Movie, Photography and Hobby

Indonesian Old Movie Lovers

Posts Tagged ‘Benyamin S’

BENYAMIN S & RANO KARNO DALAM FILM ‘SI DOEL ANAK BETAWI’

Posted by jejakandromeda on October 13, 2011

JUDUL FILM                        : SI DOEL ANAK BETAWI

SUTRADARA                       : SJUMAN DJAYA

PRODUSER                          : SJUMAN DJAYA, HANDOJO MSC

CERITA                                  : AMAN DATUK MADJOINDO

SKENARIO                           : SJUMAN DJAYA

MUSIK                                  : ISBANDI

PRODUKSI                           :  PT.  PERFINI FILM

TAHUN PRODUKSI           : 1973

JENIS                                     : FILM DRAMA

PEMAIN                              : RANO KARNO, BENYAMIN S, SOEKARNO M NOOR, TINO KARNO, FIFI YOUNG, TUTI KIRANA, NANI WIDJAYA

SINOPSIS :

Asman (Benyamin S) seorang supir asli Betawi memiliki seorang anak Doel (Rano Karno) hasil pernikahannya dengan istrinya (Tuti Kirana). Pernikahan mereka sebenarnya tidak direstui oleh orang tua istrinya. Mertua lelakinya (Soekarno M Noor) lebih banyak diam meski mertua perempuannya lebih mengekspresikan ketidaksukaannya pada Asman. Namun demikian karena cinta, istrinya tetap tidak mau meninggalkan Asman, meski orang tuanya berkali-kali menyuruhnya untuk tinggal dirumahnya dibandingkan tinggal dirumah reot.

Doel, adalah anak betawi asli yang belum bisa mengenyam sekolah karena keadaan orangtuanya. Adalah Safei (Tino Karno) ‘musuh’ bebuyutan Doel dalam bermain. Safei adalah anak seorang kaya di kampung tersebut, sementara Doel dianggap sebagai anak kampung . Kerap kali keduanya berkelahi. Doel memiliki seorang paman, Asmad yang datang kerumahnya, untuk kemudian pergi lagi.

Suatu hari terjadi kecelakaan pada Asman akibat truk yang di kendarainya terbalik hingga membuat Asman meninggal.  Kepergian Asman membuat kehidupan Doel menjadi tidak menentu. Untuk meringankan beban berat orangtuanya, Doel berjualan kue buatan Ibunya. Meski hasil jualan kue Doel selalu gagal, namun Doel selalu diganggu oleh Safei. Hingga suatu ketika, dagangan Doel hancur akibat perbuatan Safei selagi belum laku. Doel menangis sedih.

Disaat itulah datang pamannya Asmad yang membantu Doel, dan mengadukan Safei kerumah orangtuanya. Dagangan Doel diganti oleh orangtua Safei, sedangkan Doel sendiri akhirnya dijanjikan untuk bersekolah setelah Asmad menikahi ibunya atas persetujuan Doel.

 

Posted in Resensi Film 70-90an | Tagged: , , , , , , , , , , , | Leave a Comment »

BENYAMIN S DAN RANO KARNO DALAM FILM “SI RANO”

Posted by jejakandromeda on June 15, 2011

JUDUL FILM                        : SI RANO

SUTRADARA                       : MOTINGGO BUSYE

PRODUSER                          : DJOKO M WARSOSENTONO

CERITA                                  : MOTINGGO BUSYE

SKENARIO                           : MOTINGGO BUSYE

MUSIK                                  : GATOT SUBROTO

PRODUKSI                           :  PT.  FILM

TAHUN PRODUKSI           : 1973

JENIS                                     : FILM DRAMA-

PEMAIN                              : RANO KARNO, BENYAMIN S, RATMI B-29, NANIN SUDIAR, NETTY HERAWATY, MARLIA HARDI

SINOPSIS :

Bang Amin (Benyamin S) dan Istrinya (Ratmi B29) sudah 11 tahun menikah namun belum di karuniai anak, sehingga Bang Amin merasa kesepian dan ingin sekali memiliki seorang anak. Sehari-hari Bang Amin berjualan Gorengan keliling untuk menghidupi keluarganya. Suatu hari di stasiun kereta Api Jatinegara, Rano (Rano Karno) dan ayahnya baru datang dari kampung turun dari kereta untuk menunggu jemputan dari pamannya. Namun di cari-cari tidak ada, sementara ayahnya tengok kanan tengok kiri, Rano pergi menyelinap untuk membeli gorengan.

Ayah Rano mencari-carinya namun tidak ketemu. Sial bagi ayah Rano, karena semenjak turun dari kereta sudah menjadi perhatian kawanan copet, yang mencopet dompet penumpang dan melemparkannya ke tubuh Ayah Rano yang kebingungan. Alhasil Ayah Rano di tuduh sebagai pencopetnya dan babak belur di hajar massa. Ayah Rano di amankan dan di bawa ke kantor polisi. Rano yang baru saja membeli gorengan kaget ketika melihat ayahnya babak belur di atas mobil polisi. Ia memanggil ayahnya namun sia-sia. Rano dan ayahnya terpisah.

Beruntung Rano kembali bertemu dengan Bang Amin yang menjual gorengan yang mengajaknya untuk ikut dengannya. Rano dibawa kerumah bang Amin dan dianggap anak sendiri oleh pasangan suami istri yang telah lama mendambakan anak. Meski pada awalnya Rano selalu teringat ayahnya, namun lambat laun ia mampu melupakannya. Bahkan Rano dianggap sebagai anak pembawa rejeki oleh Bang Amin dan Istrinya karena sejak kedatangan Rano, jualan Bang Amin menjadi laku keras. Bahkan Rano akhirnya di sekolahkan oleh Bang Amin, setelah Bang Amin mendapatkan rejeki dari hasil menjadi makelar tanah.

Sementara itu di kantor polisi, ayah Rano terbebas dari hukuman karena tidak terbukti mencopet, namun ia bingung harus kemana karena tidak ada tujuan. Akhirnya ia menggelandang, bahkan makan juga dari sisa-sisa makanan di tempat sampah.

****

Di sekolah Rano terkenal sebagai anak yang pintar namun nakal. Hingga gurunya yang sakit-sakitan juga sering di kerjain oleh Rano. Namun meski kesal pada Rano, suatu saatu guru tersebut sangat terharu ketika ulang tahunnya di rayakan oleh murid-murid kelasnya.

Disekolah Rano kedatangan murid baru bernama Dewi. Awal kedatangan Dewi di kelas sudah menjadi bahan ledekan bagi Rano karena ia diantar oleh kakeknya ke sekolah. Dewi sempat di buat menangis oleh Rano sebelum akhirnya gurunya datang.  Bahkan Kakeknya (Farouk Afero) sempat kejar-kejaran dengan Rano karena di kerjain. Namun demikian Rano dan Dewi akhirnya berkawan. Bahkan Rano di ajak kerumah Dewi, yang tinggal bersama ibu dan kakeknya karena ayah Dewi sudah meninggal. Namun sayang, kedatangan Rano tidak di sukai oleh ibunya karena mengotori rumahnya dengan sepatunya, dan menganggap dirinya kaya. Rano menjadi tersinggung dan pulang.

Keesokan harinya, Rano kembali datang, namun kali ini dengan penampilan berbeda. Ia berpenampilan necis layaknya orang kaya. Melihat penampilan Rano, Ibu Dewi pun dengan senang hati menerimanya apalagi setelah Rano mengaku berasal dari Menteng yang rumahnya paling tinggi, membuat Ibu Dewi semakin kesengsem dan menyuruh Rano untuk mengundang papa dan mamanya kerumah. Ranopun akhirnya menyuruh Bang Amin dan istrinya untuk ke rumah Dewi. Namun sayang melihat penampilan Ibu Angkat Rano, Ibu Dewi begitu merendahkan. Namun akhirnya ia disadarkan oleh Dewi kalau dulu sebenarnya juga orang miskin, namun kaya karena mendapat warisan dari seesorang.

Di luar rumah Rano sendiri terhadap seorang gelandangan tua yang selalu memperhatikan kedatangan dan penampilan Rano. Namun sayang gelandangan tersebut akhirnya meninggal setelah kembali di pukuli karena dituduh menjambret. Orang tersebut juga ternyata adalah Ayah Rano. Sebelum meninggal ayah Rano menitipkan Rano pada Bang Amin dan istrinya.

****

Tidak semua film-film Benyamin S komedi, namun di film ini, Si Rano cukup menyentuh dengan keluguan dan kesederhanaan keluarga Amin.

Posted in Resensi Film 70-90an | Tagged: , , , , , , , , , , , , , | Leave a Comment »

BENYAMIN S DALAM FILM ” BETTY BENCONG SLEBOR”

Posted by jejakandromeda on April 26, 2011

JUDUL FILM        : BETTY BENCONG SLEBOR

SUTRADARA       : BENYAMIN S

PRODUKSI           : PT. SAPTA YANUAR   FILM

CERITA                  : BENYAMIN S

SKENARIO           : BENYAMIN S

PRODUSER          :  ABD. MADJID SH

TAHUN PROD    : 1978

JENIS                     : FILM KOMEDI

PEMAIN               : BENYAMIN S, H BOKIR, ELVIE SUKAESIH, AMINAH CENDRAKASIH, H MANSYUR SYAH, NASIR

SINOPSIS :

Betty (Benyamin S) melamar sebagai pembantu di kediaman Bokir (Bokir) yang langsung di terima oleh istrinya (Aminah Cendrakasih) dengan baik. Bagi Istri Bokir, kedatangan Betty dianggap bisa membantu pekerjaannya dan tidak membuat sakit hati, namun bagi Bokir suaminya, kedatangan Betty sebagai pembantu dirumah tersebut disambut tidak gembira. Karena kelakuan bencong dianggap tidak disukai Bokir, apalagi kerapkali pembantu-pembantu Bokir keluar karena tidak betah digoda oleh Bokir. Sehingga antara istri dan suami Bokir menjadi tidak sepaham dengan keberadaan Betty dirumah tersebut.

Bokir adalah seorang produser rekaman, sedangkan istrinya dirumah saja. Selain Betty yang menjadi pembantu rumah tangga, terdapat pula Nasir, pembantu Bokir yang telah lebih dulu mengabdi padanya. Istri Bokir yang selalu membela Betty, memberi kebebasan pada pembantunya, sehingga kadang-kadang mereka juga keluar malam untuk menyaksikan pertunjukkan dangdut. Bahkan suatu ketika Betty pernah ketangkap polisi gara-gara ia dituduh sebagai penjaja seks, setelah Betty dan Nasir habis dari pertunjukkan dangdut.

Perlakuan Bokir terhadap Bettya  juga seenaknya, karena itu suatu ketika ketika mobilnya mogok, maka Bettylah yang disuruh mendorongnya, namun ketika mesin telah berhasil dinyalakan, Bokir meninggalkan Betty begitu saja. Meski berhasil pulang kerumah, namun kebebasan Betty dan Nasir yang juga keluar malam, akhirnya membuat bokir marah. Mereka berdua akhirnya di usir dari rumah Bokir.

****

Sementara itu rekaman Elvi Sukaesih merupakan ladang bagi Bokir. Seorang pencipta lagu, Mansyur (Mansyur Syah) menjual lagunya pada Bokir namun di hargain dengan sangat murah. Sehingga ketika Bokir menyuruh Mansyur untuk menyerahkan kado ulang tahun dari Bokir pada Elvie, Surat yang ada di dalam kado di buang begitu saja oleh Mansyur sehingga seolah-olah kalau kado itu adalah pemberian dari Mansyur. Mansyur kesal karena Bokir begitu murah membayar lagunya.

Ketika Elvie dan Mansyur sedang berbincang-bincang, tiba-tiba datanglah pengamen, Betty dan Nasir. Karena suaranya, akhirnya setelah menjelaskan kalau Betty mencari kerja, Elvie mau menampung mereka untuk bekerja padanya termasuk juga dengan Nasir, meskipun pada awalnya Mansyur tidak setuju.  Betty dan Nasir bekerja pada Elvie Sukaesih.

Sementara itu, karena cintanya Bokir pada salah satu penyanyinya Elvie Sukaesih, membuatnya ingin menikahinya. Melalui Mansyur, Bokir menyerahkan uang 10jt untuk keperluan pernikahan. Namun Setelah menerima uang 10jt, Mansyur memberitahukan pada Elvie bahwa Bokir mau menikahinya. Mansyur menyampaikan rencananya pada Elvie untuk pernikahannya dengan Bokir. Meski awalnya Elvie menolak namun akhirnya ia menyetujui rencana Mansyur.

Maka hari H yang telah ditunggu-tunggu pun hadir. Bokir sangat bahagia karena akan menikahi Elvie. Mempelai wanitapun sudah berada di sampingnya. Pertunjukkan tarian pun di mulai. Namun akhirnya Bokir kaget setelah melihat Elvie tidak berada di sampingnya, ia melihat Elvie diantara kerumunan para tamu undangan. Lebih kaget lagi setelah Istrinya juga datang ke pesta tersebut. Akhirnya Bokir tahu kalau itu adalah rencana Elvie. Jadi siapa wanita yang ada disamping Bokir? Setelah di buka ternyata wanita tersebut adalah Betty…

Posted in Resensi Film 70-90an | Tagged: , , , , , , , , , | Leave a Comment »

BENYAMIN S & SEPTIAN DWI CAHYO DALAM FILM “LIMA SAHABAT”

Posted by jejakandromeda on October 26, 2010

Lima Sahabat

JUDUL FILM        : LIMA SAHABAT

SUTRADARA       : C.M. NAS

PRODUSER          : S. SOETRISNO

TAHUN PROD    : 1981

JENIS                     : FILM DRAMA

PEMAIN               : BENYAMIN S, SOEKARNO M NOOR, SEPTIAN DWI CAHYO, MARLIA HARDI

 

SINOPSIS :

Lima Sahabat bercerita tentang persahabatan antara Sabah (Septian Dwi Cahyo) dan 4 sahabat lainnya serta Bang Wira (Soekarno M. Noor) mantan pejuang yang harus merelakan satu kakinya saat berjuang melawan penjajah. Wira sudah beruban dan tua, namun karena semangatnya yang selalu menyala-nyala maka tidak tua tidak muda semua memanggilnya dengan sebutan Bang, Bang Wira. Bang Wira kerja di kelurahan untuk mengurus keperluan penduduk, maka biasanya harus melalu Bang Wira dulu sebelum ditanda tangan oleh Lurah.

Adalah Sabah murid SD sebelum tidur di beritahukan oleh gurunya dalam menjelang 17 Agustusan nanti di harapkan dapat memakai seragam Pramuka. Namun Ayahnya tidak mampu membelikannya. Satu-satunya jalan dengan menjual Kodak hasil hadiah dari pamannya. Namun ketika sedang jalan-jalan tiba-tiba Ibu-ibu kursus meminta untuk di foto oleh Sabah. Sabah akhirnya mau karena di bayar. Namun sayang sekali sabah yang tidak bisa menjepret foto akhirnya asal jepret. Akhirnya Sabah ke tukang foto untuk beli film dan minta di ajarin memfoto. Sabah pun akhirnya diam-diam memfoto satu persatu ibu-ibu yang sudah pernah di fotonya untuk di foto ulang dengan berbagai pose sedapatnya. Al hasil Ibu-ibu pun marah setelah mengetahui hasilnya.

Sementara itu kenakalan lima sahabat tersebut kadang keterlaluan. Sabah mencuri sepatu haji Dahlan (Benyamin S) hanya untuk di buat ketapel.  Ketika kelima sahabat sedang berlomba untuk menembak burung dengan ketapelnya, hanya Sabah saja yang tidak mendapatkan mangsanya apalagi setelah Bang Wira memberikan petuah tentang kegiatan yang di lakukannya. Sementara Lodan karena putus asa tidak mendapatkan burung akhirnya menembak ayam milik Haji Dahlan dengan ketapelnya. Untuk menghilangkan jejak akhirnya kelima sahabat bersepakat untuk membakar ayam tersebut.

Sabah juga di kenal sebagai anak yang supel dan mau bergaul dengan siapa saja termasuk dengan Ripin seorang anak yang kurang mampu juga dengan Bang Umar yang selalu pinjam uang pada Ibunya Sabah.

*****

Bang Wira di datangi oleh Hasan Basri kerumahnya. Bang Wira merasa berhutang budi pada Hasan Basri karena ia dianggap telah menolongnya untuk diterima sebagai pegawai kelurahan. Kedatangan Hasan Basri kerumah Bang Wira untuk menawarkan kerja sama karena ia memiliki percetakan dirumahnya. Hasan Basri meminta agar setiap penduduk di wajibkan untuk mencetak kartu ke tempat Hasan Basri dengan meminta tolong pada Bang Wira. Hal ini tentu saja menjadi beban tersendiri bagi Bang Wira. Apalagi ia merasa sangat berhutang budi padanya.

Namun beruntunglah Bang Wira karena Haji Dahlan datang kerumahnya dan memberitahukan siapa Hasan Basri sebenarnya. Bukan Hasan Basri yang menolong Bang Wira untuk jadi pegawai kelurahan karena ia cacat, akan tetapi dialah yang memperjuangkan Bang Wira untuk di terima sebagai pegawai kelurahan semasa haji Dahlan menjabat sebagai lurah. Bahkan Hasan basrilah yang meminta jabatan yang sekarang di pegang oleh Bang Wira. Sementara Haji Dahlan menjadi malu pada Bang Wira untuk meminta tolong guna mencari dana demi 17 Agustus karena takut dikira meminta balas budi. Namun justru Bang Wira dengan senang hati mau melakukannya demi suksesnya 17 agustusan.

Akhirnya ketika Hasan Basri kembali datang dengan menawarkan segenggam keuntungan di tolak mentah-mentah oleh Bang Wira. Hasan Basri pun akhirnya mengetahui siapa orang yang telah memberitahukan pada Bang Wira tentang dirinya, apalagi setelah melihat kalau Lurah sekarang meminta pertimbangan pada Haji Dahlan tentang bagaimana kerja sama dengan Hasan Basri. Tentu saja Haji Dahlan menyarankan untuk menolaknya.

Mengetahui hal demikian, Hasan Basri menjadi berang dan mencari kesempatan untuk menghabisi Haji Dahlan. Beruntunglah ketika niat tersebut di laksanakan, dan Haji Dahlan hampir kehabisan nafas, Sabah dan Lodan mendengar perbuatan Hasan Basri dan meminta tolong pada Hansip setempat. Namun sayang Hasan Basri melarikan diri. Akhirnya kelima sahabat berusaha mengejar dan melumpuhkannya dengan senjata andalannya ketapel. Meski beberapa kali berhasil meloloskan diri, namun Hasan Basri akhirnya tertangkap berkat bantuan dari lima sahabat dan di hadapkan pada lurah.

Sementara itu Lima Sahabat akhirnya memberikan hadiah berupa satu buah sepatu pada Bang Wira sebagai bentuk hormatnya pada Bang Wira. Hal ini membuat haru Bang Wira. Akhirnya acara 17 Agustus pun berlangsung dengan baik.

 

Posted in Resensi Film 70-90an | Tagged: , , , , , , , , , , , , , | Leave a Comment »

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 2,085 other followers