Movie, Photography and Hobby

Indonesian Old Movie Lovers

Archive for the ‘Resensi Film 70-90an’ Category

MERIAM BELLINA & RIA IRAWAN DALAM FILM ” SELAMA TINGGAL JEANETTE “

Posted by jejakandromeda on June 24, 2013

Selamat Tinggal Jeanette

Selamat Tinggal Jeanette

JUDUL FILM                        : SELAMAT TINGGAL JEANETTE

SUTRADARA                       : BOBBY SANDY

CERITA                                  : TITI SAID

SKENARIO                           : BOBBY SANDY

MUSIK                                  : BILLY J BUDIHARJO

PRODUSER                          : FERRY ANGRIAWAN

PRODUKSI                           :  PT.  VIRGO PUTRA FILM

TAHUN PRODUKSI           : 1987

JENIS                                     : FILM DRAMA

PEMAIN                              : MATHIAS MUTCHUS, MERIAM BELLINA, NANI WIJAYA, RIA IRAWAN, ASRUL ZULMI, MANG UDEL, SUNJOT ADIBROTO, ANTON INDRACAYA

SINOPSIS :

Suryono (Mathias Mutchus) anak bangsawan di Solo mencintai Jeanette (Merim Bellina) bule  Perancis yang ingin memperdalam kebudayaan dan adat ketimuran. Suryono membawa Jeanette ke Solo, untuk bertemu dengan keluarganya. Suryono yang telah di pengaruhi hidup di luar negeri seringkali dianggap meninggalkan adat Jawa yang sangat di junjungnya. Termasuk cara berpakaiannya. Karena cintanya pada Jeanette, Suryono memohon ijin untuk menikahinya pada Kanjeng Ibu (Nani Wijaya), namun Kanjeng Ibu sebenarnya tidak mengijinkan pernikahan tersebut karena ingin agar Suryono mendapatkan wanita Jawa.  Namun pernikahan itupun berlangsung.  Adalah Trimah (Ria irawan) abdi rumah yang selalu menyediakan segala keperluan dirumah tersebut termasuk keperluan ndoro putrid Jeanet dan ndoro Suryono. Trimah adalah seorang gadis desa yang menerima nasibnya di beri nama Trimah yang artinya nrimo, karena saat ia di lahirkan, ayahnya (Mang udel ) bercerita kalau Ibunya meninggal.

Perbedaan budaya antara Jeanette yang orang perancis dengan Suryono yang orang Jawa menjadikan Jeanette mulai jenuh, apalagi setelah Suryono mengatakan kalau ia selalu membayangkan agar Jeanette seperti orang Jawa. Namun Jeanette sendiri menginginkan kalau Suryono juga sesuai dengan bayangannya menjadi orang Perancis.  Lambat laun hubungan keduanya mulai retak. Jeanette menginginkan agar Suryono mau ikut pulang ke Perancis namun Suryono bingung akan kerja apa di Perancis sehingga ia memilih untuk tetap di Solo.  Akhirnya Jeanette pun pulang ke Perancis bersama papanya, sedangkan Suryono tetap tinggal di Solo.

Sepeninggal kepergian Jeanette rasa sepi dan kangen pun selalu menggelayuti Suryono, demikian pula sebaliknya, Jeanette sering kali kesepian dan kangen dengan Suryono. Akibat rasa kangen tersebut, tanpa sadar Suryono memperkosa Trimah ketika Ia diminta tolong oleh Suryono untuk mengerok badannya. Meski Trimah berontak namun tenaganya kalah kuat. Esok paginya, Trimah hanya tertunduk sedih dan berpamitan dengan ndoro Putri orang tua Suryono untuk pulang ke desa tanpa alasan yang jelas.

Selang beberapa lama ndoro Putri mendengar kabar kalau Trimah hamil dari orang yang tidak jelas, maka iapun marah dan mengatai kalau Trimah bukanlah perempuan baik-baik. Kasur bekas Trimahpun ia bakar. Kehamilan Trimah diam-diam mengusik hati Suryono dan ia berterus terang pada Ndoro Putri kalau dirinyalah yang telah menghamili Trimah. Ia memohon ijin untuk menikahi dan bertanggungjawan terhadap Trimah pada Ibunya. Meski di tolak karena menikahi abdinya sendiri, namun akhirnya Ndoro Putri menyetujuinya.

*****

Jeanette tiba-tiba datang ke rumah Suryono untuk menemuinya. Namun betapa kagetnya setelah ia tahu dari abdi dalem rumah tersebut kalau Suryono sudah menikah dengan Trimah. Apalagi kali ini kedatangan Jeanette adalah bersama bayinya, anak buah cintanya dengan Suryono. Akhirnya Jeanette menemui Ndoro Putri untuk berbicara dan menunjukkan cucunya, Ndoro Putri tidak bisa berbuat apa-apa. Akhirnya dengan bersedih hati, Jeanette akhirnya kembali ke Perancis.

*****

Selamat Tinggal Jeanette membawa Ria Irawan sebagai pemeran pembantu terbaik FFI 1988.

Posted in Resensi Film 70-90an | Tagged: , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a Comment »

PENGINAPAN BU BROTO (LOSMEN)

Posted by jejakandromeda on June 13, 2013

Penginapan Bu Broto

Penginapan Bu Broto

Masih ingat drama seri Losmen yang di tayangkan oleh TVRI tiap jam 21.30 selepas siaran Dunia dalam Berita di era 80an? Losmen bercerita tentang Bu Broto (di perankan Mieke Wijaya) yang mengelola sebuah Losmen bersama suaminya (Mang Udel alm. Alias Drs. Poernomo) dan anak-anaknya. Bu Broto digambarkan sebagai sosok yang ulet dalam mengelola Losmen, rapi, dan pintar dan bijaksana dalam menyikapi persoalan. Bu Broto dengan pakaian khas jawanya, Sanggul yang rapi, dengan kain jariknya dan baju kebaya jawanya selalu tampil rapi, Sedangkan Pak Broto juga digambarkan sebagai laki-laki jawa dengan dandanan  khasnya termasuk blangkon yang di kenakan di kepalanya.

Losmen atau lebih di kenal juga dengan penginapan Bu Broto selalu menyambangi pemirsa TVRI setiap seminggu sekali merupakan salah satu hiburan keluarga yang murah, menghibur dan memberikan gambaran atau motivasi hidup keluarga. Bagi keluarga Indonesia, TVRI masih menjadi salah satu hiburan yang mahal, terutama di desa-desa karena televise masih merupakan barang langka, sehingga untuk menontonnyapun masih harus ke kelurahan ataupun ke tetangga yang memiliki televisi. Bahkan dengan bekal televise hitam putih, penonton TV pun biasanya berbondong-bondong untuk menontonnya.

Dalam drama serial Losmen ini, selain di kelola oleh Bu Broto dan suaminya juga dibantu oleh Tarjo anak laki-lakinya dan mbak Pur.  Tarjo diperankan oleh Mathias Mutchus sedangkan Mbak Pur diperankan oleh Ida Leman. Mbak Pur digambarkan sebagai perawan tua yang susah sekali mendapatkan jodoh, namun tetap sabar dengan ke khas an wanita jawanya. Juga ada Jeng Sri (Dewi Yull) seorang janda muda yang turut membantu Bu Broto mengelola Losmennya.

Penampilan, aksen jawa yang kental serta acting pemainnya benar-benar membekas sampai sekarang. Betapa tidak, intrik dan kekuasaan atau perebutan harta belum berlaku kala itu, sehingga drama seri ini terasa ringan namun bernas. Artinya Ringan sebagai sebuah hiburan keluarga namun bernas karena kita tidak hanya sekedar menyaksikan sebuah tontonan, namun juga dapat mengambil sisi baik dari drama seri tersebut, baik itu keuletan Bu Broto, kebaikan Bu broto serta bagaimana cara Bu Broto mengelola dan memahami suasana hati Pak Broto, ini merupakan salah satu tontonan keluarga yang sangat bagus.

Sebenarnya Losmen Bu Broto sendiri ada dimana sih? Wah pasti pada bingung deh karena settingannya berada di Jogyakarta, tapi sayang sekali ya Losmen tersebut hanya sebuah cerita settingan dan tempatnya adalah merupakan setingan TVRI, wah kalau Losmen Bu Broto memang benar-benar ada ingin rasanya sekali-sekali nginap disana pasti akan sangat betah… hehe.

******

Dengan cerita yang bagus tersebut, Losmen pun akhirnya diangkat pula ke layar lebar dengan Judul “Penginapan Bu Broto “ tentu saja dengan pemain utama yang sama, Bu Broto diperankan oleh Mieke Wijaya, Pak Broto oleh Mang Udel. Mathias Mutchus sebagai Tarjo, Mbak Pur si perawan tua juga diperankan dengan bagus oleh Ida Leman serta Dewi Yull dengan Jeng sri nya.

Film layar lebar Penginapan Bu Broto adalah film produksi tahun 1987 . Film Penginapan Bu Broto seperti dalam serialnya, film ini bercerita tentang Mbak Pur yang di desak untuk kawin oleh orang tuanya.  Muncullah Darmanto, laki-laki yang brengsek yang ingin mendekati Mbak Pur, namun Mbak Pur justru lebih tertarik untuk menyukai seorang duda dari Jakarta, Nugroho.  Meski merasa sudah sangat yakin kalau Mbak Pur akan di nikahi Nugroho, namun di akhir kisah kenyataan pahitpun di terimanya. Mbak Pur gagal di persunting Nugroho dan ia harus menerima nasibnya untuk menjadi perawan tua.

Film Penginapan Bu Broto di produksi oleh PT. Tobali Indah Film dan di perkuat oleh permainan Zainal Abidin (Nugroho)  Cintami Atmanegara (Anak Nugroho), Marissa Haque, August Melasz, Eeng Saptahadi dan Tarida Gloria.  Film karya sutradara Wahyu sihombing ini boleh dibilang mampu mengobati kerinduan akan drama seri bermutu di TVRI dan kini saatnya kita bernostalgia dengan Film tersebut.

Film ini pernah rilis dalam kepingan VCD , dan ini merupakan salah satu koleksi pribadi penulis.

Posted in Resensi Film 70-90an | Tagged: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 1 Comment »

ONKY ALEXANDER & MERIAM BELLINA DALAM FILM ‘ CATATAN SI BOY 4 ‘

Posted by jejakandromeda on June 12, 2013

Catatan Si Boy 4

Catatan Si Boy 4

JUDUL FILM                        : CATATAN SI BOY IV

SUTRADARA                       : NASRI CHEPPY

PRODUSER                          : SUDWIKATMONO, R SOENARSO, SUDARKO

CERITA                                  : MARWAN ALKATIRI

SKENARIO                           : MARWAN ALKATIRI – NASRI CHEPPY

MUSIK                                  : ERWIN BADUDU

PRODUKSI                           :  PT.  PARKIT FILM

TAHUN                                                 : 1990

JENIS                                     : FILM DRAMA

PEMAIN                              : ONKY ALEXANDER, MERIAM BELLINA, DIDI PETET, PARAMITHA RUSADY, ROBERT SYARIEF, BOY ISKAK, WAN ABUD,  NANI WIJAYA,  IDA KUSUMAH

SINOPSIS :

Boy (Onky Alexander) sedang berlibur di Jakarta. Setelah lama berpisah karena ke Amerika, akhirnya Boy bisa kembali dan bertemu dengan Vera (Meriam Bellina). Namun Vera kali ini adalah Vera yang berbeda karena profesi foto modelnya.  Boy tidak setuju kalau Vera menjadi foto model apalagi dengan buka-bukaan baju saat difoto. Majalah edisi Vera sebagai covernya terbit dengan pose yang lumayan menantang. Hal ini membuat kaget mama Boy (Nani Wijaya), ia tidak setuju kalau calon menantunya berfoto seperti di majalah. Boy sendiri menjadi kesal dibuatnya  atas foto diri Vera di majalah, sehingga Boy member saran pada Vera tentang profesinya.  Seringkali Boy dan Vera berselisih paham.  Vera dianggap telah di pengaruhi oleh Meo tukang make upnya.

Namun Vera bukanlah orang yang mau di atur-atur. Akhirnya Vera memilih mengikuti karirnya. Vera dan Boy sepakat untuk memutuskan hubungan diantara mereka berdua. Vera lebih memilih kariernya di dunia foto model. Boy menerima keputusan yang telah dibuat.  Sebagai seorang foto model, Vera selalu melakukan pemotretan dimana saja.

***

Ketika Boy berlibur ke Bali, tanpa sengaja ia bertemu dengan Cindy (Paramitha Rusady) yang pada awalnya sangat susah diajak berkenalan, namun akhirnya luluh juga. Diam-diam Boy menyukai Cindy dan akhirnya mengutarakan isi hatinya pada Cindy. Namun Cindy ragu. Atas saran kakaknya akhirnya Cindy mau menerima Boy. Secara kebetulan pula, Vera sedang melakukan pemotretan di Bali. Ia melihat Boy dan Cindy berduaan. Basa basi Vera menemui mereka namun hatinya tidak bisa berbohong kalau ia masih menyukai Boy.

Akhirnya Vera pun menerima keadaan Boy, dan Vera lebih memilih menjalani pekerjaannya.

Posted in Resensi Film 70-90an | Tagged: , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a Comment »

PARAMITHA RUSADY & DESY RATNASARI DALAM FILM ” BLOK M ”

Posted by jejakandromeda on May 31, 2013

Blok M

Blok M

JUDUL FILM                        : BLOK M

SUTRADARA                       : EDUART P SIRAIT

CERITA                                  : HELMY YAHYA

SKENARIO                           : HELMY YAHYA

MUSIK                                  : DIDI AGP

PRODUSER                          : DHAMOO, GOBIND, RAAM PUNJABI

TAHUN PRODUKSI           : 1990

PRODUKSI                           : PT PARKIT FILM

JENIS                                     : FILM DRAMA

PEMAIN                              : DESY RATNASARI, PARAMITHA RUSADY, CHRIS SALAM, CIATA HENDRIANY, RIZKI INDIRA, NIA LAVENIA, LENNY MARLINA, REMY SILADO, YOSEANO WAAS

SINOPSIS :

Lola (Desy Ratnasari) pelajar sebuah SMA setiap sepulan sekolah selalu mejeng di kawasan Blok M, yang di anggap sebagai tempat gaulnya remaja. Bersama teman-temannya satu geng, ia kerap kali ngeceng di Blok M karena dianggap gampang untuk melakukan apa saja, mau makan, minum dan sebagainya, apalagi mamanya (Leny Marlina) sibuk dengan kegiatannya sendiri, sehingga Lola menjadi tidak betah di rumah.  Bahkan di sekolahpun kerap kali geng mereka ngecengin pengantar teman-teman sekolah.

Tak heran kalau kehidupan mereka yang mengikuti trend dimana Blok M sebagai lokasi mejeng menjadi tujuan mereka setiap hari. Termasuk Cindy (Paramitha Rusady) teman satu SMAnya yang terlibat sebagai pereks alias perempuan eksperimen. Bukan tanpa alasan Cindy melakukannya, namun bagi teman-temannya terutama teman segeng Lola Cindy bukanlah level teman yang sepadan dengannya karena kerjaanya yang mencari om-om.  Di tempat kumpulnya anak muda pun, Cindy dianggap tidak pantas untuk bergabung disitu oleh Winda teman Lola. Namun meski ceria, di hati Cindypun merenung tentang kata-kata temannya. Ia hanya bisa diam.

Suatu hari di lintas melawai sedang diadakan Zona Mangkal dari radio Prambors yang mengomentari mobil-mobil yang lewat, sehingga kawasan tersebut menjadi macet. Lola dan teman-tem annya terjebak macet dan tidak bisa ke lokasi acara, disaat yang bersamaan karena terjebak macet, Cindy yang sedang bersama om-om di mobil terpaksa melewati lintas melawai. Dari radio yang di dengarnya di mobil, ketika Cindy dan om-om lewat, dari microphone radio terdengar orang yang mengatainya, bahkan ia menyebut identitas dirinya lala. Cindy marah. Ia turun dari mobil, ia mengejar mobil Lola dan kawan-kawannya. Terjadilah adu mulut, namun Lola berusaha meyakinkan Cindy kalau bukan dirinya yang melakukannya karena ia sendiri tidak turun dari mobil karena terjebak macet. Keduanya terlibat adu mulut.  Hingga Cindy mengatakan kalau mereka tidak ada bedanya dengan dirinya yang suka ngeceng dan bisa saja pereks juga.

*****

Kata-kata Cindy masih terngiang di telinga Lola, Ia merasa benar apa yang di katakana Cindy. Sehingga selepas pulang sekolah iapun berjalan sendirian di kawasa blok M sambil merenung. Namun ia diganggu oleh Om Aryo (Torro Margens) namun disaat Lola panic, muncullah Cindy dan memperkenalkan siapa om Aryo.  Dari pertemuan tersebut akhirnya mereka saling meminta maaf yang di dahului oleh Cindy melalui telepon. Untuk membalasnya, Lola mencari rumah Cindy untuk meminta maaf. Cindy yagn di temui belumlah pulang, Lola hanya menemukan dua adik Cindy di rumah. Namun Cindy tidak suka dengan apa yang dilakukan oleh Lola dan tidak mau dicampuri kehidupannya.

Lola meyakinkan Cindy kalau dirinya hanya ingin mengenal lebih dekat Cindy dan tidak mau mencampuri urusannya. Akhirnya Cindy pun terbuka pada Lola kalau selama ini ia menjadi pereks karena ia harus menghidupi dua orang adiknya dan mengobati ibunya yang sedang sakit. Akhirnya keduanya pun menjadi teman .

 

Posted in Resensi Film 70-90an | Tagged: , , , , , , , , , , , , , | Leave a Comment »

GEORGE RUDY & LEE CHIN KUN DALAM FILM “BALADA DUA JAGOAN”

Posted by jejakandromeda on May 30, 2013

Balada dua jagoan

Balada dua jagoan

JUDUL FILM                        : BALADA DUA JAGOAN

SUTRADARA                       : FRITZ  G SCHADT

CERITA                                  : DJOHAN BA

SKENARIO                           : FRITZ G SCHADT

TAHUN PRODUKSI           : 1977

PRODUKSI                           : PT CINERAMA FILM

JENIS                                     : FILM SILAT

PEMAIN                              : GEORGE RUDY, LEE CHIN KUN, RD MOCHTAR, ERDAWATY, DICKY ZULKARNAEN, PUPUNG

SINOPSIS :

Rachmat berpapasan dengan Zuleha (Erdawaty) seorang perempuan kampung yang ia sukai, namun hal tersebut tidak disukai oleh orang tua Zuleha. Sementara itu Lee(Lee Chin Kun) di utus gurunya untuk menemui guru silat Saleh (Rd Mochtar), namun sesampai di rumah Saleh, ia di hadang oleh Rachmat (George Rudy) karena menganggap Lee adalah orang yang tidak bermaksud baik. Namun setelah menjelaskan duduk permasalahannya akhirnya guru Saleh mengenalkan diri kalau ialah orang yang dicari oleh Lee. Akhirnya Lee di terima sebagai murid Saleh untuk menimba ilmu silat diperguruan tersebut. Lee dan Rachmat sering berlatih bersama. Kedatangan Lee ke kampung tersebut tidak disukai oleh seorang pemuda jagoan kampung bernama Taufik yang juga merupakan kakak Zuleha. Dalam suatu pertandingan persahabatan Taufik berhasil di kalahkan oleh Lee sehingga membuatnya marah.

Akhirnya Taufik mengirim utusan untuk menantang Saleh untuk bertarung. Namun kali inipun Taufik harus kembali menelan kekalahan,s ehingga makin membuatnya marah. Akhirnya keluarga Taufik dan Saleh menjadi bermusuhan akibat Taufik tidak mau menerima kekalahan yang dideritanya. Hal ini membuat sulit Rachmat untuk bertemu dengan Zuleha, karena keluarga Taufik sangat tidak menyukai keluarga Rachmat akibat kejadian tersebut.

Merasa di kalahkan oleh Lee, Taufik akhirnya mencari jagoan untuk menghadapi mereka. Maka bertemulah ia dengan Si Brewok (Dicky Zulkarnaen) dan kawan-kawannya. Dengan imbalan yang dijanjikan oleh Taufik, maka Brewok seorang perompak laut mau memenuhi keinginan Taufik untuk  bertarung melawan Lee dan Rachmat. Akhirnya kesempatan untuk bertarung pun terjadi. Dengan di keroyok oleh anak buah brewok dan Brewok sendiri yang turun tangan, Lee dan Rachmat di buat tidak berdaya, dan akhirnya ditangkap dan diikat. Ketika Brewok akan membunuhnya, Taufik melarang karena ia hanya ingin memberi pelajaran saja pada Lee, namun Brewok yang merasa tersinggung dengan perkataan yang pernah dilontarkan oleh Rachmat dan Lee masih menyimpan dendam padanya. Lee dan Rachmat dibawa kesuatu tempat dalam keadaan terluka.

Tanpa disadari oleh keduanya, tiba ia tersadar dan sudah berada didalam gua yang cukup aman. Lee dan Rachmat di selamatkan oleh Zuleha. Setelah luka mereka sembuh, merekapun giat berlatih ilmu silat. Sementara itu Brewok yang geram karena Lee dan Rachmat tidak ada masih terus mencari keberadaannya. Salah satu caranya adalah dengan menangkap Zuleha untuk memberitahu keberadaan Lee dan Rachmat. Meski zuleha tidak mau memberitahukan keberadaan Lee dan Rachmat namun salah seorang teman Zuleha akhirnya buka mulut.

Maka pencarian pun dilakukan. Pertarungan antara anak buah Brewok dan Lee serta Rachmat pun pecah. Anak buah Brewok dapat di tumpas, hingga akhirnya Brewok yang harus berhadapan dengan kedua jagoan tersebut. Brewok pun kalah. Keluarga Zuleha akhirnya berbaikan dengan keluarga Rachmat. Sementara Lee akhirnya pulang setelah selesai menimba ilmu diperguruan tersebut. Tangis haru untuk berpisah pun pecah. Lee harus pergi.

 

Posted in Resensi Film 70-90an | Tagged: , , , , , , , , , | Leave a Comment »

RANO KARNO DAN LIDYA KANDOU DALAM FILM ‘ ROMAN PICISAN ‘

Posted by jejakandromeda on May 23, 2013

Roman Picisan

Roman Picisan

JUDUL FILM                        : ROMAN PICISAN

SUTRADARA                       : ADISURYA ABDI

CERITA                                  : EDDY D ISKANDAR

SKENARIO                           : EDDY D ISKANDAR

PRODUSER                          : TOMMI INDRA

TAHUN PRODUKSI           : 1980

PRODUKSI                           : PT TIGA SINAR MUTIARA  FILM

JENIS                                     : FILM DRAMA

PEMAIN                              : RANO KARNO, LIDYA KANDOU, ITA MUSTAFA, TINO KARNO, SUTI KARNO, MANGARA SIAHAAN, GEORGE RUDY, PRIA BOMBOM, NANI WIJAYA, FRANK RORIMPIANDY, DORMAN BORISMAN, RAHAYU EFFENDI,  KAHARUDDIN SYAH

SINOPSIS :

Roman (Rano Karno) adalah pelajar SMA yang berasal dari Medan. Di SMA ia dikenal sebagai Roman picisan karena kesukaannya menulis surat cinta meski itu adalah pesanan teman-temannya. Namun imej jelek sebagai pengobral rayuan atau cinta melekat padanya. Seringkali Roman dipanggil dengan roman picisan.

Hingga suatu hari ia menyukai seorang gadis, satu SMA bernama Wulandari (Lidya Kandou) atau Wulan, namun di pendamnya sendiri meski ia menyukainya. Demikian juga dengan Wulan, meski ia ketus terhadap Roman, namun sebenarnya ada kekaguman dalam dirinya, walaupun imej jelek sudah melekat pada Roman. Bahkan diantara keduanya menjadi benci tapi diam-diam cinta. Ternyata kesukaan Roman pada Wulan  tidak disukai olen Tono (George Rudy) yang juga menyukai Wulandari. Akibatnya Tono menyuruh teman-temannya untuk mengeroyok Roman.

Namun Roman bukanlah orang yang bodoh, ia mampu mengetahui siapa actor di belakangnya, sehingga ketika Tono dan Wulan sedang berduaan datanglah Roman dan memukul Tono. Melalui percakapan Tono dan Roman akhirnya wulan ikut pulang bersama mereka. Meski demikian hubungan Roman dan Wulan belumlah mencair. Mereka masih saling ketus.

Adalah Victor(Mangara Siahaan) teman Roman dari Medan yang akhirnya berhasil mencairkan suasana. Melalui kepandaianya Victor berhasil mengambil isi hati Wulan yang kemudian memberitahu tentang kebaikan Roman dan kesukaannya pada Wulan, demikian sebaliknya terhadap Roman, Victor menceritakan tentang Wulan. Hingga suatu ketika Wulan memberikan surat yang di titipkan melalui Victor yang mengabarkan kalau Wulan akan pindah ke Papua. Maka berkat saran dari Victor maka segeralah Roman menyusul Wulan ke Bandara kalau ia memang mencintainya. Bergegas Roman menyusul Wulan ke Bandara.

Namun Wulan sudah terlanjur masuk kedalam, sehingga melalui petugas, hanya Roman saja yang diperbolehkan masuk. Puncaknya akhirnya Wulan memberitahu Roman kalau ia sebenarnya tidak pindah ke Papua, namun hanya mengantar orang tuanya saja yang akan pergi ke Papua. Wulan tetap di Jakarta. Dan Wulan memberitahukan kalau itu hanya akal-akalan Victor saja agar Wulan menulis surat seolah-olah akan pergi ke papua.

*****

Roman Picisan, film tahun 1980 ini kalau melihat ke masa sekarang Endingnya mirip dengan film Ada Apa dengan Cinta yang dibintangi oleh Dian Sastro dan Nicolas Saputra produksi tahun 2000an. Siapa yang dahulu dan kenapa bisa mirip? Mungkin pas kebetulan saja.

Posted in Resensi Film 70-90an | Tagged: , , , , , , , , , , , , | 1 Comment »

ROY MARTEN DALAM FILM ” GUNA GUNA ISTRI MUDA “

Posted by jejakandromeda on May 14, 2013

Roy Martin : Guna-guna istri muda

Roy Martin : Guna-guna istri muda

JUDUL FILM                        : GUNA-GUNA ISTRI MUDA

SUTRADARA                       : BZ KADARYONO

CERITA                                  : W NGADIMAN

SKENARIO                           : ACKYL ANWARI

PRODUSER                          : TI JAYANATA – GEOGE TUMIWA

TAHUN PRODUKSI           : 1977

PRODUKSI                           : PT LEUSER FILM

JENIS                                     : FILM DRAMA

PEMAIN                              : ROY MARTIN, FARIDA REZINA, CONNIE SUTEDJA, HENDRA CIPTA, RINA HASSIM, HUSIN LUBIS, IJJAH BOMBER, BAMBANG IRAWAN

SINOPSIS :

Arifin memiliki dua orang istri. Istri pertama (Rina Hashim) dan istri kedua Sandra (Farida Rezanita). Sandra adalah wanita yang diambil istri oleh Arifin dari asal usulnya yang dianggap tidak jelas oleh istri pertama Arifin.  Sandra juga dianggap hanya mengincar harta Arifin saja. Seringkali ketika Arifin menginginkan hasrat untuk bercinta, Sandra selalu menolaknya dengan alasan datang bulan. Sementara itu diam-diam ada seorang pemuda bernama Anton (Hendra Cipta) yang menyukai Sandra. Namun Sandra sendiri tidak tertarik dengan Anton, ia justru tertarik dengan Tommy (Roy Martin) anak dari suaminya sendiri dengan istri pertamanya.

Beberapa kali Anton bertemu Sandra namun sikapnya ketus. Akibat cintanya yang tidak terbalas, Anton akhirnya pergi dukun Darsih (Connie Sutedja) untuk mengguna-guna Sandra agar mencintainya. Persyaratan diajukan oleh Darsih agar persyaratan di penuhi oleh Anton. Namun usaha Anton untuk menggaet Sandra gagal karena Anton keliru mengambil persyaratan yang di persyaratkan padanya. Selanjutnya usaha Anton pun di lakukan lagi. Berhasil. Anton berhasil mempengaruhi Sandra dengan guna-gunanya. Namun sayang sekali  perbuatan Anton ketahuan oleh Sandra setelah ia berhasil menggaulinya. Sandra marah dan meminta Anton untuk menunjukkan siapa Dukun yang telah melakukannya.

Keesokan harinya, Sandra pergi ke rumah Darsih. Bukan mencabut guna-guna yang ada pada dirinya, namun ia justru ingin memelet Tommy dengan guna-guna Darsih. Usaha Sandra berhasil. Tommy terpikat dengannya dan sering berduaan di kamar secara diam-diam. Namun perbuatan Anton berhasil diketahui oleh adiknya yang langsung melaporkan pada Ibunya. Ibu Arifin marah pada Sandra.  Sandra menjadi marah. Akhirnya Sandra kembali ke dukun Darsih. Kali ini ia melancarkan guna-guna yang ditujukan untuk Arifin dan istrinya. Sandra ingin agar istri Arifin menjadi gila, sementara Sandra ingin agar Arifin mati.  Agaknya guna-guna Darsih cukup ampuh dan dapat membuat istri Arifin gila. Namun hal ini di curigai oleh pembantu Arifin kalau nyonya bukanlah karena gila tapi karena guna-guna. Arifin percaya, dan mengutus pembantunya untuk mencari dukun. Namun dukun yang dituju pembantu arifin adalah orang yang salah, karena ia adalah Darsih, dukun yang telah dijanjikan oleh Sandra kalau berhasil membuat Arifin mati dan istrinya gila ia akan mendapatkan separuh harta Sandra.

Akibatnya bukannya sembuh, penyakit istrinya menjadi tambah parah, dan Arifin juga di buat lumpuh. Namun keluarga Arifin berhasil di sembuhkan oleh seorang kiai dan mengembalikan guna-guna tersebut pada pemiliknya. Pertarungan terakhir adalah antara Darsih dan seorang Kiai. Darsih kalah, keluarga Arifin pun terbebas dari guna-guna termasuk Tommy.

 

Posted in Resensi Film 70-90an | Tagged: , , , , , , , , , , | Leave a Comment »

JOICE ERNA DAN JOHAN SAIMIMA DALAM ” DENDAM JUMAT KLIWON “

Posted by jejakandromeda on May 2, 2013

Dendam Jumat Kliwon

Dendam Jumat Kliwon

JUDUL FILM                        : DENDAM JUMAT KLIWON

SUTRADARA                       : L SUDJIO

CERITA                                  : WISJNU MAOURADHY, TEGUH WALUYO SWD

SKENARIO                           : WISJNU MAOURADHY, TEGUH WALUYO SWD

PRODUSER                          :  TIEN ALI

TAHUN PRODUKSI           : 1987

PRODUKSI                           : PT CANCER MAS FILM

JENIS                                     : FILM HOROR

PEMAIN                              : JOICE ERNA, JOHAN SAIMIMA, PONG HARYATMO, ARTHUR TOBING, LUCY SUBARDJO, SYAMSURI KAEMPUAN, ANGEL, H DJAUHARI EFFENDY, RONALD KANSIL, JAMAL JENTAK, BZ KADARJONO,

SINOPSIS :

Rumah sepasang suami istri (Arthur Tobing dan Joice Erna) di rampok oleh Dua orang pemuda. Bahkan istrinya setelah dirampok di perkosa lalu di bunuh. Salah seorang adalah suami(Johan Saimima) dari Samirah.  Sepasang suami istri tersebut akhirnya menjadi arwah penasaran dan menjadi hantu yang mengganggu keluarga perampok tersebut.

Terlebih dahulu hantu tersebut membunuh Ayah Samirah, yang merupakan mertua dari perampok tersebut. Kematiannya tidak wajar. Sebelum kematiannya Mila anak dari pasangan Samirah sering berbincang-bincang dengan arwah gentayangan tersebut.  Bahkan setelah mati ayah Samirah dirasuki oleh arwah gentayangan dan mengamuk. Ia berkelahi dengan Indra (Pong Harjatmo).

Indra menyukai sepupu Samirah bernama Lela. Malam itu selepas mengantarkan lela, Indrapun pulang. Namun ditengah jalan ia disusul oleh Lela kembali dan gak mau pulang dengan beralasan sedang berantem dengan Burhan. Maka Lela mengajak Indra jalan-jalan, tanpa disadari oleh Indra ia dibawa ke kuburan. Ketika tersadar Indra sudah dikuburan dan banyak kalajengking dipunggungnya. Maka iapun lari.

Teror belum puas sampai disini, setelah orangtua Samirah di bunuh, kematian berikutnya adalah dua orang perampok yang merupakan otak dari biang bencana yang di hadapi oleh sepasang suami istri tersebut. Setelah kematian tersebut, terror berikutnya pada keluarga yang lain. Namun berkat bantuan seorang pintar, akhirnya mereka dapat terselamatkan. Dan arwah gentayangan tersebut pun kembali ke alamnya.

Posted in Resensi Film 70-90an | Tagged: , , , , , , , , , , , | Leave a Comment »

DICKY ZULKARNAEN DALAM FILM ” KRAKATAU “

Posted by jejakandromeda on April 10, 2013

Krakatau

Krakatau

JUDUL FILM                        : KRAKATAU

SUT. RADARA                    : SANDY SUWARDI HASAN

CERITA                                  : GANES TH

SKENARIO                           : GANES TH

TAHUN PRODUKSI           : 1977

PRODUKSI                           : PT TATY & SONS FILM

JENIS                                     : FILM LAGA

PEMAIN                              : DICKY ZULKARNAIN, TUTY KIRANA, WD MOCHTAR, DEBBY CHINTYA DEWI, A DARMAWAN, TONY HIDAYAT, MUNI CADER

SINOPSIS :

Wiraganda (Dicky Zulkarnaen) diutus oleh gurunya di perguruan Krakatau untuk mencari muridnya yang telah murtad bernama Bodin(WD Mochtar) yang telah bertahun-tahun meninggalkan perguruan. Wiraganda di suruh mencarinya ke daerah Tanjung Kait. Untuk menyamarkan siapa Wiraganda agar Bodin mau muncul saat di cari oleh orang-orang Krakatau, maka Wiraganda diganti namanya menjadi Somad. Selama bertahun-tahun perguruan Krakatau mengutus muridnya untuk mencari Bodin, namun ia tidak pernah muncul.

Maka pergilah Somad ke tempat yang di tunjuk oleh gurunya. Sesampai di tempat tujuan, Somad sudah di hadang oleh para jagoan tuan tanah karena Somad memecahkan kendi yang di bawa oleh anak penghulu (Tuti Kirana). Bahkan kedatangan Somad ke tempat tersebut dilarang untuk mendatangi mesjid oleh Penghulu, karena selama ini dilarang oleh Tirtaganda (A Darmawan) setelah kematian murid perguruan Krakatau di mesjid tersebut. Namun somad member pengertian pada Penghulu. Kedatangan Somad langsung mendapat tuduhan dari Tirtaganda atas tuduhan mencuri jam emas berantai miliknya. Namun Somad mengelaknya. Untuk membuktikannya Somad berhasil menangkap pencuri yang sesungguhnya dan diserahkan pada Tirtaganda. Pencuri tersebut beralasan telah jatuh dari pohon sehingga dapat di tangkap oleh Somad, namun ayah Tirta, Bodin (WD Mochtar) yang selalu bersembunyi mengenali pukulan yang ada di tubuh Gobang si pencuri adalah pukulan dari orang-orang Krakatau.

Berita keberhasilan Somad menangkap Gobang sampai juga ke telinga Surya(Muni Cader) yang juga saudara dari Tirtaganda namun hidup terpisah darinya. Surya sebenarnya adalah pewaris sah anak tuan tanah sebelum akhirnya di geser oleh Tirtaganda yang sebenarnya tidak berhak. Hal ini diketahui dari kapte laut (Tony Hidayat). Namun atas kesewenang-wenangan Tirtaganda, maka Surya tersingkir dan hidup terpisah dengan Istrinya Inah (Debby Chintya Dewi). Surya akhirnya berkenalan dengan Somad dan mengajaknya untuk tinggal dirumahnya. Namun hal ini selalu diawasi oleh anak buah Tirta.

*****

Sepak terjang Somad tidak disukai oleh Tirta sehingga dengan menggunakan caranya ia menghasut Surya namun tidak berhasil. Justru Inah, istri Surya yang telah membocorkan rahasia Somad pada Tirta, Surya merasa sebagai Sahabat Somad membelanya, namun malang, ia harus tewas di tangan Tirta. Tirta menggunakan caranya untuk memancing Somad keluar, maka terjadilah pertarungan. Tirta mengeluarkan tembakan dan mengenai anak buahnya dan Bodin yang pura-pura mati dan ditolong Somad. Namun ketika somad pergi, Bodin bangun . Saat bersamaan meletuslah gunung Krakatau. Masyarakat berlarian menyelamatkan diri, sementara itu Siti(Tuti Kirana) anak penghulu di tangkap oleh Tirta. Mereka pun mengejar Tirta untuk membebaskan Siti.Belakangan diketahui kalau penghulu adalah salah seorang murid dari Krakatau juga. Maka bersama Somad ia ingin membereskan semuanya. Diketahui juga bahwa orang yang dicari Somad sebenarnya adalah Suganda, namun tidak diketahui siapa Suganda dan yang mana.

Melihat keadaan Tirta yang terdesak akhirnya Suganda alias Bodin pun menampakkan diri. Pertarungan pun tidak terelakkan, namun Suganda melarang Somad untuk melawannya karena ia mengaku kalau Suganda adalah ayahnya. Untuk meyakinkan Somad yang bernama asli Wiraganda, Suganda gamenceritakan semuanya, termasuk siapa Tirta sebenarnya.Tirta akhirnya terbunuh oleh Somad. Tirta sebenarnya adalah anak dari Tuan tanah sebelumnya dari istri Suganda yang sekarang. Sedangkan Suganda  akhirnya takluk dengan guru Somad setelah berkelahi dan mau diajak ke perguruan Krakatau.

 

Posted in Resensi Film 70-90an | Tagged: , , , , , , , , , , , | Leave a Comment »

CUT IRNA DAN NIKE ARDILLA DALAM FILM ” GADIS FOTO MODEL “

Posted by jejakandromeda on March 26, 2013

Film Gadis Foto Model

Film Gadis Foto Model

JUDUL FILM                        : GADIS FOTO MODEL

SUTRADARA                       : SUPRAPTO MARCUS

CERITA                                  : SUPRAPTO MARCUS, SJAMSUDIN

SUARA                                  : IBNU HASAN

PRODUSER                          : SJAMSUDIN

PRODUKSI                           :  PT.  SJAM STUDIO FILM PRODUCTION

TAHUN PRODUKSI           : 1989

JENIS                                     : FILM THRILLER

PEMAIN                               : CUT IRNA, ANNEKE LUTFIA PUTRI, ALFIAN, NIKE ASTRINA, KIKI AMALIA, CONNIE SUTEDJA , TIMBUL

SINOPSIS :

Susi (Cut Irna) adalah seorang model terkenal.  Suatu hari bersama teman-temannya satu geng, Nency (Nike Astrina) dan lain-lain atas undangan Budi (Alfian) orang yang selama ini dekat dengan Susi untuk menghadiri acara ulang tahun Lia (Anneke Lutfia Putri) yang baru tinggal di tempat kos tante Budi (Connie Sutedja). Lia adalah juara Top Model saat ini.

Kehadiran Lia ditengah-tengah mereka membuat iri Susi, apalagi Susi menuduh kalau Lia memiliki kedekatan dengan Budi. Dibakar Iri hati dan rasa cemburu, Susi merencanakan untuk member pelajaran pada Lia. Bersama teman-teman satu gengnya, Susi menjemput Lia setelah peragaan busana. Meski pada awalnya menolak namun setelah di paksa Lia mau menuruti keinginan Susi dan kawan-kawan untuk mengikuti mereka.  Sebelum masuk mobil terjadi keributan antara Susi dan Lia. Susi menuduh Lia memiliki hubungan dengan Budi meskipun Lia sudah menjelaskannya. Akhirnya terjadilah pengeroyokan terhadap Lia yang berujung dengan disiramnya muka Lia hingga rusak oleh Susi dengan air termos. Dalam kondisi tidak sadarkan diri Susi membuang tubuh Lia kedalam sungai dengan di bantu oleh teman-temannya.

*****

Pasca kejadian tersebut terror demi terror menghantui Susi. Dari telepon masuk hingga adanya rampok yang tiba-tiba hadir setelah menelepon.  Di tempat Lain Budi dibuat panic karena kehilangan Lia di rumah kostnya. Merasa bertanggungjawab Budi berusaha mencari keberadaan Lia melalui teman-temannya.  Titik terang pun akhirnya di dapat. Sebelum Lia hilang, Lia dijemput oleh teman-temannya perempuan.  Dan budi menduga kalau ini perbuatan Susi dan kawan-kawan karena dibakar cemburu.

Teror tidak hanya di hadapi oleh Susi, namun juga teman-teman susi yang lain. Bahkan suatu ketika Susi hampir diperkosa ditengah jalan ketika terjadi ban kemps, namun usahanya dapat digagalkan. Lia ditolong oleh pembantunya yang menyusulnya ke kota setelah susi mendatanginya ke kampong karena anaknya sakit.

Susi mulai stress dan pucat karena terror yang diterimanya. Akhirnya Susi pun mengetahui siapa yang berada di belakang terror selama ini. Adalah Lia yang ternyata masih hidup yang berusaha untuk membalas dendam pada Susi. Lia yang sudah rusak mukanya akibat perbuatan Susi menuntut balas atas perbuatan susi. Dengan menodongkan pisau kearah Susi, Lia berusaha mengejarnya. Namun naas bagi Susi, ia terjatuh dari lantai dua rumahnya dan akhirnya tewas. Lia pun akhirnya ditangkap.

***********

Gadis foto model merupakan sebuah film yang dibintangi oleh Cut Irna. Namun sayang sekali Cut Irna yang juga menelurkan beberapa album kini sudah tidak aktif lagi di dunia hiburan Indonesia. Film ini juga merupakan debut kedua bagi Nike Ardilla yang kala itu masih menggunakan nama Nike Astrina. Nike Astrina sebelumnya juga pernah bermain dalan film Kasmaran sebagai figuran bersama Ida Iasha.

Posted in Resensi Film 70-90an | Tagged: , , , , , , , , , , , | Leave a Comment »

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 2,022 other followers