Posts Tagged ‘Flandy Limpele’
Posted by jejakandromeda on June 24, 2010
Adriyanti Firdasari tungal putri Indonesia langsung kandas di babak pertama setelah menyerah tiga set melawan Moon Hi Kim (KOR). Bertanding di lapangan 3 dengan dukungan penuh penonton Indonesia tidak dimanfaatkan Firda untuk bermain fokus, sehinga bola-bola Firda pun tidak terarah. Firdasari gagal melangkah ke babak 2 dengan 22-20, 14-21 dan 11-21. Namun kegagalan Firda tidak di ikuti oleh rekannya Maria Kristin Yulianti yang melaju ke babak berikutnya setelah mengandaskan permainan Anu Nieminen (FIN). Menghadapi pemain asal Finlandia, rupanya Maria dibuat kerepotan karena bola-bola yang di tempatkan NIeminen sangat bagus sehingga Maria cukup di buat repot untuk mengembalikan bola.
Di set pertama Maria nyaris tidak bisa mengungguli lawan, namun berkat kesabaran dan pengalaman yang dimiliki akhirnya di saat kedudukan 14-16, Maria akhirnya mampu mengejar ketertinggalan dengan 16-16 dan akhirnya mendahului Anu Nieminen dengan menutup set pertama 21-18. Memasuki set kedua, keadaan pun belum berubah. Maria gagal memberi tekanan dari awal permainan bahkan sempat ketinggalan 0-3. Namun lagi-lagi faktor pengalaman yang mampu membuat Maria bangkit dan set kedua di menangkan Maria dengan 21-16. Di babak kedua hari ini Maria akan bertemu rekan senegaranya Rosaria Yusfin Pungkasari untuk memperebutkan tiket perempat final.
Sementara itu tunggal putra Indonesia berhasil meloloskan wakilnya ke babak kedua setelah Sony Dwi Kuncoro, Simon Santoso, Andre Kurniawan Tedjono dan Taufik Hidayat berhasil mengalahkan lawan-lawannya. Hasil ini tentu saja memberi peluang Indonesia lebih terbuka untuk dapat meraih gelar dari sektor tunggal putra. Apalagi Bonsaak Ponsana di babak pertama juga langsung tumbang dari Wan Ho Shoon (KOR).
Hari ini pertandingan kejuaraan Djarum Indonesia Open Super Series akan di buka mulai pukul 14.00 WIB.
Posted in Bulutangkis | Tagged: Bulutangkis, Badminton, Taufik Hidayat, Vita Marissa, Lilyana Natsir, Sony Dwi Kuncoro, Flandy Limpele, Markis Kido, Hendra Setiawan, Hasil pertandingan Bulutangkis, Maria Kristin Yulianti, PBSI, Firdasari, Simon Santoso, Bona Septono, Nova Widianto/Lilyana Natsir, Adriyanti Firdasari, Super Series, Indonesia, BWF, Hendra A Gunawan, Shendy Puspa Irawati, Devin Lahardi/Lita Nurlita, Nitya Khrisinda Maheswari/Greysa Polii, Meiliana Jauhari, Djarum Indonesia Open Super Series 2010 | Leave a Comment »
Posted by jejakandromeda on June 23, 2010
Pemain pelapis tunggal putra Indonesia Dyonisius Hayom Rumbaka gagal mempersembahkan kemenangan setelah takluk dua set langsung dari unggulan utama Lee Chong Wei (MAS) dalam perebutan satu tiket ke babak kedua Djarum Indonesia Open Super Series 2010 yang berlangsung di stadion Istora Gelora Bung Karno Senayan Jakarta. Meski pekan lalu Hayom mampu memaksa Chong Wei ketika bertanding di babak kedua Singapore Super Series, namun kali ini bermain di depan publik sendiri, Hayom tidak mampu bermain maksimal sehingga harus takluk dari pemain Malaysia tersebut.
Di set pertama, tanpa memberikan perlawanan yang berarti, Hayom dengan mudah dihempaskan oleh Lee CHong Wei. Hasil akhir dari pertandingan ini adalah 21-10 dan 21-14 untuk kemenangan Lee Chong Wei sekaligus menutup jalan Hayom untuk dapat melangkah ke babak kedua. Kekalahan ini menyusul pendahulunya pasangan ganda campuran gado-gado Flandy Limpele/Lotte Jonathans (INA/USA) yang terlebih dahulu kalah dari pasangan Patipat Chalardchaleam/Savetree Amitapai (THA) dengan kekalahan 22-20, 17-21 dan 15-21.
Sementara itu Indonesia sudah meloloskan tiga wakilnya di nomor tunggal putri kebabak kedua melalui Maria Febe Kusumastuti, Rosaria Yusfin Pungkasari, dan Linda Weni fanetri. Maria Febe Kusumastuti melangkah ke babak kedua setelah menaklukkan Charmaine Reid (CAN) dengan 21-19 dan 21-5, sementara Rosaria Yusfin Pungkasari mengandaskan Tzu Ying Tai (TPE) finalis Singapore Super Series 2010 dengan 14-21, 21-17 dan 21-15. Tunggal putri Indonesia lainnya yang telah lolos ke babak kedua adalah Linda Weni Fanetri, pemain yang sempat menjadi tim Uber Cup Indoesia tersebut melangkah ke babak 2 setelah menunddukkan Jeanine Cicognini (SUI) dengan 21-14 dan 21-13.
Tunggal putri Indonesia lainnya Maria Kristin Yulianti dan Adriyanti Firdasari di jadwalkan baru bertanding nanti malam pukul 7 WIB, juga masih akan bertanding di jam yang sama Taufik Hidayat yang akan berhadapan dengan Kashyap Parupalli (IND)
Di nomor ganda campuran, pasangan yang baru berpasangan Markis Kido/Lita Nurlita gagal ke babak kedua setelah di jegal langkahnya oleh unggulan ke 5 asal Korea Selatan Shin Baek Cheol/Lee Hyo Jung dengan kekalahan 18-21 dan 16-21.
Posted in Bulutangkis | Tagged: Bulutangkis, Olahraga, Badminton, Taufik Hidayat, Lilyana Natsir, Sony Dwi Kuncoro, Flandy Limpele, Markis Kido, Hendra Setiawan, Hasil pertandingan Bulutangkis, Maria Kristin Yulianti, PBSI, Firdasari, Simon Santoso, Pia Zebadiah, Adriyanti Firdasari, Super Series, Lee Chong Wei, Hendra A Gunawan, Shendy Puspa Irawati, M. Ahsan/Bona Septono, Devin Lahardi/Lita Nurlita, Nitya Khrisinda Maheswari/Greysa Polii, Meiliana Jauhari, Resensi Film Jadul | Leave a Comment »
Posted by jejakandromeda on June 18, 2010
Indonesia meloloskan empat nomor ganda ke semifinal turnamen Li Ning Singapore Super Series 2010 melalui nomor ganda putra Markis Kido/Hendra Setiawan, ganda putri melalui melalui Meiliana Jauhari/Greysa Polii dan ganda campuran Nova Widianto/Lilyana Natsir dan Hendra A Gunawan/Vita Marissa. Di nomor tunggal putra, Sony Dwi Kuncoro berhasil menekuk unggulan utama Lee Chong Wei (MAS) melalui pertandingan 3 set, sayang sekali keberhasilan Sony tidak diikuti tunggal putra Simon Santoso yang ditaklukkan Peter Heog Gade (DEN) juga dengan tiga set.
Pada partai ganda putra, Markis Kido/Hendra Setiawan berhasil melangkah ke semifinal setelah mengandaskan pemain tuan rumah Dany Bawa Chrisnanta/Chayut Triyachart dengan dua set langsung selama 30 menit dengan skor 21-17 dan 21-17. Selanjutnya di semifinal lawan Markis/Hendra adalah Chieh Min Fang/Sheng Mu Lee (TPE).
Indonesia juga meloloskan ganda putri Meiliana Jauhari/Greysia Polii ke semifinal setelah mengandaskan unggulan ke 7 asal Korea Jung Eun Ha/Kyung Eun Jung dengan rubber set. Meski kalah di set pertama, namun set kedua dan ketiga dimenangkan ganda Indonesia secara meyakinkan. Meiliana Jauhari/Greysia Polii menang dengan 13-21, 21-13 dan 21-11, selanjutnya di semifinal pasangan Indonesia tersebut akan ditantang Kim Min Jung/Lee Hyo Jung yang di perempat final berhasil menekuk Petya Nedelcheva/Anastasia Ruskikh dengan 20-22, 21-8, 21-16.
Di nomor ganda campuran, Indonesia berpeluang menciptakan All Indonesian final jika pemain-pemain Indonesia berhasil mengatasi lawan-lawannya di semifinal. Nova Widianto/lilyana Natsir yang berada di pul atas berhasil melaju ke semifinal setelah mengalahkan Rassmus Bonde/Christinna Pedersson (DEN) dengan tiga set. Di set pertama, permainan Nova widianto/Lilyana Natsir tidak berkembang sehingga dengan mudah dipatahkan oleh pemain Denmark dengan mudah dengan 10-21. Memasuki set kedua, di awal permainan Nova Widianto/Lilyana Natsir juga masih belum padu, namun akhirnya berkat kematangan yang dimiliki akhirnya Nova/Lilyana berhasil merebut set kedua dengan skor tipis 21-19. Memasuki set penentuan, Nova/Lilyana semakin percaya diri dan menutup dengan kemenangan 21-4. Selanjutnya lawan Nova/Lilyana adalah Hung Ling Chen/When Hsieh Cheng (TPE). Di pul bawah Hendra A Gunawan/Vita Marissa juga berhasil melangkah ke semifinal setelah mengalahkan Robert Blair/Gabriele White (ENG) dengan dua set langsung 22-20 dan 21-12. Selanjutnya lawan Hendra/Vita di semifinal adalah pasangan kuat Denmark Thomas Layborn/Kamilla Rytter Juhl yang di perempat final mengandaskan Diju V/Jwalla Gutta (IND) dengan 21-19 dan 21-16. Menghadapi pasangan Denmark, Hendra/Vita harus bermain lebih menyerang, karena seringkali permainan pemain Denmark tersebut merepotkan lawan, sehingga apabila berhasil mengatasinya maka diharapkan skenario untuk melihat all Indonesian final dapat terwujud.
Sementara itu nomor tunggal putra juga meloloskan satu wakilnya ke semifinal melalui Sony Dwi kuncoro yang berhasil mengandaskan permainan Lee Chong Wei (MAS) dengan tiga set. Di set pertama Sony kalah mudah dengan 7-21 karena mendapat tekanan-tekanan dari Chong Wei sehingga tidak mampu mengembangkan permainan. Memasuki set kedua akhirnya Sony mampu meraih angka dengan menutup kekemangan 21-19. Sedangkan di set penentuan keadaan berbalik, kali ini Sony yang memegang kendali dan menekan Chong Wei sehingga set ketiga ditutup dengan kemenangan 21-15 sekaligus membawa Sony ke semifinal.
Namun sayang sekali kemenangan Sony gagal di ikuti rekan senegaranya Simon Santoso. Simon Santoso kandas dari Peter Heog Gade (DEN) melalui pertandingan 3 set. Meski sempat unggul jauh di set ketiga, namun sayang sekali keadaan dapat berbalik dan Peter Gade mampu membalikan keadaan. Simon kandas dengan 21-17, 8-21 dan 17-21. Kegagalan yang sama juga di raih oleh ganda putri Shendy Puspa Irawaty/Nitya Khrisinda Maheswari setelah takluk dari Wen Hsing Cheng/Yu Chin Chien (TPE) dengan 10-21 dan 17-21.
Posted in Bulutangkis | Tagged: Adriyanti Firdasari, Alvent Yulianto, Badminton, Bulutangkis, Flandy Limpele, Greysia Polii, Hasil pertandingan Bulutangkis, Hendra A Gunawan, Hendra Setiawan, Indonesia, Lee Chong Wei, Li Ning Singapore Super Series 2010, M. Ahsan/Bona Septono, Maria Kristin Yulianti, Markis Kido/Hendra Setiawan, Meiliana Jauhari, Nitya Khrisinda Maheswari/Greysa Polii, Nova Widianto, Peter Heog Gade, Shendy Puspa Irawaty, Simon Santoso, Singapores Super Series 2010, Sony Dwi Kuncoro, Vita Marissa | Leave a Comment »
Posted by jejakandromeda on January 16, 2010
Alvent Yulianto/Hendra A Gunawan harus puas hingga perempat final turnamen Korea Super Series setelah di tundukkan dengan mudah di perempat final oleh pasangan Jepang Hiroyuki Endo/Yoshiteru Hirobe dengan hanya membutuhkan waktu 18 menit saja. Alvent/Hendra kalah dengan 14-21 dan 7-21. Dengan demikian kesempatan Indonesia untuk meraih gelar sudah pupus.
Namun demikian Indonesia masih menyisakan pasangan gado-gado Indonesia/TPE di nomor ganda campuran melalui Flandy Limpele/Wen Hsing Cheng yang berhasil melangkah ke semifinal setelah menundukkan Songphon Anugritayawon/Kuncala Voravicitcaikul (THA) dengan dua set langsung 21-18 dan 21-16. Di pertandingan sebelumnya pasangan Indonesia/TPE tersebut selalu bermain rubber set.
Lawan Flandy/Wen Hsing Cheng di semifinal adalah Jiaming Tao/Zhang Yawen (CHN). Menghadapi pasangan China tersebut tentu Flandy/Wen harus lebih merapatkan pertahanan lagi, karena perhatanan China lebih bagus. Namun demikian Flandy yang bermain Kidal juga kerapkali sulit diantisipasi bola-bolanya.
Sementara itu tuan rumah Korea dan China masih mendominasi turnamen ini.
Posted in Bulutangkis | Tagged: Alvent Yulianto, Badminton, BWF, Flandy Limpele, Hasil pertandingan Bulutangkis, Hendra A Gunawan, Hendra Setiawan, Korea Super Series 2010 | Leave a Comment »
Posted by jejakandromeda on January 15, 2010
Meski minim pemberitaan di media massa, turnamen pembuka di tahun 2010 Korea Super Series berlangsung cukup seru, apalagi pemain-pemain top China turut ambil bagian di turnamen pembuka ini. Namun turnamen yang berlangsung dari tanggal 12 – 17 Januari 2010 ini tidak di ikuti oleh pemain-pemain pelatnas. Indonesia tidak mengirimkan satu wakilpun di turnamen ini. Indonesia hanya di wakili oleh pemain-pemain profesional. Hanya ganda aputra Alvent Yulianto Candra/Hendra A Gunawan yang berasal dari Klub Jaya Raya dan Flandy Limpele yang bermain secara profesional. Flandy berpasangan dengan Wen Hsieh Cheng (TPE).
Indonesia lebih memfokuskan pada kualifikasi Piala Thomas dan Uber yang akan berlangsung di Thailand Februari mendatang. dan Final Piala Thomas dan Uber akan berlangsung di Kualalumpur bulan Mei mendatang.
Meski tanpa wakil dari pemain pelatnas, namun pemain Indonesia yang berlaga di Korea Super Series masih memberikan hasil yang gemilang, terbukti dengan melangkahnya mereka ke perempat final yang akan berlangsung hari ini. Di nomor ganda putra Alvent Yulianto Candra/Hendra A Gunawan melangkah ke perempat final setelah di babak pertama melibas Keniki Hayakawa/Kenta Kazuno (JPN) dengan 21-15 dan 21-13, sedangkan di babak kedua Alvent/Hendra menumbangkan pemain ulet Shongphon Anugritayawon/Sudket Prapkamol (THA) dengan permainan rubber set yang cukup menegangkan. Namun akhirnya berhasil di menangkan oleh Alvent/Hendra dengan 21-13, 26-28 dan 22-20. Di perempat final hari ini Alvent/Hendra akan di tantang Hiroyuki Endo/Yoshiteru Hirobe (JPN).
Sementara itu perjalanan Flandy Limpele/When Hsing Cheng di nomor ganda campuran di mulai dengan menumbangkan Kenta Kazuno/Reika Kakiiwa (JPN) di babak pertama dengan 19-21, 21-18 dan 21-14. Di babak selanjutnya pasangan yang baru berpasangan di dua turnamen ini setelah sebelumnya Flandy berganti-ganti pasangan, sebelum dengan When, Flandy sempat berpasangan dengan Anastasia Russikh (RUS) . Di babak kedua Flandy/When berhasil menumbangkan Chieh Min Fang/Pei Rong Wang (TPE) dengan 11-21, 21-15 dan 21-11. Di babak perempat final selanjutnya Flandy/When akan bertemu dengan unggulan ke 4 Songphon Anugritayawon/Kuncala Voravicitcaikul (THA). Peluang menghadapi Songphon/Kuncala masih fifty fifty mengingat pemain Thailand tersebut merupakan pemain kuat yang kerapkali merepotkan pemain Indonesia.
Sementara itu Pemain China masih mendominasi di turnamen ini.
Posted in Bulutangkis | Tagged: Alvent Yulianto, Anastasia Russikh, Badminton, Bulutangkis, Bulutangkis Indonesia, BWF, Flandy Limpele, Hasil pertandingan Bulutangkis, Hendra A Gunawan, Korea Super Series 2010 | Leave a Comment »
Posted by jejakandromeda on November 12, 2009
Hari kedua turnamen Hongkong Super Series 2009 di warnai dengan mulai bergugurannya pemain-pemain Indonesia. Pemain-pemain Indonesia dibuat tidak berdaya dalam perebutan meraih babak 16 besar. Di nomor tunggal putra, Indonesia hanya menyisakan Taufik Hidayat dan Simon Santoso yang pada hari ini harus berjuang untuk meraih tiket perempat final. Taufik Hidayat melangkah ke babak kedua setelah mengalahkan Eric Pang (NED) dengan 21-19 dan 21-15, sementara itu Simon Santoso menang WO atas Lee Tsun Seng (MAS). Namun sayang sekali kedua pemain Indonesia ini harus bertemu di babak kedua untuk meraih tiket perempat final.
Sementara itu Sony Dwi Kuncoro harus gagal melangkah ke babak kedua setelah di taklukkan pemain non unggulan Tanongsaak Saensomboonsok (THA) dengan rubber set. Kelihatan sekali jika Sony Dwi Kuncoro keteteran menghadapi Tanongsak. Di set pertama Sony di buat tak berdaya dengan 13-21. Memasuki set kedua Sony juga harus beberapa kali ketinggalan angka dari Tanongsak, namun set kedua dapat dimenangkan Sony dengan skor tipis 21-19. Memasuki set ketiga, kedudukan kembali di pegang oleh Tanongsak, dan set ketiga menjadi kunci kekalahan Sony dengan 16-21. Kegagalan yang sama juga di raih oleh pemain Djarum Andre Kurniawan Tedjono yang harus takluk dari unggulan ke 7 Tien Minh Nguyen (VIE) dengan 16-21 dan 15-21. Namun kegagalan dua tunggal putra dapat terobati dengan keberhasilan Dyonisius Hayom Rumbaka yang berhasil menaklukkan unggulan ke 8 Bonsaak Ponsana (THA) dengan straight set 22-20 dan 21-19. Dyonisius adalah pemain yang merangkak dari babak kualifikasi, sehingga kemenangan ini pun menjadi lebih berarti.
Tunggal Putri
Satu-satunya tunggal putri yang lolos ke babak kedua adalah Maria Febe Kusumastuti (CJ) setelah menaklukkan Xing Aiying (SIN) dengan 14-21, 21-14 dan 21-19. Keberhasilan pemain asal Club Djarum tersebut tidak diikuti oleh pemain pelatnas. Maria Kristin Yulianti dan Adriyanti Firdasari langsung tersingkir di babak pertama. Sementara itu Fransisca Ratnasari yang merangkak dari pemain kualifikasi juga harus tersingkir dari tangan Zhou Mi (HKG).
Maria Kristin Yulianti peraih medali perunggu olimpiade Beijing 2008 gagal melangkah ke babak kedua setelah takluk dari Salakjit Ponsana (THA) dengan rubber set. Di set pertama Maria mampu menang dengan 21-16, akan tetapi memasuki set kedua Salakjit yang juga kerap kali menyulitkan pemain China berhasil merebutnya dengan kedudukan 18-21. Memasuki set ketiga perolehan angkanya cukup ketat, namun Maria kurang tepat menempatkan bola sehingga set ketiga ditutup dengan 21-23 untuk kemenangan Salakjit. Tunggal putri Indonesia Lainnnya, Adriyanti Firdasari dibuat tidak berdaya dengan 10-21 dan 13-21 atas Wang Xin (CHN), Sedangkan Fransisca harus mengakui keunggulan Zhou Mi (HKG) dengan 19-21 dan 18-21.
Di nomor ganda putra Indonesia meloloskan empat wakilnya di babak kedua, setelah M. Ahsan/Bona Septono dan Flandy/Chandra Wijaya gagal melangkah ke babak kedua. Ke empat pasang pemain Indonesia yang lolos ke babak ke dua adalah Markis Kido/Hendra Setiawan, Luluk Hadiyanto/Joko Riyadi, Alvent Yulianto/Hendra A Gunawan dan Yonathan Suryatama Dasuki/Rian Sukmawan.
Jadwal pertandingan hari ini akan dimulai pukul 12.00 waktu setempat.
Posted in Bulutangkis | Tagged: Adriyanti Firdasari, Alvent Yulianto, Badminton, Bona Septono, Bulutangkis, Devin Lahardi/Lita Nurlita, Flandy Limpele, Fransisca Ratnasari, Hasil pertandingan Bulutangkis, Hendra Setiawan, Hongkong Super Series, Lilyana Natsir, Maria Kristin Yulianti, Markis Kido/Hendra Setiawan, Nova Widianto, Nova Widianto/Lilyana Natsir, PBSI, Prancis Super Series 2009, Simon Santoso, Sony Dwi Kuncoro, Taufik Hidayat, Vita Marissa | Leave a Comment »
Posted by jejakandromeda on November 11, 2009
Hongkong Super Series 2009 yang berlangsung sejak 9-15 November 2009 merupakan salah satu turnamen akhir tahun yang penuh bintang. Pemain-pemain Top dunia berlaga di turnamen ini. China mengeluarkan kekuatanya secara penuh, meski di ganda putra pasangan terkuat China mundur dari turnamen ini, akan tetapi Lin Dan merupakan daya tarik tersendiri di sektor tunggal putra. Sementara itu Korea Selatan yang sering kali absen di beberapa turnamen, kali ini juga memastikan diri menurunkan pemain-pemain kuatnya . Di Sektor tunggal putra Park Sung Hwan yang sering kali juga merepotkan pemain-pemain Indonesia, juga turut berlaga di turnamen ini menjadi unggulan ke 6. Sementara ganda putra Jung Jae Sung/Lee Yong Dae juga memastikan diri di turnamen ini. Pasangan ganda putra terkuat Korea tersebut seringkali mempecundangi ganda terkuat Indonesia Markis Kido/Hendra Setiawan. Sementara di sektor ganda campuran Lee Yong Dae/Lee Hyo Jung juga turut ambil bagian di turnamen ini. Pasangan ganda campuran Korea tersebut terkenal memiliki stamina yang kuat, terutama Lee Yong Dae, meski bermain rangkap di nomor ganda putra dan ganda campuran, akan tetapi memiliki stamina yang bagus.
Sementara itu Lee Chong Wei (MAS) yang merupakan unggulan 1 juga turut ambil bagian di turnamen ini setelah di turnamen Denmark Super Series dan Prancis Super Series absen. Kehadiran Chong Wei tentu saja menambah semarak pertandingan ini, mengingat pemain-pemain kelas dunia hampir seluruhnya bermain, termasuk juga tunggal putra Indonesia non pelatnas Taufik Hidayat yang juga turut hadir di turnamen ini sebagai unggulan ke 5. Meski stamina dan pola permainan Taufik sudah menurun tajam, akan tetapi Taufik masih merupakan daya tarik tersendiri di turnamen ini.
Dinomor ganda campuran, Indonesia juga mengirimkan Nova Widianto/Lilyana Natsir yang akan segera di pisahkan pasca turnamen HOngkong Super Series. Namun demikian, keduanya tetap menjadi harapan Indonesia untuk meraih gelar. Di nomor tunggal putri, Maria Kristin Yulianti yang selama ini banyak di dera cedera, juga turut ambil bagian, meski saat ini Maria ranking dunianya terlempar cukup jauh ke posisi 76 akibat jarang bermain, namun di peringkat super series sendiri Maria berada di ranking 57 minggu ini.
Dari drawing yang ada, pemain-pemain Indonesia sudah harus saling bunuh di babak awal, terutama di nomor ganda putra dan ganda campuran. Bahkan di nomor ganda campuran, seluruh pemain Indonesia berada di satu pul, sehingga kesempatan untuk terjadi All Indonesian Final tidak pernah ada, sementara di nomor ganda putra, masih bernasib lebih baik, karena ada di dua pul, yaitu pul atas dan pul bawah masing-masing mewakilkan wakilnya.
Di hari pertama, pasangan ganda campuran Devin Lahardi/Lita Nurlita langsung terjungkal dari pasangan ganda campuran Chen Hung Ling/Chou Chia Chi (TPE) dengan skor tipis 21-23 dan 20-22. Sedangkan Nova/Lilyana melangkah ke babak kedua setelah mengalahkan Chen Zhiben/Zhao Yunlei (CHN) dengan 21-17 dan 21-12. Sementara itu nomor ganda campuran lainya, Hendra A GUnawan/Vita Marissa akan berhadapan dengan Frans Kurniawan/PIa Zebadiah di babak kedua. Jadwal pertandingan hari ini adalah mempertandingkan nomor ganda putra, ganda putri, tunggal putra dan tunggal putri.
Posted in Bulutangkis | Tagged: Adriyanti Firdasari, Alvent Yulianto, Badminton, Bulutangkis, BWF, Devin Lahardi/Lita Nurlita, Firdasari, Flandy Limpele, Hasil pertandingan Bulutangkis, Hendra Setiawan, Hongkong Super Series 2009, Lee Chong Wei, Lilyana Natsir, M. Ahsan/Bona Septono, Maria Kristin, Maria Kristin Yulianti, Markis Kido, Markis Kido/Hendra Setiawan, Nitya Khrisinda Maheswari/Greysa Polii, Nova Widianto, Nova Widianto/Lilyana Natsir, Olahraga, PBSI, Pia Zebadiah, Simon Santoso, Sony Dwi Kuncoro, Super Series, Taufik Hidayat, Vita Marissa | Leave a Comment »
Posted by jejakandromeda on October 29, 2009
Pasca Denmark Super Series 2009 pekan lalu dimana Indonesia hanya meraih satu gelar melalui tunggal putra Simon Santoso, kini pemain-pemain Indonesia yang sebelumnya juga tampil di Denmark Super Series kembali berlaga di Prancis Super Series. Di Prancis Super Series 2009 ini tantangannya lebih besar karena pemain-pemain top China juga hadir dan berlaga di sini. Pemain sekelas Lin Dan, Bao Chun Lai, juga tunggal putri semacam Lu Lan yang permainannya sudah menurun juga turut ambil bagian di turnamen ini.
Bagi Indonesia ini merupakan tantangan tersendiri, mengingat turunnya pemain-pemain China otomatis membuat kejuaraan ini makin bergengsi karena tantangan yang dihadapi juga semakin besar. Namun sayang sekali, Korea kembali absen di turnamen ini.
Di tunggal putra, Lin Dan di unggulkan di tempat pertama di tempel oleh Peter Heog Gade (DEN) dan Chen Jin (CHN). Sedangkan di bagian putri Wang Lin (CHN) pemain muda China menjadi unggulan pertama di susul oleh Zhou Mi (HKG) yang merupakan pemain senior asal China. Di hari pertama kejuaraan Prancis Super Series, pemain-pemain Indonesia masih belum menemui hambatan yang cukup berarti. Firdasari ditunggal putri berhasil melangkah ke babak kedua setelah mengalahkan Larisa Griga (UKR) dengan dua set langsung 21-16 dan 21-16, namun sayang sekali langkah Firda kembali menemui hambatan setelah di babak kedua harus kembali bertemu dengan Tine Rasmussen (DEN) yang pekan lalu mengalahkannnya di perempat final Denmark Super Series. Sedangkan di nomor tunggal putra, Sony Dwi Kuncoro, Taufik Hidayat dan Simon Santoso juga melangkah ke babak kedua.
Posted in Bulutangkis | Tagged: Adriyanti Firdasari, Badminton, Bulutangkis, Devin Lahardi/Lita Nurlita, Flandy Limpele, Hasil pertandingan Bulutangkis, Hendra Setiawan, Lilyana Natsir, Maria Kristin Yulianti, Nova Widianto/Lilyana Natsir, PBSI, Simon Santoso, Sony Dwi Kuncoro, Taufik Hidayat, Vita Marissa | Leave a Comment »
Posted by jejakandromeda on June 7, 2009
Kejuaraan Super Series pasca perebutan Piala Sudirman 2009 pertama adalah Aviva Singapore Open Super Series 2009 yang akan berlangsung pekan depan dari tanggal 9 – 14 Juni 2009 sebagai ajang Super Series pertama setelah perebutan Piala Sudirman yang kembali bertahan di China. Singapore Super Series sekaligus sebagai pemanasan bagi pemain-pemain Indonesia untuk mempersiapkan diri pada kejuaraan pekan berikutnya Djarum Indonesia Open Super Series 2009 yang berlangsung di Jakarta. Sebagai ajang pemanasan namun juga sebagai ajang pembuktian bagi pemain-pemain Indonesia untuk dapat meraih gelar di Singapura. Dari lima nomor yang dipertandingkan, sayang sekali Taufik Hidayat yang sudah tidak bermain di pelatnas, absen di Singapura Super Series. Taufik kemungkinan akan lebih memfokuskan diri untuk dapat bermain di Indonesia Super Series.
Sementara dari Indonesia sendiri, pada kejuaraan Singapore Super Series 2009 in menurunkan pemain terbaiknya meski tidak turun dengan kekuatan penuh, akan tetapi menempatkan beberapa wakilnya. Untuk pemain-pemain pelapis tidak diturunkan di Singapura karena lebih di fokuskan pada Djarum Indonesia Open Super Series 2009 yang akan berlangsung dari tanggal 16 – 21 Juni 2009.
Ditunggal putra, Indonesia menurunkan Sony Dwi Kuncoro dan Simon Santoso. Keduanya berada di pul bawah yang kemungkinan bertemu dapat terjadi di semifinal. Sony Dwi Kuncoro yang diunggulkan di tempat ke 3 kemungkinan akan melangkah mulus hingga perempat final. Di perempat final Sony baru akan menemui lawan yang cukup ulet yang kemungkinan akan kembali bertemu dengan Park Sung Hwan (KOR). Park Sung Hwan terakhir bertemu di semifinal piala Sudirman dimana Sony Dwi Kuncoro menang dengan harus bersusah payah dalam pertandingan 3 set. Sung Hwan juga pernah mempecundangi Sony di semifinal Piala Thomas 2008 silam dimana Sony harus kalah yang cukup menyakitkan bagi kubu Indonesia. Sementara Simon Santoso juga berpeluang ke perempat final dan baru menemui lawan tangguh Peter Heog Gade (DEN). Jika Simon mampu menghadapi Peter, maka peluang untuk berhadapan dengan Sony di semifinal pun terbuka lebar. Unggulan pertama tetap dimiliki Lee Chong Wei (MAS) yang berada di pul atas. jika skenarionya lancar, maka Sony dapat kembali bertemu Lee Chong Wei di final.
Ditunggal putri, satu-satunya wakil Indonesia Adriyanti Firdasari di babak kedua akan menemui lawan ulet Saina Nehwal (IND). Firda yang tampil tanpa didampingi pemain Indonesia lainnya Maria Kristin yang sedang cedera, memiliki jalan terjal yang harus dilalui. Firda kemungkinan hanya akan melangkah hingga ke perempat final. Pemain Indonesia lainnya Pia Zebadiah yang saat ini bermain di nomor ganda juga tidak bermain di Singapura Super Series. Kita lihat saja apakah di Djarum Indonesia Super Series akan diturunkan atau tidak.
Nomor ganda putra merupakan nomor yang diharapkan meraih tiket final di Singapore Super Series 2009. Ganda putra Markis Kido/Hendra Setiawan menempati unggulan pertama di prediksi akan melangkah mulus hingga ke semifinal. Di semifinal baru menemui hambatan dengan pemain kuat China Fu Haifeng/Cai Yun. Namun pemain Indonesia lainnya Rian Sukmawan/Yonathan Suryatama Dasuki yang juga turun di Singapore Super Series , berpeluang menekuk pemain China sebelum sampai ke semifinal. Rian/Yonathan berpeluang menekuk pemain China di perempat final jika saja mampu menghadapi hadangan di babak pertama dan kedua. Sedangkan di pul bawah, Indonesia menempatkan M. Ahsan/Bona Septono. M. Ahsan/Bona yang biasanya bermain agresif kemungkinan akan melangkah hingga semifinal.
Sementara itu ganda putri Indonesia menurunkan pasangan Shendy Puspa Irawati/Meiliana Jauhari yang menempati unggulan ke 7 dan Nitya Khrisinda Maheswari/Greysa Polii. Shendy/Mei diprediksi mampu melewati rintangan hingga ke semifinal. Disemifinal tembok China sudah menunggu apakah itu Cheng Zhu/Zhao Yun Lei maupun Zhang Yawen/Zhao Tingting. Sedangkan pasangan ganda putri lainnya Nitya Krishina Maheswari/Greysa Polii kemungkinan juga akan melangkah mulus hingga ke perempat final sebelum bertemu dengan unggulan nomor satu Eei Hui Chin/Wong Pei Tty (MAS).
Nomor ganda campuran, Indonesia tetap menumpukan harapannya pasa pasangan Nova Widianto/Lilyana Natsir. Disamping juga ganda campuran lainnya Devin Lahardi/Lita Nurlita yang juga akan bermain di Singapore Super Series. Namun peta kekuatan ganda campuran yang kiat merata juga sulit diprediksi apakah Nova/Lily mampu meraih gelar di Singapura atau tidak. Pertandingan sesungguhnya akan terjadi di pul atas saat perempat final yang kemungkinan akan mempertemukan Nova/Lily dengan Chen Xu/Zhao Yunlei yang meski pemain usia muda dan relatif baru bermain di kancah Internasional, akan tetapi hasilnya memang luar biasa. Nova/Lily yang performancenya mulai menurun kemungkinan akan kesulitan saat menghadapi pemain China tersebut. Sedangkan Devin/lita meski tidak sekuat Nova/lily akan tetapi dengan semangatnya yang cukup tinggi kemungkinan akan melangkah hingga perempat final sebelum bertemu dengan pemain kuat China Zheng Bo/Ma Jin. Pemain Indonesia lainnya Flandy Limpele kali ini kembali berpasangan dengan Anastasia Russikh (RUS) setelah sebelumnya pernah kembali berpasangan dengan Vita Marissa. Namun sayang sekali Vita tidak main di Singapura.
Dari kelima nomor yang dipertandingkan, Indonesia berpeluang meraih gelar di nomor ganda putra, ganda campuran dan ditunggal putra. Mudah-mudahan saja hasilnya memuaskan.
Posted in Bulutangkis | Tagged: Adriyanti Firdasari, Aviva Singapore Super Series 2009, Bulutangkis, Devin Lahardi/Lita Nurlita, Flandy Limpele, Hasil Drawing Singapore Super Series 2009, Hasil pertandingan Bulutangkis, Hendra Setiawan, M. Ahsan/Bona Septono, Markis Kido, Nova Widianto/Lilyana Natsir, PBSI, Pia Zebadiah, Simon Santoso, Singapura Open 2009, Singapura Super Series, Sony Dwi Kuncoro, Taufik Hidayat | 1 Comment »
Posted by jejakandromeda on March 30, 2009
Indonesia patut berterima kasih pada Taufik Hidayat maupun Flandy Limpele/Vita Marissa karena berhasil meraih gelar di India Open 2009. Di ajang Yonex Sunrise India Open 2009 baik Taufik Hidayat maupun pasangan ganda campuran Flandy Limpele/Vita Marissa keduanya membawa pulang gelar. Meski mereka telah bermain secara professional, akan tetapi gelar ini sekaligus menjadi pengobat rindu akan gelar yang akhir-akhir ini sangat minim diraih oleh Indonesia, apalagi pasca China keluar kandang.
Kekisruhan ditubuh PBSI terhadap pemain juga menjadi salah satu faktor merosotnya prestasi pemain pelatnas. Dan di India Open 2009, kembali pemain non pelatnas menjadi kampiun. Sungguh ironis sebenarnya, akan tetapi apa mau dikata, yang penting mereka tetap membela nama Indonesia dan tidak tertarik bermain atas nama negeri asing. Perolehan ini tentu menjadi semacam harapan baru bagi publik Indonesia untuk tidak hanya berharap dari pemain pelatnas saja meraih gelar, akan tetapi pemain non pelatnas juga tidak kalah bersaing.
Taufik Hidayat berhasil menambah koleksi gelar setelah di final India terbuka 2009 ini berhasil menumbangkan pemain Malaysia M. Hafiz Hashim dengan straight set. Di set pertama Taufik Hidayat yang di unggulkan ditempat kedua berhasil menutup kemenangan dengan 21-18. Memasuki set kedua, meski perolehan angka Taufik selalu memimpin akan tetapi di poin kritis, Taufik sempat ketinggalan 17-19,hingga akhirnya Taufik mengunci permainan Hafiz Hashim sekaligus menjadi juara dengan 21-19.
Sukses yang sama diraih pemain ganda campuran Flandy Limpele/Vita Marissa yang berhasil menaklukkan pemain tuan rumah Diju V/Jwala Gutta dengan straight set. Meraih dukungan penuh dari public India, pemain tuan rumah tidak mampu memanfaatkan dukungan tersebut, dan memang secara kelas permainan pemain India tersebut masih di bawah pasangan Indonesia. Flandy/Vita setelah berpisah cukup lama, akhirnya menjadi juara dengan 21-14 dan 21-17.
Kesuksesan dua pemain Indonesia tersebut gagal di ikuti oleh ganda putrid non pelatnas Vita Marissa/Nadya Melati. Vita/Nadya harus tumbang dari pasangan muda China Ma Jin/Wang Xiaoli dengan dua set langsung. Vita/Nadya takluk dengan 14-21 dan 13-21.
Di nomor ganda putra Lee Wan Wah/Chong Tan Fook (MAS) berhasil meraih juara setelah mengandaskan pemain Singapura Hendri Kurniawan Saputra/Hendra Wijaya dengan 21-9 dan 21-11. Sedangkan di nomor tunggal putrid, Pi Hongyan (FRA) menjadi juara di India Open setelah menaklukkan Wong Pei Xia Julia (MAS) dengan rubber set 17-21, 21-15 dan 21-14.
Posted in Bulutangkis | Tagged: Badminton, Bulutangkis, BWF, Flandy Limpele, Hasil pertandingan Bulutangkis, India Open, India Terbuka, PBSI, Result Final India Open, Result India Open, Taufik Hidayat, Vita Marissa, Yonex Sunrise India Open 2009 | 2 Comments »