Movie, Photography and Hobby

Indonesian Old Movie Lovers

Posts Tagged ‘Anna Tairas’

ANNA TAIRAS & ENNY BEATRICE DALAM FILM ‘ PATAH HATI SEORANG IBU ‘

Posted by jejakandromeda on March 1, 2012

JUDUL FILM                        : PATAH HATI SEORANG IBU

SUTRADARA                       : AGUS ILLIAS

CERITA                                  :  H USMAN EFFENDY

SKENARIO                           :  NASRUL RAMADHAN

MUSIK                                  : FRANKY RADEN

PRODUSER                          : SHONNY EFFENDY

TAHUN PRODUKSI           : 1985

PRODUKSI                           : PT. INEM FILM

JENIS                                     : FILM DRAMA

PEMAIN                              : ANNA TAIRAS, PONG HARJATMO, ALAN NUARI ENNY BEATRICE, WD WMOCHTAR, TUTI WASIAT, GINO MAKASUCI, ERNA SANTOSO, TIEN KADARYONO

SINOPSIS :

Marni (Anna Tairas) membesarkan 4 anaknya, Fauzi, Firman, Fadly dan Tanti setelah ayah mereka bunuh diri akibat hutang berjudi yang menjeratnya. Tiga Tahun telah berlalu, dan kini setelah tiga tahun dari kejadian itu, datanglah Erwin (Pong Harjatmo) seorang pelaut yang ingin mempersunting Marni. Namun niat Erwin ditentang oleh anak-anak Marni yang tidak mau kehadiran ayah tiri, terutama anak pertama mereka Fauzi. Bahkan kakek mereka (WD Mochtar) juga tidak mau kalau Marni menikah dengan Erwin karena dianggap akan mengambil harta ayah mereka.

Fauzi memang anak yang nakal, baik di rumah maupun di sekolah ia tidak mau kalah. Ketika Fauzi kedapatan sedang merokok, maka datanglah Erwin yang mengaku sebagai omnya dan mewakili wali Fauzi, namun Fauzi menolak keras agar Erwin tidak mencampuri urusannya. Ia meminta kakeknya yang datang.  Suatu hari ketika Fauzi sedang berlari bersama adiknya Firman, ia tertabrak mobil yang membuatnya di bawa ke rumah sakit.  Erwin dan Marni berniat untuk menikah, namun selalu ditentang oleh anak-anaknya dan kakek mereka, sehingga gagallah pernikahan mereka.

****

Kini mereka sudah tumbuh dewasa, Fauzi (Alan Nuari) sudah memiliki usaha yang patungan dengan Misye (Tuti Wasiat), Tanti (Enny Beatrice ) menjadi artis sedangkan Fadly  yang dulu dianggap anak pungut kini sudah menjadi dokter. Sementara Marni sendiri kini sudah memiliki butik sendiri. Namun sayang sekali kelakuan anak-anaknya tidak sesuai dengan yang ia harapkan. Misye dan Fauzi memang pacaran dengan usaha ditangan mereka. Namun Fauzi tidak juga menikahi Misye bahkan uang Fauzi habis di pakai untuk teman-temannya minum-minum.  Fadly meski seorang dokter namun ia berhasil di rayu oleh Misye hingga mencintainya. Fadly patah hati ketika melihat Fauzi dan Misye menikah hingga bunuh diri. Sementara Tanti, hamil dengan seorang sutradara film dan juga seniman lain (Fendy Sukowati). Firman akhirnya pun harus ditangkap polisi setelah membunuh pacar Tanti yang seorang seniman.  Sedangkan Fauzi akhirnya menuntuk pada ibunya untuk mengambil sertifikat ayahnya. Saat itulah datang Erwin dan memukul Fauzi. Namun Marni marah pada Erwin agar tidak turut campur karena bagaimanapun Fauzi adalah anaknya. Marni menyerahkan surat-surat pada Fauzi, dan ia kembali ke panti asuhan seperti dahulu.

Saat itulah Fauzi baru tahu dari surat yang di tulis ayah kandungnya sebelum meninggal. Ia menyesal dan menginginkan ibunya untuk kembali. Namun Marni menolaknya.

Posted in Umum | Tagged: , , , , , , , | 2 Comments »

ANNA TAIRAS & JOHAN SAIMIMA DALAM FILM”MANDI DALAM LUMPUR”

Posted by jejakandromeda on February 12, 2011

Mandi Dalam Lumpur

JUDUL FILM        : MANDI DALAM LUMPUR

SUTRADARA       : SUWARNO SWD

PRODUKSI           : PT. INEM FILM

CERITA                  : TEGUH WALUYO SWD

PRODUSER          : NY LEONITA SUTOPO

TAHUN PROD    : 1984

JENIS                     : FILM DRAMA

PEMAIN               : ANNA TAIRAS, JOHAN SAIMIMA, ANWAR FUADI, PIETRAJAYA BURNAMA, SHERLY MALINTON, ALICIA JOHAR, AVENT CHRISTIE, LEO CANDRA, ERNA SANTOSO, YAYUK SUSENO

SINOPSIS  :

Hesti (Anna Tairas) adalah seorang gadis desa yang menjadi tulang punggung keluarga. Atas nama alasan ekonomi, maka disuruhlah Hesti untuk pergi merantau ke Jakarta tanpa tujuan yang jelas. Untuk mengangkat ekonomi keluarga dan sekolah tiga orang adiknya Mira (Sherly Malinton), Mita dan Anggun adik lelaki satu-satunya membuat Hesti terpaksa harus meninggalkan desanya meski Anwar (Johan Saimima) pacarnya yang tidak direstui oleh ibu Hesti telah melarangnya. Namun Ibu Hesti mantap untuk menyuruh anaknya, sementara ayahnya (Pietrajaya Burnama) hanya diam membisu ketika Hesti berpamitan untuk pergi.

Ditengah jalan yang berlumpur saat akan menuju kota, Hesti menumpang mobil bak terbuka yang juga ditumpangi oleh dua wanita Riana (Erna Santoso) dan Ratna yang juga sama-sama bertujuan untuk pergi kekota dengan impian yang tinggi. Ditengah perjalanan, di belakang mobil terbuka muncullah mobil yang di kendarai oleh dua pemuda (Leo Candra dan Avent Christie) yang melambaikan tangan kepada penumpang bak terbuka untuk ikut dengannya. Melihat ada yang melambaikan tangannya, Riana dan Ratna menghentikan mobil yang di tumpanginya dan pindah ke mobil pemuda tersebut, sementara Hesti melanjutkan perjalanan sendirian dengan menumpang mobil bak terbuka setelah Riana dan Ratna turun.

Sesampai di Jakarta, Riana dan Ratna di kenalkan pada Mami, seorang mucikari namun kepolosan kedua wanita tersebut tidak bisa membedakan siapa Mami sebenarnya.  Kedua pemuda tersebut menyerahkan Riana dan Ratna pada mami. Dengan kata-katanya yang manis mami menyuruh Riana dan Ratna untuk istirahat di kamar yang nyaman. Ketika sedang berbincang-bincang tentang keanehan akan kebaikan tuan rumah tersebut, tiba-tiba pintu di buka oleh kedua pemuda tersebut yang langsung masuk dan memperkosanya. Akhirnya Ratna dan Riana menjadi pelacur di rumah Mami.

Sementara itu Hesti, setelah mencari rumah saudaranya tidak di temukan, akhirnya ia terjebak setelah berkenalan dengan Rosa (Alicia Johar). Hesti akhirnya di jebloskan ke rumah pelacuran milik Mami. Kegadisan Hesti di jual. Meski awalnya Hesti menolak,  namun demi uang akhirnya ia mau melaksanakan tuga untuk melayani pelanggannya. Hesti pun kaget ternyata ia bertemu dengan Ratna dan Riana yang dulu sama-sama menumpang mobil bak terbuka ketika mau ke kota di tempat yang sama. Akhirnya ketiganya pun bercerita satu sama lain tentang apa yang di alaminya, dan menerima nasibnya. Sedikit demi sedikit uang dikumpulkan oleh Hesti dari hasil melacur, meski itu juga bukan atas kemauannya. Hesti juga sering mengirim uang ke desanya. Komisi yang di berikan Hesti kepada Mami adalah 10% dari penghasilannya, namun sayang suatu hari dengan seenaknya Mami menaikkan komisi menjadi 25%. Hal ini membuat Hesti keluar dari rumah tersebut. Namun ditengah perjalanan, setelah di pikir akhirnya Hesti kembali lagi ke rumah Mami dan menjadi pelacur kembali.

Berbagai tipe dan perangai laki-laki hidung belang pernah di layani Hesti, termasuk juga Guntur dan Rusli (Anwar Fuadi). Rusli pernah di kecewakan oleh Hesti ketika sedang tidak dalam kondisi fit. Sementara Guntur bersimpati atas kepribadian Hesti, bahkan kadang Guntur hanya datang untuk sekedar ngobrol dengan Hesti. Hal ini membuat marah Ratna, temannya karena  Hesti dianggap serakah dan menyerobot langganan temannya. Namun setelah menceritakan penyakit yang di derita Hesti, maka Ratna pun luluh. Guntur sendiri  menyuruh Ratna untuk tidak selamanya menjadi pelacur.

****

Hesti pulang kampung setelah mendapatkan surat dari desanya karena Mita akan bertunangan. Sesampai di rumah, Hesti di buat kaget tentang calon suami Mita yang ternyata adalah Guntur yang pernah di kenalnya di Jakarta, Keduanya pun bertemu muka dan ngobrol sekedarnya seolah-olah tidak ada apa-apa. Ketika acara sedang berlangsung tiba-tiba datanglah Rusli (Anwar Fuadi) yang merupakan teman dari Adik Hesti, Anggun. Rusli menelanjangi siapa sebenarnya Hest pada Anggun. Anggun dan seluruh keluarganya Marah, terutama Ibunya dan Anggun.  Hesti di usir oleh Ibunya. Selang beberapa saat kepergian Hesti datanglah Anwar yang mengucapkan selamat atas pertunangan Mita. Ketika Anwar menanyakan tentang Hesti, maka Ayah Hesti menjelaskan kemana Hesti pergi.

Setelah kepergian Hesti, akhirnya Ayah  dan Anwar mencarinya. Hesti ditemukan ketika akan bunuh diri terjun ke laut, namun berhasil di selamatkan oleh Anwar.

Posted in Resensi Film 70-90an | Tagged: , , , , , , , , , , , , | Leave a Comment »

TEDDY PURBA DALAM FILM ” GUNDALA PUTRA PETIR”

Posted by jejakandromeda on January 6, 2011

Gundala Putra Petir

JUDUL FILM        : GUNDALA PUTRA PETIR

PRODUKSI           : PT CANCER MAS   FILM

CERITA                  : HASMI

PRODUSER          : TANTO TANUDJAYA, PURBONEGORO T, RACHMAT BUDIMAN

TAHUN PROD    : 1982

JENIS                     : FILM DRAMA LAGA

PEMAIN               : TEDDY PURBA, ANNA TAIRAS, AUGUST MELAZT, FARIDA PASHA, HIM DAMSIK,

SINOPSIS :

Sancoko (Teddy Purba) merupakan  peneliti di sebuah laboratorium. Kesibukannya menyebabkan ia sering lupa waktu, sampai ketika Minarti (Anna Tairas) pacarnya ulang tahun pun ia sampai lupa, hingga akhirnya Minarti memutuskan untuk mengakhiri hubungannya dengan Sancoko. Minarti menemui Sancoko ke laboratorium dan memutuskannya. Selepas dari Laboratorium, hari sudah larut malam. Sancoko pun pulang dengan berjalan kaki. Namun ditengah perjalanan ia terkena petir, hingga tidak sadarkan diri. Sancoko dibawa kesuatu tempat untuk diisi tentang kebenaran, oleh dewa petir yang mengangkatnya menjadi anaknya. Sancoko di beri nama dengan Gundala, Putra Petir. Gundala akan memiliki insting kebenaran dan menolak kejahatan. Sejak saat itulah, Sancoko di juluki Gundala putra petir.

Gundala dapat mengeluarkan petir dari tangannya, dan bisa berlari secepat kilat. Akhirnya Gundala pun menjadi penegak keadilan, ketika seorang anak di sandera oleh perampok, hingga akhirnya Gundala mampu melumpuhkannya.

Di dalam pekerjaannya, Sancoko memiliki seorang penasehat atau dosennya  bernama Profesor Saelan (Ami Priyono) dan rekan kerjanya Insinyur Agus Pribadi (August Melaz). Namun Profesor tidak begitu mempercayai Ir. Agus,  dan lebih mempercayai Sancoko. Hal ini membuat iri hati Ir Agus secara diam-diam.  Apalagi Sancoko mampu menemukan serum anti morphin, yang menjadi momok bagi para pengedar obat-obatan terlarang.  Hal ini membuat gerah Gasul (WD Mochtar) seorang pimpinan sindikat Narkotika. Gasul rupanya memiliki kerjasama dengan Ir. Agus untuk mengetahui serum anti morphin buatan ir. Sancoko, sehingga mereka bekerjasama untuk menghancurkannya. Untuk mengorek keterangan mengenai serum anti morphin yang dapat merugikan sindikat Narkotika, maka Gasul menyuruh Mira  (Farida Pasha) dan anak buahnya untuk menculik Ir. Sancoko.  Namun sebelumnya, komplotan sindikat Narkotika melakukan perampokan disebuah bank.  Pada saat yang bersamaan, Gundala pun datang dan menolong untuk mengambil uang yang telah dirampok, kemudian menyerahkannya melalui anak-anak yang sedang bermain disekitar bank.

Usaha Mira berhasil. Ia dapat menculik sancoko dan menangkapnya. Namun sayang, usaha untuk mengorek keterangan mengenai obat anti morphin tidak dapat di korek dari Sancoko, sehingga mereka melanjutkan rencana selanjutnya yaitu dengan menculik Profesor Saelan.  Namun ketika Mira dan anak buahnya dengan di bantu Ir. Agus menculik Profesor Saelan, Sancoko alias Gundala mampu keluar dari tahanan Mira setelah menggunakan kalung petirnya.  Gundala pun berhasil menggagalkan usaha penculikan Prof. Saelan, dan mengantarkannya ke kantor polisi untuk minta perlindungan atas Prof. Saelan.

Selepas memberikan pertolongan pada Profesor Saelan, Sancoko kembali ke tahanan Mira seolah-olah tidak ada apa-apa. Pembicaraan hangat pun terjadi mengenai Gundala Putra Petir. Sancoko juga kecewa atas Agus yang telah tega mengkhianati. Kemudian Sancoko yang telah kembali ke tahanan Mira, di hadapkan pada Bos Gasul untuk diajak kerjasama.  Namun Sancoko menolak untuk diajak kerjasama dengan Gasul dan Agus. Akhirnya Ir. Agus mempunyai rencana untuk menculik Minarti pacar Sancoko. Dengan dalih Sancoko akan bunuh diri, Agus menemui Minarti untuk menculiknya . Minarti tidak memiliki kecurigaan apapun.  Dan ia menuruti ajakan Agus untuk menemui Sancoko. Sementara itu, Profesor Saelan juga akhirnya di culik oleh Sindikat Narkotika pimpinan Gasul.

Profesor Saelan dan Sancoko diajak kerjasama untuk membuat narkotika sintetis, namun sayang sekali Profesor dan Sancoko menolak ajakan Gasul.  Untuk mengancam Sancoko, Gasul menghadapkannya pada Minarti yang juga telah di culiknya.  Minarti di ikat dengan di kelilingi oleh ular-ular yang siap menggigitnya hingga mati. Namun demikian, akhirnya Gundala mampu melumpuhkan Sindikat narkotika dan menolong Profesor Saelan dan Minarti dengan selamat, sementara itu Insinyur Agus yang telah berkhianat akhirnya harus menemui ajal dari tangan Gundala setelah di cemplungin kedalam larutan kimia.

Posted in Resensi Film 70-90an | Tagged: , , , , , , , , , , , , | Leave a Comment »

SLAMET RAHARDJO DALAM FILM “KODRAT”

Posted by jejakandromeda on September 2, 2010

JUDUL FILM        : KODRAT

SUTRADARA       : SLAMET RAHADJO

PRODUKSI           : PT. MULTI PERMAI FILM

PRODUSER          : ARIFIN YACOB

TAHUN PROD    : 1986

JENIS                     : FILM DRAMA

PEMAIN               : PIET PAGAU, SLAMET RAHARDJO, FRANS TUMBUAN, ANNA TAIRAS, IDA IASHA, DARUSSALAM, BAMBANG SULISTOMO, DJOKO WINARKO

SINOPSIS :

Solikhin (Piet Pagau) mati setelah di tembak oleh polisi di Semarang. Solikhin adalah seorang penjahat yang berkomplot dengan Bosnya Marwoto (Frans Tumbuan) di Jakarta. Kodrat (Slamet Rahardjo) sahabat Solikhin berniat balas dendam. Solikhin dan Kodrat adalah bersahabat semenjak mereka tinggal sama-sama di suatu panti asuhan yang di ketuai pak Mustakim (Darussalam). Setelah mengetahui kematian Solikhin, Kodrat berangkat kerumah Susy  pacar solikhin(Anna Tairas) seorang penghibur professional dan memberitahu kalau Solikhin telah mati tertembak. Susy yang sedang bermesraan dengan seorang pria kaget atas kedatangan Kodrat. Kodrat merampas uang milik lelaki itu dan Kodrat mencari foto solikhin dengan dirinya  agar polisi tidak mengendusnya. Sementara itu polisi mencari-cari data Solikhin yang masih gelap dan hanya menemukan foto perempuan yang dibelakannya diberi nama susi.

Kodrat semakin dibuat gelisah, sementara itu Susi disuruh tutup mulut oleh Kodrat. Namun semakin tutup mulut semakin membuat Susy tidak tenang.

Sementara itu ditembaknya Solikhin membuat Marwoto menjadi marah dan menganggap kalau kematiannya merupakan ketololan. Apalagi setelah mereka mengetahui kalau polisi sudah mengetahui ada foto Susy bersama Solikhin. Akhirnya Kodrat disuruh menyingkirkan Susy oleh Marwoto. Kodrat sendiri adalah pacar dari anak bosnya bernama Ratna (Ida Iasha). Namun ketika Kodrat sedang missinya dengan  membawa Susy untuk di bunuh, Kodrat tidak tega dan akhirnya membiarkan Susy untuk tetap hidup.  Kodrat tidak tega kalau harus membunuh pacar sahabatnya.

****

Sementara itu di panti asuhan pak Mustakim kedatangan seorang polisi bernama Sofyan (Bambang Sulistomo), yang ternyata adalah bekas penghuni panti yang besar bersama-sama dengan Kodrat dan Solikhin. Sofyan mengingat-ingat tentang Solikhin dimasa lalu.

Di lain tempat Susy merasa di kuntit oleh seseorang dan melaporkannya pada Kodrat melalui telpon  yang saat itu sedang bersama Ratna di kamar hotel. Kodrat mengaku kalau telpon itu adalah berasal dari Marwoto ayahnya, namun karena kemesraan di telpon akhirnya Ratna tahu kalau yang menelpon bukanlah Marwoto akan tetapi orang lain. Akhirnya terkuaklah siapa kodrat sebenarnya dan apa pekerjaan ayahnya. Ratna syok setelah mengetahui kalau Marwoto adalah kepala perampok.

Sedangkan Susy akhirnya di datangi oleh polisi di rumahnya untuk memintai keterangan, dan orang yang selama ini menguntit Susy adalah seorang polisi yang tujuannya untuk melindunginya. Kedatangan polisi kerumah Susy akhirnya diketahui oleh Kodrat yang tidak sengaja melihatnya. Namun kodrat merasa senang karena berarti Susy di lindungi oleh polisi dan tidak dibunuh oleh Marwoto. Kodratpun lega.

Kodrat akhirnya pulang ke panti asuhan untuk menyerahkan sumbanganya bersama solikhin kepada pak Mustakim. Pak Mustakim pun bertanya kepada Kodrat kenapa tidak bersama Solikhin, namun Kodrat membuat alas an. Akhirnya Pak Mustakim memberitahu pada Kodrat kalau ia sudah mengetahui kabar Solikhin yang tewas tertembak setelah diberitahu oleh Solihin, polisi yang ternyata besar dari panti asuhan tersebut. Setelah mengetahui kalau yang menembak Solikhin adalah Sofyan, kodratpun tetap dengan tujuan utamanya yaitu menuntut balas pada Sofyan, polisi yang telah membunuh sahabatnya.

Sedangkan Marwoto tetap berpendirian akan membunuh Susy tanpa menghiraukan lagi pada Kodrat yang pertama kali mendapat perintah darinya. Dengan menyusun rencana akhirnya Marwoto menyuruh anak buahnya untuk membunuh Susy.  Susy berhasil di tusuk oleh anak buah Marwoto, Kodrat pun mengejar pelakunya. Namun sayang sekali Kodratpun ikut tertusuk.  Dengan tertatih-tatih Kodrat naik taksi menuju rumah Marwoto dan berhasil menembaknya, selanjutnya Kodrat menuju tempat dimana Sofyan menunggunya. Namun sayang sekali ketika Kodrat hendak menembak Sofyan, justru yang tertembak adalah pak Mustakim, ayah angkatnya sendiri di panti asuhan.

Kodrat akhirnya di tangkap dan di penjara. Ratna pun akhirnya hamil dan melahirkan anak dari buah percintaannya dengan Kodrat. Ratna ke penjara dengan membawa anaknya dan meminta Kodrat untuk memberinya nama.

****

Kodrat adalah salah satu film Slamet Rahardjo yang dikemas dengan acting-akting yang bagus. Film berdurasi 91 menit ini juga dimeriahkan oleh penyanyi rock Sylvia Sarce yang terkenal pada masanya.

Posted in Resensi Film 70-90an | Tagged: , , , , , , , , , , , , , | Leave a Comment »

ANNA TAIRAS & HARRY CAPRY DALAM FILM “CINTA DI AWAL TIGA PULUH”

Posted by jejakandromeda on July 15, 2010

Cinta Di Awal Tiga Puluh

JUDUL FILM        : CINTA DIAWAL TIGA PULUH

SUTRADARA       : DASRI YACOB

PRODUSER          : Sony Effendy

PENULIS               : MIRA W

TAHUN PROD    : 1985

JENIS                     : FILM DRAMA

PEMAIN               : ANNA TAIRAS, HARRY CAPRI, AVENT CHRISTIE, YAN BASTIAN, DAHLIA, ROY ROHERS, LUCY SUBARJO, GINA MAKA SUCI.

SINOPSIS :

Cinta Di awal Tiga puluh merupakan salah satu film yang diangkat dari Novel Mira W dengan judul yang sama.  Film yang di produksi tahun 1985 ini memasangkan acting Anna Tairas dan Harry Capry dalam satu frame.

Rini Darmawan alias Anggraini (Ana Tairas) atau biasa dipanggil Angga seorang stunt in menabrak seorang narapidana bernama Heri (Harry Capri) di tengah jalan hingga terluka. Ketika mencoba mencari keberadaan korban, Angga tidak menemukannya, lalu iapun kembali ke mobil. Namun ia di kagetkan oleh suara seorang yang ternyata adalah korbannya untuk dibawa ke Bandung. Namun Rini menolak dan mencoba menawarkan diri untuk dibawa ke rumah sakit. Heri menolak dan akhirnya dibawa kerumah Angga untuk di obati. Akhirnya pun terungkap siapa Heri sebenarnya. Heri adalah seorang narapidana yang dicari-cari polisi karena terlibat perkelahian massal. Angga secara tidak langsung menyembunyikan seorang buronan.  Pelan-pelan Angga yang memiliki lima orang anak dari 3 mantan suaminya akhirnya juga menceritakan siapa dirinya pada Heri.

Sementara itu, Angga berpacaran dengan Budi (Gino Makasuci) seorang produser yang sedang menggunakan Angga untuk menjadi stunt in. Kedekatan Angga dan Budi tidak disukai oleh Ibunya dan juga anak-anak Angga yang sudah tidak ingin memiliki ayah baru lagi. Angga memiliki anak-anak dengan sifatnya masing-masing. Rimba anak terbesar Angga  terkenal tomboy dan jarang dirumah, semenara Cinta adalah seorang perempuan yang lemah dan pincang. Kehidupan menjadi single parent menjadikan Angga harus bekerja keras, termasuk menjadi stunt in.

Di lain pihak Heri yang tinggal dirumah Angga akhirnya pelan-pelan mampu menarik perhatian anak-anak. Ia berhasil mengambil hati Cinta yang pincang, hingga suatu hari ketika sedang ngobrol dikamar, Heri kepergok oleh nenek Cinta. Akhirnya nenek mengadukannya pada Angga, yang menjadi kuatir dan menyuruh Heri untuk meninggalkan rumahnya esok hari. Namun Heri menolak karena polisi masih mencari-cari. Bahkan anak-anak yang sudah terlanjur dekat dengan Heri pun akhirnya memohon Heri untuk tidak pergi.  Pendekatan Heri terhadap Anak-anak mampu menghipnotis dan memberi kekuatan baru bagi anak-anak untuk tidak selalu tergantung pada Angga mamanya.

Suatu ketika Angga berjanji untuk tidak pergi dan  berjanji akan datang ketika Dian pentas. Namun disaat bersamaan datanglah Budi pacarnya yang juga seorang produser yang mengajak Angga untuk pergi. Meski semula Angga menolak, namun akhirnya Anggapun pergi bersama Budi.  Anak-anak pun kecewa di buatnya, namun berkat Heri akhirnya mereka pun pergi untuk menemani Dian.  Diantara anak-anak Angga, hanya Rimba yang paling liar, namun pada akhirnya Heri mampu menaklukkannya.

***

Tanpa Sengaja Heri membaca buku diary Angga, dan akhirnya mengetahui kalau Angga terserang kanker ganas yang dapat merenggut nyawanya.  Heri pun berupaya untuk lebih mendekatkan pada anak-anaknya dan berhasil mengubah Rimba yang tomboy menjadi seorang wanita.

Suatu malam, Angga pulang dan langsung marah-marah apalagi setelah tidak ditemukan dimana anak-anaknya. Satu persatu anak-anaknya muncul dengan dandanan yang menor, membuat Angga makin marah dibuatnya dan membanting sebuah benda. Anak-anak dibuat ketakutan, dan akhirnya anak yang terkecil keluar dengan membawa kue ulang tahun dan menjatuhkannya Karena ketakutan akan kemarahan Angga. Namun akhirnya Angga pun sadar apa arti semuanya, dan menangis dibuatnya.  Ia meminta maaf pada anak-anaknya dan anak-anak pun memberi ucapan pada Angga termasuk Heri yang telah mengetahui penyakitnya juga memberi ucapan selamat ulang tahun untuk yang ketiga puluh.

Akibat sakit yang dideritanya, Angga ambruk ketika sedang menjalani kerjaannya sebagai stunt in, dan dianjurkan dokter untuk mengangkat kankernya yang semakin ganas. Namun Angga terlalu banyak pertimbangan, dan dengan Herilah ia selalu bercerita dan berkeluh kesah. Hubungan Heri dan Angga kian hari kian dekat.  Heri akhirnya membuka jatidirinya pada Angga kalau ia pernah membunuh orang. Bahkan Heri bersedia menjadi suami dan ayah dari anak-anak Angga setelah Angga di tinggalkan oleh Budi.  Namun hal ini mendapat penolakan dari Cinta dan memberi pilihan yang sulit untuk memilih Cinta atau Ibunya. Kedekatan Cinta dan Heri telah menumbuhkan perasaan cinta di hati Cinta. Setelah Heri memberi penjelasan tentang penyakit mamanya akhirnya iapun mengerti.

Akan  tetapi disaat kebahagiaan baru tersebut dan kedekatan Angga dan anak-anak, tiba-tiba datanglah polisi yang menangkap Heri. Heri ditangkap setelah Rimba memberitahu  polisi dengan keberadaan Heri.  Mengetahui siapa yang memberitahukan keberadaan Heri, Cinta marah pada Rimba, keduanya pun bertengkar karena sebenarnya keduanya telah jatuh cinta pada Heri. Namun akhirnya Cinta memberitahukan akan penyakit mamanya. Rimba pun terdiam , namun tiba-tiba ia berniat bunuh diri, namun setelah di bujuk Heri akhirnya rimba urung bunuh diri dan meminta maaf pada Angga. Akhirnya Heri dibawa kekantor polisi.

***

Cinta diawal tiga puluh dimainkan dengan penuh penghayatan oleh Anna Tairas sehingga penontonpun turut larut kedalamnya.

Posted in Resensi Film 70-90an | Tagged: , , , , , , , , , , , , , , | Leave a Comment »

DEDDY MIZWAR & NURUL ARIFIN DALAM FILM ” 2 DARI 3 LAKI-LAKI”

Posted by jejakandromeda on July 13, 2010

Film 2 dari 3 Laki-laki

JUDUL FILM        : 2 DARI 3 LAKI-LAKI

SUTRADARA       : EDUART PESTA SIRAIT

PRODUSER          : SUKMAJAYA, HANITA MAHTANI

PENULIS               : EDDY SUHENDRO

TAHUN PROD    : 1989

JENIS                     : FILM DRAMA

PEMAIN               : DEDDY MIZWAR, REMY SILADO, NURUL ARIFIN, FIRDA RAZAK, ANNA TAIRAS, BABY SELVIA, RIMA MELATI, ULLY ARTHA.

SINOPSIS :

Adegan  dibuka dengan isu yang sedang heboh di media massa akibat karena Survai yang dilakukan oleh Majalah Matra terhadap 2 dari 3 laki-laki pernah berselingkuh, menjadi pembicaraan dimana-mana. Termasuk di perusahaan Doddy (Deddy Mizwar). Doddy adalah salah seorang pria yang termasuk setia alias termasuk dari sepertiga pria yang setia. Namun keberadaan Doddy akibat isu yang berkembang di masyarakat tak ayal pula ikut di curigai oleh sekretaris kantornya (Firda Razak).

Sementara itu istrinya Atik (Nurul Arifin) juga ikut curiga dengan Doddy apalagi setelah ia tahu sewaktu Atik di tugaskan ke Surabaya untuk mengikuti seminar yang membahas hasil angket majalah Matra, kalau Doddy lembur dengan bosnya. Kecurigaan Atik bertambah setelah dihubungkan dengan penelitian yang dilakukan oleh Majalah Matra dan juga setelah memperhatikan teman-teman laki-lakinya sewaktu di Surabaya.

Sesampai di Jakarta, Atik langsung mengecek ke kantor Doddy apakah ada lembur atau tidak, namun sayang sekali Atik tidak menemukan Doddy di kantor, padahal Doddy sendiri sudah sampai di rumah. Atik marah, dan pulang kerumah orangtuanya. Doddy pun menyusul dan berusaha menjelaskan pada Atik kalau perusahaannya sedang melakukan join dengan perusahaan Jepang, keduanya bertengkar namun tanpa sengaja Atik menampar Doddy. Doddy pun akhirnya pulang sendiri meninggalkan Atik. Doddy menemani Bosnya (Remy Silado) untuk menjamu tamu Jepang, dan Doddy akhirnya ditemani oleh seorang Wanita bernama Neni (Baby Selvia). Namun ternyata Bosnya tertarik pada teman Neni dan meminta Doddy untuk memperkenalkannya.

Ketika bersama Neni, tanpa sengaja Doddy di potret mesra dengannya. Foto ini akhirnya di ketahui oleh Atik. Akibatnya Atikpun pergi dari rumah karena menuduh Doddy menyeleweng.  Atik ternyata pergi kerumah orangtuanya. Akhirnya Doddy mengajak Atik untuk menjelaskannya pada Atik ke Mami (Ully Arta) seorang mucikari. Mami menanyakan dimana keberadaan Neni ada Doddy, namun Doddy Marah. Atik melarikan diri, dan Doddy Akhirnya di hajar oleh bodyguard Mami hingga babak belur.  Akhirnya Atik mengetahui kalau Doddy babak belur dan datang kerumah Bos dari Doddy. Di rumah Bosnya, Atik menemukan Neni berada disana dan akan menjadi istri dari Bosnya.

Akhirnya Doddy dan Atik berbaikan dari kesalahpahaman selama ini.

Posted in Umum | Tagged: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a Comment »

BOY TIRAYOH & ANNA TAIRAS DALAM FILM “TONGKAT SAKTI”

Posted by jejakandromeda on January 29, 2010

Boy Tirayoh & Anna Tairas - Tongkat Sakti

JUDUL FILM        : TONGKAT SAKTI

SUTRADARA       : WILLY WILYANTO

PRODUSER          : NY LEONITA SUTOPO

PRODUKSI           : PT INEM FILM

TAHUN PROD    : 1982

JENIS                     : FILM LAGA

PEMAIN               : BOY TIRAYOH, ANNA TAIRAS, PONG HARYATMO, URIP ARPAN, RUSLAN BASRI, TRISNO WIDJAYA, FATIMA MARIA, SAMSUL GANDRJAYA, WILLY WILYANTO, HADISYAM TAHAX

SINOPSIS :

Marsan (Boy Tirayoh) adalah anak dari Sabur yang telah mati dibunuh oleh Kompeni. Sabur mati ketika membela istrinya untuk dilepaskan dari Kompeni karena sedang mencari Sabur yang mempunyai ilmu kebal. Namun Sabur akhirnya mati tertembak oleh Kompeni dan istrinya di bawa ke markas kompeni. Sementara Marsan akhirnya di ambil murid oleh seorang guru di pesisir pantai. Setelah ia berhasil menguasai ilmu yang telah diberikan, maka saatnya Marsan untuk turun mencari Ibunya dan membela kebenaran. Sebelum pergi, Marsan dibekali tongkat sakti oleh gurunya.

Marsan langsung menuju ke tempat dimana Ibunya di sekap. Namun tempat tersebut dijaga oleh begundal-begundal kompeni yang notabene adalah penduduk pribumi yang berkhianat. Namun usaha Marsan sia-sia karena penjagaannya yang begitu ketat. Akhirnya Marsan pergi kedesa ke tempat Pak Dadang (Hadisyam Tahax) tetangganya. Namun gerak gerik Marsan di ikuti oleh anak buah kompeni yang dipimpin oleh Somad (Samsul Gandrajaya) dan Safei (Urip Arphan). Namun atas saran Istri Dadang, Siti (Fatima Maria), Marsan disuruh pergi untuk meninggalkan desa tersebut karena takut keluarganya mendapat kesusahan dari kompeni. Namun Marsan untuk sementara waktu menolak pergi. Marsan pun akhirnya jatuh hati pada anak Pak Dadang, Yusniar (Anna Tairas) yang juga merupakan teman sepermainan waktu kecil.  Keduanya melangsungkan pernikahan. Namun disaat upacara pernikahan baru selesai dilaksanakan, Somad dan kawan-kawannya datang mengacaukannya. Tindakan tersebut berhasil dir edam oleh Marsan. Kompeni pun marah pada Somad  karena tidak berhasil menangkap Marsan yang dianggap pemberontak.

Kompeni akhirnya menyuruh anak buahnya untuk menangkap Dadang dan Keluarganya. Dadang berhasil ditangkap ketika Marsan sedang berada disawah, sedangkan Yusniar berhasil di perkosa oleh Somad dan Safei. Ketika mengetahui kalau istrinya Yusniar diperkosa dan menyusul ke sawah, akhirnya Marsanpun marah. Dengan Tongkat saktinya Marsan pun akhirnya berangkat untuk menuntut balas atas kehormatan istrinya yang telah dinodai.

Sementara itu Kompeni berhasil menangkap seorang pendekar bernama Jarus yang kemudian menjadi antek-antek kompeni untuk menangkap Marsan.  Marsan yang sedang dalam perjalanan untuk menuntut balas berhasil dihadang olehnya. Perkelahianpun terjadi.  Namun setelah mengeluarkan ilmu masing-masing ternyata keduanya adalah merupakan satu perguruan dengan Marsan. Akhirnya keduanya pun menghentikan perkelahian. Somad dan Safei yang mengetahui keadaan tersebut akhirnya lari terbirit-birit dan melaporkannya pada kompeni.

Marsan dan kakak seperguruan Jarus akhirnya berhasil masuk kesarang kompeni dan membebaskan ayah Yusniar . Somad dan Safei berhasil di bunuh oleh Marsan.  Dalam usaha keluar dari Sarang Kompeni, Marsan akhirnya mati tertembak, sementara kakak seperguruannya Jarus yang mengetahui rahasia keris dari tongkat sakti pun akhirnya tertembak.

Posted in Resensi Film 70-90an | Tagged: , , , , , , , , , , , , , , , | 1 Comment »

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,796 other followers