Movie, Photography and Hobby

Indonesian Old Movie Lovers

Posts Tagged ‘FIlm Komedi’

BENYAMIN S DALAM FILM ” BETTY BENCONG SLEBOR”

Posted by jejakandromeda on April 26, 2011

JUDUL FILM        : BETTY BENCONG SLEBOR

SUTRADARA       : BENYAMIN S

PRODUKSI           : PT. SAPTA YANUAR   FILM

CERITA                  : BENYAMIN S

SKENARIO           : BENYAMIN S

PRODUSER          :  ABD. MADJID SH

TAHUN PROD    : 1978

JENIS                     : FILM KOMEDI

PEMAIN               : BENYAMIN S, H BOKIR, ELVIE SUKAESIH, AMINAH CENDRAKASIH, H MANSYUR SYAH, NASIR

SINOPSIS :

Betty (Benyamin S) melamar sebagai pembantu di kediaman Bokir (Bokir) yang langsung di terima oleh istrinya (Aminah Cendrakasih) dengan baik. Bagi Istri Bokir, kedatangan Betty dianggap bisa membantu pekerjaannya dan tidak membuat sakit hati, namun bagi Bokir suaminya, kedatangan Betty sebagai pembantu dirumah tersebut disambut tidak gembira. Karena kelakuan bencong dianggap tidak disukai Bokir, apalagi kerapkali pembantu-pembantu Bokir keluar karena tidak betah digoda oleh Bokir. Sehingga antara istri dan suami Bokir menjadi tidak sepaham dengan keberadaan Betty dirumah tersebut.

Bokir adalah seorang produser rekaman, sedangkan istrinya dirumah saja. Selain Betty yang menjadi pembantu rumah tangga, terdapat pula Nasir, pembantu Bokir yang telah lebih dulu mengabdi padanya. Istri Bokir yang selalu membela Betty, memberi kebebasan pada pembantunya, sehingga kadang-kadang mereka juga keluar malam untuk menyaksikan pertunjukkan dangdut. Bahkan suatu ketika Betty pernah ketangkap polisi gara-gara ia dituduh sebagai penjaja seks, setelah Betty dan Nasir habis dari pertunjukkan dangdut.

Perlakuan Bokir terhadap Bettya  juga seenaknya, karena itu suatu ketika ketika mobilnya mogok, maka Bettylah yang disuruh mendorongnya, namun ketika mesin telah berhasil dinyalakan, Bokir meninggalkan Betty begitu saja. Meski berhasil pulang kerumah, namun kebebasan Betty dan Nasir yang juga keluar malam, akhirnya membuat bokir marah. Mereka berdua akhirnya di usir dari rumah Bokir.

****

Sementara itu rekaman Elvi Sukaesih merupakan ladang bagi Bokir. Seorang pencipta lagu, Mansyur (Mansyur Syah) menjual lagunya pada Bokir namun di hargain dengan sangat murah. Sehingga ketika Bokir menyuruh Mansyur untuk menyerahkan kado ulang tahun dari Bokir pada Elvie, Surat yang ada di dalam kado di buang begitu saja oleh Mansyur sehingga seolah-olah kalau kado itu adalah pemberian dari Mansyur. Mansyur kesal karena Bokir begitu murah membayar lagunya.

Ketika Elvie dan Mansyur sedang berbincang-bincang, tiba-tiba datanglah pengamen, Betty dan Nasir. Karena suaranya, akhirnya setelah menjelaskan kalau Betty mencari kerja, Elvie mau menampung mereka untuk bekerja padanya termasuk juga dengan Nasir, meskipun pada awalnya Mansyur tidak setuju.  Betty dan Nasir bekerja pada Elvie Sukaesih.

Sementara itu, karena cintanya Bokir pada salah satu penyanyinya Elvie Sukaesih, membuatnya ingin menikahinya. Melalui Mansyur, Bokir menyerahkan uang 10jt untuk keperluan pernikahan. Namun Setelah menerima uang 10jt, Mansyur memberitahukan pada Elvie bahwa Bokir mau menikahinya. Mansyur menyampaikan rencananya pada Elvie untuk pernikahannya dengan Bokir. Meski awalnya Elvie menolak namun akhirnya ia menyetujui rencana Mansyur.

Maka hari H yang telah ditunggu-tunggu pun hadir. Bokir sangat bahagia karena akan menikahi Elvie. Mempelai wanitapun sudah berada di sampingnya. Pertunjukkan tarian pun di mulai. Namun akhirnya Bokir kaget setelah melihat Elvie tidak berada di sampingnya, ia melihat Elvie diantara kerumunan para tamu undangan. Lebih kaget lagi setelah Istrinya juga datang ke pesta tersebut. Akhirnya Bokir tahu kalau itu adalah rencana Elvie. Jadi siapa wanita yang ada disamping Bokir? Setelah di buka ternyata wanita tersebut adalah Betty…

Posted in Resensi Film 70-90an | Tagged: , , , , , , , , , | Leave a Comment »

JAJA MIHARJA DALAM FILM ” MEMBLE TAPI KECE “

Posted by jejakandromeda on March 27, 2011

JUDUL FILM        : MEMBLE TAPI KECE

SUTRADARA       : NAWI ISMAIL

PRODUKSI           : PT. HARGULIN FILM

SKENARIO           : NAWI ISMAIL

PRODUSER          :  HARYADI SISWANTO

TAHUN PROD    : 1986

JENIS                     : FILM KOMEDI

PEMAIN               : JAJA MIHARJA, HETTY KOES ENDANG, EMILIA CONTESSA, WOLLY SUTINAH,  URIP ARPHAN, DOYOK

SINOPSIS :

Mirja (Jaja Miharja) adalah seorang penghayal besar. Kerap kali menonton televisi di kelurahan yang menayangkan penyanyi-penyanyi membuat Mirja berkhayal untuk menjadi penyanyi terkenal seperti di film-film. Kelakuan Mirja yang kerjaanya mengkhayal kerap membuat orang tuanya kesal. Apalagi Mirja tidak memiliki pekerjaan sehingga kerjaannya hanya lontang lantung bahkan tak jarang siang hari di jadikan malam dan sebaliknya malam hari Mirja kerjaannya begadang.

Mirja juga berkhayal menjadi penyanyi terkenal dengan rekaman bersama penyanyi terkenal Hetty Koes Endang, lagu-lagunya yang bergenre dangdut laris manis di pasaran, sehingga kemanapun ia pergi menjadi serbuan penggemar bersama Hetty.  Mirja juga berhasil membuat kedua orang tuanya senang karena ia dapat membeli rumah dan membahagiakan orangtuanya dari hasil menyanyi, namun lagi-lagi semua hanya khayalan Mirja saja.

Kemudian Mirja juga berkhayal untuk dapat menjadi pacar seorang gadis cantik Ayuningsih (Emillia Contessa), namun sayang cinta Mirja bertepuk sebelah tangan. Ia di tolak oleh Ayu. Usaha Mirja untuk mengejar cinta dan juga cita-cita selalu gagal, sehingga akhirnya ia terdampar pada seorang dukun (Doyok). Mirja ingin agar usahanya dalam menggaet wanita lancar.  Ia meminta dukun untuk dapat melancarkan keinginan . Salah satu saran yang di berikaadalah agar Mirja bersemadi di kuburan wanita yang mati pada malam Jumat Kliwon. Mirja juga diberi saran agar ia mencuri sepasang celana dalam dan kutang wanita sebanyak 21 pasang.

Dasar Mirja yang sudah tidak punya pendirian, akhirnya ia tergiur dengan saran dukun. Mulailah ia mencuri celana dalam celana dalam dan juga kutang dari jemuran warga. Kemudian disimpan di bawah kasur. Pada saat terakhir ketika syarat yang di sampaikan dukun hampir selesai, justru Mirja tertangkap oleh Massa karena kepergok sedang mencuri celana dalam wanita yang ternyata adalah milik bencong. Mirja tertangkap berkat bantuan Anjing. Akhirnya Mirja di jebloskan ke penjara. Di dalam penjara ia di pukuli oleh wanita yang mirip ibunya. Dan ternyata Mirja hanyalah mimpi saja.

****

Memble tapi kece merupakan slogan anak muda jaman 80an.  Film ini merupaka film musical dimana banyak lagu-lagu yang diselipkan didalam film tersebut yang di nyanyikan oleh Jaja Miharja maupun Hetty Koes Endang.

Posted in Resensi Film 70-90an | Tagged: , , , , , , , , , , , | Leave a Comment »

NANI WIJAYA DALAM FILM “GARA-GARA JANDA KAYA “

Posted by jejakandromeda on March 14, 2011

JUDUL FILM        : GARA GARA JANDAKAYA

SUTRADARA       : AZWAR AN

PRODUKSI           : PT. SAFARI SINAR SAKTI FILM

CERITA                  : LUKMANTORO DW

PRODUSER          :  BUTJUK S

TAHUN PROD    : 1977

JENIS                     : FILM DRAMA KOMEDI

PEMAIN               : NANI WIJAYA, ENNY HARYONO, CAHYONO, MARULI SITOMPUL, NENNY TRIYANA, SUBUR, DIDU, MENZANO

SINOPSIS :

Film Gara-gara janda kaya merupakan film yang mengambil setting di Madura. Tidak hanya mengandalkan cerita film saja, film ini juga mengangkat kebudayaan masyarakat Madura yaitu Karapan sapi dan beberapa tarian daerah. Film ini diramu secara komedi sehingga tidak membuat bosan dan jenuh penonton.

******

Sumaidah (Nani Wijaya) seorang janda kaya dari Jakarta bersama anaknya Enny (Enny Haryono) pindah ke kampung untuk tinggal bersama kakaknya Qodir. Di dalam perjalanan, mobil tua yang ia tumpangi yang di sopiri oleh Cahyono (Cahyono) mogok dan harus meminta pertolongan pada anak-anak yang sedang main bola. Sesampai di tempat tujuan, mobil tua yang ia tumpangi pun di beli oleh Sumaidah beserta sopirnya yang akan di gaji Rp. 10.000 sebulan. Janda kaya tersebut langsung membuat gebrakan setelah sampai di rumah kakaknya Qodir yang ternyata telah beristri lagi. Bersama anak perempuannya Enny, Sumaidah mulai bercocok tanam dan membeli tanah di sekitar rumah Qodir.

Kedatangan Janda kaya di desa tersebut ternyata membuat masalah baru, terutama bagi Sabarudin, kejadiannya adalah ketika Sumaidah ke pasar membeli pisang namun pisang yang dibelinya busuk sehingga di buang begitu saja yang mengakibatkan Haji Sabarudin terjatuh dan mengenai Sumaidah. Al hasil ia pun dimaki-maki. Tidak hanya itu perseteruan antara Sabarudin dan sumaidah. Sumaidah sengaja menyalip Sado milik Sabarudin yang akhirnya membuat sabarudin kecipratan air. Hal ini tentu saja menjadikan Sabarudin semakin kesal di buatnya. Terlebih setelah sapi Sabarudin memasuki pekarangan Sumaidah dan memakan tanamannya. Maka Sumaidah pun marah-marah dan memukul sapi yang tidak bersalah tersebut. Tidak hanya itu saja, Sumaidah juga menyemprot tanaman yang menyebabkan ayam Sabarudin mati.

Namun perseteruan antara orang tua tersebut tidak diikuti oleh anak-anak mereka. Eny dan anak Sabarudin, Basoni malah berteman dan selalu belajar bersama kesenian yang akan di pentaskan menjelang karapan Sapi. Eny menganggap kalau Basoni adalah sosok yang baik beda dengan orang tuanya, demikian juga Basoni menganggap kalau eny berbeda dengan Ibunya, Sumaidah. Namun demikian, Eny di larang untuk berteman dengan Basoni oleh Sumaidah. Untuk mendamaikan kedua orang tua mereka, akhirnya Eny dan Basoni membuat rencana untuk mempertemukan mereka. Namun sayang setelah bertemu bukannya berbaikan tapi malah Sumaidah marah-marah karena merasa tidak mengundang Sabarudin.

Sementara itu pertandingan Karapan akan segera dilakukan, dan sapi-sapi jagoan sudah di persiapkan termasuk sapi Sabarudin yang terkenal sering menang, dan juga Sumaidah pun ikut-ikutan untuk mengikuti pertandingan dengan menggunakan sapi yang ia latih secara modern. Mereka pun bersaing di arena karapan, namun sayang sapi keduanya akhirnya kalah. Akhirnya mereka pun pulang, Pak lurah berhasil mendamaikan mereka sesaat dengan menyuruh Sumaidah menumpang sado Sabaruddin. Namun sayang sekali karena kelebihan muatan, sado tersebut pun patah dan jatuh berantakan. Akhirnya merekapun bertengkar lagi.

 

Posted in Resensi Film 70-90an | Tagged: , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a Comment »

S BAGIO DALAM FILM “PULAU PUTRI”

Posted by jejakandromeda on August 9, 2010

S Bagio - PUlau Putri

JUDUL FILM        : PULAU PUTRI

SUTRADARA       : FX SOES DA

PENULIS               : S BAGIO

PRODUKSI           : PT. SAPTA YANUAR FILM

PRODUSER          : ABDUL MADJID

TAHUN PROD    : 1977

JENIS                     : FILM KOMEDI

PEMAIN               : S. BAGIO, DARTO HELEM, DIRAN, LAILASARI, SOL SOLEH, EVADEWI, ESTER SUMAMPOW

SINOPSIS :

S. Bagio adalah salah satu comedian di jamannya seangkatan dengan gepeng yang dua-duanya kini sudah almarhum. Generasi S Bagio akhirnya digantikan dengan Warkop DKI yang melegenda hingga sekarang. Film Pulau Putri adalah salah satu film yang dibintangi S Bagio.

S. Bagio adalah seorang lulusan yang belum berpengalaman. Dengan berbekal ijazah ia melamar pekerjaan pada sebuah proyek konstruksi, namun sayang sekali ia di tolak karena belum memiliki pengalaman pekerjaan. Akhirnya S . Bagio terdampar dengan seorang tukang tambal ban (Diran) dan juga menjadi tukang pijit gadungan pada seorang yang sedang sakit atas suruhan Darto Helm.

Pada saat sedang memijit, dengan sok taunya S. Bagio mengetahui akan sebab dari penyakitnya karena ditinggal oleh anaknya. Namun tebakan Bagio kali ini tepat sekali.  Anak orang yang di pijit tersebut hilang ketika sedang mencari harta karun peninggalan Jepang di sebuah Pulau. Akhirnya Bagio di tawari untuk mencari anaknya yang hilang. Lalu Bagio dengan ditemani Diran dan Darto helm melakukan proses pencarian untuk menuju ke sebuah pulau bernama pulau putri.

Pulau putri adalah pulau yang berpenghuni perempuan semua, dan laki-laki dilarang masuk, kecuali laki-lagi tua. Sesampai di Pulau putri, Kedatangan Bagio dan kawan-kawan akhirnya diketahui oleh penghuni  pulau putri dan akhirnya mereka di tangkap dan dibawa ke markas mereka.  Darto dan Diran terlebih dahulu ditangkap oleh perempuan penghuni pulau putri, sedangkan Bagio mampu meloloskan diri.

Namun akhirnya Bagio tertangkap juga dan di hadapkan pada ketua perkumpulan pulau putri. Untuk menyamarkan kalau Diran dan Darto adalah perempuan, keduanya disuruh memakai baju perempuan agar terhindar dari Penyihir tua.

Sedangkan Bagio sendiri akhirnya ditangkap oleh seorang penyihir tua karena penyihir tua mengetahui kalau Bagio adalah laki-laki. Akhirnya bagio dengan dibantu oleh Darto dan Diran berhasil melepaskan diri dari nenek sihir tersebut. Dengan berpakaian wanita seperti halnya Darto dan Diran, Bagio Lolos dari Nenek Sihir. Nenek sihirpun mencari keberadaan Bagio. Meski tertangkap kembali, namun akhirnya Bagio berhasil melepaskan sendiri dan berhasil mencuri jimat nenek sihir, hingga akhirnya nenek sihir tersebut di tumpas dengan jimatnya.

Maka akhirnya pencarian Bagio pun berakhir dan menemukan anak yang hilang.  Mereka tertidur dibawah pohon bersama anak yang hilang. Setelah terbangun, semua ternyata hanya mimpi.

****

Bagio (alm) adalah pelawak kondang  yang lahir di Purwokerto pada 3 Maret 1933. Beliau meninggal pada usia 50 tahun , tepatnya tahun 1933. Film ini lumayan cukup menghibur meski secara make up untuk saat ini masih ketinggalan jauh.

Posted in Resensi Film 70-90an | Tagged: , , , , , , , , , , , , , , , , | 6 Comments »

INEM PELAYAN SEXY 3

Posted by jejakandromeda on June 13, 2010

Inem Pelayan Sexy 3

JUDUL FILM        : INEM PELAYAN SEXY III

SUTRADARA       : NYA ABBAS AKUB

PRODUSER          : DJAMALUDDIN S

TAHUN PROD    : 1977

JENIS                     : FILM KOMEDI

PEMAIN               : TITIK PUSPA, DORIS CALLEBOUT, JALAL, AEDY MOWARD, YATTY SURACHMAN, KARJO AC DC, HERRY KOKO

SINOPSIS :

Setelah di Inem pelayan sexy 2, di akhir kisah Inem di ketahui telah membangun yayasan yatim piatu dan lain-lain, maka di Inem Pelayan Sexy 3, kembali Inem melanjutkan kiprahnya untuk mengangkat derajat babu-babu.  Dimulai dengan pertemuan babu-babu di Tretes yang menghabiskan dana puluhan juta yang dikeluarkan dari tangan suami Inem, Pak Bronto sehingga membuat Pak Bronto sendiri bingung namun karena cintanya pada Inem, maka iapun mau mengeluarkan uang berapapun.

Alhasil, ketika pertemuan berlangsung, majikan-majikan pun di buat bingung karena kepergian mereka yang tidak diketahui jelas. Tentu saja hal ini menyebabkan kerepotan tersendiri bagi mereka.

Setelah pertemuan babu-babu di Tretes selesai, Inem akhirnya sepakan untuk melakukan Kongres Babu-Babu yang berlangsung di Bali dengan segala atributnya termasuk penyambutan dan hotel mewahnya. Inem beranggapan, bahwa tidak hanya artis-artis saja yang mengadakan kongres, tapi babu-babupun bisa mengadakan kongres.  Pak Bronto pun protes pada Inem, karena Ia sudah tidak punya waktu lagi untuk pak Bronto, namun Inem beranggapan bahwa ia tidak punya waktu lagi untuk itu. Inem semakin lupa diri, padahal Kongres yang akan di lakukan di Bali menggunakan uang dari Kas Pak Bronto yang mantan tukang sate tersebut.

Hiruk pikuk Kongres babu-babu di Bali pun di buka dengan segala penyambutannya termasuk Inem yang di sambut dengan menggunakan helicopter. Karjo adalah pembantu di rumah Pak Cokro yang juga merupakan asisten Inem dalam Kongres. Kegiatan mewah pun berlangsung, Kongres di mulai. Namun Majikan para babu-babu pun dibuat gerah akan ulah Inem, dengan di prakarsai oleh Nyonya Cokro (Titik Puspa) akhirnya mereka pun menyusup ke Bali untuk menggagalkan Kongres babu-babu. Namun usahanya malah berantakan.

Sementara itu setelah kongres selesai yang menghasilkan beberapa kesepakatan, akhirnya Karjo di pecat jadi pembantu rumah Nyonya Cokro, sedangkan ulah Inem yang juga mantan pembantu dan menjadi Nyonya besar semakin menjadi.  Setelah menghabiskan uang ratusan juta hanya untuk mengadakan Kongres babu-babu yang menyebabkan karyawan Pak Bronto tidak dibayar akibat uangnya tidak ada, kini Inem ingin mengangkat derajat babu-babu dengan memberikan kredit mobil satu-satu dengan para babu, tentu saja keinginan ini di tolak oleh Pak Bronto, namun lagi-lagi Pak Bronto tidak bisa menolak walaupun akhirnya tetap tidak terlaksana niat Inem yang gila itu.

Akhirnya Inem merasa usahanya gagal, ia pun pergi menjauh dari Pak bronto dan menjadi Peternak telur puyuh. Namun akhirnya melalui Nyonya Cokro, Inem kembali ke Pangkuan Pak Bronto dan Inem pun sadar akan perbuatannya dan kembali menjadi Inem yang biasa.

********

Sebenarnya tidak ada yang istimewa di Inem pelayan Sexy 3 ini, justru isunya terlalu di blow up dan tidak masuk akal. Sisi hiburannya pun hilang, sehingga kalau kita menonton film ini seolah-olah sedang menonton dagelan saja.  Lelucon yang sama sekali tidak lucu. Namun Nya Abas Akub berhasil membuat film ini menjadi film terlarisnya selama hidup.

Posted in Resensi Film 70-90an | Tagged: , , , , , , , , , , , , | 3 Comments »

INEM PELAYAN SEXY 2

Posted by jejakandromeda on June 13, 2010

Inem Pelayan Sexy 2

JUDUL FILM        : INEM PELAYAN SEXY II

SUTRADARA       : NYA ABBAS AKUB

PRODUSER          : DJAMALUDDIN S

PRODUKSI           : PT. CANDI DEWI FILM

JENIS                     : FILM KOMEDI

PEMAIN               : TITIK PUSPA, DORIS CALLEBOUT, JALAL, AEDY MOWARD, YATTY SURACHMAN, KARJO AC DC

SINOPSIS :

Setelah di peristri oleh Pak Bronto (Jalal), Inem (Dories Callebout) pun kini menjadi Nyonya besar di rumah Bronto. Kesibukan Inem pun semakin bertambah. Suatu hari Inem ketemu dengan mantan suaminya Herry yang datang kerumahnya. Inem tidak menyangka kalau Herry dapat menemukan Inem. Ketika sedang bertemu dengan Inem, Herry mencium tangan Inem, namun tanpa sepengetahuan mereka Pak Bronto tanpa sengaja melihat kejadian tersebut di balik kaca. Pak Bronto pun cemburu besar. Ia menjadi uring-uringan di kantornya, sementara itu Inem tidak tahu dengan apa yang terjadi dengan suaminya.

Ny. Cokro(Titik Puspa)  mencium gelagat yang tidak baik dengan Pak Bronto dan menganggap Inemlah penyebabnya mengapa sampai Pak Bronto tidak mau pulang kerumah. Akhirnya untuk mengembalikan kegairahan Bronto, Ny. Cokro membuka lowongan babu-babu seksi dirumahnya. Maka di terimalah 6 babu seksi dan dilatih oleh Ny. Cokro dengan beberapa pelatihan-pelatihan.  Bagi Ny. Cokro, cemburu harus di bayar dengan cemburu, maka apa yang dilakukan Bronto karena cemburu ke istrinya juga harus menjadikan istrinya cemburu. Dengan berbagai cara Ny.Cokro mempengaruhi Pak Bronto dengan mengundangnay kerumah dan akhirnya pun melihat babu-babu Ny. Cokro yang super seksi, meski demikian Pak Bronto masih merasa cukup dengan memiliki Inem saja.

Melihat  usahanya tidak berhasil mempengaruhi Pak Bronto, Ny. Cokro akhirnya melakukan berbagai cara untuk menjatuhkan Inem.  Salah satunya adalah dengan mengikuti kemana Inem pergi, yang kebetulan saat kepergok sedang ketemu dengan Herry mantan suaminya. Keintiman Inem dan Herry dimanfaatkan Ny. Cokro dengan memfotonya dan kemudian menyerahkannya pada Pak Bronto. Melihat foto-foto Inem yang diserahkan oleh Ny. Cokro, Pak Bronto menjadi cemburu besar . Akhirnya Iapun menerima babu dari keluarga Cokro dengan tujuan untuk membuat Inem cemburu.

Berbagai cara dan scenario dilakukan oleh Pak Bronto atas bantuan Ny. Cokro untuk dapat membuat Inem cemburu, namun semua usahanya gagal, karena Inem sama sekali tidak cemburu bahkan dengan demikian Pak Bronto semakin cemburu terhadap Inem.

Akhirnya karena tidak tahan, Pak Bronto membuntuti Inem dan Herry yang pergi kesuatu tempat dengan di Bantu Ny. Cokro. Sesampai di tempat akhirnya Pak Bronto dan Herry pun berkelahi. Diakhir kisah baru di ketahui kalau keintiman Inem dengan Herry adalah hanya sebatas teman saja karena Herry menjadi perantara Inem untuk membuka sekolah, asrama yatim piatu bagi orang-orang yang membutuhkan, dan Inem justru menjadi pahlawan bagi mereka.

****

Inem Pelayan Seksi 2 kalau di lihat dari ceritanya tidak semenarik dengan Inem Pelayan Sexy 1, karena disini idenya sudah melebar dari yang seorang babu menjadi Nyonya besar.

Posted in Resensi Film 70-90an | Tagged: , , , , , , , , , , , , , | Leave a Comment »

INEM PELAYAN SEXY 1

Posted by jejakandromeda on June 13, 2010

Inem Pelayan Sexy 1

JUDUL FILM        : INEM PELAYAN SEXY

SUTRADARA       : NYA ABBAS AKUB

PRODUSER          : ANDY AZHAR

TAHUN PROD    : 1977

JENIS                     : FILM KOMEDI

PEMAIN               : TITIK PUSPA, DORIS CALLEBOUT, JALAL, AEDY MOWARD, YATTY SURACHMAN, EDDY GOMBLOH

SINOPSIS :

Inem (Dories Callebout) adalah seorang babu, janda anak satu yang akhirnya bekerja di rumah Nyonya Cokro (Titik Puspa) setelah Tuan Cokro mencari calon pembantu. Dengan upah Rp. 10.000, upah yang paling tinggi kala itu karena Ny. Cokro menawar hanya Rp. 3.000 per bulan melalui tukang Roti langganannya yang akhirnya menjadikan Inem sebagai pelayan/babu di rumah Ny. Cokro. Dengan penampilannya yang sederhana ala wanita jawa, namun seksi, Inem menjadi babu di rumah Ny. Cokro.  Semua pekerjaan di kerjakan dari mulai ngepel lantai, cuci setrika hingga memasak. Dari perjanjian semula yang dimana Inem di bolehkan nginep dirumah Ny. Cokro, namun akhirnya di suruh pulang tiap sore hari selepas kerja setelah Ny. Cokro melihat keseksian Inem dan takut dengan tabiat suaminya.

Hal ini tentu saja membuat Tuan Cokro merasa heran kenapa Inem selalu pulang, walaupun memang Tuan Cokro juga nakal. Adalah Pak Bronto atasan dari Tuan Cokro di kantornya yang mengetahui kalau Tuan Cokro sudah mendapatkan pembantu baru di rumahnya. Pak Bronto meminta makan bersama di rumah Tuan Cokro bersama Nyonya tentunya. Pak Bronto adalah seorang bujangan tua yang belum laku-laku. Namun begitu melihat Inem, Pak Bronto menjadi jatuh cinta padanya, apalagi setelah melihat keseksian Inem.

Di sisi lain, babu-babu tetangga merasa iri dengan Inem dan seringkali mencibirnya. Sementara itu di rumah Nyonya Cokro memiliki dua orang anak.  Joni sebagai anak tertua dengan adiknya (Yatty Surachman).  Inem di haruskan memanggil tuan muda pada Joni, namun Joni tidak mau dipanggil tuan muda oleh Inem dan dia lebih memilih dipanggil Joni. Secara kebetulan Joni ternyata berpacaran dengan anak Inem yang juga satu sekolah dengannya.  Ketika Joni kerumahnya, iapun kaget ternyata gadis yang dipacarinya adalah anak pembantunya. Namun demikian Joni tidak patah semangat, malah membuat sajak untuknya. Meski Nyonya cokro juga menentang habis karena Joni berpacaran dengan anak pembantu.

Sementara itu cinta Pak Bronto akhirnya berlanjut . Melalui tuan cokro akhirnya keduanya pun menikah, meski hal ini dirasa aneh bagi Ny Cokro. Pak Bronto dan Inem akhirnya menikah, Inem yang biasa menjadi babu kini harus menjadi Ny. Besar. Ny. Cokro yang biasa memanggil Inempun kini diharuskan memanggil nyonya. Inem berubah menjadi Nyonya besar.  Ketika perkawinannya berlangsung semua babu di undang, termasuk Nyonya-nyonya besar rekan dari Ny Cokro pun turut di undang meski Inem di pergunjingkan.  Undangan yang kebanyakan orang kecil pun berlaku seadanya. Mereka mandi di kolam renang layaknya mandi di kali.

Film ini cukup menghibur, parody yang disampaikan pun cukup mengena, seorang tuan yang kadang berlaku nakal dengan pembantunya, juga  arisan yang biasanya dilakukan oleh ibu-ibu Nyonya besar. Film ini berlanjut ke Inem Pelayan Sexy 2.

Posted in Resensi Film 70-90an | Tagged: , , , , , , , , , , , , | Leave a Comment »

WARKOP DKI DALAM FILM “CHIPS”

Posted by jejakandromeda on August 4, 2009

Chips

JUDUL FILM        : CHIPS (WARKOP DKI)

SUTRADARA       : IKSAN LAHARDI

PRODUCER         : HARYADI SISWANTO, PANGGABEAN

PRODUKSI           : PPFN

TAHUN PROD    : 1982

JENIS                     : FILM KOMEDI

PEMAIN               : DONO, KASINO, INDRO, SHERLY MALINTON, TETTY LIZ INDRIATI, ALICIA JOHAR, CHINTAMI ATMANEGARA,

SINOPSIS :

Chips merupakan film Komedi yang memplesetkan film seri yang pernah sukses di Indonesai dengan bintang utama Eric Estrada.  Kekonyolan yang dilakukan oleh Dono, Kasino dan Indro sebagai tokoh sentral memang menjadi daya tarik tersendiri bagi film ini. Adegan pembuka, Kasino yang merupakan anggota Chips (Cara Hebat Ikut Penanggulangan Masalah Sosial) dengan seragam yang gagah dan motor yang keren, menolong seorang anak yang bolanya jatuh kesungai. Alih-alih ingin menolong, justru Kasino yang jatuh ke sungai. Sedangkan Indro meski menjadi anggota Chips akan tetapi ia juga di kerjai oleh anak-anak dengan bola. Indro anggota ketiga warkop DKI yang paling sering sial dengan masalah wanita, kali ini juga dengan mengendarai mobil Chipsnya tergiur oleh wanita yang sedang menunggu bus kearah blok M. Akhirnya Dono mengajak bersama kearah Blok M. Tapi dasar Dono tentu saja kekonyolan pun dilakukan, ketika sedang asyik ngobrol dengan cewek seksi, ia tidak sadar menabrak mobil Derek, dan terbawa ke sebuah pembuangan tempat rongsokan.

Indro yang disewa untuk menangani kenakalan seorang anak bernama Tommy akhirnya datang kerumah untuk mengatasi kenakalan-kenakalan yagn dilakukan. Akan tetapi Indro tidak dapat mengatasinya karena Tomy malah balik mengerjai Indro, Indropun dibuat tidak berkutik. Sementara Itu akhirnya Kasino datang untuk membantu Indro, akan tetapi yang terjadi justru bukan Kasino membantu, akan tetapi ikut dikerjai oleh Tommy. Dony yang biasanya sulit dalam masalah wanita, kali ini mendekati rekannya sesame Chips (Sherly Marlinton). Ketika sedang asyik berpelukan, tanpa disadari mobil yang sedang berhenti jalan sendiri dan masuk kesungai, akhirnya Dono pun harus berbasah-basahan.

Tiba-tiba intercom Kasino dan Indro memanggil untuk meminta tolong menangkap kucingnya yang hilang di kebun binatang. Setelah berbagi tugas akhirnya Kasinolah yang ditugaskan untuk menolong wanita tersebut. Ketika sedang mencari kucing yang hilang bersama wanita pemiliknya, Kasino memergoki bosnya yang sedang mojok dibawah pohon dengan seorang wanita yang ditutupi dengan Koran karena takut ketahuan.  Dengan alas an mencari Jangkrik akhirnya bos tersebut bilang pada Kasino untuk tidak mengatakan pada siapapun. Kasino pun diberi uang. Kata-kata “jangkrik” tersebut akhirnya digunakan oleh Kasino sebagai kata-kata untuk dapat mendapatkan uang dari bosnya.  Mengetahui Kasino selalu mendapatkan uang 5 ribu dengan mengatakan “Jangkrik” pada bosnya, akhirnya Indro dan Dono pun ikut-ikutan Kasino dengan berkata Jangkrik agar dapat meraih uang seperti Kasino ketika bertemu bosnya. Akan tetapi bukannya uang yang didapat, apeslah yang diperoleh oleh Indro dan Dono.

Dono, Kasino dan Indro hingga akhir film terus memberikan tontonan dengan kekonyolan-kekonyolan khas Warkop DKI.

*****

Film Warkop DKI meski sudah lama sekali akan tetapi hingga sekarang film ini masih layak untuk ditonton. Karena selain Dono Kasino dan Indro, tidak ada lagi film-film komedi yang diproduksi dengan memasangkan bintang yang sama sebagai ikon komedi untuk saat ini.

Posted in Resensi Film 70-90an | Tagged: , , , , , , , , , , , , , | 1 Comment »

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 2,083 other followers