ABDI WIYONO

PRODUSER          : ANTON INDRACAYA

PRODUKSI           : PT. PANCARAN INDRA CINE FILM

TAHUN PROD    : 1988

JENIS                     : FILM REMAJA

PEMAIN               : TOMMY J PISA, CONNY CONSTANTIA, BETHARIA SONATA, RIA RESTY FAUZY, JAYANTI MANDASARI, JAMAL MIRDAD, YAYUK SUSENO, IDA KUSUMAH, ABDI WIYONO, SYLVANA HERMAN, OBBIE MESAKH, AGIL SYAHRIAL, GITO GILAS, UCI BING SLAMET, IYUT BING SLAMET

SINOPSIS :

Jimmy (Tommy  J Pisa) adalah seorang mahasiswa yang terkenal playboy di kampusnya. Ia memperebutkan seorang mahasiswi bernama Intan (Connie Constantia) dengan Rony (Agil Syahrial) untuk mendapatkan cintanya.  Jimmy dibuat penasaran dengan yang namanya Intan. Maka itu berbagai cara ia lakukan untuk dapat mendekatinya. Sementara dengan Rony, Jimmy bertaruh siapa yang bisa mendapatkan Intan.

Suatu hari ketika di kantin, Jimmy yang biasa ngutang dengan Ibu kantin dan anaknya Ning (Uci Bing Slamet) makan di kantinnya. Ketika sedang makan Ia melihat Intan datang untuk makan siang. Menu yang di pilihnya adalah hati, sementara menu pilihan Jimmy adalah Empal. Secara diam-diam Jimmy menukar hati Intan dengan empal yang sudah dimakannya. Tentu saja Intan kaget. Ketika mau membayar, Intan diberitahui oleh Ibu kantin kalau sudah dibayarkan oleh seorang pemuda. Dan pemuda itu menitipkan surat buatnya. Ketika membaca isi suratnya, Intan dibuat ingin muntah setelah tahu hatinya dig anti empal oleh Jimmy.

Intan akhirnya mengetahui siapa orang yang telah menukar makanannya. Jimmy pun dicuekin. Hal ini makin membuat Jimmy penasaran, dan akhirnya Jimmy memberanikan diri ke rumah Intan. Namun sesampai disana Jimmy melihat Rony. Dan Rony menyatakan taruhan kali ini sudah selesai karena terbukti Jimmy tidak bisa menarik perhatian Intan. Akhirnya Rony dan Intan pun pacaran. Sedangkan Intan akhirnya membenci Jimmy. Jimmy pun mencari jawabannya penyebab dari kebencian tersebut.

****

Pada Pesta ulang tahun Intan, Jimmy tidak diundang olehnya. Namun ia mempunyai rencana lain. Meski tidak diundang namun Jimmy tetap datang ke pesta  ulangtahun Intan. Tentu saja Intan marah, akhirnya Jimmy batal memberikan kado dan keluar menyendiri di taman. Sementara itu Intan dan Rony selesai pesta bertengkar karena Intan tidak suka Rony turut campur.  Pertengkaran Rony dan Intan didengar oleh Jimmy yang sedang duduk. Akhirnya Jimmy keluar dari duduknya dan menghampiri keduanya.  Akhirnya Ronny menganggap selesai dengan taruhan mereka, sementara Jimmy menganggap kalau dia masih belum menyerah.

Merasa cemburu, akhirnya Ronny menyuruh Linda temannya untuk memfitnah Jimmy dengan membuat surat atas nama Jimmy buat Intan. Setelah Intan membacanya ia marah pada Jimmy. Akhirnya Jimmy mencari tahu siapa biang keladinya.  Didepan kelas akhirnya Linda mengakui bahwa ia disuruh Rony.  Dan Intan yang saat itu ada akhirnya hanya bisa diam.  Dalam hati ia tetap membenci Jimmy.

Namun perburuan cinta Jimmy belum selesai. Ia dan kawan-kawannya merencanakan camping dan Intan pun Ikut. Ketika intan sedang menyendiri di bawah air terjun, Jimmy pun datang. Namun Intan tetap membencinya. Akhirnya Jimmy meninggalkan Intan, namun sebelumnya Intan mau ikut bersamanya untuk kembali.  Nasib sial menimpa keduanya. Mereka tersesat dalam hutan. Tapi inilah akhir kisahnya. Intan akhirnya mengakui kalau ia mencintai Jimmy setelah Jimmy jujur mengungkapkan apa adanya.

***

Kamus Cinta sang Primadona adalah sebuah film drama yang bertabur artis-artis penyanyi terkenal negeri ini. Meski tidak sedikit yang Cuma numpang lewat akan tetapi artis ini bertabur bintang. Secara keseluruhan sih ceritanya tidak begitu menyentuh, namun melihat penyanyi-penyanyi berakting rasanya kita sudah terhibur dengan film ini.

Posted in Resensi Film 70-90an | Tagged: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a Comment »

Nenek Lampir

Posted by jejakandromeda on April 8, 2009

Nenek Lampir

Nenek Lampir

Judul Film            : Nenek Lampir

Sutradara            : Bahrun Halilintar

Produksi              : Japos Film

Tahun Produksi : 1987

Pemain                 : Connie Sutedja, Joice Erna, Jamal Mirdad, Septian Dwi Cahyo, Zainal Abidin, Grace Suwandi, Lucy Susana.

Sinopsis :

Sejak kedatangan Nenek Rusmini (Connie Sutedja) keadaan rumah Erick (Septian Dwi Cahyo) timbul banyak keanehan. Nenek Rusmini yang biasanya ramah dan ceria berubah menjadi pendiam dan pandangannya tajam.  Keanehan sering terjadi di rumah tanpa di sadari oleh semua penghuni rumah tersebut. Dari Angin yang berdesis, Kran air nyala sendiri, maupun pintu yang diketuk tanpa tahu siapa yang mengetuk. Kedatangan nenek Rusmini kerumah Erick cucunya tersebut adalah untuk merayakan ulang tahunnya yang telah direncanakan.

Angga Pramudibya (Jamal Mirdad) adalah seorang penyanyi terkenal yang mempunyai kekasih bernama Riswanti cucu dari nenek Rusmini. Kedekatan dan kemesraan Angga dan Riswanti membuat cemburu Iwan temannya. Sehingga dalam suatu kesempatan Iwan berusaha memperkosa Riswanti dihadapan Angga dan teman-temannya. Disaat itulah muncul bayangan yang mencekik Iwan hingga mati seperti di terkam siluman. Luka dilehernya menganga.

Kejadian aneh ini membuat seorang wartawan bernama Andi berusaha mencari tahu tentang penyebab kematian Iwan, termasuk mencari keterangan dengan Angga Pramudibya. Anggapun ingat akan sosok makhluk yang telah membunuh Iwan seperti sosok neneknya Riswanti. Setelah mengetahui keterangan dari Angga, Andipun bergegas kerumah Riswanti. Kedatangan Andi dirumah Riswanti membuat nenek Rusmini tidak suka. Akhirnya Andipun harus bernasib sama dengan Iwan yang mati setelah dicekik oleh makhluk aneh tersebut. Wartawan Andi mempunyai luka yang sama dengan Iwan.

Melihat dua kematian yang sama, Angga akhirnya menyimpulkan kalau pembunuhnya sama. Melalui bosnya, Angga berusaha mencari seorang kyai yang dianggap bisa mengatasi pembunuhan tersebut, karena secara tidak langsung Angga juga ketakutan karena wartawan yang meninggal tersebut mendapatkan beritanya dari Andi.

****

Hingga saat ulang tahun pun tiba. Pak Dhe(Zainal Abidin) bersama istri datang kerumah Erick, namun perlakuan nenek Rusmin terlihat berbeda dan itu dirasakan sekali oleh Pak Dhe, sehingga Pak Dhe pun mengusulkan untuk mencari orang pintar yang mengerti makhluk halus. Dalam perayaan ulang tahun tersebut, nenek Rusmini mengundang orang-orang pilihannya.

Keanehan yang terjadi membuat penasaran Pak Dhe dan menyuruh Angga untuk menghubungi orang pintar. Ditengah perjalanan Angga di ganggu oleh nenek Rusmini yang tiba-tiba muncul di mobil dan kemudian menghilang lagi. Dengan alas an mau  pulang kerumah, Angga berkata pada  nenek Rusmini ketika Ia ditanya olehnya, akan tetapi alas an Angga sudah diketahui nenek Rusmini yang memang sudah tahu maksud kepergian Angga. Sementara nenek Rusmini tidak jadi mengikuti Angga dan kembali ke rumah tempat pesta ulang tahunnya setelah tamu-tamu khusus yang diundang sudah datang semua. Tamu-tamunya merasa aneh karena merasa tidak kenal dengan nenek Rusmini. Dalam bayangan samar, tamu-tamu khusus tersebut melihat bayangan Jamilah (Joice Erna)didalam tubuh nenek Rusmini yang mengundangnya. Mereka kaget ketika melihat Jamilah, namun Jamilah berubah sosok kembali menjadi nenek Rusmini.

Sementara itu Angga berhasil menemukan rumah seorang Kyai dan setelah menjelaskan maksud kedatangannya, akhirnya Pak Kyai memutuskan menyuruh Angga untuk pulang duluan, sedangkan Ia kemudian akan menyusul. Di pesta ulang tahun yang sedang berlangsung, tamu-tamu undangan khusus nenek Rusmini ditemani oleh wanita-wanita cantik yang sebenarnya jelmaan dari nenek Rusmini. Satu-persatu mereka dihabisi oleh wanita-wanita jelmaan nenek Rusmini yang sebenarnya adalah Jamilah yang menyamar. Jamilah menuntut balas pada mereka karena merekalah yang telah membuat kematian Jamilah. Setelah berhasil menghabisi satu persatu nyawa mereka untuk menuntut balas, akhirnya Jamilah keluar dari tubuh nenek Rusmini. Dan tersisalah tubuh nenek Rusmini yang kaku tidak bernyawa, karena memang ia sudah mati sejak di dalam kereta api menuju rumah Erick. Nenek Rusmini meninggal dicekik oleh Jamilah yang mati penasaran dan kemudian tubuhnya di pakai oleh Jamilah yang digunakan untuk menuntut balas atas perlakuan empat lelaki yang telah memperkosa dan membunuhnya.

Di akhir kisah, seperti biasa film-film setan Indonesia, akhirnya Jamilah ditaklukkan oleh seorang Kyai setelah terlebih dahulu harus beradu kesaktian.

Ada yang tertarik mau nonton?. Dengan judul Nenek Lampir, pasti orang akan teringat dengan serial Sandiwara Radio Misteri dari Gunung Merapi. Padahal ini tidak ada sangkut pautnya sama sekali. Terus di film tersebut yang dimaksud nenek lampir juga gak ada, karena tidak ada satupun yang memanggil atau dipanggil sebagai lampir…. Hehehe. Tapi lumayan lah

Posted in Resensi Film 70-90an | Tagged: , , , , , , , , , , | 2 Comments »

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 2,178 other followers